
"Nona Arumi..." Panggil orang tersebut.
Merasa nama nya di panggil , Arumi menoleh ke kanan dan ke kiri mencari asal suara. Tapi dia tidak menemukan si empu suara. Mengingat suara yang cukup familiar di telinga Arumi. Dia pun mencoba menerka-nerka siapa gerangan yang memanggil nya. Nihil. Arumi tidak bisa mengingat wajah siapa yang menjadi pemilik suara itu.
Tak jauh dari tempat Arumi berdiri , di arah barat Arumi. Ada pria tampan yang memperhatikan gerak-gerik Arumi. Menatap intens Arumi.
Cantik!
Batin pria yang tampan yang sedang memandang Arumi.
"Siapa yang manggil aku ya? Kok tidak kelihatan orang nya" Gumam-gumam Arumi.
"Ya udah lah, aku mau icip-icip ini semua dulu" Gumam Arumi berbinar menghampiri meja yang penuh dengan makanan.
Tanpa Arumi ketahui , ada seorang pria lagi yang tak melepaskan pandangannya dari Arumi. Menatap gemas Arumi yang mengendap-endap mendekati meja yang penuh dengan berbagai macam makanan manis.
"Hemm... Kok rasa nya , Yang makan baru aku aja ya" Gumam Arumi melihat sekeliling nya.
Sesuai dengan yang di pikirkan nya , hanya dia saja lah yang sudah mencicipi makanan yang ada.
Merasa malu atas tindakan nya sendiri yang makan sebelum ada perintah di perbolehkan untuk makan.
Dengan tergesa-gesa dia mengunyah cake yang ada di tangan dan di mulut nya. Merasa cukup dengan kunyahan nya , Arumi pun menelan cake yang tak bersalah itu. Lalu mengendap-endap menjauhi meja yang penuh dengan berbagai macam makanan manis itu.
Merasa sudah cukup jauh dari meja itu, sekali lagi dia memperhatikan sekeliling nya.
Arumi menghela nafas nya , merasa lega karena tidak ada yang memperhatikan nya. Pikir Arumi. Tanpa tahu ada dua orang yang menahan tawa nya melihat tingkah Arumi.
Tak lama setelah itu. Sepasang manusia yang berbeda jenis memulai acara.
Pembawa acara mengatakan bahwa akan ada dua tamu penting yang akan memberikan kata sambutan.
Ketika tamu penting yang pertama di sebut kan , dan di persilahkan untuk maju ke atas panggung. Membuat semua para gadis berteriak histeris memuja.
Arumi tidak terlalu memperhatikan siapa yang menjadi tamu penting. Dan dia malah memilih memainkan ponselnya.
Tapi itu tak berlangsung lama. Ketika ia mendengar suara tamu yang di katakan penting itu, suara yang familiar di telinga nya. Suara orang yang memanggil nya tadi. Mendengar suara itu , Arumi menjadi tidak lagi fokus pada ponsel nya.
"Wah tak ku sangka ternyata paman itu yang menjadi tamu penting nya, hemm... kira-kira tamu penting yang kedua siapa ya?" Pikir Arumi.
"Tidak mungkin kan si majikan menyebalkan menjadi tamu penting yang satu nya" Batin Arumi terkekeh dengan pemikiran nya sendiri.
Arumi kembali lagi fokus pada ponsel nya. Arumi sedikit jengah dengan tingkah laku para perempuan yang heboh melihat ketampanan Lais. Hanya dia saja yang malas jika melihat wajah Lais.
Tak seperti yang lain , yang memikirkan wajah tampan itu. Arumi saat ini malah memikirkan sesuatu yang manis.
__ADS_1
"Hah... cepat lah selesai! Aku ingin mencicipi beberapa cake manis yang wajib di santap itu" Batin Arumi.
Saat Lais sudah selesai dengan kata sambutan nya. Kini giliran tamu penting yang kedua di persilahkan untuk menyampaikan kata sambutan juga. Seperti nya doa Arumi terkabul kan.
"Astaga, seperti nya apa yang aku ucapkan tadi benar-benar terjadi. Majikan menyebalkan benar-benar ada di depan sana" Gumam-gumam Arumi frustasi.
"Kenapa dua orang yang tidak ingin ku temui harus ada di sini" Batin Arumi lagi
Arumi belum ingin bertemu dengan Lionel, karena dia masih bingung, bagaimana cara nya berterima kasih kepada majikan nya itu.
Dan untuk Lais, Arumi tidak ingin bertemu dengan nya. Karena setiap kali mereka bertemu Lais selalu saja mengganggu nya.
~
Acara malam ini berjalan sesuai rencana yang di harapkan kepala sekolah. Tidak ada kesalahan yang terjadi saat acara berlangsung. Sebenarnya pihak sekolah ingin memberikan kejutan pada Arumi, tapi itu tidak terjadi karena sebelum mereka mengadakan nya, Arumi telah melarang melakukan hal itu.
Arumi juga merasa tenang, karena tidak ada yang menggangu nya. Untung saja Delvin, sepupu Arumi lebih memilih untuk bersama dengan para gadis populer di sekolah nya, jadi dia tidak membuat ulah dengan Arumi.
"Wah wah sepertinya ini hari paling tenang selama aku berada di keramaian lingkungan sekolah, karena tidak ada yang menggangu ku. Dan aku juga bisa mencicipi cake ini dengan tenang" Gumam Arumi melihat sekeliling nya.
Pesta selesai padahal belum larut malam. Itu di karenakan para siswa harus bersekolah besok pagi. Dan Arumi juga harus segera pulang karena dia mendapat pesan dari sekretaris Rai untuk segera pulang, karena Lionel ingin pulang bersama dengan nya. Bukankah itu aneh. Pikir Arumi.
Karena tidak ingin menarik perhatian. Lionel meminta Arumi agar menyusul nya ke parkiran sekolah. Di perjalanan menuju tempat parkir. Sama seperti sebelumnya, suara familiar itu memanggil Arumi lagi.
Dia terus saja berjalan santai menuju mobil Lionel.
Saat Arumi sudah hampir sampai, hanya tinggal lima meter lagi dia akan sampai di hadapan mobil. Tiba-tiba saja ada yang menahan lengan Arumi.
"Oh... paman, ada apa?" Tanya Arumi memanggil Lais dengan sebutan paman, sama seperti pertama kali nya mereka bertemu.
"Hei nona, bisakah kamu tidak memanggil ku paman? Aku belum setua itu. Dan lagi pula aku juga tidak menikah dengan bibi mu, sehingga kamu selalu saja memanggil ku paman" Kata Lais, ada tersirat nada kesal dalam perkataan nya.
"Baiklah ada apa kak Lais?" Tanya Arumi pasrah. Arumi tidak ingin memperpanjang waktu nya bersama dengan Lais. Karena tuan nya sedang menunggu di dalam mobil.
"Kenapa nada bicara mu seperti tidak ingin bertemu dengan ku saja?" Tanya Lais.
Tuh sebenarnya kamu tahu!
Batin Arumi.
"Tidak! hanya saja, saya sudah di tunggu majikan saya. Jadi saya harus segera pergi" kata Arumi tidak ingin basa-basi.
"Oh baiklah. Kalau begitu, boleh kah aku meminta nomor ponsel mu?" Arumi memicingkan matanya menatap curiga Lais. "Hei! Kamu jangan salah paham! Aku hanya ingin berteman dengan mu saja" Jujur Lais karena melihat tatapan curiga dari Arumi.
Menyodorkan ponsel pada Arumi.
__ADS_1
Melihat ponsel itu, Arumi masih memicingkan mata nya melihat gelagat Lais.
"Hemm... baiklah" Kata Arumi mengetik nomor ponsel nya.
Tanpa mereka sadari. Ada sepasang mata yang memperhatikan kedua nya. Memperhatikan Arumi dan Lais yang berdiri cukup dekat. Lionel keluar dari mobil, terang-terangan menunggu Arumi. Agar Arumi segera menghampiri nya.
Melihat Lionel menunggu kedatangan nya di luar mobil. Arumi mempercepat urusan nya. Setelah selesai, tanpa kata apa-apa lagi. Arumi mengembalikan ponsel Lais, lalu berlari secepat nya menuju Lais.
"Masuk!" Titah Lionel dingin ketika Arumi telah sampai.
Arumi hanya bisa menuruti perintah majikannya saja. Dia tidak terlalu memperhatikan kenapa Lionel tiba-tiba saja dingin pada nya.
Di sepanjang perjalanan pulang, tidak ada yang memecahkan keheningan di dalam mobil.
"Tidak ada kah yang ingin di sampaikan nya pada ku? Apa dia tidak bingung karena aku tiba-tiba bersikap dingin padanya?" Batin Lionel.
"Tunggu dulu! ada apa dengan ku? kenapa aku seperti ini? Bukan kah aku berencana untuk menghindar dari nya" Batin Lionel tersadar kan.
"Tuan... terimakasih" Ucap Arumi menghentikan lamunan Lionel.
"Untuk apa?" Tanya Lionel melihat Arumi.
Cantik!
batin nya Lionel.
"Terimakasih atas dress nya tuan" Tutur Arumi memberikan senyuman manis nya.
"Manis sekali... uuuh ingin sekali aku mengecup bibir itu lagi" Batin Lionel tanpa sadar.
"Astaga Lionel! Apa yang kau pikirkan?" Lionel langsung mengalihkan pandangan nya ke jendela mobil, karena tidak kuat menahan gejolak batin nya melihat senyuman Arumi.
"Heh! Itu tidak gratis. Gaji mu akan ku potong untuk membayar dress itu" Ucap Lionel tanpa menatap Arumi.
"What? Kalau tahu gaji ku akan di potong karena dress ini, mending aku memakai pakaian longgar ku tadi. Atau tidak usah ikut pesta sekalian" Gumam Arumi yang masih bisa di dengar oleh Lionel.
sengaja.
Lionel yang mendengar gumaman Arumi tidak menanggapi nya. Karena dia sedang menjernihkan pikiran nya.
"Hei bibir yang sedang tersenyum. Hilang lah dari pikiran ku!" Batin Lionel frustasi.
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗
__ADS_1