
Seminggu sudah Fia hidup tenang dan nyaman tanpa gangguan dari Fajar yang selalu melarang dirinya untuk ini dan itu . Ujian sekolah pun sudah selesai . Hasil ujian pun kini terpampang di mading sekolah dekat ruang kepala sekolah . Dimana hasil ujian adalah hal yang dinanti-nanti dan mendebarkan jantung para murid-murid yang sudah mengikuti ujian .
"Wets laen deh yang lulus peringkat pertama ."ucap Mira yang mengagetkan Fia seorang diri memandangi papan mading sekolah .
"Apaan sih Lo ngagetin gw tau gak ."protes Fia .
"Ya elah gitu aja pake kaget sih Lo fi , kaya kecilnya gak pernah di gebrak emak Lo aja deh waktu Lo orok , jadi nya gitu tuh kagetan ."saut Mira ngasal .
"Ngaco dah Lo ."sinis Fia .
"Eh gimana Lo mo kuliah kemana fi abis ini ?"tanya Mira lagi ke Fia .
"Tau nih gw bingung mir ."jawab Fia .
"Mmmm ikut gw aja . Gw mo masuk jurusan sastra Inggris fi di London ."usul Mira .
"Ogah . Gw masih cinta Indonesia Mira . Gw mo ngampus di Indonesia aja ."ucap Fia .
"Cinta Indonesia apa cinta sama sahabat ?"ledek Mira penuh arti dan tanda tanya .
"Apaan sih , gaber banget dah Lo mir ."sinis Fia yang mengerti maksud Mira teman sekelas nya .
"Ya gw denger denger Adit kan kuliah di UT . Kali aja gitu Lo mo bareng lagi sama dia ."ucap Mira .
Fia tak menjawab ucapan dari Mira . Melainkan dia pergi meninggalkan nya , karena dipikirkan Fia semakin banyak menanggapi hal yang dibicarakan oleh Mira makin menyudutkan dirinya yang serba salah . Adit yang mencintai nya dengan tulus namun tak terbalas oleh nya harus menerima perlakuan yang sama sekali tidak seharusnya dia dapat dari apa yang Fajar perbuat untuk keluarga nya Adit .
Benar kata orang jika kita memiliki sahabat namun hadir bumbu cinta disalah satu dari nya . Itu akan merubah rasa persahabatan itu sendiri . Alias merusak hubungan persahabatan itu sendiri .
__ADS_1
Sama halnya dengan Fia dan Adit , cinta yang tumbuh di hati Adit untuk Fia . Membuat suasana persahabatan mereka berdua berubah . Rasa canggung dan rasa gak enak terus bermunculan disaat berduaan . Disaat keadaan dan hati nya Fia tidak tertuju pada Adit .
Pada akhirnya Adit memutuskan untuk menjauhi Fia sementara waktu agar hati nya hilang rasa cintanya kepada Fia dengan rasa terpaksa karena perbuatannya Fajar .
Adit yang sudah tau akan kelulusan nya memutuskan untuk tidak memberitahukan soal kelulusannya ke Fia . Kemana dan langkah apa yang akan Adit pilih nanti kedepannya . Universitas mana yang akan dia pilih dan jurusan apa yang akan dia ambil , Fia pun tak tau . Hal yang baru pertama kali nya Adit lakukan untuk memilih sebuah keputusan tanpa mendiskusikan nya pada Fia .
Fia hanya tau keputusan Adit dari Bimo serta Mira yang memberitahu kan kepada nya .
Bukan hanya itu Adit kini juga sudah pergi dari rumah nya . Bukan kabur melainkan ngekost dengan alasan ingin belajar hidup mandiri . Tapi menurut Fia , mungkin itu hanya alasan Adit saja agar bisa pergi meninggalkan nya . Membuat Fia mencoba untuk mengerti maksud tujuan dari Adit sahabat nya itu .
Di sisi lain
Saat ini disekolah terdengar berbagai macam isu soal keadaan dan kondisi pak Fajar . Wali kelas sekaligus guru bahasa Inggris nya Fia di sekolah yang berstatus mantan pacarnya .
Sudah sering Fia mendengar informasi bahwa Fajar mengundurkan diri dari sekolah tempat Fia sekolah sejak dua hari yang lalu .
"Fi , Lo gak kangen apa sama pak Fajar gitu ?"pertanyaan Mira ke Fia yang mendengar orang-orang disekelilingnya membicarakan tentang Fajar guru idaman mereka .
"Gak biasa aja ."singkat Fia .
"Yaaaakiiiiinnnn ."bales Mira .
"Hemm ."
"Gw pikir Lo kangen secara dia kan pernah jadi pacar Lo ."ucap Mira .
Ucapan Mira membuat isi kepalanya terlintas soal pak Fajar guru bahasa Inggris serta wali kelas dan juga mantan pacarnya . Sedikit membuat diri nya kangen sedikit akan kehadiran nya . Benar kata Mira walaupun Fajar hadir dalam hidupnya hanya sebentar bisa meninggalkan bekas diingatan nya Fia dan membuat dirinya merasakan rindu akan kehadiran nya .
__ADS_1
Tak dapat dipungkiri larangan yang Fajar layangkan ke Fia membuat Fia rindu akan larangan-larangan tersebut . Hukum yang Fajar berikan juga membuat Fia rindu .
Wajah manja yang Fajar munculkan ke diri nya membuat Fia gemas . Hangat pelukan nya , belaian dirambut nya dan macam hal Fia rindu kan . Sikap egois , posesif dan manja nya Fajar melekat pada memori nya Fia .
Hal yang tidak pernah Fia rasakan sebelumnya . Hanya dirasakan oleh Fajar seorang . Dan hanya Fajar yang bisa bersikap seperti itu terhadap nya tanpa dibuat-buat .
Cowok yang berhasil mencuri ciuman pertama nya . Cowok yang berhasil membuat diri nya satu-satunya ratu sejagat raya ini . Cowok yang mampu membuat dunia hanya milik nya Fia dan Fajar seorang , karena sikap nya yang posesif terhadap nya membuat dunia hanya ada Fia dan Fajar seorang .
"Hem kira-kira gimana ya fi kabar nya pak Fajar ?"tanya Mira sambil memakan bakso dimulutnya dan membuyarkan lamunannya Fia .
"Iya ya gimana kabarnya ? Kalo denger cerita kak Bram pasti pak Fajar akan bikin bangkrut papa . Tapi ini kok gak ? Apa hanya gosip aja ?"batin Fia .
"Fi ... Fi ... Fia ... WOI FIA PRATAMA ."teriak Mira yang tau bahwa Fia sedang bengong .
"Apaan sih Lo mir , berisik tau ."sinis Fia yang kaget dan kesedak jus mangga yang ia minum tadi .
"Yah lagian Lo gw ngoceh dari tadi panjang lebar Lo malah bengong gak jelas . Gak tau apa mulut gw mpe berbusa ngoceh sendirian ."kesal Mira .
"Yah maaf ."ucap Fia .
"Maaf maaf ... Nih anak-anak di group ngajakin jenguk pak Fajar . Kata Bu Eny guru BP kita yang baru bilang pak Fajar sakit ."informasi yang Mira ucapkan kepada Fia .
"Terus ."
"Lah kok pake terus sih fi ? Ya Lo mo ikutan kagak ?"tawar Mira yang mengajak Fia untuk bertemu dengan Fajar .
"Mmmmmmm."
__ADS_1
"Okeh deal Lo ikut . Tar pulang sekolah kita ke sana oke sama yang lain juga ."ucap Mira tanpa ada bantahan dari Fia sedikit pun .