
"Tentu saja aku mau" Jawab Gamila lantang tanpa memikirkannya dua kali. Ia senang.
Tap Gamila masih syok, pikiran nya berkelana kemana-mana. Dia membeku di tempatnya.
Mendengar jawaban Gamila menerbitkan senyum secerah mentari di wajah laki-laki itu. Ia berdiri, meraih tangan Gamila. Hendak menyematkan cincin di jari manis wanitanya. Sudah bolehkah dia menyebutkan bahwa Gamila adalah wanitanya? Iya, dia Ilario Guthni sudahkah menjadi pria Gamila?
Rio merengkuh erat tubuh Gamila yang masih diam membisu setelah menjawab dengan lantang pernyataan nya tadi.
Hingga.
"Eh… " Gamila yang tersadar mendorong tubuh Rio agar bisa melepaskan pelukannya. Menatap bingung sekitarnya. Sepertinya dia baru tersadarkan atas apa yang telah terjadi. Sebenarnya Gamila hanya berniat untuk menjawab di dalam hatinya saja. Tapi karena terlampau senang ia malah menyerukan isi hatinya.
"Kenapa? " Tanya Rio bingung.
"Rio. Maksud aku… aku bukan" Gamila tersadar. Tidak seharusnya dia menerima lamaran Rio ketika dirinya yang masih berstatus sebagai istri Lionel.
"Rio maafkan aku. Aku… " Gamila masih bingung ingin menjelaskan keadaan nya.
"Maaf Rio. Bolehkah aku berkata jujur? " Gamila ragu-ragu.
"Tentu saja boleh. Kita kan sudah menjadi sepasang kekasih" Jawab Rio santai menatap Gamila dengan pandangan tak terbaca.
"Maaf... Sebenarnya… aku sudah menikah" Ucap Gamila tak berani menatap Rio. Ia menunduk merem*s jarinya. Ia takut.
Mendengar penuturan Gamila. Rio memundurkan langkahnya.
"Dengan siapa? Tapi aku tak peduli. Aku akan merebut kamu darinya" Ucap Rio berusaha menetralkan emosi nya.
"Ah… walaupun aku sudah di peringatkan oleh Lionel. Tetap saja mendengar nya langsung dari Gamila terasa perih. Tapi… tidak masalah untuk ku. Untung saja Lionel sudah memberitahu kan kepada ku hal ini terlebih dahulu. Dan mereka akan segera bercerai" Batin Rio senang. Bagi Rio tidak masalah jika Gamila adalah janda atau apapun itu. Dia akan tetap memperjuangkan cintanya.
Gamila melihat ada guratan kecewa yang Rio pancarkan dari matanya. Melihat Rio yang melangkah mundur Gamila tak kuasa menahan tangisnya.
"Maaf Rio. Aku tak bisa. Maafkan aku" Ucap Gamila di sela tangis nya.
"Tak mungkin aku menerima cinta Rio. Jujur, aku sangat bahagia saat ini. Tapi mengingat Lio lah yang tersakiti karena aku yang terlebih dahulu mendapatkan cinta ku. Dia pasti sedih, apalagi dia belum merasakan yang namanya jatuh cinta sebelum bertemu Arumi. Bukankah tidak adil jika aku yang terlebih dahulu mendapatkan kebahagiaan? Aku sangat egois jika menerima kebahagiaan sebelum Lio. Sementara dia? "
" Eh… Lio? Dimana dia? " Batin Gamila mencari keberadaan Lionel.
__ADS_1
"Tidak ketemu? Dimana Lio? Mobil nya masih ada, apa dia di dalam mobil? " Batin Gamila bertanya-tanya.
"Gami. Jawab aku. Siapa laki-laki itu? Dan apakah kamu mencintai nya? " Tanya Rio menyentuh lembut pundak Gamila.
"Maaf. Aku tidak bisa menerima lamaran mu saat ini. Ini tidak adil bagi Lio" Jawab Gamila.
"Siapapun Lio itu. Apakah kamu mencintai nya? " Tanya Rio sekali lagi. Menyatukan dahi nya pada dahi Gamila.
Mendengar pertanyaan Rio Gamila langsung menggeleng cepat. Ya jujur Gamila akui ia memang tidak mencintai Lionel. Tidak ada rasa berdebar saat bersama Lionel. Tidak ada rasa berdebar seperti saat ini.
"Lalu. Apalagi yang kamu ragukan? Tinggalkan dia. Dan memulai lah yang baru dengan ku" Pinta Rio.
"Aku mau. Sangat Ingin bersama mu. Tapi Lio… hmmmpp" Kata-kata Gamila terhenti saat sapuan lembut dari bibir Rio. Cukup lama Rio mengecap lembut bibir Gamila, hingga mereka berdua sudah kehabisan nafas barulah dilepas nya bibir Gamila dari bibirnya. Keduanya terengah-engah.
"Aku tidak ingin bibir kamu menyebut nama pria lain" ucap Rio lirih.
"Tapi…" Rio mengecup singkat bibir Gamila. Memeluknya erat.
"Sstt… bukankah
"Wah wah wah… Sepertinya video ini sangat bagus untuk scandal seorang istri yang berselingkuh dengan lawan mainnya di sebuah film" Seru Lionel memotong pembicaraan Rio. Membuat Gamila keduanya terkejut.
"Wah… luar biasa sekali. Kamu sangat berani mencium istri pria lain dan bahkan berani melamar nya. Sungguh keberanian yang tak terduga" Kekeh Lionel berjalan mendekati Gamila dan Rio yang tengah berpelukan.
"Ck kalau kamu ingin mencium Gami seharusnya tunggu kami bercerai. Dan tunggu aku bisa mendapatkan Arumi. Ini benar-benar tidak adil" Gerutu Lionel kesal. Sementara Rio hanya terkekeh menanggapi Lionel.
"Bagaimana aku tidak kesal. Kenapa juga harus diriku yang belum bisa menggapai cintaku?
Hah… enak sekali Gami bisa mendapatkan cintanya dan terlebih lagi dia juga akan mendapatkan makeup dan tas branded. Cih benar-benar menyebalkan" Batin Lionel.
Cup
Rio mengecup singkat bibir Gamila. Senyum mengejek terbit di wajahnya.
"Kau mengganggu saja. Pulang sana" Kekeh Rio sengaja.
"Lio. Kamu… tunggu dulu" ucap Gamila baru sadar jika ada yang salah saat ini.
__ADS_1
"Kalian sekongkol ya? " Tanya Gamila menuding Lionel dan Rio.
Sementara kedua lelaki itu hanya mengedikkan bajunya acuh. Gamila menuding Rio dengan berbagai pertanyaan. Mengabaikan keberadaan Lionel.
"Hahaha kenapa kita ini sangat lucu" Tiba-tiba Lionel tertawa.
"Padahal di depan mataku, aku sudah menangkap basah istri ku yang sedang berselingkuh. Sementara aku berdiam diri di pojokan melihat istri ku di lamar dan di cium oleh pria lain. Bahkan sempat-sempatnya aku memvideokan kalian. Hahaha ini sungguh drama yang bagus. Sepertinya cocok untuk dijadikan sebagai sinetron Indonesia. Sepertinya kita benar-benar gila" Kekeh Lionel.
"Cih. Yang gila itu hanya kamu. Jangan mengajak kami" Ucap Rio merangkul pinggang Gamila.
Sementara Gamila hanya bisa diam saja, mencerna apa saja yang sudah terjadi malam ini.
Hah benar-benar konyol. Pikir nya.
"Sudah. Kamu pulang sana! Jangan mengganggu kami" Perintah Rio.
Lionel tidak menjawab. Ia menghampiri keduanya. Menarik tangan Gamila agar berpindah ke pelukannya.
"Hei apa yang kau lakukan? " Kesal Rio melihat tangan Lionel yang menyentuh merangkul Gamila. Walaupun dia tahu bahwa keduanya sah sah saja melakukan hal itu. Apalagi Lionel dan Gamila adalah pasangan suami istri.
"Ck Gamila masih berstatus sebagai istriku. Jadi kamu jangan kelewatan batas. Saat kami sudah bercerai dan kalian sudah menikah barulah kalian boleh melakukan apa saja" Jawab Lionel membawa Gamila pergi.
"Hei tunggu. Tapi dia sudah menjadi kekasih ku. Biarkan aku yang mengantarkannya pulang" Seru Rio mengejar Lionel. Tak terima jika Gamila bersama dengan Lionel. Yang notabene suami Gamila sendiri.
Dia cemburu.
"Diam di sana" Perintah Lionel menghentikan langkah Rio.
"Aku sudah di beri perintah oleh papa mertuaku bahwa untuk selalu menjaga nya. Jadi… selama Gami masih belum bercerai dengan ku, jangan coba-coba menyentuh nya" Peringat Lionel.
"Jika tidak. Aku akan mengatakan pada papa mertua agar tidak memberikan restu pada kalian" Ancam Lionel membuat Rio bergeming.
Melihat Rio yang tidak bisa membantah nya. Ia terkekeh geli di dalam hati.
"Hahaha rasakan. Aku tidak akan membiarkan kalian bersenang-senang sebelum aku mendapatkan Arumi" Batin Lionel meninggalkan Rio yang masih mematung di tempat. Sedangkan Gamila bagaikan patung yang masih belum bisa mencerna apa yang telah terjadi.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like vote and share yaa dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗 lopyu 😘😘