
Sinar matahari yang masuk ke dalam kamar Fia sangat cerah dan hangat . Sama seperti suasana hati milik Fajar yang sedang bersinar terang karena ini adalah hari yang dinanti-nanti oleh dirinya . Apalagi kalau bukan hari untuk memiliki wanita pujaan hatinya yaitu acara pernikahan .
"Fiiiiiiaaaaa ayo bangun udah waktunya acara Lo nih di mulai ."teriak Adit yang mengoyak badan Fia yang masih tertidur pulas di kasur milik nya .
"Please mah , five minute again ."pinta Fia yang masih tertutup mata nya dan mengira bahwa yang membangunkan nya adalah sang mama nya yaitu Lia .
"Ampun deh gw . Nih cewek kalo udah tidur bangun nya susah bets . Untung gw cinta Lo fi . Kalo gak gw udah timpuk bantal fi . Tapi kalo tidur gini Lo manis banget sih fi ."oceh Adit yang berulang kali membangunkan Fia namun nihil kenyataan nya tak berhasil alias gatot 'gagal total'.
"FIIIIIIAAAAA bangun woy ."teriak Adit lagi yang masih berusaha untuk membuat Fia bangun dari tidurnya .
"Apaan sih dit berisik tau gak ganggu inces bobo aja ."ucap Fia setengah sadar yang terganggu akan teriakan nya Adit membuat kuping nya seakan mau pecah .
"Bangun Fia sayang hari ini kan hari nya Lo sama pak Fajar fi ."jelas Adit .
"Pan sih dit gaje deh Lo . Gw gak punya acara , ultah gw masih jauh ."
"Hari ini kan Lo sama pak Fajar nikah fi ."kasih tau Adit ke Fia dengan tegas .
Ucapan Adit membuat mata Fia menjadi seger tiada kantuk sama sekali . Tubuh milik Fia pun sontak bangun dari kasur empuk milik nya . Rambut panjang yang acak-acakan terpampang jelas di kepalanya .
__ADS_1
"Dit Lo jangan bercanda . Gw gak suka ya Lo bawa-bawa pernikahan dijadiin bahan bercandaan Lo ."ucap Fia sambil melotot dan mengembungkan pipi nya atas ketidak terimaan nya kalo sampai ini adalah salah satu upaya untuk membuat Fia bangun dari tidurnya .
"Gw gak bercanda Fia . Lo gak tau kan kalo bokap gw masuk rumah sakit gara-gara sih pak Fajar pacar Lo itu ."tutur kata yang Adit lontarkan .
"Hah ? Kok bisa bokap Lo berantem gitu sama pak Fajar ?"tanya Fia yang kaget nya pake kuadrat .
Adit pun menjelaskan tentang apa yang terjadi di dalam keluarga nya .
Perusahaan milik keluarga Adit diambang kebangkrutan . Perusahaan yang telah bergerak di bidang jasa properti harus menerima kenyataan bahwa si penanaman modal dalam perusahaan tersebut mencabut semua modal yang cukup besar di dalam perusahaan milik keluarga Adit , siapa lagi kalo bukan Fajar si penanam modal di perusahaan milik keluarga Adit . Begitu juga dengan penanam modal yang lain merupakan koneksi dan kolega bisnis nya Fajar yang pasti nya berada di bawah tangan nya .
Papa nya Adit bernama Gerald Frananda pun syok saat tau modal keseluruhan yang ditanam dan diinvestasikan oleh Fajar ditarik tanpa sisa sedikit pun .
Kejadian itu terjadi sehingga membuat tubuh Gerald struk sebelah dikarenakan kaget mengetahui hal yang menimpa perusahaan miliknya.
Mama nya dari Adit bernama Yolan pun menyelidiki dan mencari tau alasan apa yang membuat penanam modal mencabut semua modal yang sudah diinvestasikan ke perusahaan milik suaminya . Dan apa yang membuat para klien-klien nya memutuskan begitu saja hubungan kerja sama nya dengan perusahaan milik suaminya .
Fajar dengan tegas mengatakan alasan nya simpel karena anak dari mereka telah berani beraninya mendekati calon istri nya bahkan memacari nya . Maka bukanlah hal yang sulit untuk Fajar meluapkan rasa cemburunya dengan cara apapun yang ingin dia lakukan .
Yolan kini dilanda kebimbangan anak satu-satunya yang dilahirkan di dunia harus merasakan cinta yang teramat sulit .
__ADS_1
Yolan tau wanita yang dimaksudkan oleh Fajar pasti bukan lain bukan tidak pasti nya adalah Fia Pratama tetangga sekaligus perempuan yang pernah ingin mereka jodohkan dengan Adit putra satu-satunya mereka . Wanita satu-satunya yang dekat dengan anak laki-laki nya seorang .
Dilain sisi dirinya sebagai seorang istri juga tak kuasa melihat suaminya tergeletak tak berdaya di ranjang rumah sakit karena merasa gagal dalam mempertahankan perusahaan milik keluarga nya .
Adit yang mendengarkan cerita Yolan mama nya membuat dia harus melepaskan cinta nya . Meski berat terasa tapi apa daya dia pun tak ingin menjadi seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya hanya gara-gara seorang wanita .
Hanya karena cinta nya untuk Fia tapi bukan berarti membuat Adit membiarkan mama dan papa nya menderita . Terlebih lagi dengan apa yang mama nya ucapakan bahwa yang menderita bukan hanya papa nya Adit saja tapi seluruh para pekerja yang bekerja di perusahaan keluarga nya pasti akan menderita karena tidak bisa mencari nafkah untuk keluarga mereka masing-masing .
Kini dihati nya Adit hanya tertulis 'CINTA TAK HARUS MEMILIKI' .
"Ya ampun dit sorry ya gw gak tau kalo jadi begini ."ucap Fia memelas ke Adit dengan perasaan tidak enak dan bersalah karena perbuatannya Fajar .
"Gak pa-pa fi , gw juga kaget awal nya ternyata pak Fajar kaya raya fi . Sorry ya gw bukan mo ngejual Lo ke dia . Dalam artian gw nyerahin Lo ke dia dan supaya dia gak jadi tarik modal di perusahaan keluarga gw . Gw cuma gak mau bokap gw tambah sakit saat tau perusahaan nya ancur karena gw . Hanya dengan gw gak berhubungan dengan Lo pak Fajar akan membalikkan semua keadaan fi , itu harapan gw Fi ."ucap Adit yang meneteskan air mata nya di depan Fia .
"Lo tenang aja dit pak Fajar bakalan naro modal nya lagi kok di perusahaan milik keluarga Lo . Gw jamin itu , gw juga gak mo om Gerald sakit nya tambah parah gara-gara gw . Dia juga udah gw anggep kaya bokap gw sendiri ."ucap Fia sambil memeluk Adit supaya Adit tenang .
Cklek
Suara pintu terbuka .
__ADS_1
"APA-APAAN KALIAN ?"suara lantang terucap dari mulut Fajar saat melihat Fia memeluk Adit .