
Sesampainya dirumah, Rico disambut oleh Nana dengan pertanyaan "Kamu dari mana Rico?? Kok semalam gak pulang??"
"Aku semalam ngantuk berat, gak kuat nyetir. Jadi aku tidur di hotel." Jawab Rico seraya memijat tengkuk lehernya yang dirasakan menegang
"Kamu kabarin aku dong harusnya, biar aku gak khawatir!!" Ucap Nana dengan wajah cemberut
"Aku mau tidur dulu, aku masih ngantuk!!" Jawab Rico yang ingin segera mengakhiri perdebatannya seraya berjalan ke arah kamar tidurnya.
Nana yang tidak tau harus bagaimana menghadapi Rico hanya dapat berjalan cepat menuju kamar tidurnya, dalam emosinya dia menghempaskan tubuhnya ke kasur dan wajahnya ke bantal dengan keadaan telungkup. Dia mencoba tegar dalam menghadapi kejadian ini namun dadanya makin lama makin terasa sesak hingga akhirnya dia luapkan seluruh isi hatinya dengan tangisan.
Dia mengencangkan suara tangisnya dengan harapan Rico akan mendengar dan mendatanginya, namun karena Rico tak kunjung datang dan lebih memilih tidur akhirnya dia mengecilkan suara tangisnya.
Saat tubuhnya melai merasa sakit akibat tangisan yang diciptakannya, Nana mencoba bangkit dari tempat tidur dan berdiri menghadap cermin. Dilihatnya wajah dengan mata sayu serta kelopak mata yang membengkak. Dengan segera Nana menghentikan tangisnya serta megusap air yang keluar dari matanya kearah sudut mata dengan tangan kanannya.
"Kenapa Rico seperti itu??" Tanya Nana dalam hati kecilnya
__ADS_1
"Apakah dia tidak ingin diganggu saat tubuhnya lelah atau memang sifat dia seperti itu?? Atau jangan-jangan dia selingkuh??!!" Ucap Nana dalam hatinya yang sedang mengalami kegundahan.
Beberapa pertanyaan pun mulai berkecamuk dalam hati Nana, seluruh dugaan negatif tentang Rico muncul hingga membuatnya kembali mengeluarkan air mata, namun pada tangisan kali ini dia tidak mengeluarkan suara, hanya suara tarikan cairan dari hidungnya untuk mencegah agar tidak jatuh mengenai bibir.
Setelah lama tertidur, Rico terbangun dan merasa lapar. Dia berjalan keluar kamar menuju meja makan dan membuka tudung saji. Alangkah terkejutnya Rico saat melihat tudung saji hanya berisi nasi serta tempe goreng yang diduga sisa gorengan kemarin.
"Na.. Nana!!" Teriak Rico dari meja makan
Mendengar namanya di panggil oleh Rico, dia pun segera mendatangi sumber suara tersebut berasal. Seketika hatinya menjadi berbunga-bunga saat mendengar Rico memanggilnya, dia menduga bahwa Rico sedang menginginkan dirinya.
"Kamu kenapa?? Habis nangis??" Tanya Rico
"Iya Co!!" Jawab Nana dengan jujur karena tidak bisa menyembunyikan mata sembabnya
"Kenapa?" Tanya Rico menelisik
"Saya teringat orang tua saya dikampung, saya kangen." Jawab Nana mencari alasan untuk mengelabui Rico agar tidak dinilai sebagai wanita lemah.
__ADS_1
"Benar?? Jangan jadikan orang tua kamu sebagai alasan ya!! Aku gak suka sama orang yang selalu menjadikan orang tua sebagai alasan." Tanya Rico menegaskan alasan Nana
"Iya Co, bener kok!!" Jawab Nana seraya menundukkan pandangan matanya
"Ya sudah kalau begitu besok kamu tengok orang tuamu!! Kamu dikampung dulu saja melepas rindu dengan orang tuamu!!" Ucap Rico memberikan solusi agar Nana dapat mengobati rasa rindu kepada orang tuanya.
"Aduuhh... mati aku!! aku salah kasih alasan." Gumamnya dalam hati seraya terdiam menyesali ucapannya
"Lho kok malah diam?? Kamu tidak ada uang?? Nanti saya kasih kamu ongkos beserta uang untuk orang tuamu!!" Tanya Rico yang merasa heran dengan tingkah Nana
"Enggak Co" Jawab Nana yang bingung akibat ulahnya sendiri
"Kamu gimana sih?? Katanya kangen, tapi gak mau ketemu. Terus kamu maunya apa??" Tanya Rico yang mulai merasa dipermainkan oleh Nana
"Ya sudah, besok saya akan mengunjungi orang tua saya." Jawab Nana penuh dengan kepasrahan
"Akhirnyaaa... aku bisa bebas mendekati Bunga." Sorak senang Rico dalam hati
__ADS_1