
Setelah makan siang selesai Gamila dan Kesya membatu Arumi membereskan peralatan makan. Disela mencuci piring Arumi menangkap suatu dari obrolan Gamila dan Kesya bahwa Lionel masih ada urusan pekerjaan, sekretaris Rai dan Tika pun masih mengikuti Lionel. Sehingga membuat mereka bertiga masih berada di London.
Sementara itu Bara Albi dan Rio sedang berada di ruang keluarga entah apa yang mereka mainkan.
Setelah selesai dengan pekerjaan nya, Arumi berniat pamit hendak ke kamar. Tapi diurungkan nya karena Gamila sudah menarik tangan Arumi agar mengikuti langkah Kesya yang menuju taman di belakang rumah.
Ketiga wanita itu duduk santai dibawah pondokan minimalis bergaya klasik, sangat cocok sekali untuk bersantai-santai sambil minum teh di siang hari. Karena pondokan itu berada di tengah-tengah taman sehingga Arumi bisa melihat sekeliling taman.
Masih belum ada percakapan diantara mereka bertiga. Hanya Gamila dan Kesya yang memandang Arumi dengan senyum sumringah mereka. Membuat Arumi risih dengan senyuman kedua wanita itu, akhirnya membuka suaranya.
"Maaf… kenapa mommy dan Bu Gamila mengajak Arumi kesini? " Tanya Arumi semakin membuat senyuman di wajah Gamila lebar merekah.
"Hemm… jadi…
"Tunggu mom, biar Gami saja yang memberitahukannya" Gamila menyela kata-kata Kesya.
"Haha baiklah" Jawab Kesya menyetujui permintaan Gamila.
"Arumi. Aku harap kamu mau mendengarkan cerita ku. Dan di akhir cerita kamu boleh menyuarakan pendapat kamu. Dan kamu boleh mengambil keputusan yang menurut hati kamu benar" Kata Gamila sebelum memulai ceritanya.
Arumi hanya menganggukkan kepalanya menanggapi pernyataan Gamila. Walaupun ia begitu penasaran dengan apa yang akan di ceritakan Gamila, dan apa hubungan cerita ini dengan dirinya, Arumi tetap menutup rapat mulutnya seperti pinta Gamila.
Mulailah alunan alur kisah hidup Gamila yang berawal dari pertemuan pertama nya dengan Lionel ketika Lionel di kejar-kejar anjing. Lalu Gamila menyelamatkan Lionel sudah seperti pahlawan saja, dan hal itu membuat Lionel kagum dengan keberanian Gamila. Kisah-kisah kecil yang terjadi diantara Lionel dan Gamila hingga pertemuan pertama Gamila dengan Kenzo yang menyebabkan Gamila jatuh cinta pada pandangan pertama.
Kisah romantis yang tak akan pernah Gamila lupakan ketika Kenzo melamarnya hingga tragedi yang merenggut nyawa Kenzo di saat seharusnya ia berbahagia.
Menceritakan saat-saat terakhir Kenzo bernafas, yang meminta Gamila agar tetap berbahagia hingga meminta Gamila menikah dengan Lionel.
Saat-saat Gamila masih terpuruk dalam kesedihan dalam tahun pertama kepergian Kenzo.
__ADS_1
Hingga Gamila mencoba bangkit dengan bantuan orang-orang di sekitar yang sangat menyayanginya.
Kisah saat Gamila mulai mencoba untuk menjadi kekasih Lionel selama satu tahun. Hingga Gamila mencoba untuk melakukan permintaan terakhir Kenzo dengan menikahi Lionel.
Cerita tentang pernikahan tanpa persiapan matang dan hanya di ketahui dua keluarga besar saja. Awal pernikahan yang membuat kesepakatan dengan para orang tua. Kesepakatan yang di buat agar tidak menyakiti satu sama lainnya.
Lalu perjalanan rumah tangga yang tidak bahagia tidak pula menderita. Pernikahan yang berisi hanya saling memenuhi hasrat biologis.
Hingga kecelakaan Lionel yang menyebabkan pertemuan pertama dengan Arumi. Lalu Lionel yang jatuh hati pada masakan Arumi tanpa disadari oleh siapapun. Rasa yang belum pernah dirasakan Lionel yang bermula dari lidah hingga turun ke hati. Yang membuat Lionel jatuh cinta untuk pertama kalinya rasa cinta yang mengalahkan rasa kagum Lionel pada Gamila.
Dan begitu pula dengan Gamila, ia bertemu dengan pria yang bisa membuat hatinya berdebar tidak karuan hanya karena tindakan kecil yang dilakukan pria itu.
"Dan karena kami telah menemukan cinta kami masing-masing, kami berdua memutuskan untuk bercerai. Karena kesepakatan dengan orang tua kami tentang bercerai adalah kami harus menemukan cinta dan kebahagiaan kami masing-masing. Jadi bukankah ini takdir yang sudah di atur oleh tuhan? Kami harus menikah dahulu barulah kami menemukan cinta kami sendiri. Skenario yang dibuat Tuhan sungguh tak kami sangka sangka. Ya walaupun rumit, aku sangat bahagia dengan hasil skenario ini. Dan dua Minggu lagi aku akan menikah dengan Rio" Sepanjang Gamila bercerita berbagai macam ekspresi ditampilkan wajah cantik aktris cantik itu.
Gamila tersenyum melihat Arumi yang mengernyitkan dahinya.
Arumi menatap manik Gamila, terlihat kejujuran yang terpancar dari matanya.
"Haaaah" Arumi hanya menghela nafasnya, ia menundukkan kepalanya. Tak tahu harus bagaimana menanggapi cerita Gamila.
"Dan aku harap kamu mau mencoba menerima dia. Jika kamu tidak bahagia kamu boleh berhenti, tapi jika kamu bahagia maka lanjutkan lah" ucap Gamila lagi.
"Huh apa karena tuan itu menyukaiku makanya mommy dan ibunya Bu Gamila selalu menjodohkan ku dengan nya? Dan… apa-apaan ini? Apa Albi juga tahu bahwa tuan menyukai ku sehingga dia memintaku untuk mempertimbangkan menerima lamaran tuan Lionel agar aku menjadi istri nya. Hah bahkan bocah itu sudah memberikan restu pada tuan. Hah bahkan aku belum di lamar sama sekali. Tapi semua orang mengharapkan aku untuk menerima lamaran tuan" Batin Arumi frustasi.
"Jujur saja. Aku tidak merasakan apapun pada tuan Lionel saat ini. Lalu bagaimana aku bisa menerima lamaran nya yang bahkan belum terjadi? " Lagi-lagi Arumi membatin.
"Ya. Aku pun tidak percaya jika tuan menyukai ku. Aku tidak percaya karena dia selalu membuat ku kesal. Selalu mengganggu waktu ku. Hal sepele pun harus serba aku yang melakukan nya. Darimana itu bisa di sebut suka? " Batin Arumi menyerah karena tidak mendapati jawabannya.
"Arumi" Panggil Kesya membuyarkan berbagai pertanyaan yang melintas di kepalanya.
__ADS_1
Arumi mendongakkan kepalanya menatap Kesya yang menatap nya hangat.
"Ya mom"
"Kamu sangat tahu bahwa dari dulu mommy menginginkan kamu menjadi menantu mommy. Kamu ingat tidak? Waktu itu kamu masih berusia sebelas tahun, mommy sudah menawari kamu untuk menjadi istri Lionel. Dan apakah kamu ingat jawaban kamu saat itu? " Tanya Kesya mengingatkan Arumi pada kenangan masa lalunya.
"Jika kakak itu mencintai Arumi dan bisa membuat Arumi mencintai nya Arumi mau" Gumam-gumam Arumi mengulang lagi kalimat yang di berikan nya sebagai jawaban Kesya pada saat ia berusia sebelas tahun. Arumi masih ingat saat Kesya menawarinya untuk menjadi istri Lionel di saat ulang tahunnya yang ke sebelas. Arumi tahu saat itu Kesya hanya bercanda padanya, tapi Kesya mengatakannya dengan penuh harap saat itu.
Kesya tersenyum melihat Arumi yang bergumam. Menandakan bahwa Arumi ingat sepotong memori nya saat berusia sebelas tahun.
"Mommy tidak akan memaksa kamu untuk mau menikah dengan Lionel. Ya jujur saja, Lionel terkadang bersikap kekanak-kanakan. Kamu tidak perlu memikirkan bagaimana perasaan mommy, jika Lionel melamar kamu, kamu harus memikirkan perasaan kamu sendiri barulah kamu menjawab lamarannya" Ucap Kesya tersenyum hangat.
"Dan jika kamu tidak yakin bahwa Lionel benar-benar menyukai kamu, kamu boleh mengujinya" Ucap Kesya, ia menyeringai jahil.
***
Setelah pembicaraan tadi siang, Arumi lebih banyak melamun hingga malam hari ini. Hingga waktunya tidur malam tiba.
Albi yang melihat Arumi hanya melamun saja, memeluk Arumi dan mengajaknya agar segera istirahat.
"Kak. Sudahi dulu lamunan kakak. Kita istirahat dulu" Ucap Albi memeluk Arumi.
"Eh. Iya kamu benar. Ayo istirahat" Ajak Arumi mengikuti kata-kata adiknya.
"Hah. Sangat membingungkan" Gumam-gumam Arumi mencoba menutup matanya agar segera istirahat.
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like vote and share yaa dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗
__ADS_1