Hanya Dia

Hanya Dia
Pengganti


__ADS_3

Mendengar berita gembira di pagi hari ini, membuat Arumi melupakan keadaan bibir nya yang membengkak. Pasrah pada asumsi bahwa nyamuk lah yang menjadi biang keladi nya.


"Eh. Seperti nya aku melupakan sesuatu yang penting. Tapi apa ya? " Gumam-gumam Arumi berusaha keras memikirkan nya.


"Oh iya ya. Hampir saja kelupaan bagian terpenting nya" Ucap Arumi setelah terdiam sesaat memikirkan hal itu.


Setelah ingat akan hal yang penting itu, Arumi segera mencari Rai lagi. Tampaknya Rai sedang berbicara dengan seseorang yang di telpon nya.


Cukup lama Arumi menunggu Rai selesai dengan pembicaraan nya dengan seseorang yang tidak Arumi ketahui siapa orang nya. Arumi pun menghampiri Rai.


"Sekretaris Rai, ada yang belum saya sampaikan tentang kepergian saya selama tiga hari ini" Ucap Arumi.


"Anda tenang saja nona. Semua nya telah saya siapkan. Lebih baik anda berangkat sekarang sebelum terlambat" ucap Rai sambil melihat jam mahal yang melingkar di tangan nya.


Begitu pula dengan Arumi. Dia melihat jam yang ada di layar ponsel nya.


"Astaga. Sebentar lagi aku akan terlambat! Pasti Albi sudah lama menunggu ku" Arumi panik.


"Apa nona bisa mengendarai mobil?" Tanya Rai.


"Aku? Bisa. Kenapa?" Tanya Arumi.


"Ini kunci mobil yang akan nona gunakan selama bepergian, emua yang nona butuh kan telah saya siapkan. Anda hanya tinggal berangkat saja" Kata Rai. Rai mengajak Arumi untuk melihat mobil yang telah di persiapkan untuk nya. Tapi sebelum nya, Arumi mengambil barang-barang yang akan di bawa nya. Di bantu Sekretaris Rai.


Di halaman depan.


Arumi terbelalak melihat mobil keluaran terbaru yang akan digunakan nya untuk bepergian selama piknik. Ada dua mobil terparkir di sini. Dua-duanya sama-sama mobil mahal.


"Yang benar saja. Bukan kah ini terlalu berlebihan. Padahal aku hanya pergi piknik saja" Gumam-gumam Arumi.


"Ini. Bukan kah terlalu berlebihan" Ucap Arumi ragu Tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Sekretaris Rai barusan.


"Sebaiknya nona berangkat sekarang. Kasihan adik nona telah lama menunggu kedatangan nona" Ujar sekretaris Rai menyadarkan Arumi. Setelah memasukkan barang-barang bawaan Arumi.


"Ah. Iya. Hemm terimakasih sekretaris Rai, maaf telah merepotkan anda" Ucap Arumi tulus.


"Sebaik nya nona mengucapkan terimakasih kepada Tuan bukan kepada saya" Kata Sekretaris Rai.


"Eeeeh. Jadi. Hemm dimana Tuan?" Tanya Arumi.

__ADS_1


"Sudah lebih baik kamu berangkat sekarang, setelah pulang dari piknik baru kamu pikirkan bagaimana cara nya berterima kasih pada ku" Ujar Lionel keluar dari mobil yang satunya.


Arumi tidak tahu harus berkata apa lagi. Jadilah dia memilih untuk mengikuti perintah Lionel saja.


"Baiklah tuan, saya pergi dulu, sampai jumpa tiga hari lagi" Seru Arumi.


"Hemm. Dan terima kasih tuan" Ucap Arumi membungkukkan badan nya. Lalu pergi membawa mobil membelah jalanan menuju sekolah Albi.


"Sungguh menggemaskan" Ucap Lionel tanpa sadar. Dan itu tak luput dari pendengaran Sekretaris Rai.


"Tuan kita juga harus berangkat sekarang. Akan ada meeting jam setengah sepuluh pagi ini" Ucap Sekretaris Rai berhasil mengalihkan pandangan Lionel.


"Hemm" Gumam Lionel menanggapi ucapan sekretaris Rai.


Lionel dan Sekretaris Rai pergi meninggalkan kediaman mereka, menuju perusahaan Danindra.corp.


Sesampai nya Lionel di ruangan direktur utama, ruangan nya sendiri. Ada setumpuk berkas yang menyambut kedatangan Lionel untuk di tanda tangani. Padahal semalam dia sudah selesai mengerjakan tugas nya, tapi pagi ini sudah ada berkas baru yang akan di periksa nya lagi. Walaupun tidak banyak kemarin.


Dua jam berlalu.


Lionel harus pergi ke ruang meeting yang akan di adakan pagi ini. Akan ada perusahaan asing yang akan menjalani kerja sama dengan perusahaan nya.


Untuk bekerja sama dengan Perusahaan Danindra crop itu sangat sulit. Kkarena harus menghadapi Lionel secara langsung.


Yang membuat sulit adalah, sebelum mengajukan kerja sama mereka sudah ketakutan terlebih dahulu. Karena Lionel di kenal sebagai CEO yang paling disegani, dan tidak ada celah sedikitpun.


Meeting pagi ini berjalan lancar, tapi keputusan Lionel belum di ketahui. Karena Lionel akan memeriksa satu hal sebelum menyetujui kerja sama tersebut. Dan itu adalah tugas Sekretaris Rai yang akan mencari tahu sesuatu yang di ingin kan oleh Lionel.


Meeting pagi ini berjalan cukup lama. Memakan waktu hingga makan siang datang.


"Rai" Panggil Lionel yang sudah duduk di sofa yang ada di dalam ruangan CEO.


"Ya tuan. Semua nya sudah saya siap kan, sebentar lagi dia akan datang" Ucap sekretaris Rai yang mengerti akan keadaan tuan nya.


"Hemm" Tanggapan Lionel.


"Apakah akan sama rasa nya?" Tanya Lionel.


"Anda akan mengetahui nya setelah mencicipi nya sendiri tuan" Jawab Sekretaris Rai

__ADS_1


Karena Arumi aka bepergian selama tiga hari ke depan nya. Maka sekretaris Rai harus mencari seseorang yang bisa memasak sesuai dengan selera Lionel. Dan sekretaris Rai mendatangkan seorang chef dari Indonesia secara langsung.Ya seorang chef yang harus bisak memasak masakan tradisional Indonesia.


Tak berlangsung lama Lionel menunggu, datang lah orang yang akan menjadi pengganti Arumi untuk sementara waktu.


"Maaf kan atas keterlambatan saya tuan" Ucap seorang wanita yang akan menjadi koki sementara Lionel. Dia melihat Lionel tak berkedip sedikit pun.


Wanita itu terpesona dengan ketampanan makhluk ciptaan Tuhan yang ada di hadapannya.


"Hemm. Ya" Lionel tidak terlalu mempersalah nya, karena wanita itu dari bandara langsung saja ke tempat Lionel, untuk memulai tugasnya.


"Tolong perkenalkan diri anda nona" Ucap sekretaris Rai membuyarkan lamunan wanita itu.


"Perkenalkan tuan, nama saya Cantika Putri. Saya biasa nya di panggil Cantik. Umur saya 23 tahun. Saya akan sepenuh hati melayani tuan, sebagai koki tuan. Dan saya berusaha untuk tidak mengecewakan tuan" Ujar nya dengan percaya diri penuh semangat. Karena akan melayani pria setampan Lionel.


Sebenarnya Cantika biasa nya di panggil Tika. Bukan Cantik. Tapi karena nama nya bisa membuat sebuah keuntungan baginya, agar bisa di panggil Cantik oleh pria setampan Lionel. Siapa yang tidak bangga karena di panggil Cantik oleh pria setampan Lionel?.


Pasti tidak akan ada. Pikir nya.


"Baiklah semoga saja kamu tidak mengecewakan ku" Ucap Lionel datar.


"Nona anda bisa mengikuti saya. Untuk memulai tugas pertama anda" Ajak Sekretaris Rai menuju dapur khusus yang ada di perusahaan.


Sesampainya di dapur Tika langsung saja memasak makan siang untuk Lionel.


Sekretaris Rai meminta Tika untuk memasak ayam balado,sesuai dengan keinginan Lionel.


Satu jam Lionel menunggu makan siang nya, akhirnya rasa lapar sebentar lagi tidak akan melanda perut nya.


"Silahkan di cicipi tuan, apakah sudah sesuai selera anda atau belum?" Pinta Tika setelah selesai menata makanan di atas meja.


Lionel tidak menjawab perkataan Tika. Dia langsung saja mencicipi masakan yang di masak oleh koki pengganti Arumi.


Suapan pertama telah masuk ke dalam mulut Lionel, Lionel sedang meneliti makanan yang ada di dalam mulutnya.


Tentu saja hal ini membuat sekretaris Rai tidak tenang, karena dia takut akan membuat tuan nya kecewa.


Begitu juga dengan Tika, saat ini ia juga merasakan cemas yang melanda pikiran dan hati nya. Jika masakan nya sesuai dengan selera Lionel maka dia akan bekerja dengan pria tampan. Tapi jika tidak. Maka hilang lah harapan nya bisa menjadi seorang koki pria setampan Lionel.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗


__ADS_2