Hanya Dia

Hanya Dia
Ada apa dengan ku ?


__ADS_3

Perdebatan antara Arumi dan Lionel terpaksa berhenti karena nada dering yang sangat aneh.


"Nada dering macam apa ini? Dan. Sejak kapan nada dering ku berubah? Loh. Bukan kah ini suara Albi? Hah dasar bocah itu. Pasti dia yang menggantikan nada dering ponsel ku" Batin Arumi semakin kesal.


"Kenapa nada dering nya aneh sekali. Tapi. Kenapa itu mengingat ku akan sesuatu" Batin Lionel mengernyitkan dahi nya.


"Kamu jawab dulu telpon nya. Mengganggu saja" Seru Lionel.


"Ehh. Haha. Iya tuan" Ucap Arumi malu dengan dering ponsel nya yang aneh.


Arumi berjalan menuju pintu kamar, berniat untuk mengangkat telepon di luar kamar saja.


"Kamu mau kemana? Di sini saja angkat telepon nya" Seru Lionel menghentikan langkah Arumi.


Arumi tidak jadi keluar kamar, dia duduk lagi di sofa, melihat nama orang yang tertera di layar ponsel.


Sekretaris Rai lah yang menelpon Arumi.


"Halo" Sapa Arumi.


"Apa tuan sudah bangun? "


"Sudah" Jawab Arumi.


"Apa tuan sudah sarapan? "


"Hemm. Belum" Seru Arumi melihat Lionel yang sedang memperhatikan gerak-gerik nya.


"Ini. Saya lagi mau menyuapi tuan" Ucap Arumi.


"Baguslah. Saya menelepon kamu hanya ingin memberitahu kan bahwa dokter Ricki akan datang memeriksa keadaan tuan sebentar lagi" Rai mengatakan tujuan nya menelepon.


"Oh. Baik, jadi. Apa yang harus saya lakukan? " Tanya Arumi.


"Yang harus kamu lakukan adalah menyuruh nya pulang jika sudah selesai memeriksa tuan" Ucap Rai tegas.


"Eh. Oh. Baik" Jawab Arumi.


"rawat tuan dengan benar!"perintah Rai.


Tuuuut


Rai langsung saja mematikan sambungan telepon.


"Eh..."


sementara itu


Di sisi lain


"Apa yang telah terjadi antara mereka? kenapa tuan mau saja di suapi? "gumam Rai bertanya tanya.


~


"Apa itu Rai? " Tanya Lionel.


"Iya" Jawab Arumi singkat.


Arumi beranjak dari duduk nya, membawa nampan.


"Saya pergi dulu tuay. Saya akan memasakkan lagi bubur nya" Ucap Arumi.


"Kamu memang harus memasak nya lagi. Apa yang akan aku makan jika kamu sudah melahap bubur nya semua" Sindir Lionel.


"Cih" Arumi berdecak kesal.


"Iya tuan benar sekali. Saya yang salah" Ucap Arumi.

__ADS_1


"Saya salah karena menghabiskan bubur yang tidak diinginkan tuan"


"Padahal lebih baik di buang saja kan? Tuan kan kaya jadi tidak takut jika kehabisan makanan"


"Dan saya juga salah karena sudah sembarangan lapar" Seru Arumi kesal.


Tapi dia mengatakan nya dengan wajah tersenyum lebar. Tersenyum lebar mengejek.


Arumi langsung saja pergi dari kamar tanpa mendengar tanggapan Lionel.


"Eh. Kenapa dia terlihat sangat kesal" Gumam Lionel menatap kepergian Arumi.


"Apa ada perkataan ku yang salah? Tapi bukan kah aku benar. Bagaimana aku bisa makan jika bubur nya sudah habis? "


"Aah. Sudah lah wanita memang susah di mengerti" Gumam-gumam Lionel.


Sembari menunggu kedatangan Arumi dengan bubur baru, Lionel sangat kebosanan. Dia melihat sekeliling nya. Menatap sofa yang di duduki Arumi tadi.


"Eh. Bukan kah itu ponsel milik nya" Gumam-gumam Lionel.


Mengingat bahwa tadi malam Arumi cekikikan bahagia memainkan ponselnya, Lionel jadi sangat penasaran.


Jadilah Lionel berusaha untuk mencapai ponsel Arumi yang ada di atas sofa.


"Hap. Dapat" Seru Lionel setelah mendapat ponsel Arumi.


"Semoga ponsel nya tidak ada pengaman dasar" Batin Lionel berdoa.


Lionel mencoba membuka ponsel Arumi, seperti nya doa Lionel di kabulkan.


"Hehe. Baiklah kita akan mulai mencari tahu apa yang membuat nya tersenyum saat memainkan ponselnya tadi malam" Seru Lionel.


Yang pertama kali di periksa Lionel adalah aplikasi chat yang ada di ponsel Arumi.


"Hemm. Disini tidak ada yang mencurigakan" Gumam Lionel membuka galeri.


Satu jam kemudian.


Akhirnya Arumi kembali lagi dengan membawa bubur baru di nampan nya, bubur dengan rasa yang sama seperti semalam. Gadis itu duduk lagi di sofa yang tadi di duduki nya.


Arumi mengernyitkan dahi melihat Lionel yang sedang menyelimuti seluruh tubuh nya dengan selimut.


"Apa dia tertidur saat menunggu ku" Batin Arumi.


"Iya sih. Pasti membosankan menunggu ku selama satu jam"


"Tapi tuan harus tetap sarapan" Batin Arumi hendak membangun kan Lionel.


"Tuan. Bangun" Seru Arumi.


Merasa di abaikan Arumi membuka selimut yang menutupi tubuh Lionel.


"Loh. Tuan tidak tidur ya? Kenapa tidak menjawab panggilan saya? " Tanya Arumi menyingkirkan selimut agar memudah kan nya mengurus Lionel.


Arumi membungkukkan badan nya, hendak menyingkirkan selimut tebal yang menutupi tubuh majikan nya.


Tapi


Grep!


Lionel tiba-tiba saja memeluk erat Arumi, membuat si empu berteriak. Kaget.


"AAAAAAAaaaaaa" Teriak Arumi.


"Eh. Tuan. Lepaskan saya" Pinta Arumi menggeliatkan tubuhnya, memberontak agar bisa terlepas dari pelukan Lionel.


"Kamu bohong" Seru Lionel lantang tidak melonggarkan pelukannya sedikit pun.

__ADS_1


Arumi yang mendengar seruan Lionel terdiam sesaat.


"Bohong? Maksud tuan apa, saya bohong tentang apa? " Teriak Arumi kembali memberontak.


"Apa dia tahu kalau aku berbohong tentang siapa yang membuat bubur yang sebelumnya? " Batin Arumi bertanya-tanya.


"Tuan lepaskan saya dulu" Pinta Arumi.


"Kita bicarakan baik-baik okey" Ucap Arumi memohon. Dia menatap dalam mata Lionel. Dan mata mereka bertemu.


Melihat mata Arumi, Lionel melepaskan pelukannya.


"Hah" Arumi merasakan sesak.


"Katakan" Ucap Lionel yang sudah menatap Arumi tajam.


"Katakan apa? " Tanya Arumi yang masih tidak mengerti atas keadaan saat ini.


"Katakan. Kenapa kamu berbohong pada ku? " Tanya Lionel meminta penjelasan.


"Saya bohong tentang hal apa? " Tanya Arumi kesal.


"Ini" Seru Lionel memperlihatkan sebuah foto yang ada di ponsel Arumi.


"Eh... Ponsel ku" Teriak Arumi hendak mengambil ponsel nya. Tapi tidak bisa, karena Lionel tidak membiarkan hal itu terjadi.


"Jawab. Kenapa kamu berbohong" Teriak Lionel tidak sabar.


"Hah. Tuan kenapa sih? Tolong katakan dengan jelas" Pinta Arumi.


"Tiga hari yang lalu kamu meminta izin untuk mengikuti acara piknik adik mu. Llalu apa ini? Kamu malah bersenang senang dengan laki laki lain" Seru Lionel geram. Tangan nya meremas ponsel Arumi. Ingin sekali Lionel melemparkan ponsel itu hingga pecah.


"Apa hak tuan ingin mengetahui hali ini? Tuan tidak perlu mencampuri urusan pribadi saya" Ucap Arumi tegas.


"Jeh! mencampuri urusan pribadi? Kamu jangan besar kepala. Saya hanya tidak ingin memiliki pembantu pembohong" Ucap Lionel masih berteriak.


"Hah. Pembohong? Oh. Ada apa ini? Ada apa dengan nya? " Batin Arumi kesal.


"Hah. Tuan saya tidak berbohong. Saya memang pergi piknik dengan adik saya" Jelas Arumi berusaha menenangkan Lionel dan diri nya sendiri.


"Lalu ini apa? Kenapa kamu terlihat sangat menikmati waktu bersama nya? Kenapa kamu terlihat sangat senang? " Tanya Lionel masih belum mengerti.


"Jadi begini tuan... " Ucap Arumi terhenti dengan pertanyaan Lionel lagi.


"Lalu kenapa kamu pergi dengan pria lain?"tanya Lionel marah.


"What? Pria lain? Apa sih maksudnya? " Batin Arumi tidak percaya.


"Hahaha suka suka saya ingin bersama siapa. Apa urusannya dengan anda? " Tanya Arumi sudah tidak bisa lagi mengontrol emosi nya.


"Saya ini. Saya ini majikan kamu" Seru Lionel.


"Ya benar tuan hanya majikan. Hanya majikan" Ucap Arumi menekankan kata majikan.


"Anda hanya sebatas majikan saya. Lalu apa? " Kesal Arumi.


"Ya setidak nya kamu harus memberitahukan pada ku jika ada pria lain. Dan seharusnya kamu mengajak ku bukan dia" Seru Lionel tidak mau kalah.


"Hahaha... Kenapa saya harus melakukan itu? Kenapa saya harus memberitahu kan siapa pria yang sedang bersama saya dan kenapa saya harus mengajak pria yang sudah beristri? " Tanya Arumi menyindir Lionel.


Arumi pergi begitu saja setelah mengatakan nya. Pergi dalam keadaan kesal. Bahkan dia meninggal kan ponsel nya yang masih di genggam Lionel.


"Eh. Ada apa dengan ku? " Gumam Lionel tersadarkan kenapa dia bersikap seperti itu pada Arumi.


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2