
"Hehehehe" Tawa Nino sebagai jurusnya saat malu mengakui perasaan hatinya dengan ucapan.
"Kamu udah makan belum?? Kalau belum, makan dulu sana!!" Ucap Bunga kepada Nino sebagai cara menjamu tamu
"Enggak ah, mau makan di luar aja!!" Jawab Nino singkat
"Mau makan bareng ya??" Goda Bunga kepada Nino
"Iya dong!!" Jawab Nino singkat.
"Udah dulu ya, mau meluncur nih! kelamaan nanti di samber orang." Ucap Nino seraya bangkit dari duduknya yang kemudian disusul dengan berjalan.
Sesampai di pintu rumah Bunga, Nino seketika menghentikan langkahnya.
"Eits, lupa pamit." Ucap Nino dalam hati
"Reza, sampai ketemu ya!!" Ucap Nino seraya melambaikan tangan dan melanjutkan langkahnya.
"Siiaappp!!" Jawab Reza singkat seraya mengangkat ibu jari tangannya
Karena malu jika langsung mendatangi, Nino berinisiatif menelpon terlebih dahulu.
"Kriinng.. kriinngg... kriiinng.." Suara dering ponsel Nana
"Hai Mba, apa kabar?" Sapa Nino melalui sambungan telepon
"Maaf ini siapa??" Tanya Nana yang merasa tidak mengenalnya.
"Aku Nino." Jawab Nino
"Nino? Nino? Nino? Kayaknya pernah denger deh nama Nino." Ucap Nino seraya mengingat kejadian yang pernah di lalui nya.
"Aku yang dulu ngawas mba ujian paket C!" Jawab Nino mencoba mengingatkan kejadian yang beberapa hari lalui mereka lalui
"Oh iya.. aku ingat! Yang kita makan bareng kan??" Tanya Nana dengan ingatannya yang mulai stabil
"Iya. Hehehe.." Jawab Nino dengan sedikit malu karena saat itu mengajak Nana makan di warung nasi sederhana
"Apa kabar Pak Nino??" Tanya Nana dengan suara sedikit gembira
"Alhamdulillah, baik Mba. Mba dan bayi mba gimana kabarnya??" Tanya kembali Nino
"Alhamdulillah kami berdua sehat Pak!" Jawab Nana seraya mengusap perutnya yang sudah mulai terlihat membesar.
"Mba, aku boleh main ke kost mba gak?" Tanya Nino yang langsung ke pokok pembicaraan
"Ya boleh lah!! Siapa saja boleh kok." Jawab Nana
"Aku udah di depan kost mba nih!!" Ucap Nino
"Haaahhh!!" Teriak Nana dalam hati dengan diikuti reaksi mata terbelalak
Nana yang terkejut dengan kehadiran Nino segera berjalan keluar, dia memastikan kebenaran atas ucapan Nino yang dianggapnya hanya gurauan.
"Ih bener dia datang!!" Ucap Nana dalam hati.
Nana yang merasa jantungnya berdebar saat melihat Nino dari kejauhan segera menyandarkan tubuhnya ke dinding yang terdekat darinya. Dia terkejut melihat perubahan gaya Nino yang sangat jauh berbeda dengan yang dia jumpai saat menjadi panitia ujian beberapa hari lalu.
"Aduh, gimana nih?? Masa tangan kosong gini." Ucap Nino seraya mengarahkan pandangan matanya ke seluruh penjuru.
"Kalau aku suruh Bunga beli makanan, nanti malah kelamaan." Ucapnya dalam hati.
Di tengah kebimbangannya, Nino menolehkan wajahnya ke taman yang berada di halaman rumah Bunga.
__ADS_1
"Yah, adanya anggrek!!" Ucap Nino dalam kepasrahanannya.
"Aku suruh Bunga beli martabak di depan minimarket aja deh!!" Ucap Nino dalam hati seraya berjalan ke dalam rumah
Namun saat hendak mendekati pintu rumah Bunga, Nino melihat satu pot berisi bunga Mawar.
"Nah, ini! Ini yang namanya gayung bersambut!" Ucap Nino dalam hati yang kemudian melanjutkan langkahnya ke dalam rumah Bunga.
"Lho, kenapa balik lagi?? Mau minta ongkos?? Hahhaha" Tanya Bunga seraya menggoda Nino
"Eh, sorry ya!!" Jawab Nino dengan candanya seolah menjadi orang sombong
"Ya terus mau ngapain?" Tanya Bunga
"Mau pinjam bunga Mawar yang di pot depan!" Jawab Nino
"Haahh??" Jawab Bunga yang terkejut dengan ucapan Nino
"Eh Nino, bunga Mawar mah udah gak jaman." Ucap Bunga yang makin menggoda Nino
"Masa bunga Anggrek!" Jawab Nino menanggapi ucapan Bunga
"Ya Bunga bank lah!! Emangnya Nana dedemit mau dibawain kembang!!" Ucap Bunga yang di ikuti dengan tawa bersama
"Itu Mawarnya pinjem dulu ya! besok digantinya semua warna deh!!" Ucap Nino yang sudah tidak punya waktu mencari bunga di tempat lain
"Ya sudah sebentar aku diguntingin dulu!" Jawab Bunga yang tidak ingin melihat adik sepupunya gagal dalam kencan pertamanya.
Nana yang sudah dapat mengendalikan detak jantungnya segera mengarahkan pandangan matanya menuju tempat Nino berpijak beberapa saat yang lalu.
"Lho, kok gak ada??" Tanya Nana dalam hati
"Tadi aku lihat dia berdiri di sana!!" Ucap Nana masih dalam hatinya.
"Ah, ya sudah lah!!" Ucap Nana lirih seraya membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju tempat duduknya di balik meja resepsionis.
"Mba Nana!!" Teriak seseorang memanggil namanya dengan jelas
"Eh Deni, ada apa Den??" Tanya Nana saat mendengar suara tersebut berasal dari Deni
"Ada yang nyari mba!!" Jawab Deni seraya menunjukkan ibu jarinya ke arah orang yang mencari Nana
Setelah di lihat ternyata Nino
"Hallo Mba!!" Sapa Nino singkat
"Hallo juga Pak Nino, silahkan duduk pak!!" Ucap Nina menyambut kedatangan Nino
"Apa kabar Pak??" Tanya Nana seraya mengulurkan tangannya untuk berjabatan
"Kabar baik mba!!" Jawab Nino seraya mencari posisi aman untuk duduk
Nino yang saat itu ingin memberikan bunga Mawar kepada Nana seketika menundanya. Dia masih ragu karena belum tahu bagaimana perasaan Nana terhadapnya, sehingga bunga tersebut dimasukkan ke dalam saku celana belakang dengan posisi tangkai di dalam sementara bunganya menyembul ke luar.
"Aww!" Teriak Nino dalam hati karena tertusuk duri yang berada di tangkai bunga tersebut
"Aduh, Bunga gimana sih motongnya?? Masa durinya gak di gunting sih!!" Ucap Nino yang masih dalam hatinya.
"Pak Nino mau minum apa??" Tanya Nana dengan disertai senyuman.
"Apa saja mba!!" Jawab Nino singkat seraya menahan sakit akibat tusukan duri mawar yang bertubi-tubi
Dengan segera Nana pergi mengambilkan air minum yang baru saja ditawarkan ke Nino
"Ya ampun senyumnya..." Puji Nino dalam hatinya
__ADS_1
"Lagi hamil aja cantik, gimana gak hamil??!!" Pujinya kembali dalam hati
"Ini pak minumnya, silahkan diminum!!" Ucap Nana singkat seraya memberikan orange juice kepada Nino
"Iya terima kasih mba" Jawab Nino seraya meminum minuman yang disediakan Nana
"Selesai kerja jam berapa mba?" Tanya Nino
"Sebenarnya sudah selesai Pak, tapi saya lagi jenuh di kamar. Jadi saya duduk di sini aja." Jawab Nana
"Oh gitu, mba udah makan??" Tanya Nino
"Belum nih, mau keluar males." Jawab Nana dengan jujur
"Yah gimana sih mba? lagi hamil jangan males makan dong. Kasian dedek bayinya" Ucap Nino
"Ya ampun Pak Nino perhatian banget sama ibu hamil. Yang jadi istrinya pasti bahagia banget!!" Ucap Nana dalam hati.
"Ya sudah kita makan bareng lagi yuk!!" Ajak Nino yang sudah lama menahan lapar
"Serius pak??" Tanya Nana
"Iya serius!!" Jawab Nino singkat.
Kemudian mereka segera pergi mencari tempat makan terdekat.
"Lho kok Pak Nino parkirnya di rumah tante Bunga??" tanya Nana
"Iya, saya adik sepupunya Bunga" Jawab Nino
"Oh ya?? Serius pak??" Tanya Nana
"Serius, nanti kapan-kapan mba saya ajak deh kalau ada acara kumpul keluarga. Bunga pasti datang juga!!" Ucap Nino meyakinkan Nana
Saat melintasi area danau, Nino melihat ada sebuah rumah makan lesehan yang ramai. Dia segera mengajak Nana untuk makan malam di tempat tersebut.
"Mba, rumah makan itu ramai banget. Kalau kita makan disitu gimana?" Tanya Nino
"Iya gak apa-apa Pak, saya setuju aja!" Jawab Nana
Sesampainya di tempat tersebut Nino segera mencari tempat duduk kosong dan memesan makanan serta minuman. Dia menanyakan menu apa saja yang menjadi best seller rumah makan tersebut.
"Semoga berawal dari sini aku bisa membahagiakan Nana!!" Doa Nino dalam hatinya
Dan setelah pelayan penerima order tersebut meninggalkan mereka, Nino segera mengeluarkan bunga Mawar yang sejak tadi dia simpan di saku belakang celananya.
"Mba.." Ucap Nino yang terlihat ragu meneruskan ucapannya
"Iya pak??" Tanya Nana seraya tersenyum
Melihat senyuman Nana yang membuat hatinya meleleh, Nino memberanikan diri memberikan bunga yang telah dia keluarkan dari sakunya.
"Mba Nana..., saya membawa setangkai bunga Mawar. Bunga ini merupakan perwakilan perasaan saya ke mba. Saya harap mba Nana bersedia menerima bunga ini!!" Ucap Nino yang langsung to the point.
"Haaahh??!!" Mata Nana seketika terbelalak tanpa mampu mengucapkan kata-kata apapun.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung ke bab selanjutnya...
Buat para pembaca yang baru saja bergabung,
Jangan lupa di baca, di like seluruh bab tanpa ada yang dilewati dan kasih bintang 5 ya, untuk membantu penulis menaikkan level.
Terima kasih telah mampir di karya saya,
__ADS_1
Semoga kita semua sehat dan sukses selalu!!