guru killer ternyata duda

guru killer ternyata duda
Ke Khawatiran Bram Part Dua


__ADS_3

Setelah Bram berusaha untuk bersikeras agar Fia adik kandungnya sendiri agar tidak memiliki hubungan dengan Fajar kepada papa nya sia-sia . Seusai mendengar pertanyaan dari sang mama nya Lia .


"Kamu tenang aja Bram , papa yakin bahwa Fajar cowok yang paling tepat untuk Fia . Papa juga asal merestui hubungan mereka Bram ."ucap Diki sang papa.


"Benar Bram kata papa mu . Mama sama papa udah lebih dulu mencari informasi tentang Fajar . Alasan kenapa kami merestui hubungan Fia sama Fajar karena sosok Fajar lah yang sangat cocok untuk berada disisinya Fia . Fajar juga berasal dari keluarga yang baik , pekerjaan dia jelas seorang guru dan dosen . Ehm sama pengusaha . Kamu pernah dengar tidak ada dimana sebuah kalimat bertuliskan 'jodoh kita adalah seseorang yang mampu membuat kita menjadi orang yang lebih baik lagi dari diri kita yang sebelumnya' . Itu berarti jodoh kamu yang baik . Nah kamu liatin adik kamu , berkat dia pacaran sama Fajar dia udah bisa masak , nyuci piring , nyapu , ngepel bahkan dia udah gak ada tuh yang namanya ngayap ngayap buat trek-trekan motor gak jelas . Dan yang paling penting adalah Fajar memang menjalin hubungan sama Fia buat serius bukan main-main . Jadi adik kamu gak bakalan tuh yang namanya dipermainkan oleh laki-laki Bram."jelas Lia selaku wanita yang melahirkan Fia .


"Ya mah , jika memang papa sama mama setuju dan merestui hubungan mereka karena sudah tahu asli nya Fajar seperti apa dan bagaimana karakter nya . Bram ikut aja ."balas Bram dengan pasrah dan pergi begitu saja dari ruang kerja Diki . Setidaknya bagi Bram orang tua nya sudah tahu siapa Fajar .


Beda halnya dengan Fia . Setelah dirinya digoda oleh Fajar saat selesai mandi yang hanya mengenakan selembar handuk telah melingkar di tubuh nya .


Kini dirinya telah memakai pakaian yang dikasih oleh Fajar dengan terpaksa . Langkah kaki yang dilajukan ke arah ruang kerja papa nya dengan cepat . Tampak raut wajah yang penuh pertanyaan . Pikiran yang terngiang-ngiang ucapan Fajar 'hari ini kamu akan jadi milikku seutuhnya dan gak akan ada lagi laki-laki yang berani mendekati kamu karena kamu milik ku' begitu ucap Fajar .


Tok tok tok tok tok tok tok


"Masuk."ucap Diki .


Cklek


"Hei cantik nya papa udah cantik kenapa rambut nya acak-acakan sayang ?"tanya Diki saat melihat wanita yang membuka pintu ternyata adalah anak perempuannya .


Tampilan Fia yang berbeda dengan hari biasa nya kali ini penampilan Fia memang cantik dibandingkan keseharian nya . Dress berwarna kan peach blossom menyelimuti tubuh mungil Fia . Namun rambutnya acak-acakan otak tersisir dikarenakan dia syok mendengar kata-katanya Fajar .

__ADS_1


'Apakah benar dirinya akan dinikahkan oleh Fajar gurunya itu ? Sesuai ucapan Fajar kemarin ?'


"Aku gak sempet nyisir pah ."sahut Fia yang tampak kusut rambut nya dan kaki yang tak mengenakan sendal maupun sepatu alias nyeker .


"Kamu tuh malu sedikit napa sayang kan ada orang tua nya Fajar dan ada Fajar juga emang nya kamu gak malu keluar kamar tampilan kamu begitu ?"balas Diki .


"Aduh pah jangan bahas soal penampilan aku deh . Aku mau tanya soal hati ini kenapa pak Fajar bilang hari iniĀ  aku jadi milik nya ? Papa mau nikahin aku sama dia ? Aku kan masih sekolah pah gimana sih . Aku masih mau buat kuliah pah . Kalo aku nikah kuliah aku gimana , terus cita-cita aku gimana ?"tanya Fia ke Diki .


"Ya papa tau kamu masih sekolah . Tapi kan kalian saling mencintai satu sama lain . Udah gitu Fajar juga sudah dewasa , material untuk ngidupin kamu dan anak-anak kalian berdua nanti juga dia udah sanggup , orang nya juga baik sopan pekerja keras . Jadi papa niat untuk nikahin kalian berdua . Pas banget Fajar ingin menikah sama kamu secepatnya . Biar gak memperburuk keadaan apalagi kalo sampe menjurus ke arah zinah . Bahaya lebih cepat baik Fi ."penjelasan Diki yang tau bahwa Fajar adalah salah satu klien bisnisnya yang dia juga gak nyangka Fajar punya perusahaan sendiri berbeda dengan milik orang tua nya , yang merupakan saingan berat perusahaan orang tua nya Fajar terhadap perusahaan milik Diki .


"Tapi pah Fia gak mau nikah sama pak Fajar ."ucap Fia yang meminta .


"Lah kenapa kamu gak mau ?"tanya Diki dengan heran .


"APA ? Fia kamu jangan bercanda ya ? Apa maksudnya kamu gak cinta sama Fajar ? Bukan nya kamu pacaran sama dia karena cinta ?"tanya Diki lagi yang kaget mendengar ucapan anak perempuan nya .


Fia dengan detail menjelaskan tentang hubungan nya bersama Fajar . Dia mengatakan bahwa ia berpacaran hanya sekedar berpacaran saja tanpa berpikir harus memiliki hubungan yang ke arah yang serius seperti pernikahan . Fia tidak menjelaskan tentang dia yang dipaksa untuk berpacaran dengan Fajar gurunya itu .


Diki menyimak penjelasan dari anak keduanya . Keputusan Diki akhirnya membatalkan rencana pernikahan Fajar dengan anaknya . Ayah mana yang tega jika sang anak tak bahagia jika dipaksakan untuk menikah jika dirinya tak ingin menikah . Apalagi kalau didalam suatu hubungan tidak ada yang namanya cinta .


Fia bahagia jika Diki sang papa mengerti dirinya . Kini senyum lebar dan manis terlihat dari sudut wajah nya . Dirinya tak menyangka bahwa Diki sang papa akan menuruti permintaan dari nya.

__ADS_1


Cklek


"Lah kak Bram ngapain dari kamar aku ?"tanya Fia ke Bram .


"Ya nyari Lo lah bocah ."sahut Bram .


"Oh ."


"Dari mana Lo ? Gw cari-cari Lo gak ada dikamar ?"tanya Bram .


"Itu kak biasa abis ketemu papa ."jelas Fia .


"Ngapain ?"tanya Bram.


"Minta batalin pernikahan aku sama pak Fajar kak ?"jelas Fia .


"Terus gimana papa setuju ?"dengan rasa penasaran Bram bertanya .


Fia pun mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban iya . Kalo dengan cara Fia yang meminta untuk pembatalan pernikahan nya bisa dengan mudah . Ngapain dia susah-susah mengkode papa nya untuk pembatalan pernikahan nya mereka berdua Fia dan Fajar .


Sri , Herman berserta Fajar dan Rio anaknya memutuskan untuk pulang setelah Diki meminta maaf atas pembatalan pernikahannya Fia dengan putranya Herman yaitu Fajar . Sri sedikit kecewa dengan Fia begitu juga dengan Herman . Tapi tidak ada yang lebih kecewa dibandingkan dengan Rio dan juga Fajar .

__ADS_1


Penghulu serta saksi dan keluarga kedua nya pamit pergi begitu saja satu persatu . Adit pun kaget kok bisa acara pernikahan yang ingin dilakukan secara sakral dan khusus keluarga saja yang mengetahui nya bisa batal ? Namun sayangnya dia tidak bisa menanyakan kepada Fia sebenarnya apa yang terjadi saat ini . Karena dia harus kerumah sakit untuk melihat kondisi papa nya yang tiba-tiba bergerak tangannya kata mama nya .


__ADS_2