guru killer ternyata duda

guru killer ternyata duda
Rasa Yang Sulit Part Tiga


__ADS_3

Rasa dingin menyelimuti tubuh Fia karena hujan turun dengan deras . Malam itu sehabis dirinya menyuapi Fajar makan bubur buatan . Dipaksa untuk menemani Fajar untuk istirahat sesuai keinginan Fia agar kondisi Fajar membaik .


Kondisi kamar yang super duper berantakan . Tak bisa dirapihkan oleh Fia karena Fajar tidak mengijinkan dirinya ditinggalkan oleh Fia walaupun jarak nya tidak jauh dari dirinya . Karena Fajar takut disaat membuka matanya setelah tidur malah tidak dapat melihat Fia lagi nanti nya .


Seperti biasa Fia yang tertidur dengan duduk sudah tiga kali jatuh kelantai tepat di samping ranjang milik Fajar . Walau berulang kali jatuh dia tetap tidur duduk dengan posisi kepala diatas kasur nya Fajar .


"Esshhhhhh ."seruput iler yang sudah keluar dari mulut Fia dan ia elap dengan tangan nya .


"Ets dah pake ngiler lagi gw bikin malu aja . Untung aja gak ada yang liat . Pake jatoh segala lagi gw . Bikin malu aja dah ah . Konci kamarnya mana lagi nih dicari-cari gak nemu . Mau ngabarin mama dulu deh sambil ngecas ."ucap Fia sendirian yang melihat ada charger di atas kasur nya Fajar .


Beda halnya dengan Fajar . Mata nya yang tertutup rapat bukan berarti dia tertidur . Melainkan pura-pura tertidur . Selama Fia tertidur dia hanya menatap wajah nya Fia .


Namun saat ke tiga kali nya Fia terjatuh . Membuat Fia harus bangun dan susah tidur kembali .


"Berantakan banget nih kamar gw beresin dulu baru deh gw tidur . Gila juga nih orang tua . Kalo marah serem banget . Untung ganteng ketutup dah ya sama ganteng nya jadi orang gak tau kalo dia marah kaya apaan tau . Dan yang paling untung lagi gw gak jadi istrinya dia . Kalo jadi bisa kerjaan gw beli piring sama ganti kaca kalo tiap kali dia marah ."ocehan Fia sambil membereskan kekacauan di kamar nya Fajar .


Ucapan yang terlontar dari mulut Fia membuat Fajar menangis .


'aku gak akan berbuat seperti ini Fia jika kamu disisi ku . Kan ku jaga diri mu sebaik mungkin dan ku sayangi kamu sepenuh hati ku selama aku hidup fi .'batin Fajar yang sudah meneteskan air mata nya .


"Aaaaahhhh rapih juga akhirnya . Gede juga nih kamarnya bikin encok . Tidur ah ."ucap Fia sambil merenggangkan otot kedua tangannya .


Setelah kelar beberes nya kini Fia memilih untuk melanjutkan tidur nya .


"Pak numpang tidur ya diatas kasur nya . Janji deh aku gak macem-macem . Abis capek jatoh terus . Bisa patah tulang aku kalo terus-terusan jatoh kelantai ."ijin Fia sendiri dan meletakkan guling diantara dia dan Fajar .


Pagi hari nya .


"Aaaaaaaaaaaaaaaa ...."


"Berisik Fia . Kamu ganggu saya tidur tau gak ."ucap Fajar .


"Bapak ngapain tidur di kamar saya hah ?"tanya Fia yang kaget .


"What's kamar kamu ?"ucap Fajar .


"Ya ngapain bapak tidur di kamar saya ?"ucap Fia bertanya kepada Fajar lagi .


'waduh nih bocah amnesia sementara kaya nya .'batin Fajar .


"Eh tunggu ini dimana kok kamar gw berubah ?"ucap Fia sambil mengucek mata nya dan memperhatikan sekelilingnya .


"Ngapain kamu nyengir gitu waras kamu ?"ucap Fajar saat melihat Fia nyengir gak jelas .


"Ish bapak kok sinis sih ngomong nya . Ya maaf aku pikir ini kamar saya ."sahut Fia yang tubuhnya berada di atas tubuh Fajar .

__ADS_1


"Ya untung aja nih kamar bangunan nya kokoh jadi gak roboh kamu teriak-teriak gitu . Jadi gak ganggu orang lain kalo kamu mau teriak teriak gimana juga gak bakalan bikin rumah ini rubuh ."sahut Fajar dengan suara yang masih lemas .


'ets dah dikira suara gw gempa kali bisa bikin roboh bangunan .'batin Fia yang sedikit kesel sama ucapan nya Fajar .


"Dari pada kamu bengong mending kamu elap itu bekas iler kamu . Gak liat nih leher saya basah kuyup sama iler kamu yang kaya bayi gumoh."ucap Fajar yang niat nya ngeles agar Fia beranjak dari atas tubuh nya .


Dengan cepat Fia bangun dan duduk di atas tubuh nya Fajar dan mengelap seluruh mulut dengan tangan nya .


"Kamu lagi nguji kejantanan saya fi ?"tanya Fajar saat dirinya merasa milik nya diduduki oleh Fia .


Lain halnya dengan hati nya Fajar yang sedang melawan nafsu yang diperbuat oleh Fia secara mendadak .


'tahan jar bisa berabe urusan kalo ngikutin nafsu Lo .'batin Fajar.


"Hah ?"sahut Fia yang gak ngerti apa yang dimaksud oleh Fajar dengan tampang beloon nya karena baru bangun tidur .


Isyarat yang diberikan oleh Fajar melalui mata nya kearah kepemilikan nya . Membuat Fia kaget dan refleks memegang kepunyaan Fia . Namun hasilnya tersenggol lah kepemilikan nya Fajar .


"Pak ini apaan yang ganjel di bawah ?"tanya Fia yang masih belum tau bahwa Fajar sudah tegang setegang-tegangnya .


"Itu yang bakalan bikin kamu gak perawan lagi nanti nya ."jelas Fajar dengan singkat .


Mendengar penjelasan dari Fajar tadi membuat Fia teriak dan lompat kesamping menghindari tubuhnya Fajar .


Buuuugg


"Hobi banget jatuh dah kamu ."


"Bukan nya nolongin malah diocehin ."sahut Fia kesel .


"Gimana mau nolongin kamu Fia tubuh saya aja udah lemes banget ."


'lemes kok itu nya bangun sih . Kata anak-anak kalo pada cerita gak bakalan bangun kalo lagi capek bahkan gak bertenaga .'batin Fia .


"Ya udah udah jam setengah delapan sana kamu pulang nanti orang tua kamu nyariin ."usir Fajar membuat Fia tersadar dari lamunannya .


"Tapi bapak gimana ? Kan masih lemes kata nya ."


"Kamu gak usah pikirin saya . Kamu pikirin dah gimana caranya keluar dari kamar ini lewat jendela lagi ."


"Saya gak bakalan pergi sebelum bapak sehat ."ujar Fia .


"Saya gak bakalan sehat Fia ."tegas Fajar .


"Kok gitu ?"tanya Fia .

__ADS_1


"Ya karena hati saya udah sakit . Jadi tubuh saya juga gak sehat karena hati saya yang sedang sakit ."jelas Fajar .


"Bapak sakit hati ? Kalo gitu ayo buruan ke rumah sakit . Biar dirawat hati nya bapak bahaya kalo hati yang sakit ."saran Fia .


"Ya bahaya saking bahaya nya gak ada dokter yang bisa buat hati saya sembuh . Dan membuat saya ingin mengakhiri hidup ini"tutur kata yang Fajar ucapkan kepada Fia .


"Apaan sih pak ngomong nya mati mulut dah serem tau ."


"Yarin ."singkat Fajar yang menanggapi ucapan Fia .


"Inget anak pak , masih kecil nih sih Rio ."


"Ada orang tua saya ini ."


"Ih ngomong nya . Udah ayo berobat ke spesialis hati ."saran Fia .


"Kan udah saya bilang gak ada satu dokter pun yang bisa nyembuhin sakit hati saya ."


"Ya masa gak ada sih pak ."


"Em."


"Pasti ada lah pak ."


"Mmmm ada sih ."


"Bilang sama saya pak bakalan saya cari biar bapak bisa sembuh di Indonesia apa adanya di luar negeri . Gak pa-pa dah jauh juga saya anterin ."sahut Fia dengan antusias .


"Kamu ."


"Maksudnya ?"tanya Fia heran .


"Ya cuma kamu yang bisa menyembuhkan sakitnya hati saya fi ."


"Apaan sih pak gak lucu tau bercanda nya . Emang nya saya dokter apa ?"


"Kamu memang bukan dokter tapi kamu orang yang saya cintai . Sakit hati ini terbuat karena kamu membatalkan pernikahan kita fi . Buat apa lagi saya hidup kalo orang yang saya cintai gak bisa saya miliki ."lirih Fajar meneteskan air mata nya .


Flash back


"Oma kok Opa nangis sih kaya anak kecil berantem sama Oma aja pake nangis ."tanya Fia ke Oma nya saat dirinya melihat kejadian yang tak seharusnya anak kelas tiga SD liat .


"Sayang inget kata-kata Oma yang satu ini ."titah sang Oma .


"Apa Oma ?"

__ADS_1


"Jika laki-laki sampai menangis karena kita , itu tandanya dia sangat lah mencintai kita dengan tulus . Jika suatu saat kamu menemukan sosok laki-laki itu genggam dia dan jangan lepaskan . Karena dia akan membuat kamu bahagia dengan cinta nya ."


Flash back end


__ADS_2