
Arumi sedang memakan sarapan yang di buat Tika. Dirinya masih merasa lapar walau sudah melahap bubur Lionel sampai kandas.
Tika menghampiri Arumi yang tengah menekuni makanan nya. Duduk di samping Arumi memperhatikan setiap gerak gerik yang di lakukan nya.
"Kamu. Siapa? " Akhirnya Tika memulai pembicaraan setelah Arumi menyelesaikan sarapan yang ke dua nya.
Arumi memandang Tika aneh. Apa maksud dari pertanyaan yang di ajukan Tika.
"Aku...
Tunjuk Arumi pada diri nya.
"Iya kamu. Memang siapa lagi? Kamu… siapa sebenarnya? " Tanya Tika kedua kalinya.
"Aku adalah pembantu di rumah ini, memang aku siapa lagi? " Jawab Arumi malah balik bertanya.
"Tapi. Kenapa kamu...
"Nanti saja ya. Aku diinterogasi nya kak" Pinta Arumi.
"Pekerjaan kita hari ini banyak sekali. Dan harus segera diselesaikan, jika ingin membahas tentang aku. Akan lama cerita nya" Sambung Arumi beranjak dari duduk nya. Meletakkan piring di wastafel.
"Baiklah. Apa yang harus kita lakukan? " Tanya Tika.
Benar perkataan Arumi. Hari ini banyak sekali pekerjaan yang harus di lakukan. Mengingat Nyonya dan Tuan besar akan pulang.
Tika yang selama ini pekerjaan nya adalah sebagai chef di Indonesia, dan pekerjaan yang dilakukan nya hanya memasak di dapur. Menghidangkan yang terbaik untuk pelanggan di restoran yang menjadi tempat kerja nya.
Selalu mengomando para koki lainnya agar selalu memberikan yang terbaik.
Tapi tidak di sini. Di tempat kerja baru nya.
Walaupun dia tetap menjadi seorang koki di sini. Dan terlebih tidak ada pembantu selain wanita yang baru di kenal nya hari ini. Arumi.
Ini hal baru bagi nya. Dia tidak akan memberi komando, tapi dia lah yang akan dikomandoi.
Menunggu perintah Arumi.
Arumi tidak langsung menjawab pertanyaan Tika. Gadis itu mengotak-atik ponsel nya, lalu menempelkan pada telinga.
Panggilan langsung terjawab.
"Halo sekretaris Rai" Sapa Arumi.
"Ya. Apa anda membutuhkan pekerja? " Tanya sekretaris Rai tanpa basa-basi.
"Ya. Saya membutuhkan sepuluh laki-laki dan sepuluh perempuan" Arumi langsung mengutarakan maksud nya.
"Baiklah. Akan saya kirim sesuai yang anda minta" Jawab Rai.
"Baik. Akan saya tunggu. Saya harap mereka cepat sampai di sini"
__ADS_1
"Ya" Jawab Rai singkat.
Tanpa menjawab lagi, sambungan telepon di putuskan oleh sekretaris Rai.
Arumi mengotak-atik lagi ponsel nya. Menempelkan lagi pada telinga nya.
"Halo mommy" Sapa Arumi ramah.
"Halo sayang. Kamu apa kabar? "
"Baik. Apa mommy akan segera sampai di sini? " Tanya Arumi langsung.
"Eh. Kok kamu tahu mommy akan kesana? " Tanya Kesya penasaran.
"Sekretaris Rai mom"
"Ih. Rai ini. Padahal mommy ingin memberi kejutan untuk kamu" Seru Kesya.
Arumi tidak menjawab seruan Kesya.
"Ya. Sebenarnya mommy sudah sampai. Tapi suami mommy tiba-tiba ada urusan mendadak, jadi belum bisa langsung kesana. Mungkin siang mommy sampai di rumah. Hemm… Bagaimana dengan Lio? Apa dia sudah siuman? " Tanya Kesya.
"Sudah mom" Jawab Arumi singkat. Karena dia sangat malas sekali membahas perihal Lionel.
"Ah. Bagus lah... Mommy khawatir sekali" Desah Kesya lega. Padahal dia tidak langsung menanyakan kabar anak nya, tapi menanyakan kabar Arumi dulu.
"Apa ada sesuatu yang mommy inginkan untuk makan siang? " Tanya Arumi tanpa basa-basi.
"Mommy ingin apapun yang kamu masak. Karena semua yang kamu masak enak sekali" Seru Kesya senang.
"Baiklah. Kalau begitu sudah dulu ya mom. Arumi akan memasak yang spesial untuk mommy" Seru Arumi.
"Yah. Baiklah. Padahal mommy masih ingin mengobrol lebih lama dengan kamu" Seru Kesya terdengar lesu.
"Tapi tidak apa-apa. Karena sebentar lagi kita akan bertemu dan menghabiskan waktu bersama sebanyak mungkin" Seru Kesya senang.
"Baiklah mom. Sampai bertemu siang nanti" Salam Arumi.
"Dadah sayang"
Arumi mematikan ponsel nya.
Tika yang hanya mendengarkan pembicaraan Arumi, memandang nya penuh tanda tanya.
Benar-benar ingin sekali bertanya.
Tapi di urungkan nya, karena seperti kata Arumi hari ini banyak sekali pekerjaan. Dan akan makan waktu yang lama jika bercerita.
"Hah" Arumi menghela nafas nya panjang.
"Kak apa kakak bisa...
__ADS_1
"Lio! Rai" Teriak seseorang dari pintu utama. Berteriak berulang kali, dengan nyaring.
"Tunggu sebentar ya kak" Pinta Arumi, dia berjalan menuju pintu utama. Menghampiri orang yang telah berteriak bagai di dalam hutan.
Tika tidak mengikuti perintah Arumi, untuk menunggu nya. Dia mengikuti Arumi yang berjalan menuju arah suara, suara yang sedang berteriak memanggil nama majikan nya.
Di depan pintu utama, seorang laki-laki memakai setelan jas dokter, yang tiada henti nya memanggil Lionel dan sekretaris Rai. Siapa lagi kalau bukan Ricki yang berteriak. Berteriak tidak tahu tempat bagai di hutan.
Ricki berhenti berteriak nya setelah melihat kedatangan Arumi dan Tika. Dengan wajah tanpa dosa yang telah membuat kehebohan, Ricki tersenyum manis.
"Selamat pagi dokter" Sapa Arumi diikuti Tika.
"Selamat pagi juga nona" Balas Ricki.
"Kak. Tolong kakak antar kan dokter ini menemui tuan" Pinta Arumi.
"Mari dok. Ikuti saya" Ucap Tika memimpin jalan.
Arumi kembali ke kamar nya menulis beberapa catatan bahan-bahan makanan yang kurang menurut nya.
Selang beberapa menit kemudian, datang lah para pekerja yang diminta Arumi pada sekretaris Rai tadi.
Seperti yang diminta, ada sepuluh laki-laki dan sepuluh perempuan.
Arumi memberi mandat kepada semua pekerja.
Semua mendapatkan tugasnya masing-masing. Dua wanita yang akan menemani Arumi memasak. Dan tujuh wanita nya akan membersihkan kamar yang akan di tempati Tuan dan Nyonya besar, termasuk kamar kosong lainnya.
Seorang laki laki dan seorang perempuan akan pergi membeli bahan makanan.
Dan sisa nya akan membersihkan kebun yang sudah lama tidak terurus. Arumi sengaja meminta banyak orang agar pekerjaan lebih cepat selesai.
Semua orang melaksanakan tugas yang diberikan oleh Arumi dengan profesional, tanpa bantahan. Karena mereka sudah di perintah oleh sekretaris Rai untuk mengikuti semua yang dikatakan oleh Arumi. Tanpa sepengetahuan Arumi sendiri.
Dengan semua kemampuan yang ada, Arumi memasak makanan yang menurut nya akan terasa spesial jika di cicipi Kesya dan suami nya.
Semua orang sangat sibuk mengerjakan tugas masing-masing. Suasana tidak seperti biasanya, hening senyap tanpa suara. Rumah ini terasa hidup, berpenghuni. Suasana rumah tangga yang seharusnya.
Tak lama Tika kembali ke dapur membantu Arumi menyiapkan segala nya. Ah... suasana dapur yang sangat dirindukan Tika.
Disela kesibukan Tika memandang heran Arumi. Di kepala nya masih berputar pertanyaan "Siapa Arumi ini sebenarnya? "
Jika di tanya, Arumi akan menjawab bahwa dia hanya seorang pembantu. Tapi jika dilihat, semua orang yang mematuhi ucapan nya tanpa ada bantahan. Bahkan Lionel pun yang tidak bisa berkata apa-apa jika Arumi sudah berucap. Dan sekretaris Rai yang memintanya untuk tidak menyinggung Arumi.
Dan. mendengar dari obrolan nya dengan seseorang yang seperti nya adalah Nyonya besar di rumah ini, dengan memanggil nya mommy, Arumi tidak terlihat seperti seorang pembantu.
"Memangnya ada pembantu yang memanggil Nyonya besar dengan sebutan mommy? " Batin Tika bertanya-tanya tiada henti nya.
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗
__ADS_1