
Flashback
Ruangan teather penuh sesak para siswa yang tengah menyaksikan pertunjukan bulanan dari grup teather. Setiap pemain tengah berdoa bersama di balik layar besar yang membatasi mereka dengan penonton. Ada lebih 20 siswa memegang perannya masing masing, seseorang yang mengenakan kostum putri pada jaman romawi kuno mencuri lebih banyak perhatian dari semua pemain. Dia sang primrose Kahila Julie, bakat akting dan bernyanyinya sangat hebat meski ia masih di bilang baru pertama kali menjadi pemeran utama.
Semua tampak menunduk memanjatkan doa, benar-benar sangat hitmat. Hingga jemari seseorang menggenggam jemari Kahi dalam diamnya. Sekilas Kahi dapat melihat sang pemilik tangan, ia pemeran utama pria sekaligus kekasih hatinya. Doa di akhiri dengan yel-yel khas anak-anak teather.
Pementasan drama musikal berlangsung dengan lancar semua orang tampak puas. Usai pementasan tinggalah semua pemain berkumpul di ruang makeup mendengar arahan sang guru.
"kerja bagus anak-anak, kalian memang bisa diandalkan. Untuk pementasan akhir tahun diacara puncak ulang tahun sekolah kita, saya akan memilih pemeran utama melalui audisi. Ingat persiapkan diri kalian untuk pertemuan selanjutnya. Teather "
" jaya jaya jaya"
Selepas kepergian sang guru, raut wajah masing-masing anak menunjukan kepuasan dan kebanggaan pada diri mereka. Ini adalah usaha bersama yang selalu membuat Kahi senang. Ia sangat menyukai akting dan bernyanyi, jadi di tempat ini ia bisa melakukan keduanya.
"mau kuantar? Atau hari ini kamu di jemput? "
Siswa tampan tengah berdiri sambil menjinjing tas miliknya, ia tersenyum pada kahi yang langsung dibalas senyuman manis juga dari kahi.
" pilihan pertama "
" let' go"
Mereka berdua lantas berjalan menuju parkiran sekolah yang sudah sepi karena hampir semua siswa sudah pulang menyisakan beberapa kendaraan bermotor saja.
Motor matik berwarna hitam menjadi kuda besi yang akan membawa dua sejoli yang dimabuk asmara itu. Perlahan Kahi memakai helm bergambar casper sihantu dibantu oleh cowok tampan bernama Baehaqi Subekti.
Senja kala ini sangatlah indah, berwarna jingga keemasan dan berada di atas motor bersama dengan kekasih hati. Tak ada yang ingin lebih dari ini, jika sudah bersama dengan orang yang kita sayangi.
Kahi melingkarkan tangannya di pinggang ramping milik Haki, awalnya ragu sempat menyerang tapi Haki merespon cepat dengan menahan tangan kahi di perutnya. Keduanya tersenyum di balik helm masing-masing.
Hari berikutnya tiap anak teather berlatih sendiri mengasah kemampuan agar sempurna. Semua ingin menjadi pemeran utama, mereka ingin di kenang sebagai siswa berbakat sebelum mereka naik ke kelas 12 bagi siswa kelas 11 seperti Kahi.
Ia berlatih giat, setiap ada waktu ia gunakan untuk berlatih. Sendiri atau bahkan berdua dengan Haki, mereka mengisi kekosongan pada lawan mainnya. Berusaha sebaik mungkin agar hasilnya terus meningkat.
__ADS_1
Sore itu mereka berlatih di taman komplek dekat rumah Kahi di temani Lia karena permintaan ayah Kahi.
"kau akan mendapatkan peran itu, Hi. Kita akan menjadi pasangan pemeran utama lagi untuk acara itu. Percayalah padaku hem"
Ujar Haki ditengah-tengah latihan mereka, dalam usaha memberi semangat untuk Kahi yang mulai ragu akan penampilannya nanti. Begitu juga Lia sedang membeli air mineral untuk mereka berdua saat ini. Bentuk dukungan katanya tadi sebelum pergi.
"gimana kalo aku gak lolos Ki, sia-sia dong" celetuk Kahi sambil mendudukan dirinya di rerumputan.
"gk ada yang akan sia-sia *my primrose"
"iih* "
Setiap mendengar panggilan itu Kahi selalu merasa pipinya berubah panas dan jadi salah tingkah.
" model kepiting rebus mana nih" ujar Lia saat datang melihat pipi merah merona Kahi.
"issh, Lia ih"
"eh maaf ya, Miss Lia" ralat Lia yang langsung mendapat lemparan handuk bekas keringan Kahi.
"emang elu, bau menyan" balas kahi tak mau kalah, Lia yang mendengarnya mulai mengambil kuda-kuda untuk menyerang Kahi.
"mamam nih menyan, "
" Lia jorok tante, tolong"
Begitulah sore latihan mereka berakhir dengan Lia dan Kahi yang kejar-kejaran. Esok hari mereka akan menghadapi musuh yang sebenarnya, audisi teather yang selalu diadakan tiap tahun. Bukan hanya berakting menjadi pemeran utama tapi juga hadiah menunggu bagi mereka. Sudah pasti peminatnya banyak.
*
Hari audisi di lakukan setelah acara belajar mengajar usai. Audisi dilakukan di hall sekolah yang besarnya hampir sama luas lapangan sepak bola. Barisan pertama selalu terdapat 3 meja untuk juri yang akan menilai.
Seperti tahun-tahun yang sudah, juri terdiri dari guru kesenian selaku pembimbing teather, kepala sekolah, terakhir guru bahasa indonesia.
__ADS_1
Audisi sudah dimulai sejak tadi, nomer peserta selalu di ambil secara acak. Kini giliran Kahi yang akan menampilkan usaha terbaiknya.
Menyanyikan lagu berjudul Ruang Sendiri - Tulus dan berakting sesuai cerita dalam lagu yang ia bawakan. Semua orang terpesona dengan penampilannya, suara merdu yang mendayu dayu mengikuti irama, lantas bakat akting yang terlihat seperti nyata. Ya ia adalah gadis primrose.
Audisi yang diikuti lebih dari 50an siswa berakhir sebelum jam 4 sore lalu dilanjut dengan mengumumkan dua pemeran utama untuk drama musikal acara ulang tahun sekolah.
Semua mendengar ucapan sang pembina teather, menyebutkan siapa saja yang mendapat peran pembantu. Hingga menyisakan 3 peran yang belum di sebut.
" dan yang paling kita tunggu - tunggu adalah siapa yang menjadi pemeran utama pria kita. Dia adalah, Baehaqi Subekti"
Riuh suara tepuk tangan dan teriakan menyerukan nama Haki, sedang sang pemilik nama sudah berada di atas panggung berdiri diantara pemeran yang lain. Ia hanya berharap kahi yang mendapat peran utama.
"nah sekarang giliran siapa pemeran utama wanita."
"ada dua kandidat terbaik menurut para juri dan berakhir dengan keputusan seri. Mereka adalah Kahila Julie..
Riuh suara teriakan dan tepuk tangan
"dan Bianca William "
Bagaimana ada dua pemain, itu yang ada di kepala setiap orang terasuk kahi dan haki yang saling pandang.
" bu, kenapa pemeran utama wanita nya ada dua? "
" hanya ada satu, ibu tekan kan sekali lagi pemeran utama wanita hanya ada satu. Oleh karena itu disini peran seorang Haki dibutuhkan sekali. "
Semua orang kini melihat ke arah tiga orang yang tengah berdiri sejajar di atas panggung.
" jadi Haki, tolong pilih seorang diantara mereka yang akan menjadi lawan mainmu"
Ucapan sang guru bagai petir di sore hari yang cerah itu, untuk semua yang tahu dengan hubungan Haki dan Kahi mereka akan beranggapan kahi lah yang dipilih. Tapi apa yang di pikirkan oleh Haki saat ini tak ada yang tahu bahkan seorang Haki pun.
Haki menatap lama manik mata milik Kahi, rasanya kepalanya akan meledak jika ia paksa.
__ADS_1
"ayo Haki, siapa yang kamu pilih? "
" saya memilih... "