Hai Kahi, Aku Masih Mencintaimu

Hai Kahi, Aku Masih Mencintaimu
10.


__ADS_3

Drrrrt Drrrrt...


Ponsel di meja depannya terus bergetar, tapi pemiliknya bahkan enggan mengacuhkannya. Entah sudah berapa puluh kali, nama yang sama kembali memanggil. Kahi masih sibuk dengan semua pikirannya, pernyataan cinta dari pemilik nama yang berkali-kali muncul di layar ponselnya sudah menyita seluruh isi kepalanya. Membuat semua pekerjaannya jadi semakin kacau.


Bukan enggan memberinya jawaban atas pertanyaan darinya tempo hari, tapi lebih ingin meyakinkan seluruh hatinya agar mampu menerima hati yang baru. Atau lebih ingin menguji kesabaran dari pria itu, sekedar menguji yang mungkin sudah membuat emosi pemilik nama Gemma itu.


Beberapa kali menghela nafas panjang demi untuk melihat beberapa pasang kekasih yang sedang menikmati sore hari bersama yang tercinta. Kahi merasa apa yang ia lakukan sudah sangat kelewatan, mungkin benar kata sang kakak iparnya.


"terima saja, masalah yang lain itu belakangan "


Ujar Lia kemarin malam saat ia menceritakan perihal pernyataan cinta dari Gemma. Begitu juga dengan Juan yang langsung sujud syukur menyadari sang adik masih laku. Kahi berasa ingin menceburkan diri di lautan yang dalam, saat sang abang dengan girangnya mentraktir satu divisi di Rsnya. Katanya bentuk rasa syukur karena adiknya laku juga.


Sangat berlebihan, bahkan dia saja masih sangat bingung menentukan jawaban yang memang berasal dari hatinya. Ini belum juga pacaran, Juan sudah gembar gembor adiknya laku. Abang laknat memang. Seakan tidak membiarkan sang adik untuk menolak sahabatnya.


Apalagi kejadian tadi pagi saat dia sedang mendorong sepeda mini milik Juna keliling komplek, beberapa ibu-ibu yang ia kenal adalah tetangganya bergantian mengucapkan selamat padanya.


Abang bahkan tahu caranya bikin aku nggak bisa nolak.


Maka saat getar terdengar lagi, Kahi memantapkan hatinya untuk memberi pria itu jawaban.


"hallo, Hi" sapa Gemma


"hallo mas"


"maaf ya, Hi. Kamu pasti kepikiran soal jawaban yang aku minta. Tapi kalo kamu belum siap aku bisa terima kok"


"mas, aku akan jawab ini sekarang. Aku terima permintaan dari kamu mas"


"apa hi, aku nggak salah dengerkan ya? Ini beneran kan ya? "


" iya mas, ini beneran. Aku mau kok jadi pacarnya mas Gemma"


"makasih ya, Hi. Nanti pulang aku anterin ya. Sekarang aku ada operasi jadi udah dulu ya. See you honey"


*T*uut tuut


Panggilan bahkan dimatikan secara sepihak dari Gemma, Kahi masih heran kenapa dia bisa memberikan jawaban itu padahal hatinya sedikit ragu.

__ADS_1


Ah sudahlah, aku akan mencobanya dulu...


***


Hubungan Kahi dan Gemma sudah berjalan selama dua bulan, tak ada yang berubah. Dua orang yang sibuk itu akan bertemu jika sang ahli bedah libur bekerja. Kahi juga merasa sama saja kecuali perhatian berlebihan dari sang dokter. Meski terkadang keluar berdua hanya untuk berkencan atau menemani salah satu untuk hadir di pesta-pesta tertentu.


Hingga malam itu mereka baru saja pulang dari menghadiri acara Gala dinner yang diadakan oleh pihak rumah sakit. Kahi yang selalu dandan cuek malam itu dipaksa harus mengenakan gaun dan bermakeup tebal oleh Gemma. Dia sudah menahannya sejak tadi, jadi setelah meninggalkan pesta kahi mulai meluapkan semua pada Gemma.


"maaf ya, aku nggak akan maksa kamu lagi deh. Janji" kata Gemma saat mereka berdua sudah dalam perjalanan pulang ke rumah.


"mas harusnya ngerti aku dari awal dong, bukan setelah udah begini"


"iya, aku minta maaf. Ini yang terakhir " ujar Gemma sambil tersenyum melihat ke arah Kahi yang duduk di sampingnya.


Tak ada sahutan dari Kahi, ia masih begitu jengkel akan sikap yang baru diperlihatkan oleh sang kekasih.


Tak berapa lama ponsel milik Gemma berdering, menandakan ada panggilan masuk.


"suster Ratih" ujar Kahi memberitahu.


"tolong kamu jawab ya, terus tanya ada apa"


"iya, begitu juga nggak apa-apa "


Begitu tanda hijau di geser dan tombol speaker di tekan seseorang di seberang telpon nada suaranya nampak sangat khawatir.


" hallo dokter" sapa seorang perawat di ujung telepon.


"ya, ada apa suster"


"anda bisa ke RS sekarang, ada kecelakaan beruntun yang menyebabkan banyak korban terluka parah. Sebagian membutuhkan penanganan operasi, dok"


"aku akan ke sana sekarang "


"*baik dokter, selamat malam"


Tuut tuuut*

__ADS_1


Usai berbicara lewat telepon, Gemma menepikan mobilnya. Setelah mobil berhenti ia menatap Kahi yang juga menatapnya.


"aku pesanin taksi online ya" ujar Gemma sembari merapihkan anak rambut milik Kahi.


"biar aku pesan sendiri, mas bisa langsung pergi" kata Kahi dengan nada lembut.


Gemma menggeleng kemudian dia meraih ponsel miliknya dan memainkannya jemarinya sebentar.


"aku udah pesenin, aku udah kirim juga screenshotnya. Kalo udah sampe rumah jangan lupa kabari aku ya. Maaf aku harus pergi sekarang" yang direspon anggukan oleh Kahi.


Usai menurunkan kahi, mobil milik Gemma melaju dengan kencang di jalanan yang memang sedang sepi.


Tak lama taksi online pesanan Gemma juga sudah datang. Kahi hanya diam sepanjang perjalanan pulang, hanya menatap keluar jendela tanpa bersuara.


Di perempatan lampu merah, mobil taksi online itu berhenti yang mengharuskan Kahi juga menghentikan arah pandangannya.


Motor besar berhenti tepat di sebelah jendela mobil di sisi kiri Kahi, bukan karena berwarna hitam yang mencuri perhatian dari Kahi. Tapi pengemudi motor yang mengenakan helm dengan kaca yang sengaja dibiarkan terbuka.


Pria yang juga sedang melihat ke arah kaca spion motor yang tak sesuai dengan posisi seharusnya, yang malah memberikan pemandangan tak sengaja memantulkan wajah Kahi.


Reflek pria itu memutar kepalanya ke kanan demi untuk melihat wajah terkejut dari Kahi. Dua orang yang sama terkejutnya itu kemudian tertawa tanpa suara. Karena menyadari keduanya mengenakan makeup tebal yang menyamarjan mukanya.


Kahi dengan makeup tebal sedang Haki dengan makeup penyamaran ala tentara yang sedang berlatih. Belang


Sisa perjalanan ke rumahnya Kahi masih mengembangkan senyumnya sisa tertawa tanpa suara tadi. Bagaimana ada orang yang dengan sengaja mengendarai motor dengan makeup model aneh.


***


"jadi gimana hubungan kalian, sejauh ini apa yang lu udah rasain? " tanya Lia,


Kahi yang sedang berada di depan lemari es, mengurungkan niatnya mengambil air dingin dan kembali duduk di depan Lia di meja makan.


" hmmm, sejauh ini ya. Apa ya? "


" ayo dong jangan bikin gue penasaran "


Lia merengek yang justru membuat Kahi tertawa terpingka-pingkal pasalnya wajah Lia sama persis seperti Juna.

__ADS_1


"iiisssh, ayo dong cerita"


"oke aku cerita, mas Gemma itu posesif banget. Tapi justru itu yang buat aku nyaman, dia akan sangat marah kalau tau aku lupa makan atau lupa kasih kabar. Terkadang aku marah kalau Mas Gemma lebih peduli pada pasien ketimbang aku, tapi mas Gemma selalu bisa yakinkan aku soal itu. Ada perasaan yang susah di jelaskan, perasaan nyaman saat dekat sama dia, perasan takut dia akan pergi dariku ada juga perasaan egois ingin selalu dekat dengan dia, aku juga merasa 2 bulan jantungku seperti berdetak lebih kencang"


__ADS_2