Hanya Dia

Hanya Dia
Tidak enak !


__ADS_3

Makan malam telah tiba. Semua orang telah berada di meja makan dan sudah memulai menyantap makanan masing-masing.


Begitu pula dengan Arumi dan Lionel.


Semua orang menyantap makanan dalam diam.


Tapi suasana malam ini sedikit berbeda. Karena aura yang terpancar dari Lionel sedikit aneh. Aura yang di keluarkan nya berganti-ganti. Terkadang terlihat di raut wajah nya dia sedang bahagia tapi sesaat kemudian raut wajah nya berubah lagi menjadi menyeramkan.


Dia terlihat kesal seperti nya. Pikir semua orang yang yang ada di meja makan.


Kecuali Arumi. Hanya Arumi lah yang terlihat sangat menikmati makan malam nya. Dia terlihat sangat santai.


Entah kenapa, melihat Arumi yang sangat santai membuat Lionel kesal.


" Kenapa dia menampilkan wajah tak berdosa begitu? Seharusnya saat ini dia takut karena telah membuat ku marah. Aku kan bisa saja memecat nya karena dia tidak melakukan tugas nya dengan benar. Dia tidak memasak makan malam. Dia kira aku tidak tahu perbedaan masakan kalian" Gumam-gumam Lionel di batin nya.


" Cih. Terlebih lagi dia mengatai ku bocah saat mengancam tidak akan memasak makan malam" Batin Lionel kesal.


Tiiingg.


Lionel menjatuhkan sendok dan garpu nya dengan sengaja. Sehingga menghasilkan suara dentingan yang sendok beradu dengan piring.


" Kamu kenapa Lio? " Tanya Kesya kaget.


" Tidak enak! " Ucap Lionel.


" Apa nya yang tidak enak? " Kali ini Bara yang bertanya.


Hal ini sudah sering terjadi. Semua orang tidak heran lagi dengan tingkah laku Lionel. Semua orang sudah biasa dengan sifat nya yang suka sekali pilih-pilih makanan.


" Rasa bubur ini tidak enak" Jawab Lionel menatap Arumi tajam. Sedangkan yang di tatap tidak mempedulikan Lionel. Dia masih asyik dengan makan malam nya.


" Apa yang tidak enak? Ini enak kok" Jawab Kesya mencicipi bubur Lionel. Kesya sebenarnya geram sekali dengan sifat Lionel ini, tidak berubah sama sekali. Padahal Lionel sudah dewasa.


Sejak kecil Lionel sudah seperti ini. Dia hanya akan memakan makanan yang di masak Kesya saja. Hanya masakan Kesya saja.


Bahkan ketika Lionel sudah menikah pun masih saja minta di masakan.


Dan hal ini membuat Bara sedikit kesal dengan anak nya. Membuat jadwal honeymoon yang kesekian kalinya selalu tertunda.


" Tidak enak ma" Jawab Lionel lalu dia beranjak dari duduk nya.


" Antar kan obat dan bubur yang lain ke ruang kerja ku" Perintah Lionel tanpa menyebutkan nama orang yang di perintahkan nya.


"Cepat selesai kan makan mu Rai" Perintah Lionel lalu berlalu begitu saja.

__ADS_1


Setelah kepergian Lionel, meja makan heboh dengan seruan Kesya yang penuh tanda tanya.


" Rai. Ada apa dengan tuan mu itu? Kenapa dia mau minum obat? Dan... Kenapa harus bubur yang lain? Tadi pagi dia juga makan bubur kan? " Tanya Kesya pada Sekretaris Rai yang mengiyakan pertanyaan Kesya. "Bukankah bubur yang ia makan sama seperti yang sebelumnya? " Tanya Kesya membuat Arumi menghentikan makan nya sejenak karena sedikit kaget dengan pertanyaan Kesya.


Bara yang sebenarnya juga terkejut dengan anak nya yang tiba-tiba mau minum obat yang selama ini di hindari nya,bagaikan obat itu adalah sebuah virus. Tapi Bara hanya diam saja, ia hanya menyimak percakapan istri nya yang sudah bertanya heboh.


" Maaf Nyonya saya juga tidak tahu!" Jawab Rai yang sudah menghabiskan makan malam nya lalu dia pun juga beranjak dari duduk nya.


" Nona Arumi, bisakah anda mengikuti saya " Pinta Sekretaris Rai yang melihat Arumi juga sudah selesai dengan makan malam nya.


Selesai nya Arumi dengan makan malam. Yang lain juga mengikuti jejak Arumi yang sudah selesai dengan makan malam nya. Semua orang sudah selesai dengan makan malam masing-masing.


" Baik" Jawab Arumi.


" Nyonya, Tuan. Saya undur diri terlebih dahulu" Ucap Rai menundukkan kepalanya.


" Baiklah. Cepat kamu susul tuan mu itu! Tuan mu sangat kekanak-kanakan sekali" Seru Kesya mengatai anak nya sendiri.


" Mom. Arumi juga harus segera menyusul Sekretaris Rai dan membuat bubur baru untuk tuan" Ucap Arumi.


" Yaa. Tolong kamu jinakkan bocah kecil ku yaa" Pinta Kesya tertawa kecil mendengar kalimat nya sendiri.


" Baik mom" ucap Arumi juga ikut tersenyum.


" Tuan, saya permisi dulu" pamit Arumi pada Bara.


" Selamat malam dan selamat istirahat Nyonya Tuan" salam Arumi.


" Selamat malam juga sayang" Jawab Kesya.


Sementara itu, seseorang yang hanya menjadi butiran daki.


" Rasa nya aku hanya seperti benda mati disini. Sungguh tidak di anggap sama sekali"


" Sungguh menyedihkan jika di lupakan seperti ini"


" Sebenarnya Arumi itu pembantu di rumah ini atau. Dia anak nya Tuan dan Nyonya besar? Atau. Astaga jika benar Arumi adalah istri nya Tuan Lionel. Ini sungguh berita yang sangat besar"


"Hemm. Pantas saja Sekretaris Rai itu meminta ku untuk tidak menyinggung Arumi"


"Tapi. Siapa wanita yang datang ke apartemen Tuan ketika kami di London? "


Tika yang hanya baru satu Minggu bekerja dengan Lionel hanya bisa menerka-nerka. Banyak sekali pertanyaan yang menggerogoti pikiran nya. Dia juga tidak memiliki teman yang bisa menjawab berbagai pertanyaan nya itu.


Dia hanya seperti angin yang numpang lewat saja jika sudah berada di rumah ini.

__ADS_1


" Apa seharusnya aku tidak menerima tawaran Arumi untuk menginap disini yaa? " Batin Tika.


"Eeh...


Tika di kejutkan dengan tepukan ringan di pundak nya.


" Tika" Panggil Kesya menepuk pelan pundak Tika.


" Eh. Iya Nyonya" Jawab nya gugup.


"Maaf yaa. Lionel mengatai masakan kamu tidak enak, padahal enak kok! " Ucap Kesya tulus.


" Lidah nya saja yang bermasalah. Jadi kamu jangan ambil pusing dengan kata-kata nya tadi yaa" Pinta Kesya.


"Ah. Iya Nyonya tidak apa-apa" Jawab Tika gugup.


" Kamu harus punya stok kesabaran yang banyak jika bekerja dengan nya" Lanjut Kesya.


Tika hanya diam dan mengangguk kan kepala nya berulangkali.


" Setelah pekerjaan kamu selesai, kamu langsung saja istirahat" ujar Kesya.


" Saya juga harus segera kembali ke kamar" Ucap Kesya yang melirik suami nya, Bara.


" Iya Nyonya. Selamat malam. Selamat istirahat Nyonya, Tuan" Salam Tika pada bara dan Kesya.


Bara merangkul pundak Kesya mesra, meninggalkan Tika seorang diri. Meninggalkan Tika seorang diri yang akan membereskan meja makan.


"Ah. Seperti nya rencana untuk menikah dengan bos tampan sepulang kerja disini tidak akan pernah terjadi" Gumam-gumam Tika di sela ia membersihkan meja makan.


***


" Nona Arumi sudah tahu kan apa yang harus anda lakukan? " Tanya Sekretaris Rai tanpa basa-basi.


" Yaa" Jawab Arumi santai


" Jika bubur nya sudah selesai, Kamu langsung saja antar ke ruang kerja Tuan muda" seru Sekretaris Rai lalu meninggalkan Arumi lalu berjalan menuju ruang kerja Lionel.


" Ah sangat menguras tenaga jika memiliki bos yang kekanakan seperti ini" gumam Arumi.


" Haaishh. Sudah tua juga. Kenapa harus takut dengan obat sih? Albi saja tidak sebegitu nya" gumam Arumi berjalan menuju dapur.


Memasakkan bubur baru untuk majikan nya.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗


__ADS_2