Hanya Dia

Hanya Dia
Diskusi keluarga 2


__ADS_3

"Lalu kapan kalian…


Ting tong


Ting tong


Bel apartemen Lionel berbunyi. Menghentikan ucapan Abil yang ingin menanyakan suatu hal yang cukup penting.


Sepertinya ada tamu tak diundang yang datang. Pikir semua orang.


"Apa kalian memiliki tamu? " Tanya Abil.


Gamila menggelengkan kepalanya, lalu melihat Lionel dan sekretaris Rai bergantian. Bertanya lewat sorot matanya. Sekretaris Rai menggelengkan kepalanya, merasa tidak memiliki tamu. Dan Lionel hanya mengangkat kedua bahunya acuh, merasa tidak memiliki tamu juga.


Lionel benar-benar melupakan suatu hal yang cukup penting.


"Biar saya pergi melihatnya" Seru sekretaris Rai beranjak dari duduknya.


"Tunggu. Biar saya saja yang melihatnya" Usul Abil menghentikan langkah sekretaris Rai.


"Oh. Baik tuan" Jawab sekretaris lalu duduk kembali di tempatnya.


"Jadi. Kapan kalian akan mengurus surat perceraian itu? " Tanya Kinan melanjutkan obrolan.


"Sebenarnya hari ini kami akan pulang untuk mengurus hal itu. Dan akan memberitahukan kepada kalian tentang hal ini" Jawab Lionel.


"Tapi. Kalian malah mendatangi kami duluan" Lanjut Lionel, ia menyenderkan punggungnya ke sofa. Merasa bahwa suasana tidak lagi berada di kawasan danger. Gamila juga mengikuti tingkah Lionel.


"Kenapa kalian harus mengurusi surat perceraian dulu daripada memberitahukan kami tentang hal ini? " Kesal Kesya. Ia berharap bahwa mengetahui hal ini lebih awal lagi. Dan ia akan segera menjadi mertua Arumi secepatnya. Yah tapi apa boleh buat, ia tidak bisa memutar waktu agar mundur, dan mengatur perceraian Lionel dan Gamila lebih cepat.


Kesya menginginkan perceraian Lionel secepatnya, bukan berarti ia tidak menyukai Gamila yang menjadi menantunya, Kesya malah berpikiran bahwa semakin cepat perceraian anaknya maka semakin cepat pulalah anaknya bahagia. Begitupula yang di harapkan nya untuk Gamila.


"Karena pekerjaan ku disini ternyata sangat banyak" Jawab Lionel enteng.


Kesya mendesah pelan. Memang benar yang dikatakan anaknya.


"Lalu… siapa Arumi itu Kesya? " Tanya Kinan pada Kesya.


"Oh dia itu… eh… sepertinya kamu harus mempersiapkan berbagai pertanyaan untuk dia, bukan tentang Arumi" Kekeh Keysa melihat kedatangan Abil bersama seorang pria yang tengah menjadi perbincangan hangat para netizen karena dialah yang melamar Gamila. Ya Rio lah yang datang, mengikuti langkah Abil dari belakang.


Kinan melihat kearah pandangan Kesya, ia tersenyum. Tidak! Lebih tepatnya ia menyeringai. Tiba-tiba saja sudah ada berbagai macam pertanyaan di otaknya yang akan segera meneror laki-laki yang telah melamar anaknya tanpa persetujuan dari dirinya.

__ADS_1


"Wah. Waktu yang sangat tepat sekali" Seru Kinan menyambut kedatangan Rio.


Gamila yang merasa aneh dengan celotehan mamanya, juga mengikuti arah pandangan Kinan. Begitupula dengan Lionel.


"Eh Rio" Seru Gamila cukup kaget dengan kedatangan pria itu.


Tapi tidak dengan Lionel, ketika melihat objek yang di bawa Abil masuk, barulah ia teringat bahwa Rio memang akan bertamu. Ternyata bukan tamu yang tak diundang lah yang datang. Pikir Lionel.


Dan sekretaris hanya bisa menerka-nerka apa yang akan terjadi selanjutnya.


Hah lebih baik aku mengurus pekerjaan di kantor daripada disini. Berdiskusi perihal yang merusak harga diri ku, karena akulah yang masih belum memiliki gandengan. Batin sekretaris Rai merasa sedikit kesal dengan keadaan.


"Semoga author juga memberikan ku jodoh secepatnya" Doa sekretaris Rai.


"Duduklah" Perintah Abil yang sudah duduk terlebih dahulu.


Rio bingung. Haruskah ia duduk di samping Kinan? Atau Gamila? Karena hanya dua tempat itu sajalah yang masih belum di tempati.


Hemm. Pilihan yang sulit. Apakah aku harus duduk di samping Gami? Atau calon mertua ku? Hemm. Rio berpikir keras.


Ah inilah pilihan yang tepat. Batin Rio memilih duduk di samping Kinan.


Membuat Gamila yang melotot bertanya lewat sorot matanya. Bertanya kenapa itu pilihan rio. Sementara itu Lionel dan sekretaris Rai terkejut. Tapi tidak dengan para orang tua.


"Ya walaupun aku tidak suka berbagi dengan lelaki lain jika sudah menyangkut milik ku. Tapi kali ini akan ku biarkan" Lanjut nya.


"Dan karena awal kamu sudah bagus. Kamu pindah dari sana. Dan duduklah di tempatku" Ucap Abil tegas beranjak dari duduknya. Membuat Kesya dan Kinan tertawa geli.


Rio, dia hanya bisa menuruti perintah calon papa mertuanya saja. Tanpa adanya bantahan.


"Kenapa papa tidak menyuruh Rio duduk di dekat Gami? Kenapa malah di sana? " Seru Gamila memberanikan dirinya untuk memprotes.


" Dan kenapa kamu duduk di samping mama, bukannya di samping ku? " Ucap nya kesal.


Gamila merasa kesal karena sudah beberapa hari mereka tidak bertemu. Dan di hari pertemuan pertama mereka setelah sekian harinya berpisah, Rio malah memilih duduk di samping mamanya. Bukan di samping dirinya. Tidak seperti Gamila yang biasanya. Tak biasanya Gamila membantah atau sekedar memprotes tindakan papa nya.


Apakah cinta bisa merubah segalanya?


"Papa menyuruh nya duduk di sana karena kamu. Bukankah kamu masih berstatus sebagai istri Lio? Seharusnya kamu masih mengingat kodrat kamu sebagai istri walaupun tidak saling mencintai dan sebentar lagi kalian akan segera bercerai. Jika kamu meminta dia untuk duduk di samping kamu. Bukankah itu namanya kamu selingkuh secara terang-terangan? Papa tidak suka kamu melakukan hal tak terpuji itu. Walaupun kalian bertiga sudah saling mengetahui situasi sebenarnya" Kata-kata Abil cukup menohok Gamila.


Gamila terdiam. Mencerna kata-kata papanya.

__ADS_1


"Dan kamu" Seru Abil menunjuk Rio.


"Untuk apa kamu kemari? " Tanya Abil.


"Saya…


"Tunggu! " Instruksi Kesya.


"Kenapa sayang? " Tanya Bara.


"Karena anak-anak kita sudah pasti akan bercerai. Dan akan mengejar kebahagiaan dan cinta mereka masing-masing. Masalah rumah tangga Lio dan Gami berarti sudah selesai bukan? " Tanya Kesya.


"Hemm ya. Kamu ada benarnya juga" Jawab Kinan.


"Lalu? " Tanya Kinan.


"Lalu… intinya kita tetap berkeluarga walaupun mereka sudah bercerai" Kata Kesya diangguki semua orang.


"Dan karena masalah Lio dan Gami hanya tinggal mengurus surat perceraian. Maka diskusi keluarga kita sudah selesai bukan? " Di angguki semua orang lagi.


" Nah dan masalahnya sekarang adalah cepatlah kalian pulang dan urus surat itu. Dan karena Kinan sudah bertemu calon menantu nya. Maka aku juga harus bertemu dengan calon menantu ku. Nah kalau begitu, kami pulang duluan ya… ayo sayang" Seru Kesya riang. Ia menarik lengan suaminya keluar dari apartemen Lionel. Berencana untuk segera menemui Arumi.


"Sampai bertemu di rumah" Ucap Kesya pamit.


"Eh… mom Lio ikut. Mau ketemu Arumi juga" Seru Lionel beranjak dari duduknya. Mengikuti langkah kedua orang tuanya.


"Stop! Kamu harus menyelesaikan masalah yang ada di sini dulu. Barulah kamu pulang mengurus surat perceraian. Setelah itu baru kamu *** h bertemu dengan Arumi" Ucap Kesya tak ingin di bantah.


"Hah. Baiklah" Jawab Lionel pasrah. Setelah mendengar jawaban Lionel Kesya membawa Bara pergi.


ctt~


Maap lagi yah🙏🙏. Gak update beberapa hari ini. Hah😩 aku cuma bisa minta maap aja nih karena gak update 😩 apalagi ini cuma karya picisan😩 aku paham jika ada yang ngedumel karena gak ada lanjutannya.


karena nyuri nyuri waktu buat nulis, di sela kesibukan yang cukup padat. jadi update nya gak kayak dulu tiap hari 😩


jika nak menghujat silahkan✌️✌️Tapi


Jangan garang garang ya kak kalau nak marah dan menghujat nya😅 ✌️✌️


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like vote and share yaa dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗 lopyu 😘😘


__ADS_2