
Hari ini adalah hari penerbangan Arumi untuk pulang ke rumah. Rumah Lionel maksud nya. Dan tentu saja sekretaris Rai juga ikut pulang ke rumah Lionel.
Setelah kejadian Lionel mencuri ciuman Arumi semalam, setiap menatap mata Arumi Lionel selalu salah fokus. Dia pasti langsung saja fokus pada bibir Arumi. Dan itu membuat nya salah tingkah.
Sedangkan sekretaris Rai hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Lionel.
Sementara itu , Arumi malah terlihat santai-santai saja, seolah tidak ada yang terjadi.Lagi pula Arumi memang tidak menyadari bahwa Lionel telah mencuri sesuatu dari nya.
"Jika dia tahu bahwa aku telah mencuri ciuman nya ketika dia tidur semalam, mau di taruh di mana wajah ku nanti. Dan... kenapa level ku bisa rendah seperti ini, bahkan seorang pembantu pun ku embat. Harga diri ku pasti tercoreng buruk jika Fathan mengetahui hal ini" Batin Lionel ingin mengalihkan perhatian nya pada bibir seksi Arumi. Hal itu tidak akan berlangsung lama, karena Lionel mulai lagi kehilangan akal nya ketika melihat bibir seksi Arumi.
Mereka bertiga pulang menggunakan jet pribadi Lionel, jadi Arumi bisa duduk di mana saja yang dia inginkan. Arumi memilih untuk duduk di belakang Lionel dan sekretaris Rai saja, dia ingin mengistirahatkan tubuh nya sejenak.
Selama perjalanan, Arumi memilih untuk tidur. Karena dia harus mulai sekolah lagi besok. Walaupun hanya untuk sehari saja, dikarenakan untuk mengadakan perayaan keberhasilan Arumi dalam meraih juara pertama dalam lomba fisika. Dan untuk lusa nya Arumi di perbolehkan untuk liburan selama tiga hari. Selama tiga hari liburan , Arumi harus memikirkan bagaimana cara nya bisa lepas dari majikan nya yang menyebalkan.
Sebenarnya Lionel ingin duduk di dekat Arumi, rasanya Lionel hanya ingin memandangi wajah cantik Arumi yang sedang tertidur. Jadilah Lionel duduk di seberang kanan Arumi, dan apa yang dilakukan oleh Lionel tak luput dari pandangan sekretaris Rai.
"Huh! lihat lah wajah nya yang menggemaskan itu, rasa nya ingin sekali ku kecup setiap lekuk wajah nya" Batin Lionel yang sedang melirik Arumi.
Walaupun Lionel menutup mata nya dan mengintip sedikit ,dengan membuka mata nya sedikit saja, Sekretaris Rai tahu bahwa Tuan nya itu sedang memperhatikan Arumi.
"Astaga apa yang sedang aku pikirkan? tidak!tidak boleh! aku tidak boleh mengkhianati istri ku! gadis itu sangat berbahaya. Seperti nya aku harus menghindari nya. Dan bertemu hanya ketika makan saja" Batin Lionel menyadarkan dirinya.
"Tidak! aku tidak boleh bertemu lagi dengan nya! bahkan saat makan pun. Mulai saat ini dia tidak boleh lagi makan bersama dengan ku!" Batin Lionel berteriak.
Lionel pun membelakangi Arumi dan menghadap jendela. Lionel menutup mata nya sempurna agar tidak memikirkan hal liar lagi tentang Arumi.
"Aku harus bisa membatasi diri dengan nya!" Putus Lionel.
***
"Lio maaf kan aku, aku juga ingin bahagia! Dan kamu pun juga berhak untuk bahagia" Gumam nya. Wanita itu menghela nafas panjang.
"Dan kebahagiaan mu bukan lah aku"
"Hay Beby, kenapa kamu di sini? ayo kita makan siang bersama dengan yang lain" Ajak seorang pria pada nya
__ADS_1
"Ayo! Dan... berhenti memanggilku Beby!" Ucap wanita itu tegas. Tapi senyum tipis terbit di wajah cantik nya.
"Oke Beby" Ucap pria itu tetap pada pendiriannya.
***
Hari ini adalah hari pertama kali Arumi kembali ke sekolah setelah dua Minggu lamanya ia mengikuti lomba. Saat ini Arumi sedang mendengarkan kata sambutan dan kata penuh syukur atas keberhasilan Arumi.
Di dalam kata sambutan yang di sampaikan oleh kepala sekolah, beliau akan mengadakan pesta perayaan atau pesta dansa atas keberhasilan Arumi.
Arumi juga menyampaikan beberapa kata, atas keberhasilan nya dan ucapan terimakasih atas kepercayaan sekolah yang mempercayai Arumi untuk mengikuti lomba tersebut.
Para guru dan para siswa yang tidak memiliki masalah dengan Arumi, dan mereka juga bangga atas pencapaian yang telah Arumi raih. Walaupun tidak semua siswa.
Ada beberapa siswa yang tidak menyukai Arumi, dan itu adalah Delvin and the geng's. Dia secara terang-terangan melihatkan wajah ketidaksukaan nya ketika Arumi menyampaikan beberapa kata sambutan.
Tapi Arumi tidak peduli akan hal itu.
Untung saja sebelum makan siang sekolah sudah di pulangkan.
Sejak semalam Arumi belum melihat majikan nya walaupun itu hanya untuk satu detik. Hanya sekretaris Rai yang terlihat ketika ia berangkat sekolah.
Lionel tidak seperti biasanya. Ia memilih untuk makan siang di kantor dari pada di rumah. Karena ia sudah memulai rencana nya untuk menghindar dari Arumi. Dan sekretaris Rai lah yang menjadi objek rencana tersebut.
Karena Lionel meminta sekretaris Rai untuk menjemput makan siang nya yang telah di masak Arumi.
Lionel takut jika Arumi berada pada jarak pandang yang bisa di jangkau nya, dia akan kehilangan akal nya kembali.
Bahkan Lionel berencana untuk tinggal di rumah keluarga nya untuk sementara waktu, hingga istrinya selesai dengan job nya.
Sekretaris Rai sudah sampai di rumah, dan menunggu Arumi selesai memindahkan makan siang Lionel ke tempat bekal.
"Yuhuuu si bos menyebalkan gak makan siang di rumah" Batin Arumi gembira.
"Ini sekretaris Rai makan siang tuan" Arumi memberikan tempat bekal makan siang Lionel.
__ADS_1
"Terimakasih nona" Ucap sekretaris Rai seraya meninggalkan Arumi.
"Eh... tunggu sekretaris Rai!" Seru Arumi menghentikan langkah sekretaris Rai.
"Ya ada apa nona? Saya harus cepat kembali ke kantor. Tuan sudah menunggu makan siang nya sedari tadi" Ucap sekretaris Rai langsung pada intinya, karena dia tidak ingin menjadi tempat amukan tuan nya karena menahan lapar yang mendera perut nya.
"Nanti malam ada pesta di sekolah, dan... tolong sampaikan pada Tuan , jika saya akan pergi" Pinta Arumi memberanikan diri nya.
"Baiklah nanti akan saya sampaikan kepada Tuan" Ucap sekretaris Rai, lalu pergi begitu saja meninggalkan Arumi.
"Dan... sekarang waktunya untuk memilih gaun untuk pesta" Gumam Arumi lesu.
"Hah... inilah yang tidak aku sukai dari pesta, harus dandan lah, pakai dress lah ribet amat. Kenapa gak boleh pakai celana training dan baju kaos aja sih" Gerutu Arumi sepanjang jalan menuju kamar nya.
Arumi membuka pintu lemari nya. Lalu menutup nya lagi. Dan dia memilih untuk membaringkan tubuhnya di atas kasur.
"Astaga... sejak kapan aku punya dress?hehe... gimana ya reaksinya semua orang kalau aku pakai celana training ku sama baju kaos ku ke pesta itu" Kekeh Arumi membayangkan reaksi semua orang.
Arumi tidak memiliki satu pun dress yang bisa di pakai nya untuk pesta nanti malam.
"Malas banget mau pergi ke mall untuk cari dress, Apalagi cuaca sedang panas saat ini" Gumam Arumi yang mata nya sudah mulai terpejam, kantuk sudah mendera mata nya. Dan alam mimpi pun sudah menyapa Arumi.
***
"Silahkan di makan Tuan" Ucap sekretaris Rai setelah menata makan siang Lionel di atas meja.
"Hemm" Balas Lionel.
"Tuan tadi nona Arumi meminta izin agar di perbolehkan pergi ke pesta di sekolah nya nanti malam" Ucap sekretaris Rai di sela makan nya.
Lionel hanya diam saja,belum menanggapi perkataan sekretaris Rai. Seperti sedang memikirkan sesuatu, terlihat dari alis nya yang berkerut.
"Tunggu! Rai selesai makan pergi lah ke butik dan ajak dia, pilih lah dress yang cantik! Bagaimana caranya dia pergi ke pesta jika tidak mempunyai gaun?" Tanya Lionel.
Tanpa Lionel sadari, dia menaruh perhatian nya pada Arumi lagi. Sekretaris Rai tercengang mendengar perkataan yang baru saja di lontarkan Lionel.
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗🤗