
Koper besar berwarna hitam sudah dipenuhi oleh barang Radi. Sarapan pagi pun sudah dilahapnya dengan porsi yang cukup banyak.
"Rad, kamu sering-sering ya mampir kesini. Tante udah anggep kamu anak Tante sendiri loh." ucap Lia mamanya Fia.
"Ya elah mah, gak inget apa masih ada Fia anak kandung asli." sahut Fia yang sudah tidak sabar melihat kepergian Fajar.
"Cie cemburu nih ye... Tante peduli sama gue." balas Radi.
"Soak, sapa juga yang cemburu." ucap Fia sambil menyumpel mulut Radi dengan roti panggang rasa coklat buatan mamanya sendiri.
Radi pun mengunyah roti panggang tersebut dan berkata "Ya bagus, jangan cemburu juga kan nyokap Lo bakalan jadi nyokap gue." sambil membisikkan ditelinga nya Fia yang duduknya tidak berjauhan alisan bersebelahan.
Fia yang tidak mengerti apa maksud ucapannya Radi diapun menginjak kaki kanannya.
"Ssstttss." rintih Radi.
"Jangan macem-macem deh ngomong nya." kesal Fia.
"Fia jangan gitu kamu." lerai Lia.
Ting tong.
Ting tong.
Ting tong.
__ADS_1
"Fi, tolong kamu bukain sana pintunya." ujar Lia yang menyuruh anaknya buka pintu karena ada yang datang.
"Siapa sih pagi-pagi ganggu." ucap Fia yang ngedumel.
"Hay." ucap sapa laki-laki yang ada di hadapannya Fia.
"ADIT. GILA GIMANA KABAR LO." ucap Fia yang heboh.
"Nyantai aja Bu. Cocot Lo gede banget." ucap Adit yang sudah tahu apa yang akan terjadi saat dirinya tiba-tiba muncul di hadapannya Fia.
Kehebohan, kekepoan yang maksimal bahkan Fia akan jadi polisi yang mengintrograsi dirinya selama mungkin.
"Radi, kamu ati-ati ya. Kabarin Tan.."
"Baik Tante." sahut Adit.
"Tante sendiri gimana kabarnya?" ucap Adit kembali yang bertanya.
"Tante juga baik kok. Oia kenalin ini Adit, temennya Fia yang pernah Tante ceritain waktu itu sama kamu Di." ucap Lia yang mau mengenalkan Adit kepada Radi.
"Adit." ucap Adit yang mengulurkan tangan kanannya.
Radi pun membalas uluran tangannya Adit sambil menyapa "Radi senang bisa ketemu sama orang yang Tante ceritain."
"Tante saya pamit pulang ya." ucap Radi.
__ADS_1
"Tante jadi sedih nih. Jadi sepi lagi dah nih rumah." sahut Lia.
"Tenang aja Tante. Radi bakalan sering-sering mampir kok ke sini. Buat numpang makan maklum anak kampus uang terbatas itung-itung pengiritan Tante. Hehehehe." ucap Radi sambil bercanda.
"Bisa aja kamu."
"Jual aja mobil Lo tuh yang Lamborghini buat Lo beli makan." sinis Fia.
Adit pun hanya bisa menyimak perdebatan antara Fia dengan Radi. Sosok lelaki yang baru dia kenal tanpa tahu siapa dia sebenarnya.
Disisi lain.
"Papah, Kapan cih Lio ketemu ama mama na. Lindu belat nih akuh na." ucap Rio yang melepaskan pelukan dari tubuhnya Fajar.
"Jadi anak papah rindu nya sama mama nya aja nih? gak rindu sama papah ni?" sahut Fajar.
"Lindu cih. Tapi kan aku celing ketemu sama papah." balas Rio.
"Ya udah cium papah dulu."
Cups.
"Ayo kita pelgi ketemu mama na."
"Nanti ya sayang. Papah baru aja sampe, mau mandi dulu biar ganteng. Kan mo ketemu sama mama harus ganteng sama harum." ucap Fajar yang meminta Rio agar mengerti.
__ADS_1