
Sudah hampir dua Minggu Arumi berada di London untuk mengikuti lomba. Dan selama dua Minggu ini pula, Lionel tidak lupa selalu saja mengganggu istirahat Arumi.
dan selama dua Minggu ini juga Lionel selalu mendengar gerutuan dan makian Arumi. Biasa nya seorang pembantu atau seorang bawahan tidak akan berani mengutuk atau memaki dihadapan majikan nya secara langsung. Tapi seperti nya itu tidak berlaku untuk Arumi, dia selalu saja terang-terangan mengatai majikan nya di hadapan Lionel dan sekretaris Rai.
Tapi Lionel tidak mempedulikan makian yang di ucapkan Arumi. Sedangkan sekretaris Rai hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Arumi yang sangat berani pada tuan nya.
Kira-kira ada berapa nyawa Arumi sehingga gadis itu sangat berani melawan secara langsung pada Lionel.
Itulah yang selalu di pertanyakan Sekretaris Rai di dalam otak yang bersarang di kepala nya.
Hari ini adalah hari terakhir Arumi mengikuti lomba. Dari sekian banyak nya peserta yaitu sekitar 1.234 peserta, hanya tersisa tiga orang saja. Dan salah satu nya adalah Arumi.
Di hari terakhir lomba ini, para panitia akan menyiarkan secara langsung proses tanya jawab. Pertanyan tidak di lakukan secara tertulis lagi. Nanti nya akan ada beberapa juri, salah satu nya adalah orang yang mengadakan lomba ini.
Rencana awal panitia, sang pemilik acara hanya akan menjadi tamu VVIP di stadium tv yang di pilih untuk menyiarkan secara langsung. Tapi tidak tahu ada angin apa, pemilik acara ingin menjadi salah satu juri nantinya.
Karena lomba ini di siarkan secara langsung, Arumi merubah penampilan nya, tidak! Lebih tepatnya Arumi menambah penampilan nya menjadi semakin kampungan.
Arumi mengepang rambut nya menjadi dua belahan, dan jangan lupa dengan kacamata tebal yang bertengger di hidung nya. Jika orang-orang melihat nya, mereka akan mengira bahwa Arumi sedang tersesat. Mereka berpikir bahwa tidak mungkin gadis kampungan bisa berada di stasiun TV yang berkelas ini.
Bukan Arumi namanya jika dia mengambil hati apa yang di katakan oleh orang lain tentang nya. Arumi menganggap bahwa apa yang mereka katakan adalah sebagai pujian.
Saat ini siaran langsung sudah di mulai. Tampak sangat menegangkan, tidak ada satu pun orang yang mengeluarkan suara. Banyak yang menonton acara ini. Bahkan di sekolah Arumi para guru dan siswa mengadakan nonton bersama di aula besar sekolah.
Para peserta menjawab pertanyaan dengan sangat baik, di sesi tanya jawab perorangan. Tidak ada satu pun dari ke tiga peserta yang melewati pertanyaan. Bahkan ketiga nya tidak pernah menjawab pertanyaan dengan Jawaban yang salah. Karena saat ini nilai ketiga peserta nya seri, maka di adakan soal rebutan, di mana siapa yang paling cepat menekan tombol merah dan jawaban nya benar maka itulah yang menjadi pemenang nya. Semua peserta telah mempersiapkan tangan mereka di atas tombol, agar memudahkan mereka.
Tampak di layar soal terakhir sudah di tampilkan.
Sontak saja ketiga peserta sudah berpikir dengan sangat keras.
__ADS_1
Sedangkan MC sudah mulai menghitung mundur. Mereka hanya di berikan 10 detik untuk berpikir.
10 9 8 7 6 teetttt suara bel yang berbunyi dari peserta yang ada di tengah.
Arumi lah yang memencet tombol bel duluan.
"Ya untuk peserta yang di tengah silahkan berikan jawaban anda" Ucap MC mempersilahkan Arumi menjawab pertanyaan yang ada di layar.
"0,931MeV" Jawab Arumi lantang.
Semua orang semakin menegang. Apakah jawaban Arumi benar atau tidak. Sementara itu para ke dua peserta lainnya sangat berharap bahwa jawaban Arumi salah.
Sepasang mata juri yang selalu memperhatikan Arumi akan mengumumkan, apakah jawaban Arumi benar atau salah.
"BENAR!!" Teriak juri itu dengan lantang. Dia tersenyum penuh arti pada Arumi.
Semua orang menghembuskan napas lega, tapi tidak untuk kedua peserta lainnya, ada sedikit rasa kecewa yang terselip di hati mereka. Tapi mereka cukup bangga karena bisa menjadi salah satu orang-orang yang beruntung, membawa nama sekolah mereka.
Lionel juga menjadi salah satu tamu penting, ia duduk di tempat VVIP, begitu juga dengan sekretaris Rai, yang senantiasa selalu berada di samping Lionel.
Penyerahan piala dari emas murni, sertifikat, piagam, dan cek senilai 50 M pada Arumi di lakukan oleh juri yang menyelenggarakan lomba.
Saat Arumi melihat siapa yang hendak melakukan penyerahan hadiah pada nya, ia sempat terkejut karena Lais lah yang berada di hadapan nya saat ini. Tapi ia berusaha menguasai rasa keterkejutan nya.
Penyerahan hadiah telah di terima Arumi.
Saa hendak berjabat tangan dan akan melakukan sesi foto. Lais menjabat tangan Arumi dengan jari jempol nya yang mengelus permukaan kulit tangan Arumi.
Rasa nya Arumi ingin sekali menghempaskan tangan Lais yang telah dengan kurang ajar nya mengelus tangan Arumi.
__ADS_1
Setelah sesi foto berakhir, ketika Arumi ingin melepaskan jabatan tangan nya.
Lais meminta, bukan! lebih tepatnya Lais memberikan perintah. Ia ingin di foto hanya berdua saja dengan Arumi.
Para fotografer tentu saja dengan senang hati melakukan perintah Lais.
Lais segera menempatkan posisi nya di samping Arumi, merangkul pinggang Arumi. Membuat mereka terlihat mesra. Dan para fotografer tidak akan melewatkan kesempatan untuk mengambil foto Arumi dan Lais.
Arumi mereka risih dengan tangan Lais yang ada di pinggang nya, sehingga dia tidak memperlihatkan senyum nya pada para fotografer.
Ketika melihat Arumi tidak memperlihatkan senyum nya, para juru foto menghentikan sesi foto, dan memerintahkan Arumi agar tersenyum pada kamera.
Arumi tetap saja tidak memperlihatkan senyum nya pada kamera. Itu membuat Lais gemas dengan tingkah laku Arumi.
Akhirnya Lais turun tangan untuk memerintah kan agar Arumi tersenyum. Ia membungkukkan wajah nya di hadapan telinga Arumi. Membisik kan sesuatu.
"Jika kamu tidak tersenyum juga, maka aku akan mencium bibir seksi mu di hadapan semua orang. Dan itu akan disiarkan secara langsung oleh pihak stasiun TV" Ancam Lais di telinga Arumi dengan suara berat nya. Dan meniup telinga Arumi.
Arumi langsung saja tersenyum ketika mendengar ancaman dari Lais.
tidak lupa Arumi memberikan hadiah pada Lais, dengan mencubit pergelangan tangan Lais yang ada di pinggang nya.
"Aww! gadis nakal" Bisik Lais tetap dengan senyum nya dan semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Arumi.
Melihat Arumi dan Lais cukup mesra ada pemilik sepasang mata yang terlihat tidak suka melihat nya
Setelah selesai sesi foto bersama dengan Lais, Arumi langsung saja menghindar dari Lais. Saat Arumi melihat Lais dari kejauhan Arumi langsung pergi.
Saat ini Arumi sedang berada di ruang konferensi pers yang di adakan penyelenggara lomba. Ya siapa lagi kalau bukan ulah Lais.
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗