Hanya Dia

Hanya Dia
Tidak boleh terjadi


__ADS_3

Malam ini adalah malam pertama bagi Lionel tanpa masakan Arumi. Walaupun Lionel sudah mempekerjakan seorang koki yang bisa memasak,masakan khas Indonesia. Tapi dia merasa, ada sesuatu yang "hilang". Dan Lionel tidak tahu apa sesuatu yang "hilang" itu.


Ada rasa getaran aneh di dalam hati nya, seperti. Rasa kehilangan sosok orang yang di butuhkan. Ttapi siapa orang itu?masih menjadi sebuah pertanyaan yang sangat sulit untuk di jawab Lionel sendiri.


"Seperti nya aku merindukan Gami" Pikir Lionel.


"Rai ponsel ku?" Pinta Lionel dengan menjulurkan tangannya tanda bahwa dia meminta ponsel nya yang selalu di simpan Sekretaris Rai.


sektretaris Rai merogoh benda pipih yang ada di dalam saku celana nya. Lalu memberikan benda pipih itu pada sang pemilik. Lionel menerima ponsel itu lalu mencari nama sang istri di kontak ponsel nya.


Tut...


Percobaan panggilan pertama gagal.


Lionel mencoba kembali untuk menelpon Gamila.


Tut...


Beberapa detik kemudian barulah panggilan tersebut terjawab.


"Halo sayang" Sapa Gamila dari sebrang.


"Video call" ucap Lionel tanpa menjawab sapaan dari Gamila. Karena kurang puas hanya dengan mendengar suara Gamila saja.


Terpampang lah wajah cantik Gamila di layar ponsel Lionel.


"Sedang apa?" Tanya Lionel.


"Aku baru saja selesai mandi, maka nya tidak langsung menjawab telepon kamu" Jawab Gamila.


"Apa syuting mu hari ini sudah selesai?" Tanya Lionel lagi


"Sudah. Hari ini cepat selesai karena kami tidak banyak melakukan kesalahan. Semua nya lancar" Jawab Gamila.


"Baiklah, kamu harus istirahat sekarang. Jaga kesehatan mu! Aku masih banyak pekerjaan" Ucap Lionel lalu mematikan telpon secara sepihak.


Lionel memberikan lagi ponsel nya pada sekretaris Rai.


"Rai kita pulang!" Perintah Lionel.


"Apa kau sudah memerintahkan nya untuk masak makan malam?" Tanya Lionel.


"Sudah tuan. Saya sudah memberitahu kan semua jadwal makan anda" Jawab Sekretaris Rai.


Lionel tidak berkata apa-apa lagi, begitu juga dengan sekretaris Rai. Mereka keluar dari ruangan Lionel, lalu menuju lift. Mereka pulang ke rumah dalam keadaan diam. Kedua nya tenggelam dalam pikiran masing-masing.


Sesampainya di rumah, Lionel langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum makan.


Sedangkan Sekretaris Rai. Dia memilih untuk melihat pekerjaan Tika, apakah sudah sesuai dengan perintah yang diberikan atau belum.


Di meja makan, Tika terlihat sudah selesai menata makan malam. Sekretaris Rai melihat tugas Tika sudah sesuai dengan keinginan nya. Seperti yang dia harapkan.


Sekretaris Rai menghampiri Tika, lalu mengatakan bahwa dia boleh pulang jika Lionel sudah selesai dengan makan malam nya. Tika hanya menurut saja dengan perkataan sekretaris Rai.


Beberapa saat kemudian Lionel datang dengan menggunakan baju kaos berwarna hitam tanpa lengan, dan celana pendek selutut berwarna hitam juga.

__ADS_1


Lionel tidak duduk di tempat yang biasa ia duduki ketika makan. Sekretaris hanya bisa diam saja ketika melihat Lionel duduk di tempat yang biasanya di duduki oleh Arumi.


Tidak seperti Arumi yang di perbolehkan untuk untuk duduk bersama di meja makan bersama Lionel. Tika tidak di tawari untuk duduk dan makan bersama, dia memakan makan malam nya di dapur.


Walaupun ia ingin sekali untuk duduk dan makan bersama dengan Lionel. Tapi apalah daya nya ,dia hanya seorang koki yang tidak memiliki kuasa di rumah ini.


Setelah selesai makan malam, Lionel memilih untuk segera istirahat, tidak seperti kebiasaan nya yang sebelum tidur. Dia akan ke ruang kerja terlebih dahulu untuk memeriksa beberapa berkas.


Begitu pula dengan Sekretaris Rai dan Tika.sm Sekretaris Rai istirahat di kamar nya, dan Tika di perbolehkan untuk pulang dan beristirahat di apartemen nya. Tapi besok pagi dia harus kembali lagi, daan memasak sarapan pagi untuk Lionel.


Di dalam kamar.


Lionel tidak langsung istirahat. Dia memilih untuk duduk di balkon kamar nya, sambil menyesap air dingin. Hal itu adalah kebiasaan nya sebelum tidur.


Lionel diam dalam keheningan malam, rasa dingin malam yang menembus kulit tidak membuat Lionel kedinginan.


Lionel masih saja merasakan ada sesuatu yang mengganjal di hati nya. Rasa tidak tenang menghampiri nya. Rasa yang belum pernah ia rasakan selama ini.


"Kenapa aku masih saja merasa kan hal aneh seperti ini? Padahal aku sudah melihat Gami dan mengobrol sebentar dengan nya" Gumam-gumam Lionel.


"Dan. Kenapa rasa nya sangat sesak di sini?" Gumam nya lagi menyentuh dada.


"Apa ada yang salah dengan ku?" Batin nya frustasi.


Lionel menutup mata nya, menikmati angin malam yang menerpa kulit nya.


Deg!


Sesuatu terlintas di benak nya.


Menggemaskan!


Pikir Lionel setiap melihat wajah Arumi yang seperti itu.


Deg.


Deg.


Deg.


Tanpa komando. Jantung Lionel berdetak tidak berirama. Rasa menggelitik hati nya dan rasa hangat yang memenuhi ruang hati nya. Rasa yang tidak pernah menghampiri Lionel selama ini.


Lionel menutup kembali mata nya.


terlintas di benak Lionel, wajah Arumi yang tengah memperlihatkan senyum manis nya.


Deg.


Lagi lagi rasa menyenangkan yang belum pernah ia rasakan, sensasi aneh yang membuat nya tidak karuan.


Lionel membuka mata nya, ia membelalakkan matanya tidak percaya dengan sensasi aneh yang ia rasakan.


Lionel masuk ke dalam kamar nya membiarkan pintu balkon kamar terbuka lebar, angin malam yang sejuk memasuki kamar Lionel yang tidak tertutup.


Lionel membaringkan tubuhnya di kasur king size yang biasanya ia tiduri. Dia menatap langit langit kamar. Pikiran nya kalut.

__ADS_1


Sesuatu yang seharusnya tidak boleh di pikirkan nya.


Lionel ingin memastikan sesuatu.


Ia mengambil ponsel yang ada di atas lemari kecil, di samping ranjang. Mencari sebuah nama, tapi. Nama yang di cari ternyata tidak ada di kontak ponsel nya.


Kesal.


Lionel teringat bahwa ada seseorang yang memiliki nomor ponsel yang di cari nya.


Lionel segera menelpon Sekretaris Rai berniat meminta nomor yang ingin di telepon nya.


Tut.


Sambungan pertama panggilan tersebut langsung di jawab oleh sekretaris Rai.


"Apa tuan membutuhkan sesuatu?" Tanya sekretaris Rai langsung.


"Kirimkan aku nomor ponsel Arumi!" Perintah Lionel lalu memutuskan telepon secara sepihak.


Beberapa detik kemudian pesan masuk dari sekretaris Rai, langsung saja di baca oleh Lionel. Di menyimpan nomor ponsel Arumi, lalu menelpon si pemilik nomor ponsel.


Tut.


Tut.


Tut.


"Halo" Sapa Arumi.


Deg.


Deg.


Deg.


Lionel tidak menjawab sapaan dari Arumi.


"Halo ini siapa?" Tanya Arumi.


Lionel masih diam mendengarkan sapaan lembut dari Arumi.


"Hemm. Mungkin salah sambung" kata Arumi lalu mematikan panggilan tersebut.


Hahhhhhh.


Lionel menghela nafas nya kasar.


"Ini. Tidak boleh terjadi" Ucap Lionel.


Lalu meletakkan ponsel nya di tempat semula.


Lionel memejamkan mata nya, ia harus istirahat. Berharap rasa ini hanya bunga tidur nya saja.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗


__ADS_2