
Dipagi hari yang merupakan hari pertama Pak Rico bangun tidur didampingi wanita tentunya sangat berbeda dengan waktu sebelumnya saat dia masih menjadi duda. Kini saat dia membuka mata sudah ada wanita yang dapat dipeluknya, dapat diajak bercanda dan yang terpenting ada yang bisa memanjakannya.
Akibat terlalu lamanya Pak Rico merawat istrinya yang sakit serta beberapa bulan menyandang status duda membuatnya rindu akan kemesraan serta bermanja ria dengan wanita. Namun kehadiran Nana pada pagi ini membuatnya bagaikan seorang anak yang bertemu kembali dengan sang ibu yang ditinggalkan selama beberapa lama.
Pak Rico sama sekali tidak ingin ditinggalkan oleh Nana, dia menginginkan Nana selalu ada disisinya hingga dia menyuruhnya untuk mandi. Untuk sarapan pagi pun dia meminta agar diantarkan kekamarnya. Nana pun merasa bahwa pagi itu merupakan hari yang sangat istimewa buatnya, dia merasa diperlakukan layaknya seorang ratu yang dibanjiri dengan kasih sayang.
"Kamu sudah bangun sayang??" Tanya Pak Rico saat melihat sang istri sudah bangun terlebih dahulu.
__ADS_1
"Iya, aku habis dari kamar mandi." Jawab Nana seraya tersenyum
Pak Rico pun tersenyum dan mengajak Nana kembali tidur. Namun karena Nana sudah terbiasa bangun pagi, sulit baginya memejamkan kembali matanya. Sementara Pak Rico yang masih ngantuk dan ingin melanjutkan tidurnya tidak dapat tidur kembali akibat dari pergerakan tubuh Nana yang membuat kasurnya terasa bergoyang.
Karena selalu bergoyangnya kasur yang ditidurinya, Pak Rico segera mendekap tubuh Nana agar tidak banyak gerak. Nana yang merasa nyaman dengan dekapan Pak Rico tanpa sadar ikut memejamkan mata hingga mereka terjaga pada pukul 10:00 WIB
"Astaga.. sudah jam 10!!" Ucap Nana dalam hati
"Apa sayang? kenapa??" Tanya Pak Rico yang bingung melihat kepanikan istrinya.
__ADS_1
"Sudah jam 10 (sepuluh), sudah siang!!" Jawab Nana
"Aktivitas kita dikamar ini saja sampai check out besok. Biar nanti order makanan saja dengan pelayan hotel untuk makannya."Jawab Pak Rico mencoba menenangkan kepanikan Nana
"Iya Rico" Jawab Nana dengan sedikit lebih tenang dari keadaan sebelum Rico menenangkannya.
Tidak lama datang seorang pelayan resto mengetuk pintu dan membawakan sarapan pagi. Mereka sarapan pagi di balcon hotel seraya melihat tamu hotel berenang karena view kamar hotel mereka kolam renang.
Setelah selesai makan pagi selesai, mereka tidak segera beranjak dari balcon tersebut. Pak Rico menarik tangan Nana dan mendudukannya di pangkuannya serta menyuruh memperhatikan para tamu yang sedang berenang hingga akhirnya pandangan mata mereka tertuju kepada sepasang tamu hotel yang sedang dimabuk cinta. Mereka berenang di kolam yang sepi dan dalam, berbagai gaya renang dilakukannya hingga berujung pada gaya yang tak sewajarnya dilakukan tempat umum.
__ADS_1
Sungguh pemandangan yang membuat Pak Rico dan Nana saling terlena dalam dekapan dan beranjak masuk ke kamar. Nafas Pak Rico yang terdengar semakin berat membuatnya tak ingin melepaskan tangan yang berada di pinggang Nana dan terus-menerus mencium leher Nana yang didekapnya dari arah belakang. Nana yang turut menikmati pun terlihat sudah tak dapat menguasai dirinya hingga akhirnya mereka menyelesaikan birahinya diatas ranjang.
Pak Rico yang kini kembali merasakan kehangatan seorang istri berusaha memberikan nafkah batinnya semaksimal mungkin agar Nana dapat merasakan kepuasan seperti kepuasan yang didapatnya saat bersetubuh dengan Nana