Hanya Dia

Hanya Dia
Gamila


__ADS_3

Rio terkekeh geli melihat tingkah laku Gamila dengan wajah memerah nya itu. Sangat menggemaskan ketika Gamila berekspresi seperti itu.


Karena Gamila adalah aktris yang sangat menutupi kehidupan pribadi nya. Sangat sulit untuk mencari tahu tentang kehidupan Gamila di luar pekerjaan nya sebagai seorang aktris. Bahkan belum pernah ada berita tentang kedekatan Gamila dengan pria manapun , setelah kecelakaan yang terjadi pada calon suami nya beberapa lima tahun yang lalu. Karena setelah itu Gamila semakin menutupi kehidupan pribadi nya. Dikarenakan kejadian yang tidak di inginkan itu , Gamila menjadi wanita yang tidak bisa di sentuh dengan sifat nya yang tegas dan di dukung dengan wajah cantik nya yang dingin.


Dan Rio merasa sangat beruntung karena dia bisa melihat sisi Gamila yang lain.


"Kenapa pipi kamu memerah gitu? " Tanya Rio menggoda Gamila.


"Aku sedikit kaget jika pipi kamu memerah hanya karena kita menyatukan dahi saja , padahal tadi kita sudah melakukan adegan ciuman tiga kali tadi" Ucap Rio santai, masih ingin menggoda Gamila.


"A apa yang kamu ucapkan? " Seru Gamila , entah sudah seperti apa pipi nya saat ini. Gamila bisa merasakan Pipi nya memanas mendengar perkataan Rio.


"Pipi ku tidak memerah karena kamu. Aku sedang tidak enak badan maka nya pipi ku memerah" Jelas Gamila berusaha berekspresi datar agar Rio tidak meledek nya lagi.


"Yah gak seru dong kalau pipi kamu memerah bukan karena aku , kamu jadi imut kalau sudah memerah gitu pipi nya" Goda Rio dengan senyum usil nya.


"Apa-apaan dia? " Batin Gamila sudah tidak tahan jika Rio masih ingin melanjutkan godaannya.


"Cih. Semua pria itu sama saja. Menggoda setiap wanita. Kalian semua sama-sama serigala nya" Ujar Gami yang sudah bisa mengontrol ekspresi nya.


"Hemm kamu benar. Aku tidak bisa menyangkal perkataan kamu barusan , jika pria itu serigala semua" seru Rio yang masih menampilkan senyum usil nya.


"Jika dihadapkan dengan wanita yang di sukai nya" Sambung Rio di dalam hatinya.


"Cih" decak Gamila kesal tidak bisa membalas perkataan Rio.


Kring!


Kring!


Kring!


Ponsel yang berada di samping Rio berdering.


"Ini ponsel kamu? Hemm Lio? Siapa itu? " Tanya Rio mengambil ponsel Gamila. Penasaran.


Mendengar nama Lio lah yang tengah menelpon ke ponsel nya , Gamila langsung saja merebut ponsel itu dari Rio.


"Bukankah Lio itu nama laki-laki , tapi aku belum pernah mendengar tentang kedekatan Gamila dengan pria. Sampai sekarang aku bahkan belum bisa mendapatkan nomor ponsel nya , jika ingin menghubungi nya harus lewat manager nya terlebih dahulu" batin Rio penasaran. Karena ekspresi Gamila langsung berubah ketika Rio menyebut nama orang yang menelpon ke ponsel Gamila.


"Rio aku duluan ke hotel ya , mau langsung istirahat. Dah selamat istirahat" Pamit Gamila langsung pergi meninggalkan Rio , tanpa mendengar jawaban dari Rio.


Setelah Gamila merasa bahwa dia cukup jauh dari telinga yang selalu siap menjadi pendengar , dia menelpon balik Lionel.


"Halo" sapa Gamila.

__ADS_1


"Kenapa tidak langsung mengangkat telepon ku? " Tanya Lionel.


"Oh aku harus mencari tempat yang jauh dari keramaian dulu tadi" jawab Gamila.


"…" Lionel terdiam.


"Lio , kamu kenapa? " Tanya Gamila karena Lionel tak kunjung bicara juga.


"Dalam waktu dekat aku akan menemui kamu" Ucap Lionel setelah sekian lama terdiam.


"Baiklah" jawab Gamila.


"Sampai bertemu nanti , kamu istirahat lah yang cukup , jangan sampai sakit" Pinta Lionel.


" Kamu juga" Jawab Gamila singkat.


Setelah mendengar jawaban singkat Gamila , Lionel langsung saja memutuskan sambungan telepon.


Setelah menerima telepon dari Lionel , Gamila mencari manager nya , berniat akan kembali ke hotel. Ingin beristirahat.


Sesampainya di hotel.


Gamila memang langsung pergi ke kamar nya. Dia membersihkan diri nya terlebih dahulu. Tapi setelah itu ia tidak langsung istirahat. Gamila berbaring menatap lekat langit-langit kamar. Dan selembar foto di genggam nya.


"Seperti pesan kamu. Aku harus berbahagia. Tapi maaf… bukanya aku tidak bahagia bersama dengan Lio, tapi. Jujur saja, selama aku menjadi istri Lio. Sampai sekarang aku masih belum bisa mencintai nya" Gumam Gamila sambil melihat sebuah foto.


Di foto itu Gamila dan Kenzo terlihat sangat bahagia. Gamila yang sangat cantik mempesona, memakai gaun putih pernikahan nya. Dan Kenzo yang menggunakan Tuksedo berwarna hitam, dengan senyum merekah nya Kenzo semakin tampan. Mereka benar-benar terlihat sangat serasi.


Gamila menangis.


Mengingat kenangan yang masih terukir sangat jelas di benak nya.


"Maaf. Maaf kan aku. Aku telah menemukan kebahagiaan ku setelah dirimu. Dan maaf. Maafkan aku karena kebahagiaan ku tidak berasal dari Lio seperti yang kamu inginkan" Ucap Gamila lirih meringkuk kan tubuhnya, memeluk erat foto itu.


"Ken. Apakah kamu akan membenciku jika bukan lagi kamu yang menjadi kebahagiaan ku? Apakah kamu akan membenciku karena kebahagiaan ku bukan Lio seperti yang kamu harapkan? " Tangis Gamila pilu.


"Apakah aku akan kamu sebut egois ? Jika aku memilih kebahagiaan ku sendiri? Maaf. Tapi aku benar-benar hidup kembali setiap bersama dengan nya. Setelah kepergian mu, aku benar-benar merasa hidup. Apakah ada kemungkinan bahwa kamu salah, karena kebahagiaan ku bukan Lio? Tapi. Kurasa. Aku juga bukanlah sumber kebahagiaan Lio" Gamila mulai kacau. Dia benar-benar sudah tidak sanggup lagi menahan gejolak emosi yang sudah ditahan nya selama lima tahun terakhir ini.


"Aku harap kamu tidak akan kecewa dengan pilihan ku ini. Dan kuharap kamu tidak membenciku" Dia Gamila di terakhir Gumam-gumam nya.


Gamila terlelap. Dia sangat kelelahan hari ini.


Dengan sisa-sisa tangisnya Gamila mulai memasuki alam mimpi. Berharap bisa bertemu dengan belahan jiwa nya yang sudah tiada.


~

__ADS_1


"Sayang berdirilah" Pinta seorang pria yang memiliki suara lembut.


Padang rumput yang luas, seorang wanita dengan gaun pengantin putih berjongkok di depan batu nisan. Dia menangisi kepergian orang yang di cintai nya di saat hari paling berharga bagi setiap wanita.


"Sayang, berdirilah" Pinta pria itu lagi masih dengan nada bicara yang lembut menenangkan. Kali ini pria itu juga ikut berjongkok, mengiringi wanita yang sedang menangis itu agar berdiri.


"Sayang, kenapa kamu menangis? " Tanya pria itu menangkup pipi si wanita. Menghapus air mata yang mengalir di pipi wanita itu. Wanita itu menutup kedua matanya.


"Sayang, lihatlah aku! Bukanlah mata kamu" Pinta pria itu lagi.


Wanita itu mengikuti instruksi dari suara yang di dengar nya. Perlahan tapi pasti mata itu terbuka lebar menatap tak percaya pada penglihatan nya. Tak percaya bahwa seseorang yang selalu di rindukan nya saat ini berdiri di hadapan nya. Dengan senyum lembut nya yang selalu meluluhkan hati.


Wanita itu langsung saja memeluk erat pria yang ada di hadapannya. Semakin keras ia menangis.


Pria itu membalas pelukan wanita yang juga di rindukan nya. Mengecup puncak kepala wanitanya.


"Sayang. Berbahagialah. Tidak peduli siapapun orangnya, asalkan kamu bahagia aku pasti bahagia juga"


"Raihlah kebahagiaanmu. Sudahi tangis mu dan tersenyumlah" Bisik pria itu lalu melepaskan pelukannya. Tersenyum cerah, secerah mentari.


Sekali lagi pria itu memeluk wanitanya. Melepaskan lagi pelukannya menghapus air mata yang membasahi pipi. Mengecup puncak kepala wanita itu sekali lagi.


Pria itu mundur selangkah dengan senyum yang masih terukir indah di bibir nya.


"Berbahagialah dan tersenyum lah mulai saat ini" Ucap pria itu terakhir kali. Lalu menghilang bersama dengan angin yang membawa daun yang berguguran terbang.


Akhirnya wanita itu mengembangkan senyumnya, menatap bahagia pria yang dirindukan.


~


Halo semuanya.


Dari sini sudah mulai bab baru yaaa.


Hayoo dong di like setiap bab nya biar Al semakin semangat menulis kisah Arumi dan Bang Lionel.


Siapa tahu karena yang like sampai hemm yaa paling tidak 100. mana tau Al jadi dapat hidayah dari yang maha kuasa agar menulis nya bisa lebih baik lagi✌️✌️(awalnya pengen bilang crazy update 5 bab, tapi kagak jadi lah. Takut tidak bisa menepati janji 😅😅)


Tapi jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like vote and share yaa. Jangan sungkan jika ada yang ingin memberi masukan untuk kisah Arumi dan bang Lionel.


Salam hangat dari Al untuk kalian semua.


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2