Hanya Dia

Hanya Dia
Mencuri


__ADS_3

"Kamu sudah sangat lama mengenal aku dan Lionel bukan?" Gamila berhenti sejenak.


Dan Sekretaris Rai hanya menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Gamila.


"Aku ingin kamu selalu melaporkan apa saja yang di lakukan Lionel dan Arumi" Sambung Gamila.


"Alasannya?" Tanya sekretaris Rai.


"Aku tidak akan memberitahukan alasan ku pada mu, tapi... apakah kamu ingin melihat Lionel yang hanya , hidup datar... mengikuti arus saja seperti ini?" Tanya Gamila ambigu, membuat sekretaris Rai mengkerut kan alis nya, menatap bingung Gamila.


"Aku ingin kamu membantu ku? tidak! Lebih tepatnya membantu Lionel" Tanya Gamila sekali lagi.


"Boleh kah saya bertanya tentang... yang lain pada anda nona? Sebelum saya menjawab pertanyaan anda" Tanya Sekretaris Rai


"Apa yang ingin kamu tanya kan?"


"Apa nona sudah mencintai Tuan?" Tanya sekretaris Rai.


Gamila tidak langsung menjawab pertanyaan sekretaris Rai.


"Aku..." Ucap Gamila menggantung kan kalimat nya.


***


"Tuan saya sudah menghabiskan makanan saya, kalau begitu saya permisi dulu" Ucap Arumi hendak berdiri dari tempat duduknya.


"Tunggu!" SeruLionel menghentikan langkah Arumi.


"Seharusnya sebagai pembantu kamu menunggu majikan nya selesai makan, lalu membereskan ini semua, baru pergi meninggalkan ku , jika sudah di beri izin" Seru Lionel menunjuk meja makan.


Tanpa menjawab perintah Lionel, Arumi duduk kembali ke tempat semula.


Arumi duduk lalu menelungkup kan wajah nya ke meja makan, sehingga wajah nya terhalang oleh tangan nya , lalu memejamkan matanya.


Arumi sangat mengantuk, karena ia tidak bisa tidur semalaman karena Lionel yang memerintahkan nya untuk memasak rendang, padahal sudah jam 11 malam. Tap Lionel tetep bersikeras meminta Arumi memasakkan rendang untuk nya.


Flashback


Malam ini Arumi sudah terlelap dalam tidurnya, dengan mimpi indah yang membuat nya tersenyum di saat tidur nya ini. Arumi sudah tidak tidur di tempat yang sudah di sediakan oleh Bara, karena rencana Bara untuk menjauhkan Lionel untuk sementara waktu gagal, jadilah dia tidur di kamar yang telah di pesan Lionel sebelum nya, kamar yang bersebelahan dengan kamar Lionel.


Mimpi indah itu tidak berlangsung lama, karena ada yang menggedor pintu kamar nya. Tapi Arumi memilih untuk melanjutkan mimpi indah nya, beberapa saat gedoran di pintu tidak terdengar lagi, sampai Lionel menarik selimut yang menutupi tubuh Arumi.


Lionel memang memiliki kunci cadangan kamar Arumi.


"Hei gadis bangun!" Teriak Lionel memekakkan telinga Arumi, karena Lionel berteriak tepat di depan telinga Arumi.


"Aagrh siapa sih yang ganggu tidur nyenyak ku" Teriak Arumi kesal , lalu duduk dari baring nya.

__ADS_1


"Bangun! Aku lapar! masakan aku sesuatu!" Perintah Lionel menarik tangan Arumi untuk ikut pergi ke kamar Lionel.


"Eh... Tuan tunggu" Pinta Arumi melepaskan tangan Lionel yang menarik tangan nya.


"Tunggu apa?"


"Saya ganti baju dulu tuan, tidak mungkin kan saya keluar kamar dengan pakaian ini ,lalu masuk ke dalam kamar anda?" Jawab Arumi.


Lionel melihat pakaian yang Arumi pakai saat ini.Arumi hanya memakai kaos kebesaran yang bisa memperlihatkan paha putih mulus Arumi.


Deg!


Lionel kesusahan menelan Saliva nya ketika melihat penampilan Arumi yang menggoda.


"Cepat ganti baju mu! Aku tunggu di kamar ku!" Lionel pergi begitu saja setelah memerintahkan Arumi untuk berganti pakaian.


Setelah selesai mengganti pakaian, Arumi langsung menuju kamar Lionel. Terlihat Lionel sudah duduk menunggu nya.


"masakan aku rendang!" Perintah Lionel ketika melihat ke datangan Arumi.


"A... apa? anda ingin apa?" Tanya Arumi tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Lionel.


"Kamu pasti tidak tuli kan?" Tanya Lionel. Lalu pergi meninggalkan Arumi di dapur sendirian dalam keterkejutan nya.


"Astaga yang benar saja!" Batin Arumi kesal.


Waktu yang di butuhkan Arumi dan neneknya memasak rendang itu adalah 3 jam.


Dan sekarang Lionel meminta nya untuk memasak rendang dan berkutat di dapur selama tiga jam. Awal nya Arumi hanya ingin membuat rendang orang kebanyakan, yang berwarna coklat dan memiliki kuah, orang Padang bilang itu nama nya adalah gulai Kalio bukan rendang. Tapi itu tidak terjadi karena Lionel menunjuk kan sebuah foto yang menampilkan rendang daging orang Padang yang berwarna hitam.


"Huh! majikan menyebalkan yang tidak tahu waktu untuk memasak , tahu nya waktu untuk mengganggu orang saja" Batin Arumi kesal.


"Dan... astaga apa ini?" Teriak batin Arumi.


Yang lebih membuat nya kesal lagi adalah kenapa semua bahan dan bumbu rempah untuk membuat rendang bisa ada di dapur.


Arumi jadi tidak memiliki alasan untuk menolak permintaan Lionel.


Padahal besok adalah hari lomba terakhir nya di London, dan Lionel sama sekali tidak ingin ada bantahan yang keluar dari mulut Arumi.


"Huh! benar-benar menyebalkan! apakah dia berniat untuk mengerjai ku, sehingga semua bahan-bahan ini sudah ada di tempat nya? dan dari mana dia mendapatkan semua nya ini?" Batin Arumi Kesal.


Flashback off


Lionel memperhatikan Arumi yang tertidur menelungkup kan wajah nya di atas meja.


Sebenarnya ia kasihan dengan gadis ini, tapi ego nya telah menguasai diri nya.

__ADS_1


Lionel selesai dengan makanan nya,iya memperhatikan Arumi dalam diam nya.


Tanpa kata apa pun, Lionel langsung saja menggendong tubuh Arumi menuju kamar nya, membaringkan Arumi di atas kasur nya.


Lionel menyelipkan rambut Arumi ke belakang telinga nya.


Cantik!


Lionel sudah fokus pada bibir seksi Arumi, tanpa dipolesi apa pun bibir Arumi tetap berwarna pink menggoda. Bibir yang menggoda untuk segera di cecap.


Tanpa Lionel sadari, dia telah mendarat kan bibir nya di bibir seksi Arumi, tidak puas dengan itu saja, Lionel mulai menyesap bibir Arumi.


"Bibir nya sangat manis" Batin Lionel


Arumi merasakan ada yang menggangu tidur nya pun menggeliat, memiringkan tubuhnya ke samping. Dan ciuman yang di berikan Lionel pun terhenti begitu saja.


"Astaga apa yang ku lakukan" Ucap Lionel.


"UPS!" Lionel membekap mulut nya sendiri dengan tangan nya. Lalu berlari keluar meninggalkan Arumi, takut Arumi terbangun karena mendengar suara nya yang lumayan keras.


Lionel duduk di sofa yang ada di ruang tengah. Dia sedang mengatur nafas nya, dia merasa kan debaran jantung yang tidak biasa di rasakan nya.


"Astaga! ada apa dengan jantung ini? dan... apa yang aku lakukan tadi? kenapa aku mencium bibir nya ketika dia sedang tertidur?aku sudah seperti pencuri ciuman saja" Gerutu Lionel pada diri nya sendiri.


"Tuan ada apa dengan anda?" Tanya sekretaris Rai mengagetkan Lionel.


"Aaa" Teriak Lionel.


Lionel terlebih sangat gugup, dan wajah nya terlihat memerah.


"Kau mengagetkan ku saja!" Kesal Lionel.


"Kapan kau sampai?" Tanya Lionel gugup.


"Baru saja Tuan" Jawab sekretaris Rai.


bohong.


"Ah syukur lah" Ujar Lionel lalu membaringkan tubuhnya di sofa.


Sebenarnya sekretaris Rai sudah melihat Lionel yang sedang merapikan rambut Arumi tadi ketika di dalam kamar. Tapi dia memilih untuk menjauh agar tuan nya tidak merasa malu atas tindakan Lionel sendiri, karena ketahuan mencuri ciuman Arumi di dalam tidurnya.


"Seperti nya keputusan ku tidak salah" Batin sekretaris Rai.


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari para reader's semua 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2