guru killer ternyata duda

guru killer ternyata duda
Banyak Maunya


__ADS_3

Setelah makan malam selesai, Fia langsung pergi ke kamarnya. Kasur yang empuk dan selimut yang lembut kini menyelimuti tubuhnya. Seperti biasa Fia melakukan aktivitas kesayangannya apalagi kalau bukan tidur.


Triiiinggg


Triiiinggg


Triiiinggg


Triiiinggg


Dengan raut wajah yang kesal Fia dengan terpaksa menggenggam ponselnya.


💞my future husband💞


*malam, my future wife. udah makan belum?


sayang kok gak bales?


kamu tidur ya?


sayang bales dong aku kangen sama kamu.


sayang.


sayang.


sayang.


please bales.


Fia Pratama saya mau kamu bales ya chat saya. kalo kamu gak bales. saya bawa tidur di rumah kamu.

__ADS_1


Fia.


Fi.


Yellow.... ye hellowwwwwww*


Tok tok tok tok tok tok tok tok.


Suara ketukan pintu pun terdengar.


Tok tok tok tok tok tok tok tok tok.


Tok tok tok tok tok tok tok tok tok.


"Bentar." sahut Fia yang terpaksa harus bangun dari tempat favoritnya.


"Apaan sih? malem-malem ganggu aku tidur aja deh." kesal Fia yang rutinitas nya terganggu oleh Fajar.


"Kan kita udah buat kesepakatan. Kamu lupa?" ucap Fajar menyuruh Fia ingat akan apa perjanjian mereka berdua yang telah disepakati bersama.


"Coba kamu inget lagi! apa yang kamu langgar?" tegas Fajar.


"Apaan? aku ngayap enggak. Makan makanan yang pedes juga enggak. Minum minuman bersoda enggak. Tadi aku juga makannya teratur kok sesuai jam-nya. Jadi salah aku dimana Mickey?" tanya Fia yang memanggil Fajar dengan sebutan Mickey.


Flash back


Selama Fia menjadi pacarnya resmi dari Fajar. Fia tidak pernah sedikitpun memanggil Fajar dengan sebutan sayang atau cinta. Bahkan menurut Fajar hubungan antara mereka berdua sedikit kaku. Fia yang masih seakan menganggap Fajar gurunya tidak sedikit ia melontarkan kata panggilan bapak ke Fajar.


Padahal hubungan yang Fajar idam-idamkan itu seperti anak muda jaman now. Ada sebutan panggilan sayang satu sama lainnya. Misalnya bunda-ayah, Pupu-mumu, Papa-mama, atau yang lainnya. Menurut Fajar sebuah panggilan untuk pasangan kita itu sangat berarti didalam sebuah hubungan asmara.


Tapi apa daya Fajar menyadari bahwa yang ia pacari itu adalah muridnya sendiri. Sehingga sedikit sulit mengubah panggilan bapak menjadi seperti apa yang dia inginkan.

__ADS_1


Dengan sedikit paksaan dari Fajar. Fia menyetujui keinginannya. Hal hasil ya Mickey Minnie.


Mickey adalah panggilan sayang Fia untuk Fajar. Sebaliknya Minnie adalah panggilan sayang untuk Fia dari Fajar. sebutan Mickey dan Minnie terjadi karena Fia sangat suka sekali dengan kartun tersebut.


Terlintas dalam benak Fajar menyebutkan Minnie untuk panggilan sayangnya ke Fia. Dengan alasan hidungnya Fia yang mini sehingga cocok dan pas dengan sebutan Minnie.


Butuh usaha yang cukup keras. Agar Fia menyetujui keinginannya Fajar. Berulang kali Fajar membujuk dan merayunya. Tapi bukan Fia namanya kalau termakan oleh sebuah rayuan. Fia adalah cewek satu-satunya yang bisa ditaklukkan oleh sebuah ancaman. Hanya dengan sebuah ancaman Fia menuruti keinginan Fajar.


Bibir dower dan jebleh akan Fajar buat dibibir miliknya Fia. Awalnya Fia berpikiran itu hanya ancaman ala-ala Fajar. Tapi semua itu bukan sebuah ancaman yang hanya dibuat buat oleh Fajar.


Ciuman yang dilakukan oleh Fajar kepada Fia awalnya dilakukan dengan lembut. Namun tidak lama kemudian berujung dengan nafsu yang makin menggebu-gebu dari Fajar. Dengan suasana malam yang sunyi sangatlah mendukung aksinya Fajar di pintu kamarnya Fia. Ciuman yang pernah Fia rasakan selama ini tidak seperti yang saat itu terjadi.


Kehabisan nafas sudah pasti Fia rasakan. Perih di bagian bibir bawah dan atas pun ia rasakan akibat dari gigitan yang dilakukan oleh Fajar selama tiga jam kurang lebih.


Fia menyadari bahwa Fajar kali ini tidak main-main dengan ancamannya tersebut. Saat ia mencoba untuk menyudahi ciuman lembut nya yang telah berubah menjadi ciuman yang penuh nafsu. Membuat Fia takut Fajar khilaf, ciuman yang mereka lakukan dari berdiri kini berubah posisi menjadi tiduran.


Posisi Fajar yang diatasnya Fia membuat ia semakin nafsu akan bibir manis milik pacarnya. Fia pun berpikir bagaimana caranya untuk menyudahi ciuman yang penuh gairah itu. memang sedikit berbeda dari ciuman yang pernah Fajar lakukan terhadap dirinya. Terasa sangat jelas bahwa Fajar memberikan nafsu didalam ciuman tersebut. Sehingga membuat adegan ciuman tersebut lebih sedikit menggairahkan.


"Aaauuuuu. Sakit Fia, kenapa lidah aku digigit sih?" keluh Fajar yang merasakan sakit luar biasa yang dirasakan oleh lidahnya akibat gigitan yang dilakukan oleh Fia.


"Abis bapak juga gigit-gigit bibir aku." protes Fia.


"Lah kan aku mau buat bibir kamu dower sayang. Sebagai hukum kamu gak mau nurutin kemauan aku." jelas Fajar.


"Oke, oke. Aku bakalan manggil kamu Mickey sesuai kemauan kamu." pasrah Fia yang merasakan bibirnya sudah sedikit jebleh.


Senyum lebar terlihat jelas dari raut wajah Fajar. Petanda bahwa kemenangan mutlak miliknya. Ternyata dengan bersikap kekanak-kanakan membuat ia bisa mendapatkan romansa manisnya berpacaran ala remaja seusia Fia. Persis seperti apa yang Fajar inginkan.


Mendapatkan Fia yang berusia jauh lebih muda, membuat Fajar merasakan sensasi gaya berpacaran yang berbeda dari yang sebelumnya.


Hanya dengan Fia dirinya bisa mengontrol nafsu didalam dirinya. Namun berbeda dengan wanita-wanita yang sebelumnya pernah berhubungan dengan Fajar adalah wanita yang seusianya. Memiliki gaya berpacaran ala dewasa.

__ADS_1


'Huft, sakit banget. Tapi gak pa-pa lah daripada khilaf berkelanjutan. Bisa bahaya entar yang ada celana gue basah. Ketauan banget mesum nya gue. Hadeh Fia sayang, kenapa sih kamu tuh bikin nafsu aku meningkat akhir-akhir ini.' batin Fajar yang menyadari apa yang saat ini ia rasakan.


Flash back end


__ADS_2