
Di satu sisi…
"Jadi, apa sudah ada kemajuan dalam hubungan kalian? " Tanya Lionel disela makan malam nya. Lionel tidak memiliki beban pada makan malam kali ini, karena dia sudah memberi perintah bahwa makan malam nya harus dimasak secara khusus, hanya di masakan oleh koki pilihan nya. Dan dengan terpaksa Tika menjadi koki paruh waktu di restoran yang memasak makan malam untuk acara ini.
"Kamu tahu aku tidak akan pernah maju duluan, tapi… kalau dia… dia selalu maju terus. Dan kali ini aku ingin maju juga, tidak ingin diam di tempat, tapi itu akan aku lakukan setelah kita benar-benar bercerai. Yaa aku akui, aku tidak memiliki keberanian untuk maju terlebih dahulu" Jawab Gamila lesu. Dia mengalihkan pandangan nya. Tidak berani menatap Lionel.
Dari matanya, Gamila terlihat sendu ada rasa ragu di nada bicaranya.
"Jujur saja dia memang selalu mendekatiku, tapi… dikarenakan sudah banyak sekali wanita cantik yang juga berprofesi sebagai aktris model atau yang lainnya juga berkencan dengan dia... Sesaat aku ragu, apakah dia mendekatiku karena rasa cintanya yang tulus dari hati atau hanya sekedar rasa penasaran seperti rasa saat dia mendekati wanita diluar sana yang pernah dia kencani" Sambung Gamila tertunduk.
Lionel terdiam.
"Hemm. Baiklah. Bagaimana jika kita mengujinya. Saat ini dia sedang menatap tajam kearah kita, kita lihat apakah dia akan menghampiri kita" Ucap Lionel menyentuh pipi Gamila mesra.
"Jangan menoleh kebelakang. Tatap lah aku seperti kamu menatap nya, tatapan ingin memiliki" Lanjut Lionel.
Mendengar perkataan Lionel, Gamila sangat ingin rasanya melihat reaksi apa yang sedang ditampilkan seseorang yang disebut Lionel tadi.
"Ah… baiklah. Mohon bantuannya" Ucap Gamila mengikuti perkataan Lionel.
Sesuai arahan Lionel tadi, Gamila menatap hangat Lionel, menatap nya penuh cinta.
"Hahaha lihat dia bereaksi hanya dengan aku menyentuh pipi kamu" Ucap Lionel, semakin membuat Gamila hendak menolehkan kepalanya ke belakang. Ingin melihat reaksi Rio.
__ADS_1
"Eh… astaga. Dia pergi. Aku lupa jika aku sudah memerintahkan kepada Rai agar tidak ada siapapun yang mendekati kita. Maaf" Ucap Lionel lirih, melepaskan tangan nya.
"Hah… tidak apa" Gumam Gamila lesu. Dia sangat ingin sekali melihat reaksi Rio. Ingin melihat apakah ada reaksi cemburu di wajah Rio ketika Lionel menyentuh pipi nya mesra.
"Hemm. Lalu, bagaimana dengan kamu? Apakah ada kemajuan juga? " Tanya Gamila menyesap minumannya. Tidak seperti para tamu undangan lainnya yang meminum wine. Gamila memilih untuk meminum jus saja, jika bukan karena alergi terhadap wine mungkin dia juga sudah menyesap wine itu.
"Heh. Kamu menanyakan sesuatu yang sudah pasti tidak akan ada kemajuan, jika satu bulan lebih aku tidak bertemu dengan nya" Ucap Lionel kesal. Walau dia bisa melihat wajah Arumi setiap harinya melewati Fathan, tapi itu tidak bisa mengobati rasa rindu yang semakin menguap.
Gamila terkekeh geli, menahan tawanya melihat sisi Lionel yang pertama kali dilihat nya ini. Karena, biasanya para wanita lah yang menggilainya tapi sekarang, lihatlah wajah kesal menahan rindu itu. Sangat tidak sesuai dengan karakter Lionel yang selalu menampilkan wajah dingin nya.
"Jika kamu ingin tertawa, ya tertawa saja. Tidak usah menahannya. Semakin membuat jengkel saja" Lirih Lionel meminum air putih. Sama seperti Gamila, Lionel juga tidak meminum wine. Tapi bukan berarti Lionel memiliki alergi juga. Dia hanya tidak menyukai minuman memabukkan itu, karena dia pernah melakukan kesalahan konyol hanya bermodalkan segelas wine.
"Kamu masih bisa dibilang enak, karena laki-laki yang kamu sukai juga tertarik padamu. Hanya tinggal kamu saja yang harus bisa membuat dia agar hanya menatap kamu seorang, membuatnya agar hanya kamu seorang yang ada di hati nya" Kata Lionel yang sudah menyenderkan tubuhnya di kursi yang di duduki nya.
"Sementara aku? Rasa diantara kami hanya dari sebelah pihak. Disini hanya aku yang menyukai nya" Sambung Lionel dengan wajah sendu nya.
"Hah, aku sangat merindukan masakannya itu, entah obat apa yang dimasukkan nya sehi membuat candu. Ah aku juga merindukan senyumnya, saat-saat dia bersenandung ria ketika masak. Terlebih lagi aku sangat merindukan reaksi menggemaskan nya ketika ku jahili, dia menjadi sangat imut membuat ku ingin mencium bibirnya itu. Ah rindu ini benar-benar menyiksaku" Keluh Lionel mengadu pada Gamila, dengan mimik wajah yang berubah-ubah, saat menyebut nama Arumi wajah Lionel terlihat berseri-seri seperti anak remaja yang baru pertama kali mengenal cinta. Dan ketika dia mengatakan rindu saat jarak membentang diantara nya dan Arumi mimik wajahnya langsung berubah sedih.
Gamila bergidik ngeri melihat perubahan raut wajah Lionel yang mudah sekali berubah-ubah seperti mudahnya membalikkan telapak tangan.
Sejak kapan Lionel memiliki berbagai macam ekspresi seperti ini. Pikir Gamila.
"Hih apa kamu sebegitu mencintai nya? Aku tidak menyangka bahwa kamu juga bisa memasang wajah budak cinta seperti itu. Huh... Aku tidak suka melihat wajah berseri-seri semangat itu, jika kamu membahas Arumi. Aku geli melihat tingkah mu itu, tidak biasa aku melihat reaksi mu yang seperti itu" Jelas Gamila bergidik ngeri.
__ADS_1
"Untung saja bukan aku yang menjadi wanita yang kamu sukai, jika itu aku… " Ucap Gamila menggantung kalimat nya berdecak ngeri membayangkan hal yang dikatakan nya barusan.
"Kamu pasti akan sangat menyebalkan… Haa apa yang dirasakan Arumi jika dia mengetahui hal ini yaa" Seru Gamila menerka-nerka.
"Dia pasti benar-benar menganggap kamu sangat menyebalkan mengingat kamu selalu menyusahkan nya. Apalagi jika sudah berurusan dengan makanan" Cemooh Gamila memandang rendah Lionel.
Perkataan Gamila sangat tepat sasaran. Memang benar sekali bahwa Arumi sering mengatai Lionel menyebalkan. Lionel mengetahui hal itu karena setiap kali Arumi mengumpat nya pasti selalu terdengar oleh Lionel.
Tapi.
Ekspresi kesal Arumi itulah yang sangat menggemaskan di mata Lionel.
"Aku tidak yakin dia mau menerima kamu" kata-kata Gamila sukses membuat Lionel menciut.
Hah.
Apa benar Arumi akan menolaknya dikarenakan kejahilan Lionel yang selalu membuat Arumi kesal?
Mengingat bahwa Arumi satu-satunya wanita yang tidak terpikat dengan wajah tampannya. Arumi yang memang tidak pernah menampilkan wajah tertarik nya pada Lionel seperti para wanita yang menggilainya diluar sana. Jika para wanita itu akan tersenyum dan mabuk kepayang hanya melihat Lionel, berbeda halnya dengan Arumi yang selalu memasang wajah masam atau wajah ogah-ogahan nya ketika melihat Lionel.
Apalagi Arumi terlihat sangat bahagia atas ketidakhadiran Lionel di rumah. Semakin membuat nyali Lionel menciut.
"Huh… dia pasti sangat bahagia saat ini. Bahagia karena tidak berjumpa dengan kamu" Gamila semakin memanaskan suasana hati Lionel yang tengah berkecamuk, perang batin memikirkan kemungkinan terburuk bahwa dia akan ditolak oleh Arumi.
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like vote and share yaa dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗 lopyu 😘😘