
Setelah perjalanan jauh kurang lebih lima jam keluarga Fia lalui dengan kondisi jalanan ramai lancar . Kini telah tiba di rumah dengan rasa yang lelah .
Fajar yang abis meeting pun langsung menuju ke rumah nya Fia . Begitu juga dengan Fia yang sudah tiba di rumah nya bersamaan dengan Fajar tanpa disengaja .
"Kamu baru pulang ?"tanya Fajar .
"Iya aku tadi pulang duluan . Kan kamu sendiri yang bilang kalo aku harus pulang cepet . Gimana sih."ucap Fia dengan kesel karena perintah dari Fajar membuat aktivitas pribadi nya terganggu dan berkurang .
"Bagus kalo kamu udah ngerti . Terus itu kaos olahraga sapa yang kamu pakai gede banget ."tanya Fajar yang tau nya tadi sebelum berpisah dengan Fia , Fia memakai seragam putih abu-abu deh kenapa ini bisa pake Laos olahraga sama rok abu-abu.
"Punya Adit ."jawab Fia sambil meninggalkan Fajar tanpa penjelasan karena kondisi hati yang masih kesal . Atas apa yang menggangu aktifitas yang dilakukan nya . Perintah dari Fajar membuat dirinya gedek dan sebel sesebel sebel nya terhadap gurunya itu .
Flash back
"aaaaaaaaaaaaaaa ..... gila Fi keren banget Lo tadi ."ucap Mira yang menonton aksi Fia bermain bola basket bersama Adit dan Bimo .
"Sapa dulu Fia ."ucap Fia dengan bangga .
"Fi handphone Lo nih bunyi terus angkat dah cara gw . Berisik tau ."kata Bimo sambil meminum air putih dingin .
Nama panggilan yang terpampang di layar kaca handphone miliknya . Bukan lain adalah nomor miliknya Fajar laki-laki yang saat ini dia hindari . Menurut Fia kehadiran nya di dalam hidupnya kini sangat menggangu setengah dari kehidupan pribadi nya Fia .
"Dari sapa Fi ?"tanya Adit .
"Gw cabut duluan ya ."pamit Fia tanpa penjelasan dan tanpa menjawab pertanyaan dari Adit .
"Gile tuh bocah maen kabur bae ."cerocos Bimo .
__ADS_1
Adit pun penasaran dengan sikap Fia yang tiba-tiba pamit pergi duluan saat bermain bola basket . Selama ini dia tidak pernah meninggalkan permainan sebelum tuntas . Tapi apa daya Bimo dan juga Mira meminta Adit untuk melanjutkan permainannya .
Lain halnya dengan Fia yang masih ngedumel akan perintah dari Fajar .
"Fia kamu dimana sekarang . Cepet pulang kalo sampe kamu gak ada saat saya sampe dirumah kamu . Siap-siap aja besok kamu jadi ibu dari anak yang bakalan kamu kandung malam ini ."ancaman Fajar yang diucapkan kembali oleh Fia seorang diri .
"HELLOOOOOO , emang Lo sapa gw pake ngancem gw segala . Gila ya cewek mo gitu punya pacar . Padahal pacaran itu ngeribetin diri sendiri . Gw aja nyesel pacaran mending gw jomblo dah dari lahir dari pada begini , tapi ngapa cewek-cewek pada so melo , so dramatisir ya kalo putus sama cowoknya . Kalo gw tuh ya , sampe kejadian putus sama nih cowok . Gw adain syukuran tujuh hari tujuh malem dah ."ocehan Fia seorang diri yang hendak menaiki motor sport milik nya .
Flash back end
Diruang tengah tempat dimana biasa digunakan untuk bersantai dengan keluarga .
"Kamu udah pulang sayang." ucap mama nya Fia."
"Ya mah baru aja sampe . Fia mo mandi dulu mah abis maen basket tadi bau keringet banget nih."ucap Fia setelah memberikan salam dan peluk kangen ke mama nya .
Tidak hanya itu , kali ini kedatangan Fajar pun ingin meminta ijin dan restu dari orang tua nya Fia . Untuk menjalani hubungan spesial dengan anak nya .
"Jadi maksud pak Fajar , bapak pacaran sama ade saya gitu."tanya Bram yang kaget karena baru pertama kali ketemu dengan Fajar .
Ditambah lagi saat Lia mengenali Fajar ke Bram . Lia mengatakan bahwa Fajar adalah guru sekaligus wali kelas di sekolah ade nya Bram .
Memang Bram sudah tau saat Lia sang mama menjelaskan bahwa Fia dititipkan sama Fajar ayah dari anak kecil laki-laki yang pernah tinggal di rumah nya . Bram pun tahu bahwa anak tersebut adalah anak dari guru ade nya di sekolah.
Tapi Bram gak menyangka jika guru sekaligus wali kelas ade nya sekarang berpacaran sama Fia adik perempuan nya . Terlebih lagi Bram kaget saat mendengar usia nya Fajar yang lebih tua dua tahun dengan nya . Gimana tidak kaget calon adik ipar nya lebih tua dibandingkan dirinya .
"Jadi kamu dengan anak saya Fia sudah berpacaran ?"tanya Diki dengan nada kaget .
__ADS_1
Baru pertama kali nya cowok Dateng kerumahnya bilang bahwa dirinya adalah pacar dari anak perempuan nya . Ya memang ini yang diharapkan dari Diki sang papa Fia .
Selama ini hanya Adit yang disisinya Fia . Pernah Diki terlintas untuk menjodohkan Fia dengan Adit . Tapi niat itu Diki urungkan karena dia ingin anak perempuan nya itu menemukan pasangan nya sendiri . Sesuai dengan apa yang anak perempuan nya inginkan , dirinya takut jika memaksakan kehendak nya itu akan berujung dengan hasil yang tidak baik untuk anaknya nanti kedepannya .
Selaku orang tua , Diki hanya bisa merestui apa yang anak-anak pilih untuk masa depan mereka masing-masing . Seperti Bram Diki pun tak banyak ikut campur dalam urusan jodoh nya Bram .
Begitu juga dengan Fia jika memang Fajar adalah laki-laki yang mencintai dan bisa menjaga anak perempuan nya . Diki akan merestui nya dengan tulus dan ikhlas .
"Kalo saya mah gimana Fia aja pak Fajar . Kalau Fia memang mau menjalankan hubungan dengan pak Fajar saya selaku mama nya Fia , hanya bisa merestui nya saja . Bila Fia bisa bahagia dengan pak Fajar . Saya juga bisa bahagia . Karena kebahagiaan Fia juga kebahagiaan kami selaku orang tua nya Fia , ya kan pah ?"ucap Lia mama nya Fajar .
Diki pun menganggukan kepalanya . Setuju akan ucapan Lia istrinya.
"Bagus Bu kalo begitu . Soalnya saya juga berharap agar hubungan saya dengan Fia bisa ke jenjang pernikahan . Tapi boleh saya minta sesuatu sama kalian sekeluarga ?"ucap Fajar.
"Apaan yang mau pak Fajar pinta?"tanya Lia .
"Jangan panggil saya bapak Bu pak sama kak Bram . Kan kalo jadi saya nikah sama Fia nanti kan kalian jadi keluarga saya pak , Bu sama kak Bram . Masa iya saya dipanggil bapak sedang kan kalian bakalan jadi orang tua saya nanti nya ."pinta Fajar yang rada gak enak dan malu ke keluarga nya Fia .
Apa jadi nya jika keluarga Fia masih terbiasa memanggil nya dengan sebutan bapak . Sedangkan nanti dia akan jadi anggota keluarga yang bersanding dengan anak bungsu nya .
"Hahahaha bisa aja kamu . Ya udah kalo gitu sekalian aja kamu panggil kita mama dan papa aja ya gak mah , Bram . Biar kita lebih akrab lagi ."jelas Diki.
"Ya bro . Selow aja kalo gitu . Kan nanti lo jadi ade gw . So anggap nyokap bokap gw , kaya nyokap sama bokap Lo sendiri ."ucap Bram yang mencair kan suasana setelah mencoba menerima kenyataan bahwa kini dia sudah harus bisa menempatkan diri . Bahwa suatu saat dia akan jadi kakak ipar .
Setelah berbincang-bincang sangat lama . Namun kehadiran Fia tidak ada ditengah mereka berbincang-bincang . Karena Lia mengatakan bahwa anaknya sudah terkapar diatas kasur .
Tau lah gimana Fia , setiap ada kesempatan untuk tidur akan dia gunakan semaksimal mungkin . Boong deh mang pasalnya Fia ***** alias nempel molor .
__ADS_1
Keakraban diantara mereka pun terjalin dengan mulus seperti harapan nya Fajar .