Hai Kahi, Aku Masih Mencintaimu

Hai Kahi, Aku Masih Mencintaimu
7.


__ADS_3

Kahi yang sedang merebahkan badannya di atas permadani yang penuh mainan milik Juna itu seketika terduduk. Yang justru membuat semua orang terkejut.


"Apa, kenapa. Hi? " tanya Lia dialah orang yang paling terkejut.


"eh, nggak apa apa" ujar kahi tergagap. Ia merebahkan kembali tubuhnya di atas permadani.


"mba Kahi, ada yang nyariin di depan" kata sang supir pribadi keluarga mereka yang datang tiba-tiba


"siapa pak? " pertanyaan itu datang dari Juan yang sedikit penasaran.


" kurang tahu mas, tapi cowok ganteng. Saya permisi mas mba" jawab sang supir, dia kembali keluar melalui pintu samping rumah.


Juan yang penasaran bangkit dari duduknya, kemudian menuju ke pintu keluar melawati ruang tamu. Lia yang juga penasaran menyusul suaminya keluar.


Selang beberapa detik Lia kembali masuk dan berjalan cepat ke arah di mana Kahi yang tengah asik bermain dengan Juna.


"Hi, itu itu hi"


"apa sih mba? "


"pake baju yang bagusan dulu Hi, cepet"


Ujar Lia berusaha menarik Kahi yang masih setia dengan duduknya.


"apa sih mba, mau ngapain pake baju bagusan" tanya Kahi jengah, dia yang sudah didorong sampai di depan anak tangga membalikkan tubuhnya demi untuk mendengar jawaban Lia.


"ada yang mau ngajak lu makan malam, gih buruan dandan"


"kan udah makan malam barusan, emang siapa sih orangnya" tanya kahi tak sabar, dia hendak melewati Lia untuk berjalan ke arah ruang tamu.


"tunggu di sini dulu, Ma" kata Juan yang datang dari arah luar disusul seseorang dengan setelan kemeja berwarna peach dan celana jins. Kali ini rambutnya dibiarkan sedikit berantakan dan juga senyum yang selalu membuat Kahi terpana.


"dek, buruan ganti baju" juan yang mendapati sang adik masih memakai baju yang sama seperti tadi memutar badan Kahi untuk kembali menghadap tangga.


Gemma yang baru masuk langsung berdiri kikuk saat tatapannya tak sengaja bertemu dengan iris mata milik Kahi. Saat Juan memutar tubuh Kahi, Gemma dapat melihat penampilan Kahi yang apa adanya saja tapi tetap menunjukkan kecantikan alami.


Hampir 20 menit, Kahi baru keluar dari kamarnya ia menatap tampilan wajahnya di cermin besar di dinding sebelah pintu kamarnya. Ia menuruni anak tangga dengan hati-hati bukan karena ia memakai sepatu hak tinggi, tapi lebih tak percaya diri karena memakai polesan make up hasil tangan Lia yang terlihat aneh untuknya.


Gemma yang sedari tadi mencuri pandang ke arah Kahi yang duduk di kursi penumpang sebelahnya tertangkap basah oleh Kahi secara terang - terangan. Dia nampak salah tingkah hingga tak sengaja menginjak pedal gas dan rem secara bersamaan.


Secara spontan juga Gemma menggunakan tangan kirinya terulur untuk melindungi Kahi.


" kamu nggak apa apa? " tanya Gemma memastikan lagi.


" nggak apa apa kok, mas", jawab kahi meyakinkan Gemma.


"maaf ya, ini pertama kalinya buatku. Mungkin aku akan sedikit kaku" ujar Gemma mencoba untuk jujur. Kini mereka kembali melanjutkan perjalanan, memecah kemacetan jalanan ibu kota


Hingga tibalah mereka di sebuah restoran pinggir pantai utars yang terkenal karena harga yang sangat mahal.


"kita ke sini? " tanya kahi saat sedang melihat dari kaca jendela


" iya, yang kutahu kamu suka seafood. Dan yang kutahu di sini cukup terkenal " jawab Gemma


" ah, tapi tidak semuanya kusuka"


"kalau begitu kamu paling suka makanan apa? "


Kahi menggeleng, dia tak ingin merusak kencan yang sudah diatur oleh sang kakak. Tapi apa kakaknya tidak tahu kalau dia alergi udang. Dalam keluarganya yang sangat tergila-gila pada seafood hanya Lia.


"Abang, kenapa kasih info aku suka seafood"


pesan terkirim untuk sang kakak.

__ADS_1


Gemma yang sedang memesan makanan untuk mereka berdua, sedangkan Kahi tengah berada di toilet saat itu. Kahi sedang mencari sesuatu di dalam tas yang ia bawa


Kenapa harus lupa bawa sih, abang juga kenapa harus salah info. Mana ya? Gawat kalau nggak minum obat dulu


Kahi terus berbicara dalam hati, saat tak kunjung menemukan obat yang ia cari. Dengan berat hati ia kembali ke meja dimana Gemma sudah menunggunya.


*


"kenapa? Kamu sakit? " tanya Gemma khawatir saat demi apapun dia melihat wajah kahi yang sangat pucat meski sudah ditutupi makeup tipis.


" hah, oh. Nggak kok, mas" jawab Kahi meyakinkan Gemma yang sudah siap berdiri menghampiri Kahi.


"mas... "


" ya, ada apa, Hi.? " tanya Gemma lagi


" hmmm, ini nasi goreng apa ya? "


Gemma yang tak kunjung menjawab sedang sibuk memperhatikan raut wajah kahi yang seperti menunjukan gejala alergi. Tapi menurut info teman yang juga merangkap abangnya kahi, dia paling suka seafood sama sepertinya.


"kamu alergi udang ya" tanya Gemma yang sudah pasti jawabannya "iya"


" ayo naik ke punggungku, Hi" perintah Gemma sambil membungkuk, kahi yang akan berdiri nampak sudah sangat kekusahan.


" mba, tolong bantu saya" teriak Gemma pada pelayan restoran yang berjarak sedikit jauh. Pelayan itu langsung membantu kahi agar bisa naik ke punggung Gemma. Tak butuh waktu lama Gemma sudah membawa Kahi ke dalam mobilnya.


Gemma mencari rumah sakit terdekat di daerah itu, setelah sepuluh menit berputar akhirnya Kahi bisa di tangani oleh dokter.


Gemma juga langsung menghubungi Juan, agar mereka tak mengkhawatirkan Kahi.


"sorry ya. lu pasti panik, Ma. Gue lupa itu makanan favoritnya bini gue " hanya itu yang ia dengar dari Juan sebelum dokter memanggilnya. Lalu dia dengan serius mendengar keterangan yang dokter berikan.


"pasien sudah melewati masa kritis, seharusnya dia memang tidak mengkonsumsi barang sedikitpun makanan yang akan menyebabkan alerginya bertambah parah, untuk saat ini biarkan pasien beristirahat di sini. Besok pagi kita akan meninjau perkembangannya. Anda tidak perlu khawatir, kalau begitu saya permisi " terang dokter yang menangani Kahi.


Baru juga kenca pertama, ini sih jaminan joblo selamanya


Ting


" gue nitip Kahi ya Ma, besok pagi-pagi gue udah di sana. Thank ya"pesan masuk dari Juan.


Ia menghela nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, malam ini ia akan tidur di ruangan yang sama dengan seorang perempuan lain selain kakaknya.


Ia benar-benar kacau saat menyadari bahwa ia hampir membunuh adik sahabatnya sendiri. Gemma merebahkan tubuhnya di sofa yang sempit karena panjang tubuhnya yang melewati panjang sofa.


Dengan kaki yang masih menjuntai ke lantai, Gemma terbangun karena suara seseorang yang datang.


"woiii, bangun woiii" teriak juan, mereka berdua bahkan masih tidur saat Juan datang.


"Ma, lu sift pagikan. Bangun woii" juan masih usaha untuk membangunkan Gemma dengan menarik salah satu kakinya.


"sakit Juan, kampret" teriak Gemma saat merasakan badannya sakit saat Juan menariknya tadi.


"balik sono, biar kahi gue yang bawa pulang "


" lu sih, ngapa ingetnya makanan kesukaan bini lu"


"sorry, udah terlalu cinta sih"


Obrolan dua orang pria itu membangunkan Kahi dari tidur nyenyaknya.


"abang, berisik " teriak kahi tak kalah kencang dengan suara mereka berdua.


" dek, gimana udah enakan? " tanya Juan. Yang dijawab anggukan dari kahi.

__ADS_1


" pulang bang, " rengek kahi.


" iya, abang urus biayanya dulu"


"gue aja, Wan" usai mengatakannya Gemma terburu-buru keluar kamar perawatan kahi.


"abang ih, aku itu sukanya western bukan seafood" kata Kahi dengan galak pada sang kakak.


"lupa dek, otak abang udah penuh sama kesukaannya Lia. Maaf ya"


**


Kahi yang masih memiliki sedikit ruam di wajahnya dan juga tangannya terlihat lucu untuk Gemma.


Menggemaskan_gemma.


" abang, kita pulang naik apa? " tanya kahi yang mendapati sang kakak masih terlihat santai meski mereka sudah sampai loby Rs.


" nebeng dek"


"haah, sama mas Gemma lagi. Bukannya dia jadwal pagi" Juan buru-buru menggeleng kemudian dengan tangan kanan yang bebas dia menunjuk mobil yang terpakir di seberang jalan.


" mobil polisi bang? Yang bener aja bang? " tanya Kahi heran,


Berasa kaya tahanan aku kalo naik mobil polisi._kahi


"ini beneran, tunggu bentar abang samperin dulu orangnya. Kalo Gemma dateng bilang suruh langsung berangkat ke Rs."


"iiya deh"


Nyatanya Juan malah mencegat mobil Gemma yang akan ke Loby Rs. Mereka berbicara sebentar kemudian mobil Gemma sudah melesat jauh meninggalkan pelataran Rs.


Tak berapa lama mobil tumpangan Juan sudah berhenti di depan Kahi berdiri, di susul keluarnya Juan dan pengemudi dari arah pintu berlawanan.


Sejenak Kahi tak bisa bergerak, pandangannya hanya tertuju pada pria yang mengenakan seragam polisi beserta bet yang terpasang di pundaknya.


"Ayo dek, buruan udah siang " Juan menuntun sang adik untuk duduk di bangku penumpang belakang sedangkan ia kembali duduk di bangku penumpang sebelah pengemudi.


Sialnya hidupku, muka udah kaya anak kucing belang ketemu mantan yang udah ganteng make seragam_kahi


"dek, dari tadi ditanyain kok diem aja." tegur Juan kesal karena semua pertanyaannya tak di Jawab sang adik.


"yang mana ya, bang. " ujar kahi bingung


" yang nanya bukan abang, tapi yang lagi nyetir" jawab Juan kesal,


"eh, bang. Mobil abang ke mana? " tanya kahi mengalihkan topik pembicaraan


" kena tilang" jawab Juan singkat


"apa? Kok bisa? Abang lupa bawa apa lagi emang? " tanya Kahi tak henti-hentinya agar tak ada kesempatan bagi pria berseragam polisi itu bertanya.


" Lupa semua, dek. Yang abang pikirin cuma adek abang, yang lagi kena alergi udang." ujar Juan datar, ia seperti memberikan jawaban atas pertanyaan yang tadi sempat di tanya pria sebelahnya.


" kalo alergi kenapa masih di makan? " tanya pria itu yang semlat melihat kahi dari pantulan di spion.


" eh, e. Abang mobil abang trus di mana? "


" hi, setidaknya jawab dulu pertanyaan orang yang udah nebengin kita. " nasihat sang kakak membuat kahi kalah telak.


" abang ih, itu iitu. Enggak tau kalo ada udangnya jadi kumakan"


Suasana tiba-tiba jadi penuh gelak tawa dari Juan, dan pria yang sedang mengemudi itu juga nampak tersenyum tipis.

__ADS_1


Dia masih polos dan jujur seperti dulu_Haki


__ADS_2