Hanya Dia

Hanya Dia
Kedatangan Lais


__ADS_3

Pagi yang cerah saat sang Surya menyinari semua yang membutuhkan nya,tanpa terkecuali.


Semua orang bersemangat menyambut hari ini, tapi tidak dengan Arumi. Da terlihat sangat lelah.


Arumi tidak bisa tidur karena memikirkan perkataan Albi semalam. Dia sangat tahu bahwa Albi semasa kecilnya jarang berkumpul, atau pun bertemu dengan kedua orang tua mereka. Karena kedua orang tua mereka sangatlah sibuk dengan pekerjaannya. Tapi mereka tetap tidak melupakan bahwa mereka telah memiliki dua orang anak.


Memikirkan kata "ingin merasakan kebahagiaan yang lengkap" hati Arumi merasa. Sedikit teriris.


"Apakah hanya aku yang menderita di sini? Apa kah hanya aku yang merasakan sakit nya kehilangan? Tapi. Bukan kah aku masih bisa di bilang cukup beruntung, karena masa kecil ku masih ada kedua orang tua ku, sementara Albi? Kenapa di sini aku seakan akan aku lah yang paling menderita?Albi. Maaf kan kakak. Jika memang kamu menginginkan kebahagiaan yang lengkap walau hanya di dapatkan dari seorang kakak, dan bukan dari orang tua. Baiklah aku akan menikah" Batin Arumi.


"Hah. Hal ini nanti akan ku pikirkan lagi, sekarang adalah waktunya untuk fokus dengan lomba membuat istana pasir. Semangat Arumi!" Batin Arumi menyemangati diri nya sendiri.


Jadwal untuk hari ini adalah lomba membuat istana pasir, seluruh anggota keluarga berpatisipasi dalam kegiatan ini. Tentu Albi juga mengikuti hal ini. Ia ingin sekali memenangkan lomba ini walaupun hanya berdua saja dengan Arumi. Tidak masalah menurut nya.


Anggota peserta yang lain nya ada sekitar lima dan empat orang per kelompok. Hanya Arumi dan Albi saja lah yang berdua anggota nya. Karena ada enam puluh keluarga yang mengikuti piknik, maka akan di adakan tiga sesi, dan karena nomor urut Arumi adalah nomor lima puluh enam, maka Arumi mendapatkan giliran di sesi terakhir.


Semua murid bersama dengan keluarga nya sudah mengambil ancang-ancang untuk segera membuat istana pasir. Dan saat ini adalah sesi terakhir membuat istana pasir. Giliran Arumi dan Albi akhirnya tiba.


"Baik lah semua nya! Saya akan menghitung mundur. Dan di hitungan pertama kalian semua sudah mulai mengambil pasir nya oke!" Ucap salah satu guru yang menjadi MC dalam kegiatan kali ini.


"Tiga. Dua. Sa...


Pada hitungan terakhir suara seseorang menghentikan hitungan.


"Tunggu!" Seru suara itu lantang. Membuat semua orang terfokus pada nya. Dengan kedatangan nya yang tiba-tiba.


"Ah maaf, anda siapa ya? Apa anda ada keperluan dengan seseorang di sini?" Tanya MC.


"Maaf Bu saya terlambat, saya kekasih nya Arumi kakak Albi, apakah saya boleh bergabung dengan mereka mengikuti lomba ini?" Tanya pria itu, mencengangkan sang MC yang tak lain adalah mis Anna.


"Oh. Tentu saja boleh" Ucap mis Anna tersenyum senang.


"Anda bisa langsung mencari keberadaan mereka di sana!" Pinta mis Anna.


"Terimakasih Bu" Ucap nya lalu meninggalkan mis Anna, menuju Arumi dan Albi. Yang seperti nya tidak mengetahui kehadiran nya.


Arumi tidak tahu siapa yang menghentikan hitungan MC, dan dia juga tidak terlalu ingin mencari tahu.


Tapi tidak dengan Albi, dia mencari tahu sumber penghentian hitungan ini. Dan…


"Paman rumput laut!" Pekik Albi dengan nada senang ketika melihat Lais lah yang berjalan menuju nya.

__ADS_1


Arumi yang mendengar pekikan Albi pun melihat ke arah pandangan Albi, Arumi cukup terkejut dengan kehadiran Lais di pantai ini. Kenapa dia ada di sini. Arumi membatin.


"Paman kenapa kesini?" Tanya Albi langsung ketika Lais sudah berada di hadapan nya.


"Hemm. Menurut kamu?" Lais balik bertanya.


"Apa jangan jangan paman akan membantu kami?" Tanya Albi antusias. Dia hanya bertanya asal.


"Seratus untuk kamu" Seru Lais menandakan bahwa apa yang di katakan Albi adalah benar adanya.


"…" Mendengar hal itu Arumi dan Albi terdiam sesaat, mencerna informasi yang baru saja di dengar nya.


"Yeey asyik"sorak Albi kegirangan. Setelah cukup lama terdiam.


"Makin ramai makin cepat selesai nya!" Albi terlihat sangat senang dengan kehadiran Lais.


"Kenapa. Kemari?" Tanya Arumi ketika Lais berdiri di samping nya.


"Nanti akan ku jawab, sebaiknya kita mulai membuat istana pasir nya sekarang, karena lomba nya sudah di mulai" Ucap Lais melihat sekeliling nya, orang orang yang sudah mulai memasukkan pasir ke dalam ember.


"Baiklah" Gumam Arumi pasrah.


***


Setelah selesai membersihkan diri, Gamila pergi ke dapur berencana untuk memasak makan siang. Walau sebenarnya dia tidak bisa memasak, tapi setidaknya sekarang zaman sudah canggih. Jadi Gamila bisa melihat tutorial memasak di CokingTube.


Gamila berjalan menuju dapur terlihat Sekretaris Rai yang tengah melihat beberapa laporan dan seorang wanita yang sedang memasak.


"Rai. Siapa dia?" Tanya Gamila yang sudah berdiri di samping Sekretaris Rai.


"Dia koki baru nona, menggantikan nona Arumi untuk sementara waktu" Jawab sekretaris Rai.


"Memang nya Arumi kemana?"


"Sekolah adik nona Arumi mengadakan piknik bersama, jadi dia cuti selama tiga hari ke depan" Jawab sekretaris Rai.


"Loh. Arumi punya adik ya? Kok aku gak tahu?" Tanya Gamila lagi.


"Kamu tidak perlu tahu tentang nya ,memang nya dia siapa kamu?" Lionel lah yang menjawab pertanyaan Gamila.


Lionel terlihat tampan dengan kaos polos abu abu nya. Lionel juga merasa kan lapar seperti Gamila.

__ADS_1


"Ih. Kamu. Arumi itu sudah menjadi seseorang untuk ku! Karena dia telah menolong kamu dan menjadi koki dari seorang tuan pilih-pilih makanan" Jawab Gamila ketus.


Lionel tidak menjawab pernyataan yang di berikan H


Galima. Dia duduk di samping Gamila. Karena mereka sudah berada di meja makan.


"Duduk disini" Perintah Lionel menepuk paha nya meminta Gamila untuk duduk.


"Eh gak mau! Malu. Disini ada orang" Cicit Gamila menolak perintah Lionel.


Sekretaris Rai beranjak dari duduknya. Berniat untuk meninggalkan suami istri itu. Tapi sebelum nya sekretaris Rai membantu Tika menata makanan terlebih dahulu, lalu mengajak Tika untuk meninggalkan dapur yang berisi sepasang kekasih.


"Lio. Tuh kan. Mereka jadi pergi padahal aku ingin mereka makan bersama dengan kita" Kesal Gamila.


Sebenarnya Gamila sedikit enggan berdua saja dengan Lionel, karena hal semalam.


Sama seperti sebelumnya, Lionel tidak menjawab perkataan yang di lontarkan Gamila pada nya. Dia mulai menyantap sarapan berasa makan siang nya.


Hening yang di rasakan Gamila, yang memenuhi ruangan. Hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring menjadi pemecah keheningan.


Gamila melirik Lionel yang diam membisu dalam makan nya.


Gamila merasakan sesuatu yang aneh pada Lionel semenjak kedatangan nya kemarin.


"Lio. Kamu kenapa sih?" Tanya Gamila memecahkan keheningan.


Lionel menghentikan makan nya, menatap dalam Gamila.


"Tidak ada apa apa" Jawab Lionel melanjutkan kembali makan nya.


"Apa kamu. Masih marah dengan ku?" Tanya Gamila memberanikan diri.


"Kenapa aku harus marah?" Lionel balik bertanya.


"Karena. Aku masih belum bisa memberikan mu anak dan…


Braaak!


Lionel yang tiba-tiba berdiri membuat kursi yang di duduki nya terjungkal ke belakang. Menciptakan bunyi benturan yang keras.


Tidak tahu bagaimana suasana hati Lionel saat ini. Dia pergi meninggalkan Gamila begitu saja. Dengan nafsu makan yang sudah hilang.

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar like and vote oke dan terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🤗🤗


__ADS_2