Hanya Dia

Hanya Dia
Rencana (Rio)


__ADS_3

Seperti yang dikatakan Gamila bahwa sekitar tiga Minggu lagi mereka akan bertemu kembali. Ini adalah hari dimana mereka bertemu setelah perpisahan mereka tiga Minggu yang lalu.


Tidak seperti sebelumnya pertemuan yang dilakukan di apartemen Lionel. Pertemuan kedua ini adalah pertemuan yang tak di sengaja. Mereka bertemu di sebuah acara yang diselenggarakan oleh perusahaan yang menaungi Gamila dan Ilario dalam memproduksi film yang mereka mainkan kali ini. Dikarenakan Film yang berjudul kan "About you" ini telah di dirilis dan mendapatkan tanggapan yang positif dari masyarakat. Dengan ranting yang melebihi ekspektasi di episode pertama nya. Hal inilah yang membuat perusahaan mengadakan acara tertutup yang hanya di hadiri oleh para aktor, aktris, crew dan karyawan. Tak lupa pula para petinggi perusahaan dan para investor yang sudah menanamkan modal yang sangat besar untuk film ini. Dan salah satu investor itu adalah Lionel.


Semua orang menyambut hangat kedatangan Lionel, tentu saja secara Lionel adalah seorang investor dan semua orang mengenal Lionel adalah sahabat Gamila. Para media maupun masyarakat tidak mengetahui bahwa Lionel dan Gamila adalah sepasang suami istri. Mereka hanya mengetahui bahwa Lionel sangat dekat dengan Gamila dan mendiang kekasih gamila, Kenzo.


Acara malam ini hanya sebatas penyampaian kata sambutan dari sutradara, para pemeran utama, direktur utama, dan perwakilan dari investor, lalu diakhiri dengan makan malam bersama. Karena untuk acara yang meriah nya dan tentu saja diselenggarakan secara terbuka akan diadakan sebulan lagi. Acara terbuka tersebut akan memberikan tempat untuk para awak media agar bisa meliputi acara di hari itu.


Walau acara ini diadakan secara tertutup, acara tetap saja meriah karena canda gurau tak pernah lepas dari para pemain mengingat hal-hal konyol yang mereka lakukan ketika di tempat syuting. Setelah semua prosedur yang telah direncanakan sukses, hingga makan malam bersama tiba.


Semua tempat duduk telah diatur, kecuali Lionel. Dia memerintahkan kepada sekretaris Rai, agar dia bisa duduk satu meja bersama Gamila. Hanya berdua saja.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap cemburu, perasaan panas menjalar di hati, makan malam yang lezat serasa menjadi pahit di lidah nya. Mengepalkan tangan berusaha memakluminya. Walau sepasang mata itu tahu bahwa Lionel dan Gamila memang sangat dekat, jauh sebelum keberadaan nya yang baru mengisi keseharian Gamila beberapa bulan ini. Tapi tetap saja dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak memangkas jarak antara Lionel dan Gamila, saat Lionel menyentuh pipi Gamila mesra.


Dia segera menghampiri keduanya setelah memaksa melahap makan malam yang terasa pahit di lidah.


Pemilik sepasang mata itu adalah Ilario Guthni. Ya dia mengakui nya bahwa dia sudah menaruh hati pada Gamila, walau Gamila hanya beberapa bulan saja mengisi hari-hari nya, dan entah kenapa, apapun yang ada pada diri Gamila menarik perhatian nya. Membuat ia berhenti bermain-main dengan para wanita diluar sana. Dengan sifat Gamila yang tertutup itu membuat Rio penasaran ingin mengetahui lebih dalam tentang Gamila. Dan entah sejak kapan hatinya hanya berjalan ke satu arah saja.


Awalnya Rio mengira rasa tertariknya hanya sesaat saja. Seperti rasa tertarik nya saat melihat beberapa wanita diluar sana yang pernah dikencani nya. Rio juga sempat mengira bahwa rasa itu adalah rasa ingin bermain-main sesaat dengan wanita yang selalu saja menutupi dirinya. Wanita yang memiliki aksen dingin.

__ADS_1


Tapi. Semakin lama Rio mengenal Gamila, dia semakin menyadari bahwa perasaan yang dimilikinya tidak sama dengan rasa ketika dia tertarik dengan wanita yang pernah di kencani nya.


Rasa khawatir ketika melihat wajah pucat dan lelahnya wanita itu, menggerakkan hati Rio untuk selalu memperhatikan wanita itu, ingin membuat wanita itu agar selalu disisinya. Rasa ingin menjaga dan melindungi. Rasa ingin menghabiskan sisa waktu untuk bersama hingga akhir hayat. Rasa ingin memilki anak untuk masa depan dan menjadikan wanita itu ibu dari anak-anaknya. Entah sejak kapan rasa yang belum pernah dirasakan Rio itu perlahan mulai tumbuh dengan subur nya. Jujur Rio akui bahwa ini pertama kalinya dia memikirkan perihal anak istri keluarga dari sebuah pernikahan yang bahagia. Dan ini pertama kalinya dia takut untuk kehilangan.


Baru beberapa langkah Rio berjalan, langkahnya di hentikan oleh Sekretaris Rai yang tiba-tiba saja mencekal lengan Rio.


"Maaf tuan. Apakah anda hendak menghampiri tuan Lionel dan nona Gamila? " Tanya Sekretaris Rai tanpa melepaskan tangan nya di lengan Rio.


"Maaf, ini bukan urusan anda. Bisakah anda melepaskan tangan anda" Pinta Rio dingin. Rio sangat mengetahui siapa laki-laki yang ada dihadapannya saat ini, bukan hanya Rio saja, semua orang yang mengetahui Lionel pasti juga mengetahui sekretaris Rai. Dia adalah salah satu orang kepercayaan Lionel. Sebenarnya Rio juga tahu bahwa di sekitar Lionel ada beberapa bodyguard, yang menjaganya agar tidak ada orang yang mendekati meja makan Lionel dan Gamila. Tapi dia tetap nekat juga untuk mendekat.


"Ini menjadi urusan saya jika anda mendekati tuan saya dan nona Gamila. Saat ini mereka sedang membicarakan hal serius, tolong anda jangan mengganggu keduanya" Balas sekretaris Rai tak kalah dingin.


"Hal serius? " Batin Rio mengernyit tidak suka. Memikirkan kemungkinan terburuk perihal pembicaraan yang mereka bahas.


Mendengar penuturan Rio sekretaris Rai pun melepaskan tangan nya. Dan Rio segera pergi dari hadapan sekretaris Rai.


Rio segera menjauhi sekretaris Rai. Berbagai macam pikiran yang sangat tidak di inginkan oleh Rio. Memikirkan perkara apa yang tengah dibahas Gamila dan Lionel seserius itu.


"Apa mereka sudah menjadi kekasih? Apa mungkin mereka sudah me… Aargrh. Tidak. Tidak. Aku tidak boleh memikirkan hal itu. Semoga hal itu tidak seperti yang aku pikirkan" Pikiran Rio menjadi kacau sesaat. Memikirkan hal yang sangat tidak diinginkan nya.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus segera memakai rencana itu" Rio merogoh saku celana nya. Menggenggam erat benda kotak persegi yang ada didalam. Berdoa sepenuh hati agar rencananya berjalan lancar. Dan tentu nya harus berhasil.


Rio menelpon seseorang sambil menyusuri koridor, berjalan menuju tempat dimana para anggota tim pencahayaan berada.


Saat ini Rio merasakan ketakutan yang luar biasa. Rasa takut akan kehilangan, rasa takut menghantuinya jika Gamila menjadi milik pria lain. Dengan lari kecilnya Rio sampai di ruangan pengatur cahaya. Dia mendekati seseorang menanyakan dimana ketua tim yang menjadi penanggung jawab tim pencahayaan. Setelah mendapatkan jawaban dan nomor ponsel dari ketua tim itu. Dengan tergesa-gesa Rio segera menghubungi nya. Menanyakan keberadaannya. Tidak seperti tadi, saat ini Rio benar-benar berlari. Langkah kakinya membawa Rio ke kamar mandi dan menemukan orang yang dicari nya.


Mereka berkenalan secara singkat, lalu Rio mengutarakan maksud nya mencari ketua tim pencahayaan. Dan Rio mengetahui bahwa nama laki-laki yang ada dihadapannya adalah Ragil. Ragil terkejut dengan penjelasan yang di dengarnya dan terlebih lagi Rio memohon agar permintaan nya bisa dilaksanakan.


Tapi setelah mendengar apa tujuan Rio, Ragil dengan semangat segera membantu Rio untuk melakukan rencana nya.


Entah rencana apa itu, kita tunggu saja.


- Catatan-


Halo semuanya. Salam hangat dariku 😊😊


Aku balik lagi ya, setelah sekian lama Hiatus. Alhamdulillah sudah gencatan senjata. Terimakasih banyak atas doa dari pembaca semua😘😘 Semoga kalian makin suka dengan cerita ku ini.


Oh iya... Episode PENGUMUMAN sebelum nya sudah aku ganti dengan wajah tampan dan cantik para tokoh HANYA DIA yaaa. Semoga suka😊😊

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like vote and share yaa dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua πŸ€—πŸ€— lopyu 😘😘


__ADS_2