guru killer ternyata duda

guru killer ternyata duda
Rasa Yang Sulit Part Empat


__ADS_3

Flash back


"Oma kok Opa nangis sih kaya anak kecil berantem sama Oma aja pake nangis ."tanya Fia ke Oma nya saat dirinya melihat kejadian yang tak seharusnya anak kelas tiga SD liat .


"Sayang inget kata-kata Oma yang satu ini ."


"Apa Oma ?"


"Jika laki-laki sampai menangis karena kita , itu tandanya dia sangat lah mencintai kita dengan tulus . Jika suatu saat kamu menemukan sosok laki-laki itu genggam dia dan jangan lepaskan . Karena dia akan membuat kamu bahagia dengan cinta nya ."


Flash back end


"Bapak beneran suka sama saya ?"tanya Fia dengan tampang beloon nya seolah tak menyadari bagaimana perasaan nya Fajar selama ini kepada nya .


"Saya itu bukan cuma suka sama kamu Fia . Tapi saya juga cinta sama kamu . Bahkan cinta mati Fi ."jelas Fajar .


Cupss


Ciuman yang mendarat di bibir nya Fajar membuat dirinya diam membeku .


"Makasih pak udah mau mencintai saya ."ucap Fia setelah mencium bibir nya Fajar .


Keheningan yang dia dapatkan dari aksi yang dilakukan oleh Fia .


"Pak ... Pak ... Pak ..."tegor Fia yang melihat Fajar diam membisu setelah dicium bibir nya oleh Fia .


"Nggghhhh ."


"Huft huft huft ."tarikan napas Fajar .


"Bapak kenapa napas nya gak beraturan ?"tanya Fia .


"Kamu mo bikin saya mati sekarang ?"


"Mati ? Mang saya ngapain bapak sampe bisa mati segala ?"tanya Fia yang tidak mengerti apa maksud dari perkataan Fajar .


"Kamu bikin saya lupa bernapas tau gak ? Dan bikin jantung saya berdetak cepat . Seakan jantung saya mo copot ."


"Kok bisa ?"


"Ciuman bibir manis kamu bikin saya mau mati fi ."


"Hah ?"


"Saking senengnya dicium kamu ini berasa kayak mimpi ."

__ADS_1


Cekit cubitan yang Fia lakukan kepipi nya Fajar . Dia lakukan untuk memberitahukan bahwa yang barusan terjadi bukanlah mimpi .


'Gila nih orang udah gw cium malah bilang nya berasa mimpi . Gak tau apa gw hampir khilaf pas nyium tuh bibir . Enak nya pake banget . Astaga Fi kok Lo mesum banget sih sekarang sekarang ini.'batin Fia .


"Aauuuwwww . Sakit sayang ."protes Fajar dengan pelan .


"Sayang ... Sayang ... "ucap Fia sambil mengembungkan pipinya .


"Lah terus apa ?"


"Ngapain coba bilang sayang sayang ?"


"Ya karena aku sayang kamu fi . Hem apa aku panggil kamu cinta juga ya kan aku juga cinta sama kamu ."


Tanpa menjawab pertanyaan Fajar Fia pun mencabut charger handphone yang sudah dia gunakan .


"Kamu mau kemana cinta ?"tanya Fajar yang melihat Fia hendak ingin pergi meninggalkan nya .


"Pulang pak ."ucap Fia .


"Kamu tega ninggalin orang sakit sendirian begini ."tanya Fajar menegaskan pertanyaan nya .


"Bapak udah sembuh kok ."


"Kata sapa saya udah sembuh ? Sok tahu kamu . Liat saya masih lemes gini . Mana belom sarapan lagi ."jelas Fajar .


Bugggg


"Astaga pak apa-apaan coba pake bangun dari tempat tidur segala ?"protes Fia yang melihat Fajar jatuh dari tempat tidur nya dan menghampiri nya .


"Saya mau cegah kamu pergi fi ."lirih Fajar .


"Apaan sih pak . Kan bisa ngomong bilang ke saya jangan pergi gitu , kan saya gak bakalan pergi ."ujar Fia .


"Kalo saya bilang cintai aku apa kamu akan mencintai saya fi ?"ucap Fajar yang bertanya hal yang selama ini dia ingin tanyakan kepada Fia soal akankah Fia membalas cinta nya selama ini yang telah dia berikan hanya untuk Fia seorang ..


Deg


"Kenapa kamu diam fi ? Ya udah sana kamu pulang . Ati-ati makasih banyak udah datang ke sini ."ucap Fajar dengan pasrah seakan dia tau apa jawaban dari pertanyaan nya itu .


"Aku suka sama duda beranak satu pak . Tapi aku gak suka sama cowok yang gak mandi-mandi selama seminggu karena aku suka cowok ganteng dan .... "ucap Fia sambil melirikan mata nya kesegala arah .


"Dan apa fi ?"tanya Fajar penasaran .


"Dan yang pastinya dia bakalan aku cintai dan aku sayang pak ."bisik Fia ke telinga Fajar .

__ADS_1


Bagaikan disambar petir . Fajar dengan cepat melarikan diri nya ke kamar mandi . Ucapan yang Fia lontarkan seakan memberikan kekuatan pada tubuh nya Fajar .


"Buset dah cepet amat ngibrit nya ? Kaya orang kebelet ."ucap Fia yang sedikit kaget melihat Fajar dengan gercep nya melarikan diri kedalam kamar mandi .


"Lebih cepat lebih baik sayang ."teriak Fajar dari dalam kamar mandi saat pintu kamar mandi nya masih terbuka.


"Ets dah dia denger ? Tajem amat tuh kuping ."oceh Fia .


"Aku denger sayang kan pintu nya gak aku tutup ."ucap Fajar yang memunculkan sebagian tubuhnya miring kearah Fia .


"Yaaaaaa . Tutup ngapa dah kalo mandi tuh pintu nya . Kaya bocah dah mandi begitu . Terus ngapain coba nongol nongol segala kaya gitu tar becek lantai nya pak ."ucap Fia yang melihat tubuhnya Fajar yang basah dan dibaluti dengan sabun ditubuhnya .


"Ya ampun sayang gak pa-pa . Kapan lagi kamu bisa ngeliat badan aku yang cakep gini ."pede Fajar .


"Aish pede banget sih pak . perut bapak masih kurang oke dari sekian banyak cowok yang pernah aku lihat ."ucap Fia yang sedikit ngasal tanpa berpikir .


Langkah kaki pun Fajar lakukan untuk mendekati Fia .


Tubuh nya Fajar hanya terbungkus oleh selembar handuk dari perbatasan pinggang hingga ke lulut . Tetesan busa sabun pun mengalir ke arah bawah tubuhnya Fajar .


Fia pun kaget melihat Fajar menghampiri dirinya . Tanpa disadari bahwa Fia sudah diujung tepi kasur miliknya Fajar .


"Berapa banyak badan cowok yang kamu lihat sebelum badan ini ? Bagusan mana dari sekian banyak badan cowok yang kamu lihat selama ini ? Apa pernah kamu menyentuh nya seperti ini"tanya Fajar dan dengan cepat Fajar menarik tangan nya Fia untuk menyentuh badan nya Fajar dari bagian dada hingga ke bagian perut nya .


Fia yang takut menatap wajah nya Fajar memutuskan untuk melihat kearah tangan nya yang dipimpin oleh Fajar untuk menyentuh badan nya . Tepat pada dibagian perutnya Fajar dirinya mengagumi keindahan alami yang ada di depan nya itu . Betapa mulus dan indah nya perut milik nya Fajar seperti para cowok-cowok yang aduhai . Bentuk nya berbeda dengan yang pernah dia liat yaitu perut milik nya Adit , Bimo bahkan Riki saat mereka berenang bersama . Perut milik nya Fajar terlihat bermotif kotak-kotak dan kekar . Pemandangan itu membuat Fia menikmati setiap detik dia menyentuh badan nya Fajar .


Tapi apa yang terjadi , sentuhan lembut yang Fia lakukan . Membuat punya Fajar mengacung keras dan tegak lurus kedepan .


"Pak kaya nya punya bapak bangun dah ."ucap Fia sambil menatap ke arah handuk nya Fajar.


"Aish ."dengan cepat Fajar pun memegang punya nya dan berlari ke dalam kamar mandi nya tanpa menutup pintu kamar mandi .


Desah desahan yang keluar dari mulut nya Fajar pun terdengar jelas di terlinga Fia . Tak jarang Fajar menyebutkan nama miliknya .


"Astaga pak ditutup ngapa nih pintu kamar mandi nya ."ucap Fia yang melihat tubuhnya Fajar yang tampak dari belakang tanpa mengenakan apapun .


"Jangan." teriak Fajar meminta .


"Kenapa jangan ?"tanya Fia yang sudah membalikkan badannya .


"Biar kamu denger aku lagi ngapain . Biar lain kali kamu tau kalo kamu dideket aku . Apa yang akan terjadi kalo aku gak nahan diri ."ucap Fajar .


"Ya tapi gak pake aku dijadiin bahan hayalan begituan dong ."pinta Fia .


"Lebih baik ngayalin kamu dari langsung test drive . Kamu mo aku langsung nanam saham diperut kamu sekarang ."ucap Fajar .

__ADS_1


Fia pun tak berkata apapun dirinya hanya terdiam sambil menutup pintu kamar mandi . Dalam benak nya betapa bahayanya jika dia menanggapi ucapan Fajar tadi .


__ADS_2