Hanya Dia

Hanya Dia
Trending topik


__ADS_3

Entah sudah lewat berapa hari setelah insiden yang membuat keuntungan besar bagi Gamila. Keuntungan mendapat lamaran dari pria yang di sukai nya dan mendapatkan tas branded dan make up yang sangat diinginkan. Hari itu benar-benar sangat membahagiakan bagi Gamila.


Berbeda dengan hari ini.


Saat ini suasana ruang tamu di apartemen Lionel terasa sangat menyesakkan di rongga dada, karena tatapan tajam yang di berikan oleh empat orang paruh baya yang menjadi orang tua dan mertua.


Sebenarnya ini adalah hari yang lenggang dari pekerjaan bagi Lionel. Karena beberapa hari setelah Rio melamar Gamila, ia benar-benar disibukkan oleh pekerjaan yang mengharuskan dirinya turun tangan langsung.


Dan sementara dengan Gamila, dia benar-benar tidak ada pekerjaan beberapa hari terakhir ini. Dia hanya menunggu Lionel agar bisa mengurus surat perceraian mereka ke pengadilan. Karena mereka berdua akan pulang ke New York bersama.


Dan untuk Rio, sudah beberapa hari ini pula mereka tidak berjumpa, hanya bertukar pesan saja.


Karena hal itu Gamila dan Lionel berencana untuk pulang siang ini. Dan mereka berdua memilih untuk bersantai di pagi harinya. Ya walaupun mereka masih berstatus suami istri, Gamila tidak tidur sekamar dengan Lionel lagi, mengingat dirinya sudah dilamar pria pujaannya.


Mereka berdua benar-benar sangat santai sekali, padahal waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi, tapi keduanya masih bergelut di dalam selimut, di kamar masing-masing. Hingga…


Tok


Tok


Tok


"Tuan" Panggil sekretaris Rai dari luar kamar Lionel.


Sudah berkali-kali sekretaris Rai mengetuk pintu kamar tuanya, tapi si empu kamar masih belum menjawab panggilan sekretaris Rai apalagi menunjukkan batang hidungnya. Jadilah sekretaris Rai membangunkan Gamila terlebih dahulu. Tidak seperti Lionel yang susah sekali untuk dibangunkan, Gamila sangat mudah sekali di bangunkan. Apalagi dia mendengar bahwa orang tuanya dan kedua mertuanya datang ke apartemen sepagi ini secara mendadak tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Dan sekretaris Rai juga mengatakan bahwa keempat paruh baya itu datang dengan wajah yang tidak menyenangkan.


Karena saking terkejutnya dengan keadaan Gamila tidak mandi terlebih dahulu, ia langsung saja berlari ke kamar Lionel setelah memakai pakaian yang layak, barulah ia membangunkan laki-laki itu.


Dan karena sekretaris Rai tidak berani masuk begitu saja kedalam kamar Lionel tanpa adanya perintah dari tuannya, akhirnya dia meminta Gamila agar membangunkan Lionel langsung.


Braaak!


Gamila membuka kamar Lionel kasar.


"Lio! Bangun! Mama papa sama mommy Daddy ada disini" Seru Gamila menarik selimut yang membungkus tubuh Lionel.


"Apa? " Braaak!


Lionel yang juga sangat terkejut dengan perkataan Gamila terjatuh dari tempat tidur.


"Aargrh" Ringis Lionel mengusap dahinya yang terbentur lantai.


"Pakai baju kamu. Aku akan menemui mereka dulu" Ucap Gamila panik meninggalkan Lionel yang kesusahan untuk berdiri dari jatuhnya, dan dibantu sekretaris Rai.

__ADS_1


"Apa yang mereka lakukan disini? " Tanya Lionel menerima baju yang diberikan sekretaris Rai.


"Saya juga tidak tahu tuan. Saya mendapatkan telepon dari nyonya dan beliau mengatakan bahwa nyonya sudah berada di depan pintu dengan wajah tidak senang" Jawab sekretaris Rai mengikuti langkah Lionel keluar dari kamar, menemui orang tuanya dan mertuanya.


"Hah apalagi ini? " Gumam-gumam Lionel.


Di ruang tamu sudah ada para orang tua dan mertua.


Gamila duduk tertunduk tidak berani menatap keempat paruh baya yang ada di hadapannya. Tanpa adanya basa-basi Lionel langsung saja menanyakan perihal kedatangan keempat paruh baya itu.


"Mom dad kenapa tiba-tiba datang kemari? " Tanya Lionel yang muncul dari belakang keempat paruh baya itu.


Kesya yang mendengar suara anaknya berdiri dari duduknya dan langsung menjewer telinga Lionel.


Plak!


"Hih anak nakal. Apa yang kalian lakukan di belakang kami? " Tanya Kesya memukul lengan Lionel.


"Aww lepas mom. Telinga Lio sakit" Ringis Lionel.


"Dad" panggil Lionel meminta bantuan papa nya lewat sorot matanya.


Plak


"Kamu pantas mendapatkan hukuman yang lebih dari itu" Timpal Bara enggan membantu anaknya.


"Huh sakit mom. Ini ada apa sebenarnya? Kenapa mommy tiba-tiba datang dan marah seperti ini? " Tanya Lionel masih berusaha meminta ampun Kesya.


Plak


Dan sudah kesekian kalinya Kesya memukul lengan anaknya. Dan


Plak


Lagi Kesya memukul, tapi kali ini lebih keras dari yang sebelumnya.


"Aww mommy plis lepasin dulu. Kita bicara baik-baik yaa? Kesalahan apa yang buat mommy marah seperti ini? " Rayuan Lionel dengan lembut meminta Kesya agar melepaskan jeweran di telinganya.


Seperti yang di pinta Lionel, Kesya melepaskan jeweran di telinga Lionel. Memerintahkan Lionel untuk duduk di samping Gamila.


"Huh. Kenapa tangan ku yang sakit sih" Batin Kesya kesal, telapak tangannya memerah karena memukul lengan Lionel.


"Kamu juga duduk Rai! " Perintah Kesya ketika melihat sekretaris Rai yang hendak pergi.

__ADS_1


Karena sekretaris Rai berpikir bahwa ini adalah urusan rumah tangga tuanya, dan dia tidak berhak untuk ikut campur. Tapi nyatanya, Kesya juga menatap sekretaris Rai kesal.


Entah kesalahan apa yang telah kami lakukan ini. Batin ketiga anak manusia yang di tatap tajam oleh keempat paruh baya.


"Apa kalian sudah melihat berita hari ini yang bertebaran di internet? Yang menjadi trending topik hari ini? " Tanya Kesya. Dan mendapat gelengan kepala sebagai jawaban nya.


"Hah coba kalian lihat ini! " Perintah Kesya sambil mengetik sesuatu di ponsel nya.


"Apa maksudnya ini? " Tanya Kesya meletakkan ponselnya di atas meja.


Lionel yang hendak mengambil ponsel Kesya tiba-tiba. Krang kring krung Krang kring krung ponsel Lionel berdering.


"Sebentar. Aku jawab telpon dulu" Seru Lionel langsung berlari menjauhi kawasan singa betina.


"Hey anak nakal" Teriak Kesya memanggil anaknya.


" Huh putra siapa sih dia? " Kesal Kesya menghela nafasnya.


"Gami. Ambil ponsel itu" Perintah Kinan, mamanya Gamila.


Dengan sigap Gamila langsung mengambil ponsel Kesya.


Dan


Lionel saat ini berada di dapur menjawab panggilan telpon setelah melihat nama Rio lah yang tertera di layar ponsel nya.


"Apa? " Tanya Lionel singkat.


"Apa kamu sudah melihat berita hari ini? " Tanya Rio panik.


"Belum. Memangnya ada apa dengan berita dan tranding topik di Internet? " Tanya Lionel penasaran, karena Kesya juga menanyakan hal yang sama padanya.


"Hah. Maafkan aku, sebenarnya aku ingin ke apartemen kamu untuk menjelaskan nya tapi aku sama sekali tidak bisa keluar karena banyak wartawan dan para fans ku yang berkumpul di bawah sana" Jelas Rio tanpa jeda.


"Lebih baik kamu melihat berita hari ini. Setelah manager ku bisa membawa ku keluar, aku akan menjelaskan nya secara detail. Dan aku harap sebelum itu kamu harus bersabar" Ucap Rio langsung mematikan panggilan telepon secara sepihak.


"Ada apa sih? " Gumam Lionel melihat trending topik hari ini.


"What the" Lionel mengumpati orang yang menjadi dalang dari kemarahan Kesya.


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like vote and share yaa dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗 lopyu 😘😘

__ADS_1


maap keun tak update kemarin🙏🙏


__ADS_2