
Mengurus orang dewasa yang sikapnya seperti anak kecil . Ternyata lebih sulit dibandingkan dengan mengurus anak kecil yang beneran sikapnya sesuai dengan umurnya .
"Gila gw nikah aja belom udah berasa kaya punya anak dua sekaligus ini . Mending Rio dah gw kata dia ngerti . Lah ini bapak nya , buset dah susah banget negosiasi nya . Kolokan nya parah banget , kalo begini ceritanya bisa tua gw banyak mikir sama batin ."oceh Fia sendirian sambil melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah nya .
"Udah ngoceh sendiri nya ?"ucap Fajar sambil menaruh kedua tangannya dipundak Fia yang memperhatikan nya dari tadi .
Begitu memalukan dimana kita lagi asik dengan dunia sendiri saat berkeluh kesah . Diliat orang lain apalagi kalau yang melihat pasangan kita sendiri . Malunya bukan main , muka Fia seakan mau dicopot dari tempatnya . Gimana tidak malu , ketahuan ngoceh sendirian kaya orang gila . Itu yang Fia pikir , pasti Fajar menganggap bahwa dirinya gila .
Tanpa membuang waktu lagi Fajar kini melakukan tindakan lebih cepat dari yang sebelumnya . Meminta ijin untuk mencintai anak dari bapak Diki dan ibu Lia bukanlah mudah .
Semua terasa lebih sulit dibandingkan sebelumnya . Diki yang mendengar cerita tentang Fajar dari Bram anak pertama dan anak laki satu-satunya .
Susah payah Fajar meyakinkan Diki bahwa dirinya bisa menjaga anak perempuan satu-satunya . Namun kalimat yang Fajar yakini tidaklah sia-sia yaitu 'Selagi kita berusaha tidak akan ada yang sia-sia . Niat baik akan menghasilkan hasil yang baik juga pasti nya.'
Kekuatan cinta itu benar adanya . Seperti kekuatan cinta Fia untuk Fajar . Restu yang diberikan oleh Diki pun tak luput dari kerja keras nya Fia . Semua pertanyaan yang diajukan kepada Fia dijawab dengan tegas dan jelas . Jawaban yang diucapkan oleh Fia pun membuat hati Fajar bahagia .
__ADS_1
"Bukan nya dulu kamu bilang ke papa kalo kamu gak cinta sama Fajar ?"tanya Diki .
"Ya itu dulu pah . Sekarang aku cinta sama pak Fajar ?"ucap Fia menjelaskan .
"Jangan bilang sekarang kamu cinta sama Fajar karena dipaksa ?"tanya Diki dengan tegas .
"Gak pah . Fia beneran sayang sama pak Fajar kok . Kalo gak percaya belah dada Fia biar tau kalo Fia jujur dari hati ."tutur kata yang Fia ucapkan dengan manja disamping sang papa .
"Sayang kamu serius mau berpacaran sama pak Fajar guru kamu ."tanya Lia sang mama yang masih tidak menyangka . Padahal belum lama seakan baru kemarin Fia bilang tidak mencintai Fajar guru nya itu kenapa tiba-tiba sekarang bilang mencintai nya pada belum ada waktu lama mereka berpisah .
Tapi bukan Fia namanya kalo tidak bisa meluluhkan hati kedua orang tuanya . Beda halnya dengan Bram yang masih tidak percaya akan ucapan adik nya .
Namun apa daya , hanya restu yang bisa mereka berikan . Bukan hanya restu melainkan ancam yang tertuju juga untuk Fajar .
Bagi Fajar ancaman yang diberikan oleh kedua orang tuanya Fia bukanlah sesuatu yang sulit . Pasalnya bahwa dirinya tidak akan menyakiti hati anaknya mereka . Bagaimana mau menyakiti kalo dirinya pun tidak bisa menyakiti hati orang yang ia cintai .
__ADS_1
"Inget baik-baik ya Fajar kalo sampe kamu nyakitin hati anak saya . Gak segan-segan untuk menghabisi kamu ."ancam Diki berulang kali .
"Baik pah , bagi saya itu bukanlah sesuatu yang harus saya takutkan . Karena saya juga akan merasakan sakit bila Fia tersakiti . Maka dari itu saya tidak akan menyakiti hati nya pah ."kata-kata yang terucap tulus dari dalam hati nya Fajar .
"Tapi maaf ya Lo belom bisa ngawinin ade gw dulu karena Ade gw masih bocah . Gw juga belom yakin seratus persen sama Lo ."ketus Bram karena belum bisa menerima lamaran Fajar untuk menikahi adik nya .
Begitu juga dengan kedua orang tuanya Fia . Mereka masih belum bisa melepaskan putri nya untuk menikah . Apalagi semenjak kejadian belum lama pernikahan mereka yang batal .
Hanya anggukan kepala yang dilakukan oleh Fajar sebagai jawaban iya . Setidaknya masih ada harapan untuk menikahi wanita pujaan hatinya ini . Walau bukan dalam waktu dekat . 'Yah gak pa-pa dah pacaran dulu . Dari pada ditolak kan bisa patah hati lagi gw . Seenggaknya gw gak jomblo deh . Ya tinggal mikirin cara agar Fia mo nikah buru-buru sama gw . Kalo kelamaan keburu dia masuk kuliah kecantol sama mahasiswa muda seumuran dia . Bisa kacau hati gw ntar . Eemmmm apa gw buntingin dulu apa sih Fia . Hustttt kok w jadi ngawur gini ngomong nya . Eling Jar gak Bae begitu .' batin Fajar .
Berbeda dengan hati Fia . Dia merasa lega kalo orang tua dan kakaknya belum mengijinkan dirinya untuk menikah . Pasalnya memang Fia mencintai Fajar , bukan berarti dia harus menikah dengan cepat juga .
Fia merasakan bahwa dirinya masih ingin menikmati masa mudanya . Merasakan seperti anak-anak remaja lainnya .
'Huft , untung gak direstuin nikah besok . Kalo besok gw nikah . Lah gw gak bisa kemana-mana dengan bebas . Marenan aja gw pacaran yang dipaksa aja gw gak boleh main sama temen-temen gw . Gimana gw nikah aduh bisa-bisa gw ngikutin dia kemana aja termaksud ngajar .'batin Fia .
__ADS_1