guru killer ternyata duda

guru killer ternyata duda
Kejadian Buruk Bagi Fia Part 2


__ADS_3

Sarapan pagi sudah tersedia dimeja makan. Penampakan yang terlihat asri sangat Fia sukai. Namun tak berselang lama semuanya pupus.


"Mari Radi, kebetulan Tante masak nasi goreng buat sarapan kalian." ucap Lia.


Ting nong ting nong.


Ting nong ting nong.


"Bentar." teriak Fia.


"Maaf ya Radi. Tante jadi gak enak sama kamu. Pembantu rumah tangga di sini lagi pulang kampung ada keperluan mendadak tiga hari yang lalu. Maaf ya kalo masakan Tante kurang enak di lidahnya nak Radi." ucap Lia.


"Kamu juga gak perlu sungkan, anggep aja rumah sendiri. Dulu tuh kamar nya Adit temennya Fia dulu. Karena dari kecil mereka berteman sampe-sampe om buatin kamar buat dia. Dia udah om anggep anak om sendiri." ucap Diki yang ikutan nimbrung.


"Lah terus Adit nya kemana om? gak marah apa kalo dia dateng kamar nya aku pake."


"Tenang aja. Adit udah pindah sama keluarganya." sahut Lia.


"Sepi juga ya mah, gak ada Adit. Bram juga udah balik ke Kalimantan sama Lena. Tinggal kita berdua sama anak unyu-unyu kita satu ntu Fia."

__ADS_1


"Oooomaaaaaaa... ooooopaaaaa." teriak Rio yang melepaskan diri dari gendongannya Fia.


"Astaga cucu Oma. Udah sarapan belum sayang?"


"Elum Oma." sahut Rio sambil mengusap perutnya yang lapar.


"Yasa. Dia nolak sarapan di rumah katanya dia mo sarapan di sini." ucap Fajar yang melihat Fia menatap tajam seakan mau memarahi dirinya yang tidak memberikan anaknya makan.


"Kamu kapan pulang dari Bali Jar?" tanya Diki.


"Semalem sih pah. Pas jam sebelas, malem aku mau kemari tapi harus jemput Rio dulu di puncak."


"Iya, kamu tenang aja. Mama nya Fia baik-baik aja, karna di tolong sama Radi." jelas Diki yang sudah tahu kalau Fajar akan datang.


"Fajar." ucap Fajar menyodorkan tangan kanannya untuk perkenalan.


"Radi." balas Radi menyambut salam kenal dari Fajar.


"Ama na, cuapin dong." ucap Rio yang berjalan di samping kanan nya Lia setelah memaksakan telor ceplok kesukaan nya.

__ADS_1


"Ya udah sini duduk." sambut Fia dengan hangat.


"Radi kamu kenapa udah rapih pagi-pagi gini?" tanya Lia.


"Radi mau berangkat ke kampus Tante, Om soalnya ada kelas jam sembilan." sahut Radi.


"Ya udah kalo gitu bareng om aja berangkatnya." tawar Diki.


"Baik om jadi enak saya." sahut Radi sambil nyengir.


"Oalah kirain Tante kamu mau nolak loh ajakan nya om." tawa Radi.


Fia pun tak menghiraukan mereka. Dia hanya fokus menyuapi Rio bocah cilik yang dia sayangi.


"Emang kamu kuliah di mana Rad?"


"Di universitas negeri Jakarta om." jawab Radi yang dapat pertanyaan dari Diki dimana dirinya kuliah.


"Satu kampus dong sama Fia?" sahut Lia.

__ADS_1


Fajar pun yang sedang menikmati makanan yang sudah disediakan oleh Lia kini menatap tajam ke arah Fia.


'Satu kampus sama tunangan gue? WAH gak beres nih. Kok bisa-bisa nya Fia gak ngasih tau aku sih soal nih laki. Apa jangan-jangan mereka ada hubungan lagi di kampus.' batin Fajar.


__ADS_2