
Setelah selesai makan malam bersama. Akhir nya pengumuman hasil dari lomba membuat istana pasir akan segera di umum kan.
Para anak murid sangat antusias menanti siapa pemenang nya, semua merasakan debaran tak berirama di jantung masing-masing.
Semua orang merapalkan mantra masing masing.
"Semoga kami menang! "
Albi juga merasakan hal yang sama seperti murid lain nya. Dia menggenggam tangan kanan Arumi di tangan kiri nya, dan menggenggam tangan kiri Lais di tangan kanan nya. Albi duduk diantara Lais dan Arumi, di tengah.
Saat ini.
Mis Anna lah yang menjadi MC, untuk mengumumkan pemenang nya.
Pemenang akan di umumkan dari pemenang yang ke tiga.
"Pemenang lomba membuat istana pasir di urutan ketiga ialah… " Seruan mis Anna di dramatis kan dengan musik yang mengiringi nya. Yang semakin membuat jantung deg degan.
"... keluargaaaaa... Rendyyyyyy... " Ucap mis Anna dan di ikuti oleh tepukan tangan meriah dari semua orang.
"Untuk keluarga Rendy di persilahkan untuk maju ke depan, agar bisa foto bersama dan serah terima hadiah" Ujar mis Anna.
Setelah serah terima hadiah dan foto bersama, dengan latar belakang istana pasir yang mereka buat. Yang telah di jadikan sepanduk. Dan di beri penyangga agar bisa berdiri. Tapi sebelum nya, spanduk itu di tutup dengan kain agar tidak ada yang bisa mengetahui siapa pemenang nya.
"Untuk juara yang kedua ialah… " Seruan mis Anna terdengar lagi setelah juara pertama duduk kembali di tempat semula.
"... Ialah... " Semua nya menanti penuh harap.
"Ayo coba anak anak mis jawab siapa juara keduaaaaa? " Tanya mis Anna menghebohkan para murid dengan jawaban.
"AKUUUU! " Jawab semua murid serentak, menghebohkan keadaan.
"Lah... Kalau mau juara kedua semua. Siapa yang jadi juara pertama nya?" Tanya mis Anna, setelah kehebohan sedikit mereda. Dengan ekspresi seakan sangat bingung.
"AKUUUUUU!" jawab semuanya lagi kompak.
Bukan kah begitu anak anak? Selalu ingin menjadi yang terbaik.
"Baiklah. Mis akan sebutkan siapa yang menjadi juara kedua"
"Pemenang kedua membuat istana pasir adalah... Jeng... Jeng... Jeng"
"Aaaa... Albiiiii... " Seru mis Anna lantang.
"Huuu... " Sorak mereka seakan sedih karena bukan mereka lah yang menjadi pemenang nya.
Tapi sedetik kemudian mereka tertawa bersama dan tepukan meriah di berikan kepada Albi.
Albi Arumi dan Lais maju ke depan panggung kecil. Albi mendapatkan sebuah hadiah. Lalu ketiganya foto bersama. Mereka terlihat seperti keluarga bahagia ketika di foto.
Albi yang di gendong Lais di depan nya, menggunakan tangan kanan. Dan tangan kiri Lais memeluk mesra pinggang arumi. Ya sekilas terlihat sangat bahagia. Jika orang orang tidak mengetahui bahwa asli nya seperti apa.
Dengan wajah tersenyum bahagia Lais. Sebenarnya dia sedang menahan perih dari cubitan maut yang di berikan Arumi di perut sebelah kiri nya.
Tentu saja tidak ada yang melihat cubitan itu. Mereka memang terlihat seperti pasangan yang serasi.
Setelah selesai foto bersama. Juara pertama di umumkan. Sama seperti juara tiga dan dua, tentu saja juara satu juga akan mendapatkan hadiah dan foto bersama dengan latar belakang sepanduk istana pasir yang di buat oleh sang juara.
__ADS_1
Setelah pengumuman pemenang selesai. Akan diadakan acara api unggun sejenak sebelum mereka pergi beristirahat. Karena hari ini adalah hari terakhir piknik, dan semua orang akan pulang esok hari.
Selama acara api unggun berlangsung. Semua orang terlihat bahagia. Para orang tua yang menjadi seorang ayah ada yang bermain gitar dan menyanyi kan lagu untuk hari hari singkat yang telah mereka lewati.
Di malam hari, angin sepoi-sepoi di pinggir pantai menerpa kulit semua orang. Dingin nya malam hari mengalah kan kebahagiaan yang di rasakan semua orang.
Albi Arumi dan Lais masih saja setia di tempat duduk mereka. Tapi itu tidak berlangsung lama.
Tiba tiba saja Lais beranjak dari duduk nya, berjalan menuju seorang papa muda yang sedang memainkan gitar dengan asik nya.
Lais membisikkan sesuatu ke papa muda itu, membawa gitar yang di mainkan papa muda. Berjalan menuju mis Anna. Dan membisikkan sesuatu lagi.
Tiba tiba mis Anna berdiri dari duduk nya, mengambil mic.
"Perhatian semua nya" Seru mis Anna dan semua orang terdiam terfokus pada mis Anna yang sedang berbicara.
"Ada seorang pemuda yang ingin menyanyikan sebuah lagu untuk kekasih nya. Mari kita dengar kan suara merdu yang akan memeriahkan acara kita malam ini" Seru mis Anna lalu mempersilahkan Lais untuk menyanyikan lagu.
"Selamat malam semua" Sapa Lais.
"Saya akan menyanyikan sebuah lagu untuk gadis cantik yang di sana" Tunjuk Lais pada Arumi.
Oh, her eyes, her eyes make the stars look like they're not shinin'
Her hair, her hair falls perfectly without her trying
She's so beautiful and I tell her everyday
Yeah, I know, I know when I compliment her she won't believe me
And it's so, it's so sad to think that she don't see what I see
I say
When I see your face
There's not a thing that I would change 'cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile
The whole world stops and stares for a while
'Cause girl you're amazing
Just the way you are
Yeah
Her lips, her lips, I could kiss them all day if she'd let me
Her laugh, her laugh she hates but I think it's so sexy
She's so beautiful, and I tell her everyday
Oh you know, you know, you know I'd never…
__ADS_1
#brunomars_justthewayyouare
Albi yang melihat arah pandang Lais mengembangkan senyumnya lebar.
Sedangkan Arumi, yang menjadi sorotan semua mata hanya memandang datar Lais.
Dia tidak merasa kan apa pun, rasa berdebar pun tidak ada.
Tidak ada rasa sama sekali.
***
Tok!
Tok!
Tok!
Sekretaris Rai mengetuk pintu kamar Lionel.
Ini sudah yang ketiga kali nya Rai mengetuk pintu kamar Lionel, tapi tidak ada juga yang menyahut dari dalam.
Ceklek!
akhirnya pintu kamar Lionel terbuka juga setelah sekian lama.
"Rai!" Panggil Lionel, berjalan menuju ruang tamu. Dan sekretaris Rai mengikuti nya dari belakang.
"Kita pulang" Ucap Lionel lalu mendudukkan tubuhnya di sofa.
"Baik tuan" Jawab sekretaris Rai. Lalu pergi meninggalkan Lionel untuk mempersiapkan kepulangan mereka.
Tika yan juga berada di ruangan yang sama dengan Lionel. Berdiri agak jauh dari Lionel.
Dia sedikit menggerutu karena kepulangan yang cepat. Karena dia belum menikmati keindahan negara yang sedang di kunjungi nya.
"Aku belum menjelajahi kota ini, dan belum sempat membeli apa pun. Aku kan juga ingin memamerkan sedikit ke teman teman yang ada di Indonesia" Batin nya sedikit kesal.
Lionel pagi ini tidak memakan sarapan nya, dia tidak selera sama sekali. Bahkan siang ini juga, dia melewati makan siang nya dan langsung terbang menuju New York city.
Pulang.
Di dalam jet pribadi, Lionel sekretaris Rai dan Tika hanya diam membisu. Sekretaris Rai yang sibuk dengan berkas berkas. Dan Lionel yang sibuk dengan pikirannya. Jadi dia lebih memilih untuk pergi ke kamar khusus. Dan Tika tidak ada pilihan lain selain tidur.
Sebelas jam dalam perjalan menembus lautan awan. Akhir nya mereka sampai juga di kediaman Lionel. Semua orang terlihat lelah.
Tapi Lionel lah yang terlihat sangat jelas rasa lelah di wajah nya.
Sesampainya di rumah.
Semua orang langsung pergi ke kamar masing-masing. Karena ini masih pukul satu dini hari. Masih bisa di sebut dengan malam hari. Semua orang ingin mengistirahatkan tubuh mereka sejenak.
Hari ini Tika di izinkan menginap di rumah Lionel.
Dan lagi lagi Lionel melewatkan makan malam nya.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗