
Ting tong ting tong ting tong.
Suara bel pintu berbunyi.
"Bentar." teriak Fia.
"Lama amat Lo nyampe nya. Mana coba pesenan gue?" ucap Fia yang membukakan pintu rumahnya dan melihat Radi sedang berdiri.
"Bawel dah nenek-nenek. Nih." sahut Radi sambil menyodorkan semua bawaannya.
Tanda di persilahkan masuk Radi tidak sungkan-sungkan untuk menyerobot masuk ke dalam rumahnya Fia.
"Ye dasar, somplak maen nyelonong bae masuk ke dalem. Dikata nih jalan umum kali maen lewat aja." ucap Fia.
"Ya elah kayak gue baru maen sekali dua kali aja sih Fi."
"Eh Radi. Kapan kamu dateng nya? udah lama loh kamu gak kemari. Enggak kangen ya sama Tante sama Om." ucap Lia yang menyambut baik kedatangan Radi.
"Iya nih, Om jadi gak ada lawan main catur semenjak kamu jarang kesini." ujar Diki.
"Hahahaha." Tertawa keras terdengar dari mulutnya Fia.
"Eh kok Lo malah ketawa sih." ucap Adit yang sudah dari tadi bertamu di rumahnya Fia.
"Ya lah abis gue liat muka Lo lucu. Bokap gue kan sering maen catur sama Lo. Tapi yang di puji kok malah Radi. Berarti Lo beloon dong. Hehehehe." ucap Fia.
"Sue Lo." kesal Adit.
Radi mendengar ucapan Fia pun merasa bahwa ada sedikit kemajuan dalam pendekatan. Prinsip Radi jika ingin mendapatkan pasangan kita. Hal pertama yang harus dilakukan adalah pendekatan sama orang yang menghadirkan pasangan kita tersebut.
"Apaan tuh,Fi? bagi kali bisa." ujar Adit.
__ADS_1
"Ye, dasar kampret. Beli lah modal kayak Radi nih. Kesini bawa makanan." balas Fia.
Radi yang mendengar ucapannya Fia sedikit berbangga hati.
'Radi gitu loh. Mo ngapel ya harus modal apa lagi buat pendekatan sama calon mertua.' batin Radi.
"Ya Lo kan tau Fi, gue anak kost-an harus irit dikit." melas Adit.
Ting tong ting tong ting tong.
"Bentar." teriak Fia.
"Siapa lagi sih yang dateng." ucap Fia kembali sambil berjalan menuju pintu.
"Ya Lo gimana banyak banget tamu yang Lo undang lagi ada hajatan apa?" celetuk Adit.
Radi pun bertanya-tanya siapa lagi yang datang ke rumah Fia.
"Radi doang nih Om yang diajak. Adit cemburu nih Om." ucap Adit sambil mengedipkan mata ala genit nya.
"Apa-apaan sih kamu Dit pake cemburu segala. Om tuh masih normal mama nya Fia masih cantik di mata Om. Jadi Om gak berpaling ke kamu walaupun Om jadi duda juga. Hehehehe." ucap Diki sambil tertawa dan merangkul Adit.
"Ye Om Adit juga masih normal kali. Orang Adit cemburu sama Radi yang di ajakin makan pisang goreng. Kan pisang goreng buatan Tante mantep Om. Sekalian Adit mo bungkus buat di kost-an. Hehehehe." ucap Adit sambil tertawa.
'Sial bisa banget nih cowok alibi nya. Kalah maju gue.' batin Radi.
Cklek.
"Sabar ngapa sih." ucap Fia sambil membuka pintu tanpa tahu siapa yang datang.
"Ya elah aku pikir sapa yang dateng sampe mencet bel berulang kali. Bikin rame." ucap Fia kembali saat melihat bahwa Fajar yang datang.
__ADS_1
"Kamu makan apaan sih kok belepotan begitu." ucap Fajar.
"Oh ini..."
Belum sempat Fia menjelaskan Fajar pun langsung menjilat bibirnya Fia yang sedikit belepotan dengan coklat dari martabak manis yang ia makan.
'Gila jantung gue serasa lagi mo ujian nasional berdetak kenceng banget. Iiiiiihhhhh bikin gue jadi salting dah nih laki. Ternyata begini ya punya pacar ganteng plus alay. Meleleh dah gue.' batin Fia.
"Hei Fi? kok diem aja?" tanya Fajar yang tahu kalau Fia kaget dengan perlakuannya tadi.
"Engh, enggak kok. Ya udah deh ayo masuk." ucap Fia yang sedikit keder.
Fajar pun langsung menarik tangan kanannya Fia dan memeluknya dengan erat.
"Fi aku kangen." ucap Fajar ditelinga kanannya Fia.
"Ya ini kan udah ketemu."
"Beda Fi, Cium aku." pinta Fajar.
"Apaan sih. Gak enak ah tar kalo mama aku liat aku malu." ucap Fia yang pipi nya udah sedikit memanas.
"Jadi kamu malu ya sama aku." ucap Fajar yang menggoda Fia dengan ala merajuk nya.
Fia pun celingak-celinguk melihat kondisi sekitarnya.
Cups.
"Udah ya." ucap Fia sambil melarikan diri.
"Uuuhhh lucu nya kamu Fi. Nge-gemesin banget." ucap Fajar yang senang melihat tingkah Fia setelah mencium bibir nya.
__ADS_1