
Malam yang panjang telah berakhir. Karena Lionel yang pura pura tidur takut ketahuan Arumi, akhirnya kebablasan tertidur hingga pagi.
Begitu pula dengan Arumi yang akhirnya bisa tertidur lagi karena tidak melihat wajah Lionel yang terus tersenyum tidak jelas memandang wajah nya.
Ternyata malam yang panjang bisa berakhir jika mereka berdua tidak saling berpandangan.
Hingga pagi yang cerah, kedua insan itu masih tertidur pulas di tempat mereka masing-masing.
Rai masuk ke dalam kamar, melihat dua manusia yang berbeda jenis itu tertidur pulas. Karena tidak mungkin Rai membangunkan Lionel dari tidur nya. Jadi lah Arumi yang di bangunkan nya secara perlahan, agar Lionel tidak terganggu.
Merasa ada seseorang yang mengusik ketenangan alam mimpi nya. Arumi pun menggeliatkan tubuhnya berusaha untuk mencapai kesadaran agar cepat terbangun.
"Eugh" Desah Arumi merentangkan kedua tangannya, meregang kan otot.
"Hei bangun"Seru Rai dengan nada pelan.
Arumi mendengar suara yang cukup familiar di pendengaran nya langsung membelalakkan matanya. Gadis itu berdiri tegak, mata sayu itu menatap Sekretaris Rai dengan keadaan yang masih menguap.
"Hoam. Selamat pagi sekretaris Rai. Apa ada yang bisa saya bantu? " Tanya Arumi menatap Rai.
Arumi menangkap sesuatu dari penglihatan nya. Ada seorang wanita berdiri di belakang Rai.
"Siapa wanita itu? Apa dia kekasih nya sekretaris Rai? " Batin Arumi menduga sesuatu yang entah kapan akan terjadi.
Arumi ingin bertanya, tapi di urungkan nya. Dia hanya menatap Rai dan wanita itu bergantian, Rai yang paham dengan tatapan Arumi pun memberikan penjelasan.
"Kita bicara di luar saja" Ucap Rai Pelan agar tidak mengusik ketenangan Lionel.
Tanpa menunggu jawaban dari Arumi, Rai langsung berjalan meninggalkan kamar.
Tentu saja langsung di ikuti oleh Arumi dan juga wanita yang tidak di ketahui siapa nama nya itu.
Di luar kamar.
"Nona Arumi, perkenalkan dia Cantika Putri pengganti kamu, selama kamu piknik kemarin" Ucap Rai memperkenalkan wanita yang berdiri di samping nya.
"Dan nona Tika" Panggil Rai.
Sekretaris Rai sengaja memanggil nya Tika karena jurnal yang dia baca tentang Cantika Putri. Di situ tertulis bahwa nama panggilan nya adalah Tika, bukan Cantik.
"Kenapa tuan ini tidak memanggil aku Cantik saja sih" Batin Tika berharap.
"Ini nona Arumi. Dia yang akan mengajarkan kamu tenang apa saja yang disukai tuan dan yang tidak di sukai tuan" Jelas Rai.
"Anggap saja dia senior kamu di sini" Sambung Sekretaris Rai.
"Baiklah. Saya harus segera pergi ke kantor. Dan untuk kalian berdua tolong jaga tuan" Pinta Rai.
"Ah. Dan satu lagi. Tolong kalian siapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan nyonya dan tuan besar. Karena mereka akan menginap di sini selama beberapa hari, nanti akan saya kirim kan biaya tambahan" Jelas Rai memberi kan perintah pada kedua wanita yang ada di hadapannya.
"Oh dan yang terakhir. Jika kalian kekurangan tenaga, kabari saya" Pinta Rai lalu pergi begitu saja.
__ADS_1
Merasa sedikit canggung setelah kepergian Rai, Arumi pun memperkenalkan diri nya lagi.
"Halo nama saya Arumi" Ucap Arumi mengulurkan tangan nya.
"Eh. Halo juga. Nama saya Cantika Putri, panggil saja CANTIK. Mohon bantuannya" Ucap Tika menekankan kata cantik dan membalas uluran tangan Arumi.
Arumi tidak menjawab perkataan Tika, dia hanya tersenyum saja.
"Seperti nya dia lebih tua dari ku. Lebih baik aku memanggilnya kakak" Batin Arumi tidak mengindahkan tekanan kata cantik.
"Kakak orang Indonesia ya? " Tanya Arumi karena menurut nya wajah Tika adalah wajah orang Asia. Lebih tepat nya menurut Arumi Tika adalah orang Indonesia, mengingat Lionel yang sangat menyukai makan Indonesia, jadi tidak mungkin dia mempekerjakan orang Inggris untuk menjadi koki nya. Pikir Arumi.
"Eh. Apa wajah ku sangat kelihatan seperti orang Indonesia ya? " Tanya Tika meraba wajah nya.
Arumi hanya menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Tika.
"Kak aku mandi dulu ya. Kakak bisa buatkan bubur untuk tuan? Tuan masih belum bisa memakan yang lain selain bubur" Jelas Arumi.
"Tentu saja. Kkamu mandilah" Seru Tika menepuk pundak Arumi merasa sudah cukup akrab.
"Ah. Apa kakak sudah sarapan? " Tanya Arumi.
"Belum sempat, karena sekretaris Rai meminta aku agar datang cepat, jadi aku melupakan sarapan ku " Jawab nya Tika memegang perut nya.
"Oh kalau begitu masak sarapan nya tunggu aku ya
Kita masak bersama. Kakak masak bubur untuk tuan saja dulu" Seru Arumi.
Tika langsung pergi ke dapur untuk memasak bubur Lionel.
Arumi kembali ke kamar nya, sebenarnya dia masih mengantuk dan sangat ingin merebahkan tubuhnya di kasur. Tapi di urung nya, karena dia memiliki tugas penting hari ini.
Memasak, membersihkan rumah dan merawat Lionel.
Setelah selesai membersihkan diri dan tubuh sudah sangat segar rasa nya. Arumi memandang lemari pakaian nya. Tanpa pikir panjang, seperti Arumi yang biasa nya. Dia memakai kacamata tebal,dan hari ini dia memilih untuk mencepol rambutnya saja. Dan memakai kaos kebesaran hingga lutut nya yang berwarna merah.
Arumi menyusul Tika ke dapur, melihat hasil kerja Tika apakah sudah selesai atau belum.
Belum sampai dapur, Arumi berpapasan dengan Tika di ruang keluarga yang sedang membawa nampan.
"Kak" Panggil Arumi.
"Apa sudah selesai? " Tnya Arumi menghampiri Tika yang berhenti karena panggilan nya.
"Walaupun dia memakai kacamata tebal, penampilan nya tetap berkelas. Dan. Seperti nya ada yang aneh dengan penampilan nya sekarang tapi apa ya? " Batin Tika menilai penampilan Arumi.
"Ah. Ia sudah " Jawab Tika melihat bubur hasil masakan nya.
"Sebenarnya siapa gadis ini? Kenapa sekretaris Rai meminta ku untuk tidak menyinggung nya? " Batin Tika bertanya tanya.
"Bagus " Seru Arumi menepuk tangan nya.
__ADS_1
"Kakak antar bubur nya ke kamar tuan tadi yang tadi. Dan aku akan menyiapkan bahan makanan yang akan kita masak" Seru Arumi antusias.
Sudah lama sekali dia tidak memasak bersama seseorang.
"Kenapa dia terus memanggil ku kakak? Kalau di lihat lihat. Seperti nya umur kami sama" Batin Tika yang masih mendengar celotehan Arumi.
"Oh iya. Kita akan masak sarapan apa? " Tanya Arumi.
"Terserah kamu saja" Jawab Tika lalu berjalan menuju kamar tamu tempat Lionel istirahat.
"Baiklah" Jawab Arumi.
Dengan bersenandung ria Arumi berjalan menuju dapur.
"Hah. Senang sekali rasa nya ada orang lain yang akan melayani dia" Batin Arumi dengan senyum merekah nya.
Arumi melihat isi kulkas, masih banyak bahan makanan yang belum di masak. Sesaat Arumi bingung ingin memasak apa.
"Lebih baik aku menunggu kakak itu saja" Gumam Arumi.
Di kamar tamu.
Tika mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam kamar. Walau tidak ada jawaban Tika memilih masuk, di dalam kamar terlihat Lionel yang masih nyenyak dalam tidur nya.
Karena tidak berani mengganggu tidur Lionel, Tika pun memilih untuk menyusul Arumi ke dapur saja. Membawa kembali nampan tadi.
Tika membalikkan badannya, ingin melangkah menuju pintu tapi ia di hentikan oleh suara serak khas bangun tidur Lionel.
"Tunggu. Kamu siapa? " Tanya Lionel yang baru bangun dari tidur nya.
"Saya cantik tuan" Jawab Tika membalikkan badannya. Menundukkan kepala nya tidak berani menatap Lionel.
Lionel hanya ber "oh" ria setelah mengetahui siapa wanita itu. Menutup kembali mata nya.
Karena tidak mendapat tanggapan apapun dari Lionel,Tika memberanikan diri untuk membuka suara nya.
Walaupun sudah jelas tertera di dalam kontrak kerja. Bahwasa nya dia tidak di perbolehkan untuk berbicara jika tidak di minta untuk bicara. Tapi kali ini Tika nekat juga bertanya.
"Tuan, bubur nya sudah masak. Apakah anda ingin sarapan sekarang? " Tanya Tika ragu-ragu.
"Panggil Arumi ! "Perintah Lionel tidak mengindahkan perkataan Tika.
"Eh. Oh baik tuan" Jawab Tika langsung.
Tika sudah membaca kontrak yang di berikan oleh sekretaris Rai, salah satu isinya adalah "Jangan mempertahankan perintah tuan"
jadilah dia berlari menuju dapur melaksanakan perintah Lionel untuk memanggil Arumi.
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗
__ADS_1