
Saat ini, Arumi sedang berada di bandara, menunggu pesawat yang akan membawanya membelah awan menuju New York city, rumah paman nya.
"Perusahaan cabang yang ada di New York sudah di alihkan atas nama paman, sekarang perusahaan itu adalah milik paman! Di surat wasiat terakhir ayah, aku harus tinggal bersama dengan paman dan keluarga nya, apakah mereka mau menerima ku ?" Batin Arumi.
"Kak, Albi haus" Seru Albi membuyarkan lamunan Arumi.
"kamu haus ya? ayo ikut kakak kita beli minuman di sana!" Ajak Arumi, ia tidak mungkin meninggalkan Albi sendiri saja duduk di sini, takut jika ada yang berbuat jahat padanya Albi.
Arumi membayar air mineral yang ingin di beli Albi. Ketika hendak membalikkan badannya, Arumi bertabrakan dengan seorang wanita paruh baya.
"Aduh... maafkan saya Bu" Ucap Arumi. Intung saja mereka hanya bertabrakan, tidak ada yang jatuh maupun terluka.
"Ah... iya saya juga... maaf" Ucap wanita paruh baya itu.
"Kalau begitu saya permisi dulu Bu" Ucap Arumi hendak pergi menggandeng tangan Albi.
"Eh tunggu!" Seru wanita itu menahan pergelangan tangan Arumi.
"Ya... Bu , ada apa?" Tanya Arumi heran.
"Kamu... Arumi kan? kamu ingat mommy?" Tanya wanita itu antusias.
Arumi melihat wajah wanita yang ada di hadapannya. Mengingat-ingat wajah wanita paruh baya, yang masih terlihat cantik dan terlihat elegan.
"Hemm... apa ibu... mommy?" Tanya Arumi ragu-ragu.
"Wah... ternyata kamu masih mengingat mommy ya, aduh senang nya bisa di ingat" Seru wanita itu senang wanita itu memeluk gemas tubuh Arumi.
"Gimana kabar kamu? Ah... apa ini Albi?" wanita itu berjongkok mensejajarkan diri nya dengan Albi.
"Wah... kamu sudah besar ya... terakhir kali kita jumpa waktu itu... kamu masih merangkak" cerita wanita paruh baya itu pada Albi.
Sementara Arumi dan Albi hanya mengembangkan senyumnya saja untuk menanggapi cerita dari wanita itu.
Wanita paruh baya yang ada di hadapan Arumi ini adalah sahabat ibunya. Arumi sering kali memanggil nya mommy Kesya.
Terakhir kali Arumi bertemu dengan mommy Kesya adalah ketika Arumi ulang tahun yang ke 11 tahun. Waktu itu mommy Kesya membawa anak laki-laki nya, Arumi lupa siapa nama nya. Yang Arumi ingat,dia memanggil nya dengan sebutan "edzkrim".
"Kalian mau kemana? dan... dimana ibu sama ayah kamu?" Tanya Kesya yang menghilangkan senyum di wajah Arumi dan Albi seketika.
"Hemm... ibu sama ayah sedang bersenang-senang di tempat mereka mom! Dan... kami ingin jalan-jalan, hemm... liburan mom" Jawab Arumi seadanya.
"Kali..." Perkataan Kesya di potong oleh teriakan seseorang.
"Sayang... kenapa kamu lama sekali?" Tanya pria paruh baya memeluk pinggang Kesya posesif.
"Ah... ini... aku bertemu dengan anak sahabat aku sayang, eh kamu ingat gak mereka?" Kesya memperkenalkan Arumi dan Albi pada suami nya.
"Halo paman" Sapa Arumi.
"Halo… hemm… kalian… oh maaf kan saya! Saya benar-benar lupa dengan wajah kalian" Ucap nya.
"Tidak apa-apa paman" Jawab Arumi.
"Hemm... mom... Arumi harus berangkat dulu, nama Arumi sudah dipanggil" Arumi berpamitan dengan suami istri paruh baya itu, lalu meninggalkan mereka.
"Oh okey... dah sayang" Kesya melambaikan tangan kepada Arumi.
Di dalam pesawat Albi tidur di samping Arumi dengan menyenderkan tubuhnya ke tubuh Arumi.
"Bye bye London"
Flashback off
***
Arumi sangat lelah seharian ini, setelah ia pulang dari makam kedua orang tua nya.
Arumi langsung saja pulang menuju kamar hotel yang telah di sediakan oleh Bara.
Arumi sekamar dengan anak perempuan yang sangat pendiam, sama seperti Arumi yang memakai kacamata, ia terlihat sangat fokus dengan buku yang di baca nya.
__ADS_1
Arumi membersihkan diri nya terlebih dahulu, lalu ia membaringkan tubuhnya di atas kasur.
Arumi tertidur sangat pulas. Bahkan ia belum sempat makan siang,dia langsung tertidur begitu saja.
***
"Ah... Rai aku lapar! apa mom dan dia belum pulang juga?" Tanya Lionel yang sudah tidak bisa fokus dengan pekerjaan nya.
"Saya tidak tahu Tuan. Nyonya melarang keras saya untuk mengawasi mereka, jadi saya tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan sekarang" Jawab sekretaris Rai yang sudah siap terkena amukan Lionel.
"Argghh... kenapa mereka terlihat akrab sekali sih? Arumi ini sebenarnya siapa sih?" Ucap Lionel kesal.
"Dan... sebenarnya dia itu bekerja untuk siapa hah! Kenapa dia membiarkan majikan nya kelaparan begini!"Lionel frustasi
Sekretaris Rai hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku tuan nya ini.
"Apa sih yang di masukkan nya ke dalam masakan untuk Tuan? sampai tuan seperti ini?" Batin Sekretaris Rai.
"Rai cari kan aku restoran yang rasa masakan nya sama yang di masak Arumi!" Perintah Lionel.
"Baik Tuan, saya permisi dulu" Jawab Sekretaris Rai langsung.
"Tuan dimana saya mau cari coba? hais... sangat susah jika memiliki majikan yang sangat pemilih seperti ini" keluh Sekretaris Rai.
Sekretaris Rai langsung saja keluar dari ruangan Lionel, dan menelpon seseorang untuk mempermudah pekerjaan nya yang di berikan oleh Lionel.
"Hah! mommy seperti nya ingin menindas ku!" Gumam Lionel.
"Tapi... kenapa masakan nya enak begitu sih? Apa dia memasukkan suatu obat yang akan membuat orang yang memakan , masakan nya jadi ketergantungan?" Tanya Lionel pada diri nya sendiri.
"Nanti aku akan suruh Rai untuk periksa masakan yang di masak nya!" Lionel bermonolog sendiri.
"Jika memang dia memakai obat, akan langsung ku pecat dia, dan ku sita obat itu. Lalu ku pekerjaan koki profesional" akhir dari monolog Lionel.
Sudah selama dua jam Lionel menunggu hasil pencarian sekretaris Rai, pencarian rasa masakan yang mirip dengan masakan Arumi.
Saat ini rasa LAPAR sudah menguasai Lionel, bahkan dia tidak bisa untuk konsentrasi dengan pekerjaan nya.
Penantian yang sangat menyiksa!
Tak lama… Sekretaris Rai kembali dengan membawa beberapa orang. Mereka diminta untuk segera memasak sesuai y yang di pinta Lionel. Tapi tidak ada satupun yang cocok dengan lidah nya.
Lionel merasa heran "Bagaimana bisa seorang gadis yang tidak memiliki sertifikat koki profesional seperti Arumi, bisa memasak makanan yang lebih enak dari pada orang-orang yang di bawa sekretaris Rai tadi. Padahal mereka memiliki sertifikat koki profesional. Apa mereka tidak belajar dengan serius ketika mereka mengikuti kursus memasak?" Batin Lionel jengkel.
Akhirnya Lionel meminta sekretaris Rai untuk melihat apakah Arumi dan mommy nya sudah selesai menghabiskan waktu Quality Time mereka.
"Jika dia sudah selesai bersenang-senang dengan mommy, paksa dia memasak untuk ku, jika dia tidak mau juga… bila perlu seret dia kemari!" Perintah Lionel sebelum menyuruh sekretaris Rai untuk melihat keadaan Arumi.
Setelah Sekretaris Rai pergi, Lionel yang sudah tidak bisa fokus dengan pekerjaan nya pun memilih untuk duduk di sofa.
Lionel menutup matanya untuk menahan rasa laparnya. Sudah hampir satu jam sekretaris Rai pergi untuk menemui Arumi.
Disaat Lionel membaringkan tubuhnya di sofa, menahan rasa laparnya, Sekretaris Rai datang dengan membawa Arumi kembali, dengan membawa bungkusan yang berisi masakan yang sudah di masak Arumi.
"Maaf kan saya Tuan! saya sudah membuat anda menunggu lama" Ucap sekretaris Rai membangunkan Lionel.
"Kenapa lama sekali? aku sudah sangat lapar!" Ucap Lionel menatap tajam Arumi. Dia bertanya pada Arumi tidak mempedulikan perkataan sekretaris Rai.
Arumi tidak menjawab pertanyaan dari Lionel.
Dia langsung saja menyiapkan makanan yang di bawa nya, menata nya di atas meja.
"Silahkan di makan Tuan, kalau begitu saya permisi dulu" Pamit Arumi tidak ingin berlama-lama dengan orang yang telah menggangu istirahat nya.
"Rencana Tuan besar seperti nya tidak berjalan lancar , dan bagaimana bisa Sekretaris Rai menemukan aku? Seharusnya aku menolak permohonan Tuan besar tadi" Batin Arumi kesal.
"Tunggu! kamu mau kemana?" Seru Lionel menghentikan langkah Arumi
"Saya ingin kembali ke hotel tuan. Saya ingin ISTIRAHAT di kasur empuk saya!" Jawab Arumi penuh penekanan pada kata istirahat.
"Oh... apa kamu sudah selesai pergi bersenang-senang dengan mommy?" Tanya Lionel penasaran. Karna dia tahu jika mommy nya sedang ingin menghabiskan Quality Time nya,itu tidak akan membutuhkan waktu hanya satu jam atau dua jam. Tapi bisa seharian penuh bahkan bisa bersambung keesokan harinya.
__ADS_1
"Belum" Jawab Arumi sekenanya.
"Lalu bagaimana kamu bisa lepas dari mommy?"
"Hemm bolehkah saya membisikkan nya pada anda tuan? karena ini sangat rahasia" Jawab Arumi dengan wajah yang sangat serius.
"Kemarilah!" Perintah Lionel menepuk sofa yang ada di samping nya.
Sekretaris Rai yang melihat kejadian itu, tercengang dengan apa yang dilihatnya. Kenapa Tuan nya meminta seorang pembantu untuk duduk di dekat nya? Karena selama Sekretaris Rai bekerja dengan Lionel, dia tidak pernah mau duduk bersama dengan orang lain kecuali dengan keluarga atau orang terdekat nya.
"Wow ini sungguh Kejadian langka, gadis itu luar biasa! bagaimana bisa dia membuat tuan menjadi sangat ketergantungan terhadap nya? padahal gadis ini adalah orang asing" Batin sekretaris Rai.
Arumi berjalan menuju Lionel. Ia tidak duduk di tempat yang telah di tunjukkan oleh Lionel, Arumi lebih memilih membungkukkan tubuhnya. Bibir Arumi sangat dekat dengan telinga Lionel.
Lionel bisa merasakan nafas Arumi menerpa telinga nya, dan wangi tubuh Arumi yang sangat manis.
"Sungguh menggoda!" Batin Lionel tanpa sadar.
Lionel melihat Arumi dari ekor matanya.
Deg!
"Perasaan apa ini?" Batin Lionel lagi.
"Apa Tuan sangat ingin tahu?" Arumi mulai bertanya di telinga Lionel.
Lionel hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Ada sesuatu yang membuat nya tidak bisa fokus saat ini.
"Jawaban nya adalah..." Arumi sengaja menggantung kan kalimat nya.
Lionel masih menanti jawaban Arumi.
"... KEPO... " Arumi menjawab pertanyaan Lionel dengan menggunakan bahasa Indonesia. Saat ini Arumi tengah menahan tawa nya ketika melihat ekspresi yang di perlihatkan oleh Lionel.
"Baiklah Tuan, kalau begitu saya permisi dulu" Arumi segera beranjak dari tempat nya. Tanpa menunggu jawaban dari Lionel Arumi pergi, tapi dia juga pamit pada sekretaris Rai.
Dia pergi masih dengan menahan tawa nya.
"... KEPO...? apa itu ?" Tanya Lionel pada sekretaris Rai.
"... KEPO...? maaf Tuan saya juga tidak tahu apa itu. Mungkin itu... sejenis makanan" Jawab sekretaris Rai.
Saat ini Sekretaris Rai tidak mengetahui apa jawaban yang di pertanyakan oleh Lionel. Jadilah ia mencari tahu kata "KEPO" itu di aplikasi yang ada di ponsel nya.
Sekretaris Rai menahan tawa nya ketika dia mengetahui apa arti dari kata "KEPO" yang di sebut kan Lionel tadi.
"Seperti nya gadis itu sedang mengerjai Tuan" Batin Sekretaris Rai.
"Jadi... apa itu KEPO?" Tanya Lionel yang masih penasaran dengan kata yang di lontarkan Arumi tadi.
"Itu... seperti yang saya katakan tadi tuan KEPO itu nama makanan" Jawab sekretaris Rai berusaha untuk menampilkan wajah biasa nya, untuk menahan tawa nya.
"Oh... ayo kau juga makan!" Perintah Lionel, dia percaya begitu saja dengan apa yang di katakan oleh sekretaris Rai tadi.
***
Saat ini Arumi sedang tertawa lepas di dalam lift. Dia masih ingat dengan jelas ekspresi yang di tampilkan Lionel tadi.
Walaupun Arumi besar di London tapi,ia tetap fasih dalam bahasa Indonesia, bahasa negara kelahiran ibu nya.
Dulu ketika nenek dan kakek dari ibu nya masih hidup, Arumi sering kali menghabiskan waktu untuk mengobrol dengan kakek dan nenek nya yang ada di indonesia. Ia sering kali menelpon dan melakukan video call, bahkan Arumi memiliki beberapa teman di Indonesia saat itu. Walaupun sudah sangat jarang mereka melakukan komunikasi.
Setelah lift sudah sampai di lantai satu, ketika pintu terbuka dia segera mengendalikan ekspresi nya.
Banyak orang-orang yang memperhatikan Arumi. Mereka bertanya-tanya siapa kah wanita yang sudah keluar dari lift khusus untuk direktur? banyak sekali dugaan yang mereka lontarkan para karyawan saat melihat Arumi. Meraka menerka dengan suara yang cukup bisa di dengar oleh Arumi.
Tapi Arumi tidak mempedulikan apa yang di katakan oleh para karyawan majikan nya ini.
Dia lebih memilih untuk mempercepat langkah nya, agar cepat sampai ke hotel. Dan kembali beristirahat.
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗