guru killer ternyata duda

guru killer ternyata duda
Pertemuan


__ADS_3

Semenjak menerima telpon dari mamih nya membuat Fajar berpikir akankah Fia mau bila diajak kerumah orang tua nya ? Atau Fia akan menolaknya dengan tegas ? Hal-hal yang menurut nya menjadi mungkin selalu terlintas di pikiran nya Fajar .


°°°°°


"Ini rumah sapa pak ?"tanya Fia saat mobil yang dinaikinya berhenti tepat didepan rumah besar yang dia sendiri tidak tahu siapa yang punya .


"Rumah orang tua ku sayang."ucap Fajar dengan mudah nya menjalankan rencana yang telah dia pikirin sejak menerima telpon mamih nya .


"Ru... ru ... rumah.. orang tua nya bapak ? Ngapain kita kesini ? Bukan nya bapak bilang minta saya neminin bapak buat jemput Rio ? Kok malah kerumah orang tua bapak sih ? Wah ini mah namanya penipuan . Bapak bohongin saya kalo gini ."kata protes yang Fia gak terima merasa dirinya dibohongi oleh guru nya.


"Rio ada didalam fi ."dengan nada santai terucap dari mulut Fajar dan tidak merasa bersalah karena menurutnya dia tidak sepenuhnya membohongi Fia . Pada nyata nya memang Fia ada didalam rumah yang kini berada dalam tatapan mata nya .


"Ya kalo gitu mending bapak aja yang jemput . Ngapain ngajak saya segala ? Mana motor saya tinggal di sekolah . Tau gini saya pulang aja pak ."kesal Fia yang merasa gak terima .


"Orang tua saya minta ketemu sama calon istri saya."


"Pak inget , saya ini cuma pacar bapak aja gak lebih dari itu."


"Lah kan kamu sendiri yang bilang kalau saya bisa membuat kamu cinta sama saya . Besok pun saya ajak nikah kamu bersedia . Gimana sih kamu , masih muda kok pikunan ."


"Up to you deh pak , lagian ngapain gak bilang kalo mau ngajak aku kesini tau gitu aku bisa pulang ganti baju dulu pak ."


"Gak pa-pa , orang tua saya pasti gak mempermasalahkan pakaian kamu . Jadi tenang aja ya ."


"Emm."singkat Fia menjawabnya dengan keterpaksaan.


Fajar mengandeng Fia dengan sangat erat untuk menemui orang tua nya . Ternyata gak sia-sia dia menyuruh orang buat menjemput Rio . Agar mengantar Rio kerumah orang tua nya . Dengan begitu dia bisa meminta Fia menemaninya untuk menjemput Rio . Dengan alasan Rio hanya ingin dijemput Fia . Benar pikir Fajar , Fia tidak akan menolak jika bersangkutan dengan Rio .


Ting tong .... Ting tong .... Ting tong...


Ckleekk


"Eh tuan , selamat datang."ucap mbok Yati pembantu rumah tangga yang sudah hampir bekerja sejak Fajar SD . Dan dia juga yang selalu menjadi teman di rumah saat ke dua orang tua nya sibuk dengan pekerjaan nya.


"Mamih di mana bik?"tanya Fajar.


"Nyonya ada di halaman belakang tuan , sedang main sama dengan Rio."


"Makasih bik."


°°°°°


"Mamaaaaaaaaaah."teriak Rio dengan berlari menuju ke arah Fia dan memeluk tubuh Fia dengan erat .


Membuat Sri mamih nya Fajar tersebut melongo melihat aksi Rio yang begitu antusias dengan orang lain terutama untuk wanita . Pasalnya selama ini Rio selalu menjauh dari perempuan mana pun termasuk perempuan yang pernah Sri mau jodoh kan ke Fajar . Karena Rio menolak kehadiran perempuan yang dikenalkan nya , membuat Sri pun membatalkan rencana perjodohan tersebut.


"Hay sayang , gimana tadi les nya ? Belajar apa aja sayang tadi kamu di sana ?"tanya Fia sambil memeluk Rio."


"Lio adi belajal menggambal mah . Ama membaca mah."jawab Rio dengan gembira.


"Terus Rio gambar apa tadi ?"


"Bental ya mah , Lio ambil dulu gambal na ditas Lio ."ucap Rio berlari meninggalkan Fia untuk mengambil gambar yang dia gambar tadi di sekolah.


"Ehem..."deheman suara terdengar dari Sri mamih nya Fajar.

__ADS_1


"Oia mih kenalin ini Fia . Pacar Fajar ."


"Hah ? Pacar?"kaget Sri .


Seolah terlihat bahwa Sri tidak menyukai kehadiran Fia . Dengan cepat Fia pun berkata .


"Maaf tante kalo tante gak setuju kami pacaran gak pa-pa kok . Tante tenang aja saya pasti gak akan ada hubungan apa-apa lagi sama pak Fajar."ucap Fia dengan sangat senang hati. Gimana gak seneng , jika selama ini dia selalu dipaksa menuruti semua permintaan Fajar . Dengan begini Fia bisa menjauh dari Fajar dengan alasan mama nya Fajar sendiri yang tidak terima kehadiran Fia.


Sri pun hanya tersenyum mendengar ucapannya Fia . Tiba-tiba Fajar pun berkata "kamu apa-apaan coba ngomong gitu ? Bukan bicara buat ngeyakinin hubungan kita ke mamih aku kamu malah mundur gitu aja ? Emang ya susah buat berjuang sendiri."keluh Fajar ke Fia.


"Udah udah kok kalian berdua berantem ? Mending kita makan bersama ."


"Ya mih."jawab Fajar.


"Mamih panggil papih dulu ya sayang , kamu ajak dia keruang makan duluan."ujar Sri yang menyuruh Fajar.


Fajar pun menuruti perintah mamih nya . Dengan erat dia menggenggam tangan Fia menuju ruang makan.


Tapi siapa sangka kini dipikiran nya Fia bertanya-tanya 'kenapa respon dari mamih nya pak Fajar B aja , padahal awalnya terkesan gak suka sama gw.'pikir Fia berkali-kali .


"Mamaaaah ini ambal na Lio ."teriak Rio sambil berlari menghampiri Fia membawa buku gambar miliknya.


"Wauw bagus banget sayang gambar nya."puji Fia .


"Ia dun tapa ulu yang ambal Lio ."kata Rio dengan bangga.


"Ya udah sini sayang kamu makan dulu . Pasti kamu laper kan sayang ?"


Rio pun menganggukkan kepalanya.


"Iya mah , mah ambilin Lio aci ake ayam goleng dun."


"Bentar ya sayang tunggu Oma kesini dulu biar kita makan bareng."ucap Fajar.


"Oooomaaaaaaa."teriak Rio memanggil Sri mama nya Fajar biar bisa makan dengan cepat .


"Iya sayang . Sabar ini Oma sama Opa udah dateng ini."kata seseorang laki-laki disampingnya Sri siapa lagi kalau bukan papih nya Fajar.


"Sini Rio mau diambilin makan pake apaan biar Oma yang ambilin."ucap Sri


"Nda au , Lio au na mama na yang ambilin Lio maen na."cibir Rio sambil memajukan bibirnya ala jeble-jeble ngambek.


"Sayang kamu jangan begitu kan Oma udah mau ngambilin Rio makanan . Jangan ditolak sayang . Kalo mama kan udah sering ngambilin Rio makan . Sekarang biar Oma ya yang ambilin makanan nya Rio."bujuk Fia merayu Rio.


"Okeh Oma ambilin Lio aci ake ayam goleng dun . Lio au maem ake entu."


Sri senang akan perubahan sikap Rio . Sri heran kenapa bisa anak siswi SMA bisa membujuk anak kecil seperti Rio yang selalu teka akan kemauannya.


"Ih Oma , kan Lio udah ilang aci ake ayam goleng adja . Ko di akein cayul cih . Au ah Lio nda au maem deh."ambek Rio menjauhkan makanan yang ada dihadapannya yang sudah diambil kan oleh Sri Oma nya Rio.


Sri pun membujuk Rio untuk mau memakan sayur yang sudah diambil . Tapi mau apa dikata sifat Rio pun tak bisa dipaksa . Rio merajuk abis-abisan .


"Rio sayang . Kamu sayang gak sama mama ?"tanya Fia ke Rio . Sontak membuat yang lain menatap ke arah Fia . Rio lagi ngambek kenapa mesti ditanya segala ? Bukan nya dirayu-rayu . Ini malah ditanya begitu kalo ngambek nya tambah parah gimana pikir mereka .


Rio pun hanya diam tak menjawab pertanyaan dari Fia karena masih ngambek.

__ADS_1


"Kok Rio diemin mama sih ? Kenapa Rio gak sayang ya sama mama ? Maka nya gak jawab pertanyaan mama?"tanya Fia sambil menatap ke arah Rio .


"Nda mah , Lio sayang kok Ama mamah ."sahut Rio dengan memanyunkan bibirnya.


"Yang bener nih Rio sayang mama?"tanya Fia sambil mencolek colek pipi kiri nya Rio . Fajar pun melihat perlakuan Fia menimbulkan tanda tanya ? Kenapa dia bertindak seperti itu ?


"Benelan deh mah Lio cayang mamah na ."


"Buktinya apa kalo Rio sayang sama mama ?"


"Mmm . Mamah mang au Lio buktiin apa ?"tanya Rio sambil menatap Fia.


"Mmm , gimana kalo Rio makan nya mama yang suapinin ?"


"Alo entu Lio au mah."


"Ya udah aaaaa."


Rio pun menggelengkan kepalanya saat Fia hendak mengambil makanan yang sudah diambil kan oleh Sri untuk Rio.


"Mama nangis nih Rio jahat udah gak mau disuapin sama mama ."ucap Fia sambil berpura-pura sedih.


"Ukan entu mah , Lio kan nda cuka maem cayul."penjelasan Rio mengisyaratkan memohon kepada Fia supaya dia tak memakan sayur yang dia tidak suka dari dulu .


"Berarti Rio sama aja gak suka sama mama dong."taktik yang Fia gunakan untuk merayu Rio dengan halus .


"Kok ntu cih mamah omong na ?"


"Lah kan sayur makanan kesukaan mama . Kalo Rio gak suka maem sayur berarti Rio juga gak suka sama mama."


"Eda mamah . Cayul ama mamah lain celita na ."


"Kok lain sih ? Nih mama tanya sama Rio . Rii suka sama mama gak?"


Kemudian Rio menganggukan kepalanya.


"Nah kalo Rio suka sama Mama  . Berarti mama gak perlu suka sama Rio kalo gitu."


"Lah kok entu cih mah."


"Ya dong mending mama suka nya sama papa aja . Kan papa juga suka juga sama mama . Buktinya apa yang mama suka pasti papa nya Rio suka . Kalo gak percaya coba Rio tanya sama papa ."penjelasan Fia ke Rio sambil menatap kearah Fajar . Seolah meminta dirinya untuk menjawab iya di depan Rio . Fajar yang peka akan maksud nya Fia ia pun mengangguk kan kepalanya.


"Djadi maktud na mamah alo Lio cuka ama mama na . Lio djuga cuka ama cayul gitu . Yal ama-ama cuka ."


"Iya sayang kamu pinter banget . Akhirnya ngerti apa maksud mama tadi ."


"Ya udja . Aaaaa mah Lio mo maem."ucap Rio sambil membuka mulutnya dengan lebar.


Fia pun melakukan apa yang Rio pinta dengan cepat . Takut nya Rio berubah pikiran lagi . Itu yang ada dipikiran nya.


Tindakan yang dilakukan Fia membuat Fajar melihat Fia tanpa berkedip . Begitu juga dengan Sri dan suaminya selaku orang tua nya Fajar .


Kok bisa murid SMA bisa meluluhkan hati nya Rio bocah berusia dua tahun untuk memakan sayuran .


Selama ini Rio selalu menolak nya dan bisa ngambek berjam-jam bahkan bisa seharian . Tapi beda hal nya dengan Fia . Rio bahkan tak mengelak dan menuruti permintaan Fia yang bahkan bukan siapa-siapa nya . Ada hubungan darah pun tidak .

__ADS_1


Sri dan Herman memberikan kode berupa tatapan mata yang tajam ke Fajar bahwa dirinya jangan sampai melepaskan Fia . Dia lah yang cocok untuknya . Terutama untuk menjadi mama nya Rio . Sosok Fia lah yang selama ini dicari untuk menjadi pendamping hidup Fajar .


__ADS_2