
Tanpa Lionel sadari, dia menaruh perhatian nya pada Arumi. Dan sekretaris Rai tercengang mendengar perkataan yang baru saja di lontarkan Lionel.
"Apa benar yang di katakan oleh nya tentang Tuan?" Batin sekretaris Rai
"Baiklah aku akan memulai nya" Batin Sekretaris Rai yang akan mulai menjalankan misi nya dari dia.
"Baik Tuan" Jawab sekretaris Rai.
Karena pesta akan diadakan pada jam 7 malam, sekretaris Rai akan menjemput Arumi 2 jam sebelum acara dimulai.
Setelah selesai makan siang, sekretaris Rai melanjutkan tugas nya yang lain, dia juga sudah mencari tahu butik yang akan di kunjungi nya bersama dengan Arumi.
2 jam sebelum acara
Sepanjang perjalanan Arumi dan Sekretaris Rai tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
Arumi merasa kesal dengan sekretaris Rai, yang tiba-tiba saja mengajak nya pergi entah kemana. Padahal dia harus bersiap untuk pergi ke pesta.
"Hah! kenapa aku tadi tidur ya? Kan jadi tidak punya dress untuk pesta nanti, lagian kenapa ya, kalau pergi ke pesta itu harus pakai dress? Kenapa tidak pakai celana saja?" Batin Arumi yang masih penasaran, kemana dia akan di bawa pergi oleh sekretaris Rai.
"Sekretaris Rai kita mau kemana?" Tanya Arumi memecahkan keheningan antara mereka.
"Jika sudah sampai tujuan, pasti nona juga akan tahu nanti nya" Jawab sekretaris Rai, membuat Arumi semakin kesal.
"Sekretaris Rai, apakah Tuan memperbolehkan saya pergi nanti malam?" Tanya Arumi tidak bisa diam, rasanya Arumi ingin sekali mengganggu kegiatan sekretaris Rai yang sedang fokus dengan ponsel nya.
"Hemm..." Hanya itu jawaban yang diberikan oleh sekretaris Rai untuk Arumi.
"Cih! di tanya malah jawab hemm hemm hemm" Batin Arumi mulai mengumpati Sekretaris Rai di dalam hati.
"Hah! yasudah lah aku diam saja, dari pada bicara dengan si hemm hemm hemm" Batin Arumi kesal.
DYA boutique menjadi tempat pemberhentian mobil yang di tumpangi Arumi dan sekretaris Rai. Arumi hanya bisa mengikuti langkah sekretaris Rai yang telah berjalan masuk ke dalam butik itu.
"Hemm... ngapain kita kesini? apa jangan-jangan sekretaris Rai mau... asyik ga perlu repot-repot keluarin uang dong hehehe" Batin Arumi senang karena menduga-duga hal yang tidak ia ketahui benar atau tidak.
"Selamat datang Tuan Rai" Sambut para pekerja yang ada di butik.
Sekretaris Rai hanya menganggukkan kepalanya saja ketika mendengar kata sambutan yang di beri oleh DYA boutique.
"Sombong amat Sekretaris Rai ini" gemas Arumi yang menampilkan senyum nya di hadapan para pegawai.
"Selamat datang Tuan Rai, dress yang anda minta telah saya siap kan" Seru seorang wanita yang seperti nya menjadi penanggung jawab DYA boutique.
__ADS_1
"Apakah nona yang bersama dengan anda yang akan kami..." Perkataan wanita itu di potong oleh sekretaris Rai.
"Ya!" jawab sekretaris Rai langsung.
"Baiklah nona, silahkan ikuti saya" Ucap wanita itu.
Arumi yang telah mengetahui kenapa dia dibawa kemari pun menurut untuk mengikuti langkah wanita itu.
Sudah hampir satu setengah jam lamanya Sekretaris Rai menunggu Arumi di mencoba dress yang akan di gunakan nya untuk nanti malam. Sekretaris Rai duduk di sofa yang sudah di sediakan oleh butik. Menunggu Arumi.
Ceklek!
Pintu terbuka menampilkan wajah seseorang yang membuat sekretaris Rai mengkerut kan dahi nya.
"Sangat cantik! Apakah dia benar-benar nona Arumi yang memakai kacamata tebal tadi?" Batin Sekretaris Rai yang bertanya pada diri nya sendiri.
"Tapi sangat berbeda dengan sebelumnya" Batin Sekretaris Rai lagi.
"Huh! ini sangat tidak nyaman di pakai" Gerutu Arumi melihat sesuatu yang di pakai di kaki nya.
"Apa ya tadi nama sepatu ini" Gumam Arumi.
"Padahal sama-sama alas kaki, tapi... kenapa nama nya berbeda-beda?" Gerutu nya kesal.
Melihat Rai yang mengeluarkan ponsel nya sontak saja Arumi membalikkan badannya dan membelakangi sekretaris Rai.
"Sekretaris Rai! Jangan coba-coba untuk mengambil foto saya" Kata Arumi setengah berteriak.
"Datang dari mana kepercayaan diri anda itu?saya hanya ingin mengecek email yang masuk, kenapa anda mengira bahwa saya akan mengambil foto anda?" Ucap sekretaris Rai mengelak.
Arumi hanya mendengus kesal dengan kebohongan sekretaris Rai.
Arumi memakai kembali kacamata tebal nya lagi. Dia sengaja tidak memakai softlens.
"Kenapa nona memakai lagi kacamata jelek itu?" Tanya Rai tanpa sadar menghina kacamata tebal Arumi
"Karena ini benda berharga ku yang tidak boleh ku lepas kan" Jawab Arumi dengan ekspresi wajah serius.
Rai menganggukkan kepalanya menanggapi jawaban dari Arumi.
"Hahaha... apakah dia benar-benar menanggapi bahwa kacamata ini sangat berharga?" gelak tawa Arumi di dalam hati nya.
"Apakah dengan tidak memakai kacamata tebal ku ini... maka aku terlihat cantik?" Tanya Arumi pada sekretaris Rai.
__ADS_1
"Tidak! biasa saja" Ujar sekretaris Rai dengan wajah datar nya, yang membuat Arumi kesal.
"Kenapa aku berbohong tadi?" Tanya Rai pada diri nya sendiri. Dia bingung kenapa dia harus berbohong mengenai Arumi cantik apa tidak.
"Sekretaris Rai apakah anda tahu bahwa anda orang yang tidak bisa berbohong? wajah anda menampilkan semua nya" Ledek Arumi.
"Hemm..." sekretaris Rai hanya berdehem untuk menanggapi perkataan Arumi. Menurut nya jika menjawab lebih panjang lagi pertanyaan Arumi, maka dia akan kalah berdebat dengan Arumi. Jadilah dia hanya berdehem saja.
"Cih! tinggal bilang iya saja pun susah"
Batin Arumi.
"Baiklah kalau begitu, terima kasih tuan" Ucap Arumi.
"Berterimakasih lah Kepada Tuan muda! Tuan lah yang meminta saya untuk membawa nona pergi membeli dress" Ujar sekretaris Rai.
"Hemm... baiklah nanti kapan-kapan saya akan berterima kasih pada tuan" Ucap Arumi.
Rai hanya menganggukkan kepalanya menanggapi jawaban dari Arumi.
terserah nona lah mau kapan mengucapkan nya. Batin Rai.
"Ayo nona saya akan mengantarkan anda ke acara pesta anda" Ajak sekretaris Rai.
Sesampainya di tempat tujuan, sekretaris Rai langsung saja pergi kembali untuk menjemput Tuan nya.
Di pesta
Semua mata tertuju pada Arumi.
Arumi malam ini sangat cantik, apalagi jika kacamata tebal itu tidak bertengger di hidung nya. Jika saja Arumi tidak memakai kacamata tebal itu, orang-orang tidak akan mengenal siapa gadis yang tengah berjalan sendirian.
Arumi memang tidak memiliki teman di sekolah nya ini, di karenakan ulah Delvin. Anak paman nya yang sudah mengancam semua siswa.
Malam ini Arumi sengaja tidak makan malam di rumah, karena dia sangat ingin menyantap semua makanan manis yang akan di pesan sekolah nya untuk acara malam ini.
Arumi berjalan menuju meja yang terdapat banyak sekali makanan. Di saat suapan pertama , suara yang cukup familiar memanggil nama nya.
"Nona Arumi..." Panggil orang tersebut.
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗
__ADS_1