Hanya Dia

Hanya Dia
Adik-adik baru


__ADS_3

Hari ini sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Para keluarga yang mengikuti piknik sudah melajukan mobilnya menuju rumah masing-masing.


Tapi sebelum nya, semua orang di haruskan untuk kembali ke sekolah terlebih dahulu sebelum pulang. Guna untuk mengabsen siswa dan para anggota keluarga lainnya.


Dan tentu nya meninggalkan para murid di sekolah, bagi yang memilih untuk tinggal di asrama sekolah. Dan termasuk Albi yang akan di tinggal di sekolah karena dia memilih untuk tinggal di asrama.


Saat ini Lais lah yang menjadi supir Arumi dan Albi. Lais bersikeras untuk mengendarai mobil Arumi, agar bisa mengantarkan Arumi pulang dengan selamat. Tentu nya agar bisa menghabiskan waktu lebih banyak bersama dengan dua orang yang telah menganggap nya sebagai seorang kakak.


Sungguh kisah cinta yang sangat menyakitkan. Cinta bertepuk sebelah tangan, dan kisah cinta yang belum mulai, tapi telah berakhir dengan sangat tragis. Kalah sebelum bertarung. Pikir Lais.


Sementara itu mobil Lais sendiri telah di bawa oleh sekretaris nya, dia perintah kan agar mengikuti mobil yang di bawa Lais.


Sebelum Lais mengantarkan Arumi pulang, Albi meminta Lais untuk pergi ke percetakan foto terlebih dahulu. Dia ingin mencetak semua foto yang di ambil nya menggunakan ponsel Arumi dan Lais. Tentu juga foto yang telah di ambil oleh pihak sekolah.


Albi ingin setiap malam. Setiap ingin memasuki alam mimpi nya, dia bisa memandang foto foto itu terlebih dahulu.


Lais juga mengambil kesempatan ini agar memiliki kenangan pahit dan manis yang di lalui nya bersama dengan adik adik baru nya. Tepat nya mantan adik ipar dan mantan calon kekasih.


Setelah selesai dengan semua foto yang di ingin kan Albi. Tak lupa pula dengan bingkai foto nya. Barulah Lais mengantar Albi kembali lagi ke asrama sekolah.


Dan setelah itu Lais mengantarkan Arumi pulang.


Di perjalanan pulang, suasana di dalam mobil terasa sangat canggung. Tidak ada satu pun dari mereka untuk memecahkan kebisuan yang melanda suasana di dalam mobil. Arumi yang memilih memalingkan wajahnya menatap jalanan yang di penuhi oleh kendaraan lain nya. Menatap pohon pohon yang berlarian. Dan Lais yang tidak memilki pilihan lain, selain fokus pada jalanan.


Tapi itu tidak berlangsung lama.


Lais yang tidak tahan dengan suasana hening ini pun berinisiatif untuk mencairkan suasana.


"Arumi" Panggil Lais.


"Hemm. Ya? " Jawab menatap Lais dari samping.


"Apa kamu benar benar hanya. Hanya menganggap ku seorang kakak laki laki saja? " Tanya Lais membuka pembicaraan.


"Ya" Jawab Arumi singkat padat dan jelas.


"Hah. Baiklah... Seperti nya aku tidak punya harapan sama sekali. Padahal aku lebih cocok nya menjadi pendamping kamu" Balas Lais, sedikit menyindir Arumi.

__ADS_1


Bukan Arumi nama nya jika dia merasa tersinggung dengan sindiran yang di lontarkan Lais.


"Seorang kakak juga di sebut sebagai seorang pendamping" Jawab Arumi santai.


"Hahaha... Baiklah nona Arumi. Saat ini kamu telah memiliki seorang kakak laki laki yang sangat tampan dan juga kaya raya. Seorang pria dewasa yang selalu di perebutkan oleh para wanita" Seru Lais dengan tawa sumbang nya. Berniat menghibur diri sendiri.


"Sungguh kisah cinta yang ironis" Gumam Lais yang hanya bisa di dengar oleh diri nya sendiri.


"Kamu tidak perlu khawatir dengan jodoh mu nanti nya. Kamu pasti akan mendapatkan pengganti yang lebih baik dariku" ihibur Arumi.


"Kamu benar sekali adik ku. Aku pasti akan mendapatkan pengganti yang lebih baik daripada dirimu. Pengganti yang peka dan tidak dingin seperti mu" Balas Lais sengit. Dia tidak terhibur sama sekali dengan ucapan Arumi.


Arumi hanya menampilkan deretan gigi putih nya, mengangkat kedua ujung bibirnya. Dia tidak membalas lagi perkataan Lais.


Suasana tidak seperti sebelumnya.


Suasana mobil di isi dengan celoteh Lais yang tengah membanggakan diri nya yang selalu di perebutkan oleh para wanita di luar sana. Dan Arumi yang sesekali membalas perkataan Lais.


Tak terasa mereka pun telah sampai di kediaman Lais. Arumi turun dari mobil bersama dengan Lais. Dan di ikuti oleh sekretaris nya Lais yang juga telah sampai.


"Terimakasih banyak atas hari ini dan kemarin" Ucap Arumi tulus.


"Baiklah kakak" Jawab Arumi memperlihatkan senyum manis nya.


"Duh duh duh... Manis nya adik ku ini" Seru Lais mencubit kedua pipi Arumi gemas.


"Aww... Sakit" Ringis Arumi.


"Lepaskan! " Pinta Arumi.


Arumi mencubit tangan Lais yang gemas mencubit pipi Arumi.


"Aduh... Duh duh. Hey sister sshh... Sakit" Rngis Lais lalu melepaskan cubitan gemas nya pada pipi Arumi.


"Sudah. Kamu pulang sana" Perintah Arumi.


Lais tidak menjawab atau melaksanakan perintah Arumi. Dia memeluk erat tubuh Arumi. Membuat Arumi kaget.

__ADS_1


"Hei kamu kenapa memeluk ku? " Tanya Arumi heran. Mendorong pelan tubuh Lais agar melepaskan pelukannya.


"Sebentar saja. Biarkan seperti ini sebentar saja. Aku ingin segera melenyapkan perasaan ku pada mu" Jawab Lais.


Mendengar perkataan Lais. Arumi tidak jadi mendorong tubuh Lais dan tidak pula membalas pelukan Lais.


"Tolong balas pelukan ku" Pinta Lais berbisik di telinga Arumi.


Awal nya Arumi ragu untuk membalas pelukan Lais. Tapi karena mendengar suara Lais, seperti orang yang telah putus asa, akhirnya Arumi pun membalas pelukan Lais.


Lais menutup kedua matanya, menikmati dekapan hangat yang di rasakan nya dari Arumi.


Mungkin bagi orang yang melihat nya, tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Pasti akan mengira bahwa Lais dan Arumi adalah sepasang kekasih yang sedang berpelukan mesra.


Beberapa saat kemudian, Lais melepaskan pelukannya pada Arumi.


Mengambil nafas dalam, lalu mengeluarkan nya cepat lewat mulut. Merasakan sedikit lega di hati.


"Baiklah. Mulai saat ini rasa ku pada mu adalah rasa sayang seorang kakak pada adik perempuan nya" Ujar Lais yang telah membuka kedua matanya.


"Kamu pulang lah. Lalu istirahat. Jangan sampai sakit kakak ku" Pinta Arumi menampilkan senyum secerah mentari nya.


"Siap my sista" Jawab Lais memberikan hormat pada Arumi.


"Baiklah. Aku juga harus pulang. Banyak pekerjaan yang telah menunggu ku" Kata Lais.


"Kamu juga harus menjaga kesehatan kamu" Pinta Lais. Lalu memeluk Arumi lagi. Hanya pelukan sesaat.


"Bye. Sampai bertemu di lain waktu " Seru Lais.


Lais menuju sekretaris nya yang telah menunggu diri nya sedari tadi. Sebelum mobil meninggalkan pekarangan rumah Lionel, Lais melambaikan tangan pada Arumi, dan Arumi pun membalas lambaian tangan itu.


Setelah memarkir mobil di bagasi. Arumi masuk ke dalam rumah, suasana rumah terasa sangat sepi.


Arumi pikir, Lionel masih ada urusan pekerjaan di London, dan belum sempat pulang. Jadilah dia berjalan menuju kamar nya. Ingin mengistirahatkan tubuh nya sejenak.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗


__ADS_2