guru killer ternyata duda

guru killer ternyata duda
Ada Aja


__ADS_3

Hatinya Fajar kini berbunga-bunga, setelah ia mendengar kata-kata manis yang terucap dari mulut Fia. Semua itu tidak pernah dia bayangkan akan terjadi pada hari ini. Kesibukan untuk memikirkan bagaimana caranya agar hubungannya tetap berjalan baik-baik saja tanpa harus memaksakan keinginannya kepada Fia, tapi Fia melakukan keinginannya Fajar dengan kemauan dari dirinya sendiri tanpa adanya paksaan atau ancaman sedikit pun.


"Gimana rencana kamu? kamu mo nikah tanggal berapa, bulan apa, mo pake adat apa? Em gimana kalo kita sekalian cari wedding organizer nya yang ada paket honeymoon nya? kamu mo honeymoon di dalam negeri apa diluar negeri? terus berapa lama kita honeymoon nya? satu bulan? dua bulan apa satu tahun kita keliling Indonesia? kayaknya sih serrr..."


Cups.


"Kok kamu malah nyium aku sih Fi? kangen ya sama bibir aku? nih aku siap kok kamu bikin jontor." ucap Fajar sambil memonyongkan bibirnya.


Setelah di cium Fia saat dirinya berantusias dalam membahas tentang masa depan asmaranya dengan gadis pujaannya itu. Menurut Fajar kapan lagi dia bisa membicarakan masa depan sesuai harapannya akhir-akhir ini.


Tak lama kemudian Fia menyodorkan sebuah map berwarna merah kepada Fajar yang terdapat didalam tas ranselnya setelah mencium Fajar.


"Ini apa?" tanya Fajar sambil membuka map tersebut.

__ADS_1


"Gila kamu Fi. Enggak boleh. Aku enggak ijinin kamu kuliah di sana. Jauh Fi, aku gak ngijinin." protes keras dari apa yang telah Fajar baca. Apalagi kalau bukan formulir pendaftaran mahasiswa baru yang sudah Fia isi datanya.


"Apa-apaan sih kamu aku tuh enggak perlu ijin kamu. Aku cuma mau kamu tahu aja, kalo aku mo kuliah di Yonsei university." sahut Fia yang menurut dia memang tidak perlu ijin dari Fajar hanya untuk kuliah di universitas impiannya. Kalau soal ijin ya Fia hanya perlu ijin dari orang tuanya saja bukan ijin dari Fajar. Menurut Fia ijin orang tuanya adalah yang terpenting karena ibunya yang melahirkan serta merawat dirinya begitu pula ayahnya yang memberikan segala kebutuhan hidupnya, bagi Fia Fajar hanyalah laki-laki yang baru bertemu dengan nya disaat ia sudah dewasa dan tidak memiliki status apapun. Lain halnya jika Fajar berstatus sebagai suaminya Fia ijin dari Fajar yang paling utama dunia akhirat.


Tanpa basa-basi Fajar langsung menyobek kertas pendaftaran mahasiswa milik Fia.


"Kamu apa-apaan sih?" kesal Fia yang melihat Fajar melakukan hal yang enggak sama sekali dia ngerti.


"KAMU YANG APA-APAAN!!! KAMU BILANG BARUSAN KAMU SAYANG SAMA AKU, CINTA SAMA AKU DAN KAMU MAU NIKAH SAMA AKU. BAHKAN KAMU INGIN JADI IBU DARI ANAK-ANAKKU. KENAPA TIBA-TIBA KAMU NGASIH FORMULIR PENDAFTARAN MAHASISWA BARU? JAUH LAGI DI KOREA. APA SIH FI YANG KAMU MAU? MAENIN PERASAAN AKU?" cerca Fajar yang emosionalnya sudah tidak terkendali lagi.


Ssstttss.


Tak pernah di sangka saat ini tepat diatas tubuhnya ada tubuh mungil yang menindihnya sambil menaruh jari telunjuk tangan dibibir Fajar.

__ADS_1


'Duh kok jadi gue yang deg deg degan gini ya. Niatnya kan mo ngerayu pak Fajar ngapa jadi kesannya gue yang lagi dirayu. Jantung gue susah banget sih di ajak kompromi nya.' batin Fia yang niatnya ala manja untuk meluluhkan hatinya Fajar malah dia sendiri yang dag dig dug sendiri jantungnya saat melihat wajahnya Fajar secara dekat dan posisi badan yang menindihnya.


Bukan hanya Fia yang jantungnya berdetak kencang Fajar pun juga merasakan hal yang sama.


'Sumpah gak ngerti ada apa dengan hari ini. Fia kenapa jadi sweet banget udah ngomong kata-kata manis ditambah dia lebih agresif sekarang.'batin Fajar.


Tingkahnya Fia yang berubah kayak gini bukan membuat dia kelihatan seperti wanita nakal atau dewasa. Malah terlihat lucu dan menggemaskan bagi Fajar. Menurutnya ini momen yang langka dalam sejarah percintaannya dengan Fia.


Tak lama kemudian Fia pun langsung mencium dan berusaha menirukan cara berciuman yang selama ini Fajar lakukan kepadanya. Fajar tak berkedip sedikit pun saat merasakan ada lidah yang masuk kedalam mulutnya sendiri. Seakan mengajak lidahnya Fajar untuk saling bertautan dengan lidah miliknya Fia.


Fajar pun menikmati kejadian saat itu. Namun sayangnya itu tidak berlangsung lama, dia pun menyadari bahwa Fia sudah ingin melepaskan diri dari tubuhnya Fajar. Tak melepaskan kesempatan yang ada, Fajar pun mengambil alih. Hampir dua puluh menit lidah mereka saling bertautan dan tidak sedikit Fia merasakan perih dibibir nya karena sesekali ia merasa bahwa Fajar menggigit pelan bibir mungilnya.


Fajar yang sudah terbawa arus kenikmatan dia menciumi lehernya Fia. Tak sesekali ia mengendus bagian bawah telinganya Fia. Disaat itu Fia merasakan geli yang luar biasa. Reaksi Fia yang terlihat jelas membuat Fajar semakin bersemangat untuk melakukan hal-hal itu agar Fia kegeliaan. Tanpa disadari Fia tiba-tiba berteriak.

__ADS_1


"Aaaaaaauuuuuu."


__ADS_2