
Di pagi yang cerah, saat sang Surya mengintip malu-malu di balik jendela. Tidak seperti biasa nya, Lionel saat ini masih setia dengan kasur nya.
Dengan kepala yang terasa amat berat. Lionel duduk di tepi ranjang. Pusing yang melanda kepala nya di sebabkan oleh mata yang tidak mau terpejam semalaman. Di karenakan pikiran nya yang kalut, memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak boleh terjadi.
Tok.
Tok.
Tok.
"Tuan apa anda baik baik saja?" Tanya sekretaris Rai mengetuk pintu kamar Lionel. Tidak seperti biasanya, Lionel bangun kesiangan.
"Ya. Masuk lah!" Sahut Lionel dari dalam kamar nya.
"Apa anda baik baik saja tuan?" Tanya sekretaris Rai sedikit panik, tidak biasa nya tuan nya belum bersiap seperti ini.
"Rai!" Panggil Lionel membaringkan lagi tubuh nya.
"Ya tuan? Apa perlu saya panggilkan dokter? Kelihatan nya anda tidak enak badan" Tawar sekretaris Rai.
"Tidak! Aku baik baik saja" Jawab Lionel dengan suara serak.
"Haaaah" Lionel menghela nafas nya panjang.
Lionel memejamkan mata nya, meletakkan lengan nya di kepala menutupi mata nya. Dan sekretaris Rai masih setia menunggu tuan nya, seperti nya sekretaris Rai harus mengatur ulang jadwal Lionel.
"Rai! Undur semua jadwal untuk beberapa hari kedepan! Dan bersiap siap lah, aku ingin menemui Gami!" Ucap Lionel bangun dari tidur nya, lalu menuju kamar mandi.
"Siap tuan" Jawab sekretaris Rai.
"Ada apa dengan tuan?" Gumam sekretaris Rai ketika pintu kamar mandi sudah tertutup.
Sekretaris Rai keluar dari kamar Lionel, lalu menelpon seseorang dan dia akan mengatur ulang jadwal Lionel untuk beberapa hari kedepannya.
***
Menjelang siang hari, mobil para orang tua yang mengikuti piknik sekolah telah sampai pada tempat tujuan nya. Semua parkir mobil di sesuaikan dengan nomor urut yang telah di bagikan sebelum nya.
Setelah itu mereka semua berkumpul di depan lobi hotel, termasuk Arumi dan Albi juga. Dan tetap sesuai dengan nomor urut, para orang tua akan mendapatkan kunci kamar hotel. Mereka semua berbaris bagai ular yang sangat panjang.
__ADS_1
Setelah mendapatkan kunci kamar masing-masing, para orang tua dan anak-anak boleh pergi beristirahat, karena perjalanan mereka cukup memakan waktu. Sebelum itu para panitia membagikan jadwal acara piknik mereka selama di pantai nanti nya. Dan sesuai dengan jadwal jam 3 sore semua orang akan berkumpul untuk mempersiapkan acara barbekyu nanti malam.
Dan untung saja, karena Albi dan Arumi hanya berdua, maka barang barang yang mereka bawa tidak banyak seperti yang lain nya. Arumi dan Albi juga ingin beristirahat menjelang acara di piknik di mulai.
Mereka berdua memasuki kamar mereka.
Arumi meletakkan ransel nya di samping ranjang, lalu membaringkan tubuhnya di atas kasur dan tentu saja hal itu juga di ikuti oleh Albi.
Kedua nya memejamkan mata mereka masing masing.
"Kak?" Panggil Albi, setelah sekian lama membisu.
"Hemm" Arumi hanya berdehem menjawab panggilan Albi.
"Bersih kan diri dulu sana sebelum tidur! Kakak bau keringat" Ledek Albi masih menutup mata nya
"Hei adik kecil! Kamu juga bau keringat, bau asem" Balas Arumi tapi tetap menjalankan perintah Albi untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum tidur.
"Kamu jangan tidur dulu! Kamu juga harus membersihkan diri dulu!" Perintah Arumi memasuki kamar mandi.
"Siap my sista" Jawab Albi lalu duduk di sofa yang ada di dalam kamar hotel nya.
"Atau. Kamu ingin mandi bersama dengan kakak?" Seru Arumi setengah berteriak. Arumi hanya ingin menggoda Albi saja.
Albi mengambil ponsel milik Arumi yang ada di atas ranjang, dia memeriksa ponsel itu. Apakah ada laki laki yang mendekati kakak nya. Pikir Albi.
Setelah Albi memeriksa semua nya, ternyata tidak ada sesuatu yang mencurigakan. Hanya ada beberapa nomor ponsel laki laki yang tidak di kenali nya, yang seperti nya adalah atasan Arumi ketika melihat isi percakapan mereka.
Karena tidak ada yang harus di selidiki nya lagi, maka Albi memilih untuk bermain game yang ada di ponsel Arumi saja.
Beberapa saat kemudian Arumi keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuhnya.
"Kamu apa kan ponsel kakak?" Tanya Arumi mengambil pakaian nya, lalu berjalan menuju kamar mandi lagi.
"Tenang saja aku hanya bermain game, lagi pula tidak ada lelaki yang sedang tertarik dengan mu, jadi aku tidak perlu khawatir" Ucap Albi santai. Lalu dia menyelesaikan game nya.
"Ah. Tidak seru! Mereka kalah terus, jadi membosankan jika aku menang terus" Ucap Albi dengan nada angkuh nya.
Albi melempar kan ponsel Arumi ke atas ranjang, lalu mengambil handuk dan segera masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Memangnya game apa yang di main kan nya?" kata Arumi yang memakai baju kaos selutut yang biasa nya dia gunakan untuk tidur. Keluar dari kamar mandi.
Arumi mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil. Setelah selesai dia memeriksa ponsel nya yang dimainkan Albi tadi.
"Cih! Pantas saja dia berkata angkuh begitu. Dia kan memang jago nya dalam berhitung" Seru Arumi mendengus kesal.
Arumi meletakkan kembali ponsel nya.
Lalu membaringkan tubuhnya di atas kasur ingin mengistirahatkan tubuh nya sejenak.
Tak lama kemudian. Dengan mata yang masih terbuka. Albi keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya.
"kak kering kan rambut ku!"perintah Albi duduk di bibir ranjang.
"Pakai baju dulu sana!" Seru Arumi melemparkan bantal tepat mengenai wajah Albi.
Albi segera memakai baju untuk tidur siang. Dia melempar kan handuk tepat mengenai wajah Arumi, membalas lemparan bantal tadi.
"Hei kamu mengganggu tidur ku" Seru Arumi kesal melemparkan kembali handuk lembab Albi.
"Keringkan dulu! Baru kakak tidur" Perintah Albi yang sudah duduk membelakangi Arumi.
"Jika kamu ingin aku mengeringkan rambut kamu, coba kamu ucapkan kata tolong sebelum kata perintah mu itu" Imbuh Arumi yang sudah duduk dan handuk di tangan nya.
"Cih! Apa sebegitu susah nya mengeringkan rambut ku?" Tanya Albi yang masih tidak ingin memakai kata tolong di dalam kata perintah nya.
"Hei adik kecil! Apa sangat sulit jika kamu memakai kata tolong sebelum kata perintah mu itu?
Kamu tidak akan kelaparan jika menggunakan kata itu" Seru Arumi tidak mau kalah dengan Albi.
"Ya sudah jika kamu tidak mau mengeringkan rambut ku, aku akan langsung tidur saja. Biarkan saja aku nanti kena flu" Ucap Albi dengan nada mengancam nya. Dan mengambil posisi hendak tidur.
"Ih. Kamu adik siapa sih?" Gemas Arumi dengan kelakuan adik nya.
Albi yang sudah membaringkan tubuhnya nya pun di dudukan oleh Arumi.
"Sini kepala mu!" Ucap Arumi lalu mulai mengeringkan rambut Albi dengan handuk yang di pegang nya tadi.
Albi terkekeh kecil melihat betapa kesal nya sang kakak, karena kalah berdebat dengan nya.
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗