Hanya Dia

Hanya Dia
Cerita novel


__ADS_3

Tok!


Tok!


Tok!


Tanpa ada sahutan dari dalam Ricki dan Tika masuk.


Kamar terlihat sangat berantakan, bantal dan selimut sudah tidak di tempat nya. Teronggok begitu saja di lantai.


Benar-benar kacau. Pikir dua Tika dan Ricki.


"Hai Lio" Sapa Ricki.


"..." Diam hening tanpa ada jawaban.


"Seperti nya kau sudah sehat" Gurau Ricki.


Tika hanya diam mengikuti setiap langkah Ricki. Hanya bisa bertanya-tanya tanpa ada yang menjawab pertanyaan batin nya.


"Ada apa dengan kamar ini? Apa sudah terjadi badai? Atau perang dunia ke lima? " Tanya Ricki dengan nada jenaka nya. Memeriksa kondisi tubuh Lionel.


Si empu yang diperiksa hanya diam saja.


"Seperti nya kau seorang Vampir. Kenapa kondisi tubuh mu sudah baik-baik saja? " Tanya Ricki heran. Ah... Sebenarnya ini hanya taktik Ricki agar suasana mencair sedikit. Bagi Ricki ini sudah biasa. Tapi mengingat bahwa ada seorang wanita bersama nya, suasana menjadi terasa lebih canggung.


"Kalau begitu lepaskan infus ini" Perintah Lionel mengarahkan tangannya pada Ricki. Kalimat pertama nya setelah sekian lama Ricki memeriksa sedari tadi.


"Eeeh... masih belum boleh" Seru Ricki.


"Jadi kapan ini di cabut? " Tanya Lionel.


"Kemungkinan besok. Kalau kamu makan teratur, tapi harus makan bubur dulu. Dan jangan lupa obat mu juga di habiskan" Jelas Ricki.


"Tidak bisakah sekarang saja di lepas? Aku sudah sehat. Kamu bisa lihat sendiri bahwa aku sudah baik-baik saja" Seru Lionel. Kesal.


Ricki tidak menanggapi ucapan Lionel. Dia membereskan peralatan yang dibawa nya.


Memberitahu kan pada Tika bagaimana cara penggunaan obat. Lalu Ricki duduk di bibir kasur, menggeser paksa kaki Lionel yang sedang selonjoran.


"Geser" Seru Ricki.


"Kamu mau apa lagi? Sudah pulang sana" Usir Lionel.


" Nona, bisakah nona meninggalkan kami berdua" Pinta Ricki pada Tika. Ricki mengacuhkan Lionel.


" Baik tuan, saya permisi dulu" Pamit Tika undur diri.


Tika meninggalkan kedua laki laki yang seperti nya berteman tapi, bagai atasan dan bawahan.


Ricki memandang lekat Lionel. Mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.


"Ada apa dengan mu? " Tanya Ricki.

__ADS_1


" Aku? Memangnya aku kenapa? " Lionel malah menjawab dengan sebuah pertanyaan.


"Aku belum pernah melihat mu sekacau ini" Ucap Ricki.


"..." Lionel hanya diam Membisu. Dia lebih memilih untuk membaringkan tubuhnya menatap langit-langit kamar.


Cukup lama dengan posisi saling diam. Lionel yang menatap langit kamar, dan Ricki yang memilih memainkan ponselnya. Ricki masih sabar menunggu Lionel untuk bercerita. Dia tahu Lionel sangat membutuhkan seseorang untuk melimpahkan segala kegundahan yang ada di hatinya.


Lionel duduk kembali. Duduk bersila menatap Ricki penuh tanda tanya. Penuh harap.


"Ki!" Panggil Lionel meminta agar Ricki menatap nya.


"Hemm" Jawab Ricki tanpa menoleh kearah Lionel. Masih setia dengan ponsel.


"Aku ingin bertanya" Kata Lionel ragu.


"Bertanya tentang apa? " Akhirnya Ricki memalingkan wajahnya menatap kearah Lionel. Meninggalkan ponsel nya.


"Apa ini ada hubungannya dengan keadaan mu yang kacau ini? " Tanya Ricki lagi.


"Tidak" Jawab Lionel tegas.


Mendapati jawaban tegas dari Lionel, Ricki semakin memandang curiga pada Lionel. Ricki menyipitkan matanya menatap Lionel penuh selidik.


"Apa-apaan dengan mata mu itu? Kenapa kau melihat ku seperti itu? " Kesal Lionel, karena Ricki memandang nya curiga. Walau Lionel patut dicurigai .


"Tidak ada. Tidak apa-apa dengan mata ku" Jawab Ricki santai.


"Hemm" Lionel berdehem untuk menjernihkan tenggorokan dulu. Memikirkan dari mana ia harus mulai bercerita.


"Jadi begini, jadi sebelum sarapan, menunggu bubur datang. Aku meminjam ponsel Arumi...


"Arumi? Siapa dia? " Tanya Ricki menyela cerita Lionel.


"Pembantu ku" Jawab Lionel.


"Ooh... wanita yang tadi" Ucap Ricki memperjelas.


"Bukan" Jawab Lionel tegas.


"Lalu? Aaa... Aku tahu pasti wanita yang satu nya lagi. Wanita yang tadi malam menemani mu" Ricki menjawab pertanyaan nya sendiri dengan antusias.


Lionel jengah dengan tingkah Ricki kali ini.


"Bisakah kamu tidak menyela pembicaraan ku hingga selesai" Pinta Lionel tidak menanggapi ucapan Ricki.


"Baiklah lanjutkan" Ucap Ricki dengan gaya memerintah Lionel.


"Seperti nya benar jika wanita yang satu nya lagi. Wanita yang menyapa ku" Batin Ricki meyakinkan.


"Aku membuka aplikasi yang ada ponsel nya, isi aplikasi itu ada berbagai macam novel. Aku membaca salah satu novel itu, hemm. Aku lupa judulnya" Lionel mulai bercerita.


"Langsung inti nya saja" Seru Ricki tidak sabaran.

__ADS_1


Lionel tidak memikirkan ucapan Ricki. Dia masih melanjutkan cerita panjang lebar nya.


"Singkat cerita. Ada seorang CEO muda yang sangat tampan, yang sempurna dalam segala hal" Tanpa tahu malu, Lionel memuji diri nya didalam cerita ini. " CEO muda tampan yang... Ah aku lupa nama nya itu memiliki seorang pembantu yang sangat cantik, seorang pembantu yang masih SMA. Dan sudah cukup lama perempuan itu bekerja pada CEO muda tampan. Lalu suatu hari CEO muda tampan ini sakit dan dia dirawat oleh pembantu nya itu. Saat dia menunggu pembantu nya memasak bubur, pembantu itu tanpa sengaja meninggalkan ponsel nya. CEO tampan itu memainkan ponsel pembantu nya, karena bosan menunggu. Untung saja ponsel nya tidak memiliki kata sandi atau pun dikunci. CEO tampan itu tidak sengaja melihat galeri foto. Di galeri foto itu ada banyak sekali foto dan video pembantu nya dengan pria lain. Tanpa disadari... CEO tampan itu sangat marah, hingga membentak pembantu nya" Cerita Lionel panjang lebar.


"Jadi. Apa pertanyaan mu? " Tanya Ricki. dia sudah memikirkan beberapa argumen dan curiga bahwa cerita ini adalah tentang Lionel sendiri.


"Cih. Aku yakin sekali kalau ini tentang nya. dan apa-apaan dia. Kenapa dia percaya diri sekali mengatakan bahwa dia CEO muda yang tampan" Batin Ricki menduga-duga, merasa kesal dengan kepercayaan diri yang dimiliki Lionel.


"Lalu yang menjadi pertanyaan ku adalah... menurut kamu kenapa CEO tampan itu merasa... marah? " Tanya Lionel.


"Tentu saja itu cemburu" Jawab Ricki tegas setengah berteriak.


" Berani sekali kamu berteriak" Seru Lionel kesal.


Lionel dengan serius memikirkan Jawaban dari Ricki. Dia tidak menyangka bahwa dirinya cemburu ketika melihat Arumi dengan pria lain. Terlebih lagi mereka terlihat sangat bahagia.


Tapi. Bagaimana bisa ini terjadi?


Sejak kapan dia menyukai Arumi?


Dan masih banyak lagi pertanyaan berkecamuk di pikirkan Lionel.


"Cih. Aku kira dia akan bertanya tentang apa" Gumam-gumam Ricki


"Jadi. Apa Lionel memiliki perasaan pada pembantu nya sendiri" Batin Ricki


"Lalu. Bagaimana dengan Gami?


"Tapi. Aah coba aku pancing sedikit lagi, apakah ini benar tentang nya" Batin Ricki menduga-duga.


"Lio" Panggil Ricki pada Lionel yang sudah tenggelam pada pikiran nya sendiri.


Tidak ada jawaban


"Lio" Panggil Ricki setengah berteriak, memukul keras paha Lionel.


"Apa? " Kesal Lionel balas berteriak.


"Kenapa kau memukul ku? " Marah. Lionel memukul balik Ricki.


Ricki mengaduh sakit karena mendapat balasan dari Lionel. Mengusap lengan nya.


"Lio. Di dalam cerita yang kamu baca itu. Apa CEO itu sudah memiliki istri? " Tanya Ricki serius.


" Ya. Bagaimana bisa kamu tahu? "


Ricki menatap Lionel menyeringai, senyum devil terbit di wajah nya.


"Apa ini cerita tentang mu?" Tanya Ricki pada akhirnya.


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2