Hanya Dia

Hanya Dia
Cucu untuk papa


__ADS_3

Saat ini Lionel Arumi dan Tika tengah menunggu kedatangan Kesya dan Bara. Mereka menunggu di ruang tengah. Kesya dan Bara akan di jemput oleh sekretaris Rai.


Semua hal yang berhubungan dengan penyambutan Kesya dan Bara, telah selesai. Para pekerja pun telah kembali entah kemana setelah mendapatkan perintah dari sekretaris Rai. Dan tentu saja mereka juga mendapat kan sesuatu yang akan masuk kedalam rekening mereka masing-masing.


Setelah kepergian Ricki dua jam yang lalu. Lionel meminta nya untuk kembali lagi kerumah. Dengan kuasa nya, Lionel meminta Ricki agar melepas infus nya sekarang juga. Sebelum kedatangan orang tua nya.


Dengan terpaksa dan ancaman dari Lionel, Ricki melepaskan infus. Sebagai gantinya Lionel harus mendengar ocehan penting Ricki perihal apa saja yang harus di perhatikan agar kondisi tubuh Lionel cepat membaik tanpa adanya cairan infus yang masuk ke tubuh Lionel.


Meminta Lionel agar mengikuti instruksi yang dikatakan nya sebagai dokter.


Disela-sela waktu menunggu kedatangan Kesya dan Bara. Menghabiskan waktu dengan kesibukan sendiri. Lionel sesekali melirik Arumi yang asik dengan dunia para perempuan. Bergosip ria dengan Tika. Entah apa yang mereka bahas.


Ada sedikit rasa penasaran menghampiri Lionel. Karena melihat ekspresi Tika yang sesekali menatap nya lalu tertawa, menampilkan raut wajah tak percaya. Raut wajah terkejut. Dengan gaya khas wanita. Terkejut lalu menutup mulutnya dengan tangan.


Rasa penasaran itu semakin lama semakin bertambah. Lionel ingin sekali segera menghentikan obrolan yang membuat nya mati penasaran. Ingin berteriak saking kesal nya. Merasa dirinya sebagai bahan cemoohan dari kedua wanita yang ada di hadapannya. Ingin memaki mereka agar segera berhenti bergosip. Tentang dirinya.


Tapi jika Lionel terlanjur sudah memaki Tika dan Arumi yang disangka bergosip tentang nya, tetapi ternyata bukan dirinya lah yang sedang dibicarakan oleh kedua wanita itu.


Sungguh.


Ini akan menjadi aib bagi Lionel.


Akan memalukan dirinya sendiri.


Dan Lionel tak bisa hanya diam saja. Dia sungguh tidak bisa bersabar, melihat keduanya sangat heboh bergosip.


" Hei kalian" Kesal Lionel mulai berteriak.


Arumi dan Tika otomatis terdiam memandang Lionel penuh tanya.

__ADS_1


"Tidak bisakah kalian diam. Kalian sungguh berisik sekali. Membuat telinga ku sakit saja mendengar nya" Seru Lionel menatap Arumi dan Tika dengan wajah kesalnya.


Arumi dan Tika tidak menjawab. Mereka berdua langsung mengikuti perintah Lionel. Dan memilih untuk memainkan ponselnya masing-masing.


Cukup lama menunggu, akhirnya sekretaris Rai pulang membawa Kesya dan Bara selamat sampai rumah.


"Arumi sayang... Mommy kangen" Seru Kesya langsung memeluk erat Arumi.


"Arumi juga mom" Ucap Arumi membalas pelukan hangat Kesya.


Lionel memandang tak percaya pada dua wanita yang berbeda generasi itu. Bagaimana di pertemuan kedua mereka bisa membuat nya seperti teman yang sudah lama tak bertemu dan sangat lama menahan rindu. Bahkan bisa mengalahkan rindu mommy nya pada anak kandung nya sendiri.


Sementara itu Bara hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istri nya yang sudah menganggap Arumi anak nya sendiri, dan terkekeh melihat Kesya yang melupakan anak kandung nya. Lionel.


Semua orang duduk di sofa, menonton drama anak dan ibu yang sudah lama berpisah.


"Bagaimana kabar kamu? " Tanya Kesya melepaskan pelukannya ,membawa Arumi untuk duduk di sofa. Lalu memeluk nya lagi.


Sedangkan Bara beralih ke sekretaris Rai, mereka berbincang akrab. Terpancar suasana antara anak dan ayah di antara mereka. Bara memang sudah menganggap sekretaris Rai seperti anak nya sendiri.


"Arumi selalu baik mom, mommy sendiri bagaimana kabar nya? " Tanya Arumi menikmati hangatnya pelukan dari Kesya.


Dan mengacuhkan Lionel yang notabene anak kandung Kesya.


"Mommy sama seperti kamu, mommy selalu sehat. Segar bugar" Ucap Kesya yang sudah benar-benar melepaskan pelukannya. Walaupun masih ingin memeluk lebih lama lagi.


"Hemm. Bagaimana kabar mama dan papa? " Tanya Lionel tidak ingin memanggil panggilan yang sama dengan Arumi.


"Eh. Ada Lio juga yaa? Kenapa baru datang? Dari mana saja? " Tanya Kesya terkekeh geli melihat tampang jengah anak nya. Karena dia telah melupakan Lio sejenak.

__ADS_1


"Cih. Sebenarnya anak mama itu siapa? Kenapa hanya dia yang mama tanya kabar nya" Tanya Lionel sedikit kesal.


"Bahkan mama tidak menyadari keberadaan ku dari tadi disini" Seru nya.


"Eeh. Hemm. Lalu bagaimana kabar anak ku ini? Apa kamu sudah sehat? Kamu sakit apa kemarin? " Tanya Kesya beruntun. Mendekati Lionel, duduk di samping nya. Memeluk sejenak tubuh Lionel.


Lionel menatap malas Kesya. Ini pertama kalinya Kesya seakan tidak merasakan hawa keberadaan Lionel. Bahkan saat bersama Gamila pun, Kesya tidak pernah seperti ini. Setidaknya Kesya menanyakan kabar Lionel terlebih dahulu, baru menghabiskan waktu nya bersama Gamila. Ya hanya sebatas berbagi cerita, dan Kesya tak seceria ini.


"Ya. Lio sudah lumayan membaik" Melepaskan pelukan Kesya." Yasudah. Kita langsung saja makan siang nya, yuk" Seru Lionel jalan terlebih dahulu menuju dapur. Lionel bukan cemburu, hanya saja ada rasa menggelitik di hatinya. Sedikit rasa senang. Entah kenapa senyum terbit di sudut bibirnya.


Sepanjang perjalanan menuju dapur, Arumi mengenalkan Tika pada Kesya. Mengetahui Kesya datang dari Indonesia, Kesya terlihat sangat antusias.


Menu makan siang telah tertata rapi di meja makan. Semua orang memuji enak masakan yang ada. Terutama memuji Arumi yang sangat pandai memasak. Tapi Arumi tidak ingin menerima semua pujian yang di lontarkan Kesya dan Bara. Arumi melimpah kan pujian pada Tika yang juga andil dalam memasakkan makan siang ini.


Selama menghabiskan makan siang, Lionel hanya diam. Memperhatikan setiap gerak-gerik yang dilakukan Arumi. Bertanya-tanya, mengapa dia terlihat sangat akrab dengan Kesya. Apakah Arumi dan Kesya sudah lama saling mengenal? Atau Arumi memang memiliki aura yang membuat semua orang menyukainya? Termasuk dirinya. Banyak hal yang diduga-duga Lionel di dalam benak nya.


Setelah makan siang bersama.


Saat ini semua orang sudah berpencar antara kelompok para laki-laki dan kelompok perempuan. Para wanita memilih untuk duduk santai di taman belakang rumah. Dan para pria lebih memilih untuk berbincang-bincang di ruang kerja Lionel.


Hari ini Tika akan menginap di rumah. Karena permintaan dari Arumi. Dengan alasan dia ingin memiliki teman mengobrol. Ya itu hanya sebuah alasan saja. Dan alasan yang sebenarnya adalah Arumi tidak ingin bertemu dengan Lionel untuk sementara waktu. Jadi Tika akan menjadi perantara Lionel dan Arumi.


Di ruang kerja...


"Lio. Kapan kamu akan memberikan cucu untuk papa? " Tanya Bara di sela pembicaraan mereka perihal bisnis.


Lionel yang sedang meminum jus alpukat nya pun tersedak. Lionel terbatuk-batuk mendengar perkataan Bara.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗


__ADS_2