
Badan terasa remuk dan tak bertulang yang sedang Fia rasakan. Berharap apa yang telah terjadi pada dirinya semalam hanyalah sebuah mimpi. Namun tidak demikian, kejadian yang terjadi pada nya adalah kejadian nyata.
"Ssstttss." rintih Fia yang merasakan perih di seluruh tubuhnya saat ia hendak bangun dari tempat tidur karena sudah melakukan tugasnya sebagai seorang istri.
"Kamu kenapa sayang." tanya Fajar yang sudah terlebih dahulu bangun dari mimpi yang sudah lama ia impikan menjadi kenyataan menjadi laki-laki pertama yang menikmati tubuhnya Fia.
"Jangan sentuh aku." pinta Fia yang menangkis tangan kanannya Fajar saat membelai lembut kepalanya.
"Nolak di sentuh suami sendiri dosa loh sayang." jurus andalan Fajar agar Fia menuruti semua yang ia inginkan.
Isi kepala Fia terpenuhi dengan kata-kata tersebut. Jika menolak apa yang di mau dan yang di pinta oleh suami sendiri maka sang istri akan berdosa. Tapi semakin Fia mencoba untuk menerapkan pedoman hidup yang seperti itu saat ini tidak menguntungkan dirinya saat ini.
"YAAAAKKKK. Bisa gak sih kamu jangan bilang kayak gitu mulu. Badan aku udah sakit semua, jangankan untuk jalan. Bangun dari tempat tidur aja aku gak sanggup." pecah tangis pun terdengar.
"Maaf sayang aku gak ada maksud untuk membuat kamu sakit begini." panik Fajar yang melihat Fia menangis tersedu-sedu.
"Tiap kamu nyentuh aku. Kamu pasti selalu gak bisa nahan hasrat kamu. Aku gak sanggup, sumpah. Kalo kamu masih ingin melanjutkan malam pertama kita. Aku ikhlas deh jadi istri yang berdosa karena nolak keinginan suami sendiri." Fia protes karena kesal dengan tindakan Fajar yang menjajah tubuhnya tanpa jeda.
"Maaf ya ay, gara-gara aku lepas kendali. Jadi bikin kamu begini." pelukan erat Fajar lakukan untuk menenangkan Fia.
"Lepas kendali sih lepas kendali. Tapi gak mesti berulang kali juga." ucap Fia.
"Maaf ay, abis beneran tubuh kamu menggoda banget sayang. Aku enggak bisa nahan."
'Gak bisa nahan sih gak bisa nahan. Tapi ya jangan gila juga kali. Malam pertama yang pernah gue denger tuh biasanya terjadi sebentar dan cuma sekali berhubungan. Lah ini apa yang gue alami? malam pertama yang full tanpa berhenti dari jam delapan malam sampe gue pingsan. Mana kata orang kebanyakan malam pertama itu indah seakan dunia milik berdua. Tapi apa nyatanya malam pertama hanya indah bagi para lelaki doang.' batin Fia.
Cups.
Ciuman mendarat manis di kening nya Fia.
"Please berhenti. Aku enggak sanggup lagi kalo kamu lanjutin." pinta Fia yang takut ciuman yang mendarat di keningnya Fia akan berlanjut ke momen yang sangat tidak Fia inginkan.
"Makasih ya sayang, udah mo ngelakuin malam pertama kita. Setelah sekian kali aku menunggu kamu siap." ucap Fajar yang memang sudah menantikan malam pertamanya dengan Fia setelah dua minggu berlalu dari awal mereka menjadi pasangan suami istri.
__ADS_1
"Eeem." sahut Fia.
"Ini aku udah pesan sarapan untuk kita." ucap Fajar.
"Mo aku suapin?" ujar Fajar kembali.
Sesendok nasi goreng sudah berada tepat di depan mulut mungilnya Fia.
"Ssstttss." rintih Fia kembali.
"Kenapa sayang?" tanya Fajar yang panik mendengar rintihan Fia.
Bukan mendapatkan penjelasan, Fajar hanya melihat Fia menangis tersedu-sedu lebih dari yang sebelumnya.
"Please Fi, jawab jangan nangis. Kalo kamu nangis begini aku kan gak ngerti apa yang kamu rasain." tanya Fajar sambil mengusap air mata Fia yang menetes.
"Bibir aku perih." ucap Fia dengan intonasi nada yang sedikit pelan.
"Maafin aku ya sayang. Gara-gara aku terlalu excited dengan malam pertama kita. Kamu jadi sakit begini. Kita ke rumah sakit aja ya, biar kamu gak kesakitan begini. Aku enggak kuat liat kamu begini." ucap Fajar yang bergegas untuk membawa Fia ke rumah sakit.
"HAH." kaget Fajar saat hendak menggendong Fia.
"Cukup peluk aja." ucap Fia yang meminta.
Fajar pun tidak mengerti apa maksud dari permintaan Fia. Pelukan yang Fia pinta pun Fajar lakukan.
""Enggak perlu ke rumah sakit." ucap Fia.
"Kenapa? kamu tuh dari tadi merintih kesakitan sayang." ucap Fajar.
"Udah seharusnya sakit kan. Kata orang-orang untuk malam pertama bagi cewek sedikit menyakitkan." jelas Fia.
"Emm maaf ya ay kayaknya aku kelewat batas." jawab Fajar yang sadar akan perbuatanya itu berlebihan.
__ADS_1
"Maaf mulu, kamu tuh gak salah emang udah tugas aku sebagai istri kamu. Tapi lain kali jangan kayak gini lagi. Aku berasa mau mati, kan aku lom mo mati sebelum punya anak dari kamu." ucap Fia.
Deg.
Detak jantung Fajar pun berdetak kencang setelah mendengar ucapan Fia barusan.
"Apaan ay kamu bilang?" ucap Fajar meminta Fia mengulang kembali perkataan nya tadi.
"Iya. Aku masih belum mau mati sayang sebelum melahirkan anak dari kamu." ucap Fia sambil mengencangkan pelukannya.
"Aku seneng banget Fi kamu mo ngomong soal anak." ucap Fajar yang wajahnya tersenyum lebar.
"Iya kamu seneng. Tapi aku enggak."
"Kenapa kamu gak seneng kalo nanti kamu punya anak dari aku?" berubah drastis raut wajah Fajar.
"Bukan itu. Kalo soal anak mah aku seneng banget. Tapi ini soal liburan kita di Korea. Rencana aku gagal semua ay." ucap Fia yang sudah memiliki banyak rencana untuk menjelajahi Korea semaksimal mungkin selama berada di sana.
"Ya maaf. Next kita kesini lagi." janji Fajar yang sudah membuat rencana Fia gagal untuk beberapa hari kedepan dalam proses pemulihan tubuh istrinya.
"Janji?" ucap Fia mengajukan jari kelingking tangan kanannya.
"Iya sayang aku janji." sahut Fajar sambil tersenyum dan mencium bibir Fia dengan lembut.
'Yes, dia udah janji bakalan balik ke Korea lagi. Liatin aja kalo balik ke sini lagi. Enggak bakalan gue sia-siakan kesempatan emas. Kalo perlu gue bawa obat tidur yang mujarab. Biar cuma gue aja yang pergi keliling Korea. Biarin aja di hotel sendirian, Gak tau apa gue kan kesini mo ketemu para pacar idaman gue dulu. Aduh Chanyeol ku sayang maafkan daku yang tidak bisa bertemu dengan mu saat ini.' batin Fia.
"Sayang sekarang kamu makan yang banyak ya. Biar ada tenaga." ucap Fajar.
"Tenaga? emang aku mo ngapain ay? pake makan dulu yang banyak biar ada tenaga segala. Mo nyuruh aku nguli kamu? Please kamu kan duit nya masih banyak ay." ucap Fia.
"Heh. Jangan jangan duit kamu udah abis cuman buat acara pernikahan kita sama honeymoon kita dari Bali sama ke Korea doang? Terus nanti beli oleh-oleh nya gimana? terus shopping nya gimana? jalan-jalan street food nya gimana? Please ay jangan bercanda. Memang istri itu harus membantu suami dalam kondisi apapun. Tapi please jangan sekarang." ocehan Fia kembali terlontarkan.
"Bukan itu sayang. Tenaganya kamu buat nanti malam kita." jelas Fajar.
__ADS_1
"WHAT'S?" teriak Fia.