Hanya Dia

Hanya Dia
Pembantu


__ADS_3

Dua jam adalah waktu yang cukup lama menunggu kedatangan Lionel. Yang mengatakan bahwa ia akan kembali satu jam lagi. Bosan karena tidak melakukan apa-apa. Akhirnya Arumi memutuskan untuk keluar dari ruangan Lionel.


Baru saja Arumi membuka pintu, ia sudah di kaget kan wanita yang menyapanya di kedua sisi pintu. Kedua wanita itu memakai seragam formal. Sudah seperti bodyguard saja. Pikir Arumi.


"Hemm sepertinya mereka beneran bodyguard, karena ada logo keamanan


"Apa ada yang bisa kami bantu nona? " Tanya wanita itu dengan kaku.


"Oh hemm, saya mau ke kantin. Tapi saya gak tau di mana. Hemm kantin nya di sebelah mana ya kak? " Tanya Arumi ramah.


"Mari nona, akan kami tunjukkan jalannya" Ucap wanita itu.


Wanita itu berjalan di sisi Kiri Arumi, tapi agak kebelakang sedikit. Mereka berdua erjalan menuju kantin seperti yang di katakan Arumi tadi. Hening yang dirasakan Arumi. Tapi inilah yang membuatnya nyaman, karena nantinya mereka pasti menjawab dengan kaku. Dan itu akan membuat Arumi merasa canggung sendiri. Tapi Arumi ingin mengetahui nama dua wanita ini. Ia pun bertanya, ya pada akhirnya wanita itu hanya menjawab apa yang Arumi tanyakan. Dan nama wanita yang rambut dikepang itu adalah Leslie.


Sesampainya di kantin, kedatangan Arumi mengundang perhatian para karyawan yang kebetulan sedang istirahat makan siang. Ditambah lagi di kedua sisi Arumi berdiri dua wanita. Semakin ramai lah suasana di kantin. Semua orang bertanya-tanya siapa Arumi ini.


"Nona silahkan duduk di tempat kosong itu, saya akan mengambil makan siang anda " Kata Leslie datar.


"Tidak perlu. Aku sudah membawa bekal ku" Arumi mencoba untuk menjawab datar seperti Leslie. Ia merasa kagum karena Leslie tidak ada ekspresi sama sekali.


"Kamu boleh mengambil makan siang kamu, saya akan menunggu di sana" Ucap Arumi.


Leslie hanya menganggukkan kepalanya, tapi ia sama sekali tidak bergerak untuk mengantri mengambil makan siang seperti perintah Arumi. Melihat Leslie yang masih diam di tempat, akhirnya Arumi berjalan menuju meja yang masih kosong. Dan Leslie pun mengikuti nya. Arumi duduk, tapi Leslie tidak mengikuti Arumi yang duduk. Ia hanya berdiri di belakang Arumi saja.


Di saat Arumi baru saja ingin menyuapi makan siangnya, datanglah tiga karyawan perempuan menghampiri Arumi dan Leslie. Mereka tersenyum ramah, meminta izin agar bisa bergabung bersama Arumi. Arumi hanya menganggukkan kepalanya menanggapi permintaan mereka. Toh ini adalah tempat umum bagi karyawan, jadi bisa diduduki siapapun, jadi Arumi tidak mempersalahkan nya. Tapi, saat mereka bertiga duduk di hadapan Arumi. Para karyawan yang lain jadi semakin heboh. Semakin kencang saja suara mereka bergosip.


Arumi yang tidak mempedulikan hal itupun, mulai lagi menyuapi makan siangnya. Arumi sudah menawarkan makan siangnya pada Leslie, tapi wanita itu hanya mengangguk saja.


Hemm baiklah, mungkin dia sudah di bayar untuk mengangguk saja. Pikir Arumi.

__ADS_1


Di pertengahan makan, Arumi menatap bingung ketiga perempuan di depannya. Mereka bertiga hanya menatap Arumi tanpa memakan makan siangnya.


Sepertinya ada yang ingin mereka tanyakan. Pikir Arumi.


Ia menghabiskan makan siangnya terlebih dahulu, lalu membalas tatapan ketiga perempuan itu.


"Kenapa kalian tidak makan? Dan kenapa melihat saya seperti itu? " Tanya Arumi sambil menggeser wadah makan siangnya.


"Nona siapanya pak direktur utama? " Tanya perempuan yang duduk di tengah dengan memberanikan diri. Ia masih dengan ramahnya bertanya.


"Saya pembantu di rumah tuan" Jawab Arumi jujur.


Mendengar jawaban Arumi membuat ketiga wanita itu memandang sinis Arumi.


"Cih ternya hanya seorang pembantu. Buang-buang waktuku saja" Ucap perempuan yang di sebelah kiri sudah bicara tidak ramah lagi.


"Heh sudah kuduga tidak mungkin dia saudara atau kekasih tuang. Lihat saja penampilan nya yang kampungan itu. Tidak modis sama sekali" Ucap si wanita yang di tengah.


Beberapa hari yang lalu, Lionel membuat peraturan baru. Ia mengatakan bahwa akan ada seorang wanita yang akan datang bersama dengan nya. Maka semua orang harus menyambut kedatangan nya dan wanita yang dimaksud itu. Dan wajib memanggil nya nona. Tentu saja semua karyawan heboh dengan peraturan ini. Menerka-nerka siapa gerangan wanita yang di sebutkan Lionel.


Sewaktu hari pertama Arumi ikut dengan Lionel ke perusahaan, semua orang kaget melihat penampilan Arumi yang terkesan kampungan. Di hari pertama itu, Arumi hanya memakai celana trening nya dan kaos polos, tak lupa pula kacamata tebal yang bertengger di hidung Arumi. Dan rambut yang di gerai, dan itu sedikit membuat kesan mengerikan bagi para wanita yang melihatnya.


Bagaimana bisa wanita itu percaya diri dengan penampilannya? Pikir para wanita saat pertama kali melihat Arumi.


Awalnya semua orang mengira bahwa wanita yang di maksud adalah kekasih Lionel. Tapi setelah melihat siapa wanita yang Lionel maksud dan bertanya siapa Arumi ini sebenarnya. Membuat ketiga wanita itu tak percaya. Syok dengan keadaan, merasa bahwa mereka lebih baik daripada Arumi dari segala hal.


Awalnya mereka tak masalah jika Lionel memiliki kekasih, asalkan itu sepadan dengan Lionel sendiri. Tapi jika model Arumi begini.


"Lebih baik aku yang menjadi kekasih pak direktur" Batin ketiga wanita itu kesal.

__ADS_1


"Haha mungkin dia merangkak naik ke atas ranjang direktur" Ucap ketiga wanita itu kompak, mereka merendahkan Arumi. Mereka mengatakannya dengan suara yang dapat di dengar semua orang. Dan itu semakin membuat heboh kantin.


"Hah kenapa setiap hubungan yang berbeda status harus ada drama seperti ini" Batin Arumi menatap malas ketiga wanita di hadapannya.


Arumi hanya diam saja, ia tak marah sama sekali. Karena merasa Arumi merasa bahwa dirinya tidak pernah melakukan apa yang diocehkan para wanita itu.


"Haha lihat dia. Dia diam saja, sepertinya benar yang kita katakan barusan" Ucap perempuan yang de tengah tertawa terbahak-bahak mengundang perhatian semua orang.


Leslie yang melihat nona yang sedang di jaganya di rendahkan di depan umum. Ingin mengambil tindakan agar bisa membuat perusuh itu diam.


Tapi tak jadi di lakukan nya karena di cegah Arumi.


"Apa kalian sudah selesai mengoceh? " Tanya Arumi dengan wajah datarnya.


"Eh" Ketiga wanita itu diam. Menatap bingung Arumi yang tidak terprovokasi sama sekali.


"Hah lagian kenapa sih tuan harus membuat aturan memanggil ku nona jika aku kesini" Batin Arumi frustasi.


"Apa? Hah apa yang kami katakan itu benar sehingga itu membuat kau terdiam? " Tanya perempuan yang di kanan. Mereka bertiga tertawa lagi.


"Leslie" Panggil Arumi mengacuhkan ketiga wanita itu.


"Ya nona. Apa ada yang bisa saya bantu? Misalnya merobek mulut ketiga wanita itu" Ucap Leslie membuat ketiga wanita itu terdiam. Takut.


"Kalau itu tidak membuat ku masuk penjara. Aku pun bisa melakukannya sendiri" Jawab Arumi enteng.


"Wah. Dia berlagak sok kuat" Kekeh si tengah kesal mendengar perkataan Arumi.


Arumi tersenyum. Terkesan sedikit menyeramkan menurut Leslie. Tapi para perusuh itu tetap tak gentar. Merasa belum puas merendahkan Arumi.

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like vote and share yaa dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗


__ADS_2