
30 (Tiga puluh) menit sebelum akad nikah dilangsungkan, Bunga dan Reza sudah berada di pos tempat mereka bermalam. Nana yang jauh dari sanak saudara serta pelaksanaannya yang sangat mendadak terpaksa menggunakan wali hakim sebagai walinya dan ketua RT serta ketua keamanan setempat menjadi saksi.
Setalah penghulu datang, Nino bersiap melaksanakan ijab qabulnya. Nino yang selalu tertunduk malu karena di saksikan banyak orang segera berjabat tangan dengan pak penghulu dan melangsungkan ijab qabulnya.
Setelah dinyatakan sah secara agama, seluruh orang yang menyaksikan membubarkan diri dari kerumunan, sementara para saksi dan wali hakim memberikan ucapan selamat.
Bunga yang menjadi satu-satunya keluarga Nino dalam acara tersebut mengucapkan terima kasih dan memberikan amplop berisi uang kepada penghulu serta wali hakim dan saksi
"Akhirnya, Nana jadi istriku!!" Ucap Nino dalam hati seraya menghirup nafas panjang.
Nana yang masih tertunduk malu berjalan beriringan dengan Bunga, Reza serta suaminya untuk kembali ke kost. Namun karena saat itu Reza yang mengendarai mobilnya, akhirnya mereka semua berkumpul di rumah Bunga
Sementara Rico yang tidak pernah terlihat batang hidungnya sejak membawa pergi barang miliknya dengan truk yang pernah terparkir di halaman rumah Bunga tidak diberi tahu oleh Nana perihal pernikahan mereka.
Tidak lama singgah di rumah Bunga, Nana dan Nino mendatangi kamar kost Nana. Mereka berpamitan kepada Bu Eko untuk pindah ke rumah Nino.
"Bu, sebelumnya saya minta maaf kalau saya sudah bikin malu ibu kepada para tetangga dengan ulah saya semalam." Ucap Nana kepada Bu Eko selaku pemilik kost tempat Nana bekerja dan tinggal.
"Saya bisa memahami kekecewaan ibu ke saya, saya yang sudah ibu anggap anak sendiri tapi saya malah seperti ini." Ucap Nana yang pasrah dengan makian yang akan diterimanya dari Bu Eko
Namun keadaan berbeda dengan apa yang ada dalam pikiran Nana
"Ibu sudah memaafkan kamu tanpa kamu minta Na, ibu sayang kamu!!" Ucap Bu Eko seraya menetaskan air mata yang kemudian disusul dengan mendekap Nana
"Sekarang kamu sudah punya suami, ikuti suamimu! jangan pernah membantah karena ridho Allah ada pada suamimu!!" Ucap Bu Eko memberikan nasihat seraya menangis dalam dekapan Nana
__ADS_1
Nana yang ikut menangis hanya menjawab "Iya bu!"
"Nanti kamu sering main ke sini ya!! Ibu pasti kangen kamu!!" Ucap Ibu kost
"Iya Bu, saya janji!!" Jawab Nana yang kemudian melepaskan dekapan dan pamit untuk membereskan pakaian serta barang miliknya.
Setelah barang Nana terkumpul, Nino membantu membawakannya ke mobil miliknya yang terparkir di halaman rumah Bunga. Dan saat ingin mendekap Bu Eko untuk berpamitan pergi ternyata Bu Eko masuk ke dalam rumahnya.
"Ya sudah kita langsung pergi aja mas, jangan ganggu Bu Eko, kasian dia lagi sakit." Ucap Nana yang paham dengan kesehatan Bu Eko
Sesampainya di halaman rumah Bunga, terlihat Bunga dan Reza sedang berdiri mengamati barang yang dibawa oleh Nana dan Nino
"Barangnya masih ada Na?" Tanya Bunga yang terlihat ingin membantu membawakannya
"Sudah gak ada mba." Jawab Nana dengan mata sedikit merah akibat menangis saat berpamitan dengan Bu Eko
"Iya mba, Mas Ninonya langsung ngajak ke rumahnya." Jawab Nana
"Hmmmm..." Suara Bunga yang ditujukan untuk menggoda Nino
"Ya udah lanjutin aja di rumah ya!! Biar aman." Ucap Bunga seraya tertawa yang diikuti oleh mereka semua.
Nino yang mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi sepertinya sudah tidak sabar untuk cepat sampai di rumah. Dan saat mobil yang dikendarainya sudah sampai di depan rumahnya, dia segera membuka pintu pagar dan memasukkan mobilnya.
Nana yang seketika jatuh cinta dengan design exterior rumah Nino segera keluar dari mobil dan berjalan ke tengah taman
"Kamu pakai asisten rumah tangga Mas?" Tanya Nana saat melihat rumah Nino bersih dan asri
__ADS_1
"Enggak, kenapa??" Tanya Nino
"Rumah kamu bersih banget, adem pula. Aku jadi langsung betah!" Jawab Nana seraya menyapukan pandangannya ke seluruh penjuru
"Iya, rumahku kecil tapi adem. Dan yang paling penting halamannya gak keliatan dari rumah para tetangga!" Jawab Nino yang kemudian mendekap Nana dan mencium leher Nana
"Iihh, malu! ntar diliat orang!!" Ucap Nana yang terlihat malu tapi mau
"Gak akan ada yang liat sayang!!" Ucap Nino dengan lirih yang kemudian mencium bibir Nana
Nana yang mendapat ciuman terus menerus akhirnya pasrah dan membalas ciuman Nino. Melihat mata Nana yang mulai terpejam, Nino semakin bersemangat melanjutkan aksinya untuk menuntaskan hasratnya yang semalam tertunda.
"Masuk yuk!!" Bisik Nino di telinga Nana seraya mencium telinga Nana
Nana yang masih terus memejamkan matanya dan tidak menjawab sepatah kata pun atas ajakan Nino membuat Nino makin tak sabar untuk menyegerakan keinginannya dan membawa Nana ke dalam rumahnya.
"Ah, kuncinya di mobil lagi!!" Ucap Nino dalam hati.
Nafsu yang dirasakan makin menggebu ternyata mampu mematahkan niat Nino untuk mencari kunci rumahnya yang terjatuh di mobilnya, hingga akhirnya membuat Nino mencari solusi dengan menggendong Nana ke halaman belakang rumahnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung ke bab selanjutnya..
Jangan lupa like, love, rate dan vote nya ya!
Semoga pembaca sehat dan sukses selalu!! Aamiin
__ADS_1