Hanya Dia

Hanya Dia
Aku masih mencintai nya


__ADS_3

"Lio!" Teriak Gamila. Menghentikan langkah Lionel. Dia bingung. Apa yang menurut Lionel benar. Apa yang harus dilakukan nya sekarang. Bukankah di awal pernikahan kita… Sudah bersepakat.


"Kamu kenapa hah? Kenapa kamu marah? Jelaskan pada ku, apa yang seharusnya aku lakukan? Yang benar menurut kamu?" Tanya Gamila berusaha untuk berbicara lembut.


"Aku tidak bisa mengikuti pemikiran kamu, kalau kamu seperti ini!" Lanjut Gamila lemah.


Lionel membeku di tempatnya, dia juga bingung apa yang membuat nya marah seperti ini. Bukan kah seharusnya Gamila lah yang marah pada nya? karena dia dengan berani memikirkan wanita lain selain Gamila?


"Maaf Gami. Seperti nya kita harus saling menenangkan diri terlebih dahulu" kata Lionel tidak membalikkan badannya untuk menatap Gamila.


"Tidak. Aku tidak ingin menghindari nya lagi Lio. Apa kamu ingat apa yang kamu katakan ketika melamar ku? " Tanya Gamila tiba tiba.


"Kenapa kamu tiba tiba bertanya hal itu? " Tanya Lionel sudah membalikkan tubuhnya menatap Gamila.


"Jika kamu ingat kamu tidak akan memperlakukan ku seperti ini!" Sambung Gamila.


"Bukan kah kamu sangat mengetahui apa yang telah terjadi sebelum kamu melamar ku? " Kata kata Gamila membuat Lionel terdiam.


"Boleh kah aku bertanya? " Tanya Gamila menatap Lionel. Gamila sudah berurai air mata.


"Hemm. Ya


"Apakah kamu memang benar benar mencintai ku? " Tanya Gamila membuat mulut Lionel kelu untuk menjawab nya. Seakan-akan terkunci rapat untuk menjawab.


"Aku"


"Tentu saja... " Jawab Lionel. Tapi ada sedikit keraguan dari nada bicara nya. Lionel memberanikan diri untuk menatap Gamila agar dia tidak terlihat begitu ragu dengan perkataan nya sendiri. Sayang nya Gamila sudah mengetahui hal itu.


Lionel menunduk. Dia tersadar akan satu hal. Bukan kah Gamila adalah cinta pertama ku? Bukankah sudah seharusnya aku mencintai nya? Tapi. Kenapa untuk sesaat aku meragu untuk menjawab pertanyaan nya tadi. Pikiran Lionel kalut.


"Maaf kan aku karena belum bisa memberikan mu anak. Aku belum bisa karena. Kamu tidak menepati janji mu… Karena hal itu lah aku masih belum… " Ujar Gamila lirih.


"Hah. Kamu tahu maksud ku bukan?" Tanya Gamila menghapus air mata yang mengalir di pipi nya.


Janjiku ? Apa benar aku belum pernah berusaha untuk menepati nya. Bukankah kita sudah saling berhubungan suami istri. Dan itu masih belum cukup untuk mengikat mu. Tapi apakah benar dia masih belum bisa…


Pikiran Lionel semakin kalut mengingat nya.


"Tapi Lio. Aku juga tidak percaya bahwa kamu benar-benar mencintai ku" Seru Gamila.


Deg.


membuat hati Lionel terasa perih. Apakah benar dia tidak mencintai Gamila?


Lionel terdiam tidak tahu harus menjawab apa. Apa kah benar bahwa diri nya tidak benar benar mencintai wanita cantik yang ada di hadapannya saat ini? Yang telah menjadi istri nya selama dua tahun ini?


Lionel terdiam. Tidak tahu harus berkata apa.


Gamila berjalan menghampiri Lionel. Menatap Lionel dengan tatapan menyelidik.


"Apa yang membuat kamu meragukan cinta ku" Tanya Lionel. Lionel tidak tahu apakah hal ini benar atau tidak. Jika bertanya pada diri sendiri. Lionel tidak mendapatkan jawaban nya. Apa mungkin kah Gamila mengetahui jawaban nya?


Gamila membawa Lionel untuk duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Untung saja sekretaris Rai paham dengan keadaan yang akan terjadi.


Dan.


Cup!


Gamila tidak menjawab pertanyaan Lionel, dia memilih untuk mengecup bibir Lionel lembut. Hanya sekedar mengecup saja.

__ADS_1


Lalu menempelkan keningnya di kening Lionel, tidak ada jarak di antara mereka. Nafas mereka saling beradu menerpa wajah.


Gamila meletakkan tangannya di dada Lionel, tepat di mana jantung berada.


Gamila menutup mata nya.


"Lio. Apa yang kamu rasakan saat ini?" Tanya Gamila tepat di bibir Lionel


"... Aku… "


Kata-kata Lionel terputus sesaat.


Mendengar Lionel yang terlihat bimbang dengan perasaan nya sendiri saat ini.


Gamila membuka mata nya. Memundurkan pelan kepala nya, lalu mengecup lama puncak kepala Lionel.


Gamila tersenyum melihat Lionel yang masih terdiam.


"Sayang. Ada yang salah dengan kita! Bukan hanya aku. Tetapi kamu juga" Ucap Gamila menangkup kedua pipi Lionel.


"Perasaan kita" Sambung Gamila. Lalu melepaskan tangan nya yang berada di pipi Lionel.


"Awal pernikahan ini saja kita sudah salah" Sambung Gamila Berdiri menata Lionel sendu.


"Kamu pulang lah. Coba kamu tata kembali perasaan kamu. Apa kah perasaan kamu benar adanya? Benar mencintai ku? Dan. Aku pun juga akan menata perasaan ku. Apa kah aku telah... mencintai mu... "


"Dan telah. Merelakan nya" Sambung Gamila dengan suara gemetar. Tersekat dengan perkataan nya sendiri.


Lionel menatap tidak percaya Gamila.


"Apa kamu masih mencintainya sampai saat ini? Dan apa kah itu alasan kamu belum bisa memberikan ku seorang anak? " Lionel memberanikan diri nya untuk bertanya hal yang paling sensitif bagi Gamila untuk di bicarakan.


Gamila tersenyum menanggapi ucapan Lionel, bahwasanya apa yang di katakan Lionel itu adalah benar.


Gamila telah di jemput oleh manager nya, saat keluar dari apartemen tadi Gamila telah berpesan pada sekretaris Rai, bahwa dia pergi meninggalkan Lionel masih dalam keadaan belum makan.


Di dalam mobil Gamila teringat akan seseorang yang masih mengisi hati nya sampai saat ini.


Seseorang yang masih amat ia cintai.


Dulu hingga saat ini.


Flashback


Singkat cerita.


Lima tahun yang lalu.


Kenzo adalah tunangan Gamila dan seminggu lagi mereka akan menikah.


Kenzo adalah pria yang sangat di cintai Gamila, seorang pria yang lembut, perhatian seorang suami idaman untuk wanita karir seperti Gamila.


Hari ini adalah hari dimana Gamila dan Kenzo akan melangsungkan pernikahan mereka, pernikahan yang sangat di nantikan keduanya.


Dengan perasaan bahagia dan jantung yang terus saja berdetak tidak karuan, Gamila menunggu kedatangan mempelai pria nya.


Tapi.


Ada sedikit rasa gelisah yang di rasakan Gamila di sudut hati nya, dia berusaha agar hal yang tidak di inginkan nya, semoga tidak terjadi. Gamila menepis perasaan itu dengan memikirkan bahwa sebentar lagi dia akan menjadi istri dari pria yang sangat di cintai nya.

__ADS_1


Sudah hampir satu jam Gamila dan para tamu undangan menunggu.


Tak lama kemudian.


Bukan Kenzo lah yang menghebohkan suasana di luar gedung tapi.


Rombongan polisi dan beberapa petugas medis lah yang membuat kehebohan dengan menanyakan siapa wanita yang bernama Gamila.


Deg!


Rasa cemas kembali menghampiri Gamila, ketika dia lah yang di cari polisi.


Polisi menjelaskan kronologi yang telah terjadi, yang mengatakan bahwa Kenzo sang mempelai pria telah mengalami kecelakaan saat menuju tempat pernikahan nya.


Polisi juga memberitahukan bahwa Kenzo tidak ingin di bawa ke rumah sakit, ia meminta polisi untuk mengantarkan nya ke tempat pernikahan nya. Agar secepatnya bisa bertemu dengan Gamila.


Dan dengan tergesa-gesa Gamila menghampiri Kenzo yang terbaring lemah berlumuran darah di dalam ambulance.


Berurai lah air mata. Gamila memeluk tubuh Kenzo, tidak peduli dengan gaun cantik berwarna putih nya ternoda oleh darah Kenzo. Gamila meneriaki para polisi dan petugas medis agar segera mengantarkan mereka ke rumah sakit terdekat.


Tapi.


Kenzo menghentikan Gamila, ia menggenggam lemah tangan Gamila dengan lembut, dengan tenaga yang tersisa.


"Sayang... Berbahagialah... Temukan...


Kebahagiaan mu... Atau kamu bisa menikah dengan... Lionel... " Ucap nya terbata-bata


"... Aku tahu bahwa... Kamu juga menyukai Gamila Lio..." Lanjut nya melihat Lionel yang duduk di samping Gamila.


Lionel juga berada di situ, di samping Gamila.


menemaninya agar ia kuat.


"Sstt... Tidak! Kamu pasti akan selamat! Kamu bertahan lah!" Pinta Gamila.


"Lio ayo bawa Kenzo ke rumah sakit" Seru Gamila yang masih belum bisa menghentikan tangisnya.


Lionel hanya diam saja, melihat Kenzo yang melarangnya untuk melakukan hal yang di katakan Gamila tadi.


"... Sayang..." Panggil Kenzo lemah.


"Apa! Kamu diam saja! Ayo kita kerumah sakit Lio!" Teriak Gamila mengguncang tubuh Lionel, yang tidak mau bergerak juga.


Kenzo menarik tangan Gamila, menggenggam nya lembut.


"... Sa... Sayang... Berbahagia... I... Love... You... "


ucap Kenzo di saat nafas terakhir nya.


"Tidak! Kenzo! Bangun" Teriak Gamila histeris.


Gamila sangat terpukul atas kejadian ini, dia menangis meraung-raung tak terkendali hingga jatuh pingsan.


Flashback off


Gamila menyeka air matanya yang mengalir di pipi, mengingat hal yang sangat menyakitkan dalam hidup nya. Hal yang masih terpampang sangat nyata di pelupuk mata nya sampai saat ini. Yang masih menghantuinya setiap saat.


"Benar aku masih mencintainya" Gumam Gamila lirih.

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗


__ADS_2