
Lionel menatap nanar pintu yang menelan kedua orang tuanya. Lalu dia duduk kembali di tempatnya.
Ia menatap kesal Rio yang menyebabkan adanya scandal yang harus diselesaikan juga hari ini. Scandal yang sudah menyebar luas.
"Jadi. Kenapa kamu menyebarkan video itu? Aku mengirimkan kamu video itu untuk sebagai kenangan kalian. Tapi kamu malah mengunggah video itu dan menyebabkan scandal. Huh dan kenapa salah satu judul berita yang menjadi tranding topiknya adalah seorang CEO muda Lionel Edzky Danindra dikalahkan oleh seorang aktor tampan" Seru Lionel sangat kesal.
"Cocoknya aktris cantik Gamila Zaida bersanding dengan aktor tampan Ilario Guthni. Cinta bertepuk sebelah tangan seorang CEO muda yang tampan. Cinta segitiga. Cinta tak mengenal waktu. Sahabat yang di duakan" Lionel menyebutkan satu persatu judul artikel yang menjadi berita utama di internet hari ini.
" Dan… astaga. Ini lebih parah, ketampanan Lionel Edzky Danindra tidak bisa meluluhkan hati seorang aktris cantik Gamila Zaida" Ucap Lionel ingin sekali melempar ponselnya.
"Cih kenapa semua orang mempersalahkan ketampanan ku? " Gerutu Lionel mendelik kesal.
Semua orang hanya terkekeh geli melihat tingkah Lionel yang sedang kesal itu.
"Jadi katakan. Kenapa video itu kamu sebarkan? " Lionel mengulang pertanyaannya kembali.
"Ini semua karena mama ku. Dia yang menyebarkan video itu" Kata Rio menghela nafas. Ingin memprotes tindakan mamanya tapi tidak berani.
"Bagaimana bisa? " Tanya Lionel.
"Setelah kamu membawa Gami pulang, aku juga pulang. Sesampainya di apartemen mama sudah duduk di ruang tamu menunggu kedatangan ku. Hah… aku tidak menyangka bahwa mama menyewa seseorang untuk membuntuti ku di hari itu. Orang itulah yang merekam kita, dari awal kedatangan kalian hingga kalian pergi meninggalkan ku. Semua gerak-gerik kita di rekamnya semua. Saat itu aku tidak tahu bahwa mama memiliki video ketika aku melamar Gami. Makanya aku meminta mama untuk mencari tahu sendiri" Kata Rio mulai menjelaskan.
"Lalu? " Tanya Lionel.
"Lalu… ya tentu saja dia menyerang ku dengan satu macam pertanyaan" Ada nada kesal didalam kata-kata Rio. Rio diam sejenak, lalu melanjutkan lagi ceritanya.
"Apa yang di tanyakan nya? " Tanya Gamila.
__ADS_1
"Dia hanya bertanya apakah aku serius sedang jatuh cinta? Hanya itu yang di tanyakan nya" Jawab Rio.
"Dan karena aku sudah sangat lelah sekali. Aku meminta mama ku untuk mencari tahu sendiri. Entah kemana dia mencari tahu, aku pun tidak tahu. Lalu tadi malam mama menemui ku lagi. Dengan riang nya dia mengatakan bahwa dia setuju, lalu pergi begitu saja. Dan ketika pagi ini manager ku menelepon bahwa para wartawan berkumpul di lobby apartemen hendak menemui ku. Dan ada sebuah video ketika aku melamar Gami tersebar sebagai buktinya bahwa aku dan Gami tengah menjalin hubungan" Jelas Rio panjang lebar.
"Dan untung saja video itu tidak ditampilkan secara keseluruhannya. Aku tidak tahu dimana mata-mata mama bersembunyi untuk mengambil video nya" Sambung Rio menjelaskan.
"Hah untung saja tidak ada video ketika kita membahas perceraian aku dan Lio" Seru Gamila dibenarkan semua orang.
"Dan jika video tentang pembicaraan itu ada. Aku tidak tahu berita tentang scandal apa yang akan tersebar. Mungkin judul artikel nya lebih mengerikan daripada ini" Kata Lionel bergedik ngeri.
Lionel berpikir bahwa jika pembicaraan antara Gamila Rio dan dirinya. Pembicaraan setelah Rio melamar Gamila yang tersebar luas. Mungkin Arumi akan memandang rendah dirinya. Yang Lionel takutkan hanya apa yang dipikirkan oleh Arumi. Jika perihal pemikiran orang-orang diluar sana dia tak peduli samasekali.
"Hah baiklah. Sekarang kita sudah tahu siapa dalang dari berita hot hari ini. Dan semua orang sudah mengetahui bahwa aku dan Gami akan menikah. Ya walaupun restu dari mama dan papa belum aku dapatkan. Sebaiknya kita harus mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan nya" Ucap Rio tersenyum manis pada Kinan dan Abil.
"Memangnya apa yang akan kamu jelaskan? " Tanya Kinan tiba-tiba.
"Yang harus dijelaskan adalah saya dan Gami akan segera menikah. Dan tuan Lionel Edzky Danindra tidak memiliki hubungan apapun dengan Gami selain hubungan persahabatan" Jawab Rio percaya diri.
Rio tersenyum
"Karena mama dan juga tidak memiliki alasan untuk menolak ku sebagai menantu kalian" Jawab Rio enteng.
Kinan dan Abil tersenyum. Memang mereka tidak memiliki alasan untuk menolak Rio sebagai menantunya. Tapi apakah para orang tua harus memiliki alasan untuk menolak para calon-calon menantu, jika para calon itu tidak disukai(?)
Ah tapi masalah nya Abil dan Kinan sudah menyukai calon menantunya saat ini.
"Hah. Sepertinya kami juga harus segera pulang. Kalian harus menyelesaikan masalah berita ini dulu baru kalian pulang untuk mengurus surat perceraian itu. Sepertinya kalian harus mengadakan konferensi pers. Semua orang pasti menunggu jawaban kalian"
__ADS_1
"Apakah nama mama mu Viorenti Gutchi? " Tanya Kinan, ia menarik lengan Abil agar ikut beranjak dari duduknya.
"Eh… benar. Bagaimana mama bisa tahu? " Tanya Rio sangat berani.
"Heh. Berarti wanita kemarin adalah ibunya? Cih sepertinya aku harus belajar dari wanita itu untuk gerak cepat. Hemm tidak salah jika aku bercerita pada wanita asing mengenai pernikahan Gami. Wanita itu benar-benar melakukan segalanya dengan sangat cepat" Batin Kinan.
"Wah wah wah kamu sangat berani memanggilku mama ya. Apa kamu sebegitu yakin nya aku akan menerima kamu sebagai menantu ku? " Tanya Kinan, ada seringai terbit di wajahnya.
"Tentu saja saya sangat yakin. Karena hanya saya satu-satunya pria yang bisa membuat putri mama berdebar dan pipinya merona. Setelah seseorang di masa lalunya. Dan hanya saya sajalah yang bisa membuat putri mama bahagia. Bahkan seorang CEO muda Lionel Edzky Danindra tidak bisa membuat putri mama berdebar apalagi bahagia" Seru Rio dengan percaya diri. Ia sangat yakin dengan apa yang dikatakannya. Dan ada nada remeh dituju pada Lionel.
"Awww apa-apaan kamu" Kesal Rio karena mendapatkan lemparan pulpen dari Lionel yang mengenai keningnya.
"Kamu yang apa-apaan" Seru Lionel tak kalah kesalnya karena merasa di rendahkan.
Gamila mengacungi kedua jempolnya pada Rio. Membenarkan perkataan Rio.
Abil dan Kinan hanya terkekeh geli melihat tingkah laku Lionel dan Rio.
"Haha kalian lanjutkan lah diskusi kalian. Ayo ma" Ucap Abil melingkari tangannya di pinggul istrinya.
"Kalau begitu kami pulang duluan ya. Cepatlah kalian selesaikan ini. Agar aku bisa menyeleksi kamu segera" Tunjuk Kinan pada Rio.
"Dan… aku juga penasaran dengan menantu Kesya. Sepertinya kami akan menyusul mommy kamu Lio" Ucap Kinan sambil berjalan menuju pintu keluar.
"Jangan menggodaku ma" Teriak Lionel kesal.
Saking asiknya Lionel Gamila dan Rio menyusun rencana. Tidak ada satupun yang menyadari bahwa sekretaris Rai sudah tidak berada di sana.
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like vote and share yaa dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗 lopyu 😘😘