
Hari ini adalah hari yang paling santai bagi Arumi.
Karena ia tidak harus bangun sangat pagi untuk memasak sarapan majikan nya. Ataupun berangkat sekolah di pagi hari. Karena dua hari yang lalu adalah hari dimana Arumi dinyatakan lulus dari SMA. Ia tidak akan pergi ke sekolah lagi setelah acara perpisahan yang akan dilakukan seminggu lagi.
Begitupula dengan Albi, sekolah nya pun juga tengah liburan karena alasan yang sama seperti Arumi. Sekolahnya juga sudah selesai dengan ujian kenaikan kelas. Hari ini pun dia mengikuti jejak kakaknya untuk bersantai di rumah.
Mereka berdua bangun lebih siang dari biasanya. Bahkan sarapan pagi dimakan ketika waktu nya sudah makan siang. Sepertinya hari ini sudah dinobatkan sebagai hari bermalas-malasan bagi Arumi dan Albi. Semenjak Lionel pergi yang katanya ada urusan penting dengan pekerjaan, Arumi sudah menjadi pengangguran yang tetap bergaji. Ya bukan salahnya jika uang di tabungannya tetap bertambah walaupun dia tidak bekerja.
Karena sudah seharian ini Arumi dan Albi menjadi kaum rebahan. Keluar dari kamar hanya sekali, itupun untuk makan siang dan makan malam yang mereka pesan dari luar.
Akhirnya malam ini mereka berdua benar-benar keluar dari kamar. Ya walaupun keduanya tetap menjadi kaum rebahan di sofa yang ada di ruang keluarga.
Rencananya ingin menonton serial yang disukai, tidak jadi karena semua siaran TV menampilkan berita perihal aktor tampan Ilario Guthni melamar aktris cantik Gamila Zaida.
Berita yang sangat menggegerkan yang pernah Arumi dengar. Dan lebih parahnya lagi ada sebuah video yang juga menampilkan bahwa Lionel tengah berdiri memperhatikan Gamila yang sedang dilamar Ilario Guthni.
"Wah ada paman Lionel di tv" Celoteh Albi dengan wajah polosnya.
"Apa-apaan itu. Kenapa dia diam saja saat istrinya di lamar oleh pria lain? " Gumam Arumi penuh tanya.
"Ah entahlah. Itukan urusan rumah tangga mereka. Bukan urusan ku" Putus Arumi untuk tidak perlu memusingkan berita yang sedang dilihatnya.
"Kak, sepertinya paman Lionel yang membantu kedua artis itu agar menjadi sepasang kekasih. Makanya dia diam di sudut memperhatikan kedua artis itu, dia bahkan mengambil video ketika artis laki-laki itu melamar artis perempuan... Wah paman Lionel baik sekali" Seru Albi menatap Arumi, menunggu tanggapan yang akan diberikan kakaknya itu.
"Benar kan kak, paman Lionel baik sekali orangnya? " Tanya Albi karena Arumi belum juga memberikan tanggapan atas perkataan Albi tadi.
"Eh… oh iya paman Lionel baik sekali" Jawab Arumi pada akhirnya.
"Hemm iya baik nya cuma sekali aja" Batin Arumi mengoreksi perkataan nya sendiri.
"Hemm kak" Panggil Albi pada Arumi yang sudah tidak memperhatikan siaran berita. Kakaknya itu malah asik memainkan ponselnya. Sambil cekikikan tidak jelas.
"Kakak ooh kakak" panggil Albi sekali lagi, tapi tidak ada sahutan juga. Geram dengan ketulian Arumi karena ponsel.
__ADS_1
"Kak! " Seru Albi merebut ponsel Arumi dari tangan gadis itu.
"Eh Albi kembalikan! " Pinta Arumi.
"Apa sih yang kakak lihat sampai ketawa tidak jelas seperti orang gila itu? " Kesal Albi karena telah diabaikan Arumi.
"Ooh ini… coba kamu lihat judul-judul artikel ini. Hahaha lucu banget judulnya" Kekeh Arumi menunjuk salah satu judul artikel yang di bacanya tadi.
"Mana? " Albi juga penasaran apa yang kakaknya tertawa kan.
"Ini… sahabat yang diduakan berdiri di pojokan. Kalah nya ketampanan CEO muda" Ucap Arumi mulai membacakan satu-persatu judul artikel.
"Haha apa reaksi tuan Lionel ya, jika melihat judul artikel yang meremehkan ketampanan nya? Haha sewaktu aku mengatakan ketampanan Lionel Messi pemain sepakbola itu saja wajahnya sangat masam. Apalagi judul artikel ini sangat merendahkan ketampanan nya" Gumam-gumam Arumi terkekeh geli membayangkan reaksi Lionel ketika membaca judul-judul artikel ini.
"Haha biarlah reaksinya menjadi misteri" Batin Arumi.
"Haha pasti paman Lionel akan menuntut perusahaan yang sudah membuat artikel ini" Ucap Albi yang juga ikut terkekeh. Dia juga ikutan melihat berbagai macam berita perihal Lionel Gamila dan Rio.
"Kenapa kamu berpikir begitu? " Tanya Arumi.
"Yaa… karena paman Lionel lebih cocoknya menjadi kekasih kakak" ucap Albi enteng tapi dengan wajah serius.
Arumi terdiam. Cukup lama ia mencerna kata-kata Albi hingga.
"Eh… apa maksud kamu? Haha kamu bercandanya jangan keterlaluan gitu dong" Kata Arumi merasa aneh dengan perkataan adik kecilnya.
Albi diam. Masih dengan wajah serius nya. Dia tidak bercanda sama sekali. Kenapa pula Arumi mengatakan bahwa dia tengah bercanda. Pikir Albi.
"Eh… "
Sepertinya Albi tidak bercanda. Ya cukup wajar sih karena dia tidak tahu bahwa tuan Lionel itu sudah menikah dengan ibu Gamila. Pikir Arumi.
Arumi melamun, ia berpikir bahwa berita yang di tonton nya saat ini adalah berita gila. Bagaimana bisa Lionel diam di pojokan menyaksikan istrinya dilamar pria lain. Entah siapa yang gila, Arumi menyimpulkan bahwa ketiga manusia yang menjadi tranding topik hari ini gila semua.
__ADS_1
"Aku tidak bercanda kak" Kata-kata Albi membuyarkan lamunan Arumi.
"Iya iya. Kamu gak bercanda. Tapi yang kamu katakan itu tidak akan pernah terjadi" Ucap Arumi menolak pemikiran Albi yang mengatakan bahwa dirinya cocok disandingkan dengan Lionel.
"Kenapa kakak berpikir bahwa itu tidak akan pernah terjadi? Sedangkan kakak hanya manusia biasa yang tidak tahu seperti apa masa depan" kata-kata Albi tidak bisa di bantah Arumi.
"Benarkan? " Tanya Albi ingin mendengar Arumi mengiyakan perkataan nya.
Arumi terdiam. Entahlah, dia hanya malas berpikir yang tidak-tidak. Menurutnya satu persen dari seribu persen bahwa hal itu bisa terjadi. Dan dia tidak ingin memikirkan bagaimana satu persen itu agar bisa terwujud.
"Hemm" gumaman Arumi menanggapi pertanyaan Albi.
Karena malas berdebat yang tidak-tidak dengan Albi. Arumi memilih untuk memakan cemilan yang sudah di sediakan nya sebelum pergi ke ruang tamu tadi.
Albi menghela nafas kasar. Apakah kakak perempuan nya ini tidak tertarik dengan Lionel?
"Tapi aku sudah memberikan restu pada paman itu. Hemm bagaimana ya caranya agar kakak mau bersama paman? " Batin Albi mulai menyusun rencana.
"Kak. Apa yang akan kakak jawab jika seandainya paman Lionel melamar kakak? " Tanya Albi tiba-tiba.
Mendengar pertanyaan Albi membuat Arumi tersedak camilan yang dimakannya. Dan dengan sigap Albi mengambilkan Arumi air agar bisa meredakan tenggorokan Arumi.
"Albi. Sudah kakak bilang bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi. Paman Lionel itu sudah…
"Kenapa kamu tidak yakin jika hal itu tidak terjadi? " Tanya seseorang yang berada di belakang Arumi, menghentikan perkataan nya yang masih menolak untuk membayangkan perkataan adik kecilnya.
"Eh… mommy? " Arumi terkejut mendengar suara yang sangat di kenalnya. Arumi duduk dari rebahan nya. Memandang heran Kesya dan Bara yang datang tanpa adanya pemberitahuan.
"Untung saja rumah tetap rapi seperti biasanya, jika tidak. Huh aku sungguh tidak becus menjadi seorang pembantu" Batin Arumi melihat sekeliling nya.
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like vote and share yaa dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗
__ADS_1